Anda di halaman 1dari 24

MANAJEMEN BENCANA

FAISAL, S.K.M., M.KES.EPID.

PRODI KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
APAKAH INI BENCANA ALAM?
DISASTER ATAU FENOMENA ALAM
A Logical Framework of Terminology
Hazard Risks : Anticipated consequences of a
Any potential threat to public specific hazard interacting with a specific
safety and/or public health community (at a specific time)
Death, injury, disease, displacement
Emergency Vulnerabilities : Factors which increase
An actual threat to public safety the risks arising from a specific hazard in
and/or public health a specific community (risk modifiers)
Access to water and sanitation, under 5 mortality rate, nutrition
status, age/sex, culture, employment

Disaster : Any actual threat to Capacities : An assessment of ability to


public safety and/or public manage to an emergency (a risk
health where local government modifier) – total capacity is measured as
and the emergency services are readiness
unable meet the immediate
needs of the community
Community is people, property, services, livelihoods and environment i.e. the
elements exposed to hazards
A Logical Framework of Termonilogy
Bahaya: Setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik dan /
atau kesehatan masyarakat

Risiko: Antisipasi konsekuensi dari bahaya khusus yang berinteraksi


dengan komunitas tertentu (pada waktu tertentu) Kematian, cedera,
penyakit, pemindahan

Keadaan darurat: Ancaman nyata terhadap keamanan publik dan /


atau kesehatan masyarakat

Kerentanan: Faktor-faktor yang meningkatkan risiko yang timbul dari


bahaya khusus dalam komunitas tertentu (pengubah risiko) Akses
terhadap air dan sanitasi, tingkat kematian (dibawah 5), status gizi,
usia / jenis kelamin, budaya, pekerjaan.
Bencana: Setiap ancaman nyata terhadap keamanan publik dan / atau
kesehatan masyarakat di mana pemerintah daerah dan layanan
darurat tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yg mendesak

Kapasitas: Penilaian kemampuan untuk mengelola keadaan darurat


(pengubah risiko) - kapasitas total diukur sebagai kesiapan

Komunitas adalah orang, properti, layanan, mata pencaharian, dan


lingkungan, yaitu semua elemen yang terkena bahaya.
Classification of Hazards
 Natural Hazards
 Hydro-meteorological hazards: storm, tropical cyclones, floods,
sea surge, la niňa,
 Geological hazards: volcanic eruption, earthquake, tsunami,
landslides, avalanche, seiche
 Others: Forest fires
 Biological hazards: outbreaks.
 Technological hazards: chemical incidents: deliberate use of chemical
agents, chemical spills; structure fires; radiological incidents; building
collapse; transport crashes; infrastructure failure; pollution
 Societal hazards: complex emergencies; armed conflict; acts of
“terrorism”; mass gatherings; stampedes; social unrest
Klasifikasi Bahaya

Bahaya Alam:
Bahaya hidro-meteorologi: badai, siklon tropis, banjir, gelombang laut,
la nina,
Bahaya geologi: letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor,
longsoran salju;
Lainnya: Kebakaran hutan

Bahaya biologis: wabah.

Bahaya teknologi: insiden kimia: penggunaan bahan kimia yang disengaja,


tumpahan bahan kimia; kebakaran struktur; insiden radiologi;
membangun keruntuhan; kecelakaan transportasi; kegagalan infrastruktur; polusi

Bahaya sosial: keadaan darurat yang kompleks; konflik bersenjata;


tindakan "terorisme"; pertemuan massal; capedes; kerusuhan sosial
Bencana
Bencana
TI ON
Emergency and Disaster Hazard Mapping
IT UA
NT S (Indonesia is an Emergency Supermarket)
RR E
CU
NAD W. Kalimantan C. Kalimantan S. Kalimantan E. Kalimantan Gorontalo N. Sulawesi
2,3,4,5,6,7,13 1,3,8,4,6,10,9,5,11, 6.10,8,9,3,11,7, 3,10,5,13,14 3,10, 8,9,5,14 3,14 1,3,8,2,4,11,13,14
,14 13,14 14
C. Sulawesi
N. Sumatra
2,3,6,9,7,13,14
3,4,7,14
W Sumatra S. Sulawesi
1,2, 3,4,6,7,13,14
3,4,8,11,14
Bangka Belitung S.E Sulawesi
3,14 3,6,14
S. Sumatra
N.Maluku
3,4,14
2,4,6,7,9,13,14
Riau
3,5,7,8,14 Papua
2,3,4,6,7,9,11,13,
Kep Riau 14
14
3 Maluku
Lampung
2,3,6,7,9,11,13,14
2,3,14
Bengkulu
2,4,14 NTT
1,3,6,9,11,2,13,4,5,
Jambi
14
3,14
Jakarta W, Java C. Java Jogyakarta E. java Bali NTB
Banten
3,4,6,7,9, 14 2,3,4,5,6,7,11, 1,2,3,4,5,9,11, 1,11,14 1,2, 3,5,6,7,9 2,3,4,6,7,9,14 3,6,2,9,4,5,11,7,14
2,3,5,12,14
14 12,14 ,11,12,13,14,

