Anda di halaman 1dari 8

Pengaruh Makanan Khas Kalbar

terhadap Sistem Gastrointestinal

Dr Willy B Uwan, MARS, SpPD, K-GEH, FINASIM

SMF Penyakit Dalam


Klinik Penyakit Hati dan Saluran Cerna
Unit Endoskopi Diagnostik dan Terapeutik
RSU St Antonius Pontianak
Gangguan saluran cerna yang dihubungkan
dengan makanan khas Kalimantan Barat

1. Sindroma dispepsia
2. GERD / NERD
3. Kanker lambung
4. Gastroparesis
5. Ulkus peptikum
6. Gastritis kronik /erosiva
Dispepsia
• Dispepsia adalah kumpulan gejala atau
keluhan yang terdiri dari nyeri/rasa tidak
nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah,
sendawa, rasa cepat kenyang dan perut terasa
penuh. Dirasakan sekurang-kurang nya dalam
3 bulan terakhir dengan awitan sejak 6 bulan
(kriteria Roma III)
• Infeksi helicobacter pylori dihubungkan
dengan sindroma dispepsia
Kebiasaan / Makanan yang dihubungkan
dengan gangguan saluran cerna
• Merokok:
– Meningkatkan infeksi aktif H.pylori melalui efek:
• Meningkatkan sekresi asam lambung dan pepsin
• Menurunkan motilitas lambung
• Menurunkan sintesis prostaglandin
• Menurunkan aliran darah mukosa lambung
• Mengurangi sekresi mukus lambung
• Menurunkan efektifitas eradikasi infeksi H.pylori
• Makanan asin atau yang diasinkan dan gorengan
– Berkaitan dengan cara penyajian
– Kadar garam yang tinggi merusak mukosa lambung
– Sumber H.pylori
• Alkohol / Arak / Tuak / Bir
– Mempunyai efek protektif terhadap infeksi H.pylori
(Brener dkk)
– Alkohol memperkuat pertahanan mukosa karena
efeknya meningkatkan prostaglandin dan memiliki
anti bakteri yang kuat
• Kopi
– Meningkatkan kejadaian infeksi H.pylori
– Menurunkan pertahanan mukosa lambung
• Makanan salai / makanan asap
– Mengandung banyak zat kalsinogenik sehingga
dihubungkan dengan kejadian kanker saluran cerna
(gaster dan colon)
• Makanan pedas
– Dapat merusak pertahanan mukosa lambung
– Dihubungkan dengan tingginya kejadian infeksi
H.pylori (Lee YY, Ismail AW, Mustafa N, dkk)
• Makanan yang dipermentasi (budu/calo,
pekasam/kasam, tempoyak, dll)
– Dihubungkan dengan kejadian infeksi H.pylori
– Merusak daya tahan lokal mukosa lambung