Anda di halaman 1dari 8

THERAPY BEKAM DALAM

KEPERAWATAN

OLEH :

NI PUTU DIAH AMELIA PUTRI P07120215003


NI PUTU PUTRI ASMARIANI P07120215004
DEFINISI BEKAM

Bekam adalah sebuah cara pengobatan dengan menggunakan sebuah


botol yang dihilangkan udaranya dengan api sehingga mengisap
bagian tubuh tertentu dan menimbulkan fenomena pengumpulan
darah.Umumnya dilakukan pada daerah punggung, perut, pinggang,
paha, dan pundak.(Wong, 2010).

Terapi bekam mulai dikenal dan diterapkan sejak zaman Mesir kuno.
Bangsa Mesir kuno pada saat itu dikenal sebagai bangsa yang banyak
mengadakan perjalanan danseringmerasa sakit dan tidak nyaman di
tubuh, mereka berupaya untuk mengeluarkan cairan darah kotor yang
dianggap mempengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh (Wong,
2010).
TEKNIK TERAPI BEKAM

Teknik bekam yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :


 Dry Cupping/ Bekam Kering/ Hijamah Jaaffah
 Bekam Basah/ Wet Cupping/ Hijamah Rothbah
 Bekam Api/ Fire Cupping
 Bekam meluncur
 Bekam Tarik
MANFAAT TERAPI BEKAM

Sebagai suatu metode pengobatan, tentunya bekam mempunyai khasiat.


Diantaranya adalah:
 Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah
yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi
lancar kembali.
 Meringankan
 Menajamkan penglihatan.
 Menyembuhkan berbagai macam penyakit., seperti: asam urat, darah
tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke,
sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi,
kencing manis, liver, ginjal, pengapuran dan lain – lain. (Tatang
Rahmat, 2008)
PENANGANAN PASIEN BEKAM

1. Mendata Pasien dan Melakukan Anamnesis (Wawancara)


2. Melakukan pemeriksaan dan menentukan diagnosa penyakit
3. Menentukan titik bekam
4. Mempersiapkan peralatan dan pasien
5. Bekam
EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM
Bekam juga merupakan preventive medicine (metode pencegahan) dan
sangat efektif untuk curative medicine (metode penyembuhan)
(Kasmui, 2006).
Sekitar 12 titik akupunktur yang dapat dilakukan terapi bekam, antara
lain :
 Di bagian atas kepala
 Di sekitar urat leher
 Di bawah kepala
 Daerah antara dua pundak
 Daerah sekitar pundak kiri dan kanan
 Daerah punggung
 Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor
 Pangkal telapak kaki
 Di tempat-tempat yang dirasakan sakit
KONTRAINDIKASI TERAPI BEKAM

Pada pasien yang memiliki ambang batas nyeri yang rendah, terapi
bekam dapat menimbulkan ketidaknyamanan minimal akibat sedikit
intervensi pada kulit pasien, efek samping ringan lainnya yang
mungkin terjadi adalah rasa sedikit berkunang-kunang setelah
melakukan terapi.
Terapi bekam tidak boleh dilakukan pada kulit yang meradang (luka,
borok, oedem), area dimana terdapat pembuluh darah besar, daerah
abdomen, pasien dengan demam tinggi dan kejang, area sacrum pada
wanita hamil, pasien dengan perdarahan spontan/ menstruasi, pasien
kanker (metastasis), pasien dengan patahtulang atau spasme otot,
perdarahan karena trauma.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM TERAPI BEKAM
 Memposisikan pasien senyaman mungkin.
 Tabung kop dalam berbagai ukuran digunakan pada lokasi yang berbeda.
 Jika menggunakan media api, nyala api harus cukup besar untuk membuat
tabung kop melekat dengan kuat.
 Memastikan tabung kop melekat dengan kuat tanpa ada ruang terbuka pada
pinggiran tabung untuk masuknya udara.
 Setelah terapi bekam, bila ada stasis darah yang terlihat/ luka memar/
hematom, atau bahkan muncul gelembung kecil lepuhan pada kulit, maka
akan terabsorpsi/ hilang dalam beberapa hari kemudian.
 Pada terapi bekam yang dikombinasi dengan bloodletting/ pengeluaran darah,
darah dapat dibersihkan dengan menggunakan bola kapas kering (Kasmui,
2006).