Type of Emergency and Disaster


1. Volcano 5. Hurricane 9. Disease outbreak 13. Tsunami
2. Earthquake 6. Conflict 10. storm 14. Transportation
3. Flood 7. Terrorism 11. Drought Accident
4. Landslide 8. Environment Pollution 12. Industrial Accident
BENCANA DI INDONESIA

Banjir Ledakan Bom


(16 Distr, 10 Prov) Gempa Bumi (3 Distr, 3 Prov)
(12 Distr, 5 Prov)

Transportation
Longsor Banjir bandang Gunung meletus
Accident
(9 Distr, 6 Prov) (1 Distr, 1 Prov) (1 Distr, 1 Prov)
(3Distr, 3 Prov)
BENCANA DI INDONESIA

Gempa Bumi & Tsunami Banjir


(14 Distr, 2 Prov) (13 Distr, 8 Prov)
GempaBumi Gunung meletus
(9 Distr,7 Prov) (3 Distr,2 Prov)

Banjir bandang & Longsor Ledakan Bom


(13 Distr, 6 Prov) (6 Distr, 5 Prov)
Conflict
(7 Distr, 5 Prov)

Kecelakaan Industri Cyclone


(2 Distr, 1 Prov) Kecelakaan Alat Transportasi (5 Distr, 4 Prov)
(4 Distr, 3 Prov)
JALUR GEMPA DI DUNIA
PLATE TECTONICS OF THE EARTH
Keadaan awan di langit Kobe, Keadaan awan di langit Bantul,
Jepang, 8 hari sebelum D.I. Yogyakarta, 3 hari sebelum
gempa 17 Januari 1995 gempa 27 Mei 2006
BIO-INDIKATOR GEMPABUMI
MASALAH KESEHATAN AKIBAT BENCANA

MASALAH KESEHATAN
AKIBAT BENCANA

KORBAN SDM
BENCANA KESEHATAN

AKIBAT AKIBAT
LANGSUNG TIDAK
LANGSUNG
PERMASALAHAN KESEHATAN AKIBAT
BENCANA
1. PADA KORBAN BENCANA
 Akibat langsung
 Mrpk dampak primer yg dialami korban pada saat bencana
terjadi yaitu : Trauma, gangguan pernafasan, luka fisik,
keluhan psikologik dan gangguan psikiatrik atau korban
meninggal.
 Perlu kecepatan dan ketepatan pertolongan ->
 Kasus gawat darurat
 Kasus gawat tidak darurat
 Kasus tidak gawat tidak darurat (non gawat darurat)
 Kasus mati
 Akibat tak langsung
 Mrpk dampak sekunder yg dialami korban bencana pada
saat terjadi pengungsian.
 Masalah kesehatan yg sering terjadi :
 Kuantitas dan kualitas air bersih tidak memadai
 Kurangnya sarana pembuangan kotoran, kebersihan
lingkungan yg buruk (sampah dan limbah cair) shg
kepadatan vektor (lalat) tinggi, sanitasi makanan di
dapur tdk hygienis, overcrowded).
 Penyakit menular yg sering timbul dipengungsian
akibat FR tsb : diare, typhoid, ISPA, pneumonia,
campak, malaria, DBD, penyakit kulit, TBC, cacar air,
tetanus dll
 Akibat tak langsung
 Kasus gizi kurang sbg akibat kurangnya konsumsi
makanan. Kasus yg terjadi : KEP, anemia,
xeropththalmia.
 Kesehatan Reproduksi berupa gangguan selama
kehamilan dan persalinan dsb
 Berbagai bentuk keluhan psikologik dan gangguan
psikiatrik yg berhubungan dg pengalaman yg dialami
selama bencana : stress pasca trauma, depressi,
anxietas dll.
2. PADA SDM KESEHATAN
 Kurangnya informasi ttg peta kekuatan SDM Kes
yg terkait dg bencana.
 Belum semua tenaga setempat tmsk puskesmas
mampu melaksanakan penanggulangan bencana.
 Masih sedikitnya peraturan yg mengatur
penempatan SDM Kesehatan di daerah rawan
bencana.
 Distribusi SDM Kesehatan masih belum mengacu
pada kerawanan suatu wilayah terhadap bencana.
 Kurangnya minat SDM kesehatan utk bertugas di
daerah bencana atau konflik krn tidak adanya
jaminan keselamatan dan keamanan.
 Belum semua daerah mempunyai Tim Reaksi Cepat
penanggulangan krisis akibat bencana.
 Masih adanya daerah yg belum pernah selenggarakan
pelatihan2 dlm penanggulangan krisis akibat bencana.
 Masih adanya daerah yg belum pernah selenggarakan
simulasi penanggulangan krisis akibat bencana.
 Pelayanan kesehatan pd saat kejadian bencana seringkali
terhambat oleh karena masalah kekurangan SDM
Kesehatan.
 Dibutuhkan masa pemulihan yang cukup lama bagi SDM
Kesehatan yang menjadi korban bencana sehingga
mengganggu kelancaran pelaksanaan pelayanan kesehatan
di daerah bencana