Anda di halaman 1dari 27

KONSISTENSI MAKANAN

ADITYAH PRAYOGHA TANUS


11020140007
KONSISTENSI MAKANAN

Makanan berdasarkan konsistensniya terdiri dari :


• MAKANAN PADAT • MAKANAN LUNAK

• MAKANAN SARING • MAKANAN CAIR


MAKANAN PADAT(biasa)

GAMBARAN UMUM
• Makanan biasa sama dengan makanan sehari-hari
yang beraneka ragam, bervariasi dengan bentuk,
tekstur dan aroma yang normal.

TUJUAN
• Memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk
mencegah dan mengurai kerusakan jaringan tubuh
Syarat diet makanan biasa :

1. Energi sesuai kebutuhan normal orang dewasa


dalam keadaan istirahat.
2. Protein 10-15% dari kebutuhan energi total
3. Lemak 10-25% dari kebutuhan energi total
4. Karbohidrat 60-75% dari kebutuhan energi
5. Cukup mineral, vitamin dam kaya serat
6. Makanan tidak merangsang saluran cerna
7. Makanan sehari-hari beraneka ragam dan
bervariasi
Indikasi pemberian makanan
biasa :
Makanan biasa diberikan kepada pasien yang
tidak memerlukan diet khusus berhubungan
dengan penyakitnya.

Makanan yang tidak dianjurkan


Makanan yang tidak dianjurkan untuk diet
makanan biasa adalah makanan yang
berlemak tinggi, terlalu manis, terlalu
berbumbu, dan minuman yang
mengandung alkohol
MAKANAN LUNAK(Soft Diet)

GAMBARAN UMUM
• Makanan lunak adalah makanan yang memiliki tekstur yang
mudah dikunyah, ditelan dan dicerna dibandingkan makanan
biasa.
• Makanan lunak merupakan perpindahan dari makanan saring
ke makanan biasa.

TUJUAN
Memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan
dan dicerna sesuai kebutuhan gizi dan keadaan penyakit.
Syarat diet makanan lunak :

1. Energi, protein dan zat gizi lain cukup


2. Makanan diberikan dalam bentuk cincang atau
lunak, sesuai dengan keadaan penyakit dan
kemampuan makan pasien.
3. Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3
kali makan lengkap dan 2 kali selingan.
4. Makanan mudah cerna, rendah serat dan tidak
mengandung bumbu yang tajam.
Indikasi pemberian makanan lunak :

1. Pasien sesudah operasi tertentu.


2. Pasien dengan penyakit infeksi dengan kenaikan
suhu tubuh tidak terlalu tinggi
3. Pasien dengan kesulitan mengunyah dan
menelan
4. Sebagai perpindahan dari makanan saring ke
makanan biasa.
Makanan yang tidak dianjurkan
MAKANAN SARING (semi liquid
diet)
GAMBARAN UMUM
• Makanan saring adalah makanan semipadat yang
mempunyai tekstur lebih halus daripada makanan lunak,
sehingga lebih mudah ditelan dan dicerna.
• Makanan saring merupakan perpindahan dari makanan cair
kental ke makanan lunak.

TUJUAN
Memberikan makanan dalam bentuk semipadat sejumah yang
mendekati kebutuhan gizi pasien untuk jangka waktu pendek
sebagai proses adaptasi terhadap bentuk makanan yang lebih
padat
Syarat diet makanan saring :

1. Hanya diberikan untuk jangka waktu singkat


selama 1-3 hari, karena kurang memenuhi
kebutuhan gizi, terutama energi dan tiamin.
2. Rendah serat, diberikan dalam bentuk disaring
atau diblender.
3. Diberikan dalam porsi kecil dan sering yaitu 6-8
kali sehari.
Indikasi pemberian makanan saring :

1. Pasien sesudah mengalami operasi tertentu.


2. Pasien pada infeksi akut termasuk infeksi saluran
cerna.
3. Pasien dengan kesulitan mengunyah dan
menelan.
4. Sebagai perpindahan dari makanan cair kental ke
makanan lunak.
Contoh makanan saring

Makanan yang tidak dianjurkan


MAKANAN CAIR ( FULL LIQUID DIET)

GAMBARAN UMUM
• Makanan cair adalah makanan yang mempunyai
konsistensi cair hingga kental.
• Makanan dapat diberikan secara oral atau
parenteral
• Menurut konsistensinya, makanan cair terdiri
atas 3 jenis yaitu :
– Makanan cair jernih
– Makanan cair penuh
– Makanan cair kental
MAKANAN CAIR JERNIH

