Anda di halaman 1dari 18

Rekurensi jaringan lunak dengan

mukokel dari suatu


Ameloblastoma Intraosseous
Pendahuluan
Gen p53  gen supresor Tumor odontogenik yang
tumor dan mengindikasikan
sering terjadi di intraoseus
rekurensi

Kasus langka 
ameloblastoma rekuren Sering rekuren dan
di mukosa bukal setelah AMELOBLASTOMA terjadi di regio dekat lesi
ekstirpasi ameloblastoma
intraoseus awal

Prosedur perawatan  Rekuren pada


hemi mandibulektomi atau
reseksi mandibula jaringan lunak
Laporan Kasus
• Usia 42 tahun
• Keluhan Utama :
Pembengkakan di mukosa bukal kiri, sakit (-), membesar secara bertahap
• Riwayat pengobatan :
Pasien menjalani ekstirpasi ameloblastoma intraoseus di regio sekitar gigi
taring bawah kiri ± 3 tahun yll
• Pemeriksaan klinis :
• Ukuram 30 mm • Massa elastis di mukosa bukal kiri daerah
• sakit (-) laateral foramen mental
• Bergerak • Massa dengan ukuran sama dirasakan
• Keras saat palpasi ekstraoral
Pemeriksaan radiografi :
• Radiolusen monolokular berbatas jelas dengan garis yang sama
dalam beberapa jaringan yang terkalsifikasi dan mahkota impaksi
gigi kaninus kiri bawah (sebelum operasi 3 tahun yll)
• Setelah operasi, radiolusen lebih rendah
• Computed tomography menunjukkan masa tumor
30x27x13 mm yang berbatas jelas, ridak membesar
dengan beberapa jaringan terkalsifikasi di mandibula kiri
eksternal.
• Diagnosis : Tumor jinak di mukosa bukal kiri
• Reseksi tumor dilakukan dengan sayatan tepat
diatas massa
• Jaringan parenkim tumor bewarna abu-abu
berada tepat dibawah mukokel
• Reseksi dilakukan dengan batas aman 10 mm
di sekitar indurasi
• Mandibula sekitar lesi dan periostium normal
• Tidak ada kontinuitas antara tumor dan
mandibula
Analisis Histopatologis
• Sel-sel ameloblastik dalam pola palisade di tepi massa
• Berkembang adamatinoid di dalam tumor
• Invasi tumor ke jaringan ikat
• Nekrosis parsial pada massa tumor
• Metaplasia squamoid

Diagnosis histopatologi :
Ameloblastoma Folikular
Histopatologis Lesi Awal

• Substansi dan proliferasi seperti lapisan


• Massa tumor eksternal dibentuk oleh sel silinder
• Massa di daerah tengah dibentuk oleh sel spindel atau asteroid
• Tidak ada displasia dan mitosis

Diagnosis histopatologi :
Ameloblastoma pleksiform yang
sebagian bercampur dengan folikuler
Analisis Imunohistokimia

• 10% dari sel yang diteliti adalah


p53-positif
Diskusi
• Analisis imunohistokimia sesuai dengan pernyataan Appel et
al  10% sel p53-positif  indikasi rekurensi tumor
• Analisis histologi menunjukkan tumor dapat rekuren dengan
mudah
• Ameloblastoma tumor jinak yang dapat berpotensi menjadi
ganas serta sulit didiagnosis dengan tepat.
• Pada kasus ini massa yang dibentuk oleh epitel memiliki sifat
sangat invasif  tumor ganas untuk sementara waktu
• Tumor rekuren di daerah terpisah dari tumor awal 
karakteristik patologis berbeda

• Lesi rekuren dalam kasus ini  jenis folikel, metaplasia


squamoid parsial, tidak ada sel seperti basal

• Kepadatan sel
Dibandingkan
• Dorongan jaringan mesenkim lesi awal
• Invasi ke jaringan ikat
Diagnosis

Diagnosis Banding

• Ameloblastoma perifer
Ameloblastoma rekuren di
• Kista odontogenik yang terkalsifikasi
mukosa bukal
• Tumor kelenjar ludah
Pada saat prosedur operasi
tidak ditemukan kelainan
pada mandibula dan
periosteum

Rekurensi jaringan lunak


karena pembedahan Tumor rekuren tidak
yang tidak memadai meluas dari lesi intraoseus
atau penyebawan sel ke jaringan lunak eksternal
tumor ke daerah sekitar

Tumor rekuren muncul


spontan di jaringan lunak
Penyebab Pada Kasus

Penyebaran terjadi saat ekstirpasi


1 tumor awal

Banyak kelenjar ludah kecil  tumor


2 rekuren membentuk mukokel
Kesimpulan
• Ameloblastoma rekuren jarang terjadi di mukosa
bukal dengan mukokel yang berasal dari kelenjar
ludah kecil setelah ekstirpasi ameloblastoma
intraosseus
• 10% sel dalam tumor rekuren ini adalah p53-positif
Terima kasih