GAMBARAN UMUM
Makanan cair jernih adalah makanan yang disajikan
dalam bentuk cairan jernih pada suhu ruang dengan
kandungan sisa (residu) minimal dan tembus pandang
bila diletakan dalam wadah bening

TUJUAN
1.Memberikan makanan dalam bentuk cair, yang
memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang mudah
diserap dan hanya sedikit meninggalkan sisa (residu)
2.Mencegah dehidrasi dan menghilangkan rasa haus
Syarat-syarat diet makanan cair
jernih :

1. Makanan yang diberikan dalam bentuk cair


jernih yang tembus pandang
2. Bahan makanan hanya terdiri dari sumber
karbohidrat
3. Tidak merangsang saluran cerna dan mudah
diserap
4. Sangat rendah sisa (residu)
5. Diberikan hanya selama 1-2 hari
6. Porsi kecil dan diberikan sering
Indikasi pemberian makanan cair jernih :

• Pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu


• Pasien yang intakenya tidak adekuat (mis: mual
dan muntah)
• Pasien pasca perdarahan saluran cerna

Makanan yang boleh diberikan :


• Teh, sari buah, sirop, air gula, kaldu jernih serta
cairan mudah cerna seperti cairan yang
mengandung maltodekstrin.
• Makanan dapat ditambah dengan suplemen
energi tinggi dan rendah sisa.
MAKANAN CAIR PENUH

GAMBARAN UMUM
• Makanan cair penuh adalah makanan yang berbentuk
cair atau semicair pada suhu ruang dengan kandungan
serat minimal dan tidak “tembus pandang” bila diletakan
dalam wadah bening.

TUJUAN
1.Memberikan makanan dalam bentuk cair dan setengah
cair yang memenuhi kebutuhan gizi
2.Meringankan kerja saluran cerna
Syarat-syarat diet makanan cair penuh :

1. Tidak merangsang saluran cerna


2. Bila diberikan lebih dari 3 hari harus dapat memenuhi
kebutuhan energi dan protein
3. Kandungan energi minimal 1 kkal/ml. Konsentrasi
cairan dapat diberikan secara bertahap dari ½,3/4
sampai penuh
4. Berdasarkan masalah pasien, dapat diberikan formula
rendah atau bebas laktosa, dan sebagainya
5. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dapat
diberikan tambahan ferosulfat, vitamin B kompleks dan
vitamin C
6. Sebaiknya osmolaritas < 400 Mosml
Indikasi pemberian makanan cair penuh :

Pasien yang mempunyai masalah untuk


mengunyah, menelan atau mencernakan makanan
padat misalnya pada operasi mulut atau
tenggorokan, dan atau pada pasien dengan
kesadaran menurun.
Makanan yang boleh diberikan :

• Makanan dapat diberikan melalui oral,pipa tau


enteral (Naso Gastric Tube) secara bolus atau
drip (tetes)
• Makanan cair dengan susu penuh/skim  susu
penuh, maizena, telur ayam, margarin, gula, sari
buah
• Makanan diblender  nasi tim, telur ayam,
daging giling, ikan, tahu, tempe ,wortel, labu
kuning, sari buah
MAKANAN CAIR KENTAL

GAMBARAN UMUM
• Makanan cair kental adalah makanan yang mempunyai
konsistensi kental atau semipadat pada suhu kamar,
yang tidak membutuhkan prose mengunyah dan mudah
ditelan

TUJUAN
• Memberikan makanan yang tidak membutuhkan proses
mengunyah, mudah ditelan, dan mencegah terjadinya
aspirasi, yang memenuhi kebutuhan gizi
Syarat-syarat diet makanan cair kental :

1. Mudah ditelan dan tidak merangsang saluran


cerna
2. Cukup energi dan protein
3. Diberikan bertahap menuju ke makanan lunak
4. Porsi diberikan kecil dan sering (tiap 2-3 jam)
Indikasi pemberian makanan cair kental :

Pasien yang tidak mampu mengunyah, menelan


serta untuk mencegah aspirasi (cairan masuk ke
dalam saluran napas) seperti pada penyakit yang
disertai peradangan, ulkus peptikum, atau
gangguan struktural atau motorik pada rongga
mulut.
Makanan yang boleh diberikan :

• Sumber HA : kentang, gelatin, tapioka dibuat


puding
• Sumber protein : susu, es krim, yoghurt, telur
ayam, tahu giling
• Sumber lemak : margarin, mentega
• Sayuran : sayuran dibuat jus dan dikentalkan
dengan gelatin
• Buah-buahan : buah dibuat jus, jeli dan pure
Conton makanan cair
SYUKRAN