Anda di halaman 1dari 28

Penagihan Pajak dengan

Surat Paksa
Penagihan Pajak
Pengertian Penagihan Pajak

Kegiatan penagihan pajak oleh Direktorat


Jenderal Pajak (DJP) merupakan salah satu
kegiatan penegakan hukum di bidang
perpajakan. Penagihan pajak adalah
serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak
melunasi utang pajak dan biaya penagihan
pajak dengan menegur atau memperingatkan,
melaksanakan, penagihan seketika dan
sekaligus, memberitahukan surat paksa,
mengusulkan pencegahan, melaksanakan
penyitaan, melaksanakan penyanderaan,
menjual brang yang telah disita.
Jenis-Jenis
Penagihan Pajak  Penagihan Pasif: DJP hanya menerbitkan Surat Tagihan
Pajak, SKPKB, SKPBT, SK Pembetulan, SK Keberatan,
dan Putusan Banding yang menyebabkan pajak
Penagihan Pasif terutang lebih besar. fiskus hanya memberitahukan
kepada wajib pajak bahwa terdapat utang pajak. Jika
dalam waktu satu bulan sejak diterbitkannya STP atau
surat sejenis, wajib pajak tidak melunasi utang
pajaknya, maka fiskus akan melakukan penagihan aktif

 Penagihan Aktif: Fiskus bersama juru sita Pajak


Penagihan Aktif berperan aktif dalam tindakan sita dan lelang.

 Penagihan Seketika dan Sekaligus: Penagihan pajak


yang dilakukan oleh fiskus atau juru sita pajak kepada
wajib pajak tanpa menunggu tanggal jatuh tempo
pembayaran pajak.
Penagihan Seketika dan
Sekaligus
Tahapan Penagihan Pajak

2. Penagihan Seketika 4. Surat Perintah


Melaksanakan Penyitaan 6. Pemblokiran Rekening 8. Penyanderaan
dan Sekaligus

3. Surat Paksa 5. Lelang 7. Pencegahan


1. Surat Teguran
Bepergian ke Luar
Negeri
Penagihan Pajak dengan Surat Paksa

Berdasarkan PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR


24/PMK.03/2008Your Pasal
Text Here24
1. Apabila setelah lewatimpress
You can simply waktu 2 x 24and(dua
your audience kali zing
add a unique duaandpuluh
appeal toempat)
your jam sejak Surat
PaksaPresentations.
diberitahukan kepada Penanggung Pajak sebagaimana dimaksud dalam
Easy to change colors, photos and Text.

PasalYour
12TextdanHere
utang pajak tidak dilunasi oleh Penanggung Pajak, Pejabat
menerbitkan Surat
You can simply Perintah
impress Melaksanakan
your audience and add a unique Penyitaan.
zing and appeal to your
2. Berdasarkan Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan sebagaimana dimaksud pada
Presentations. Easy to change colors, photos and Text.
ayat (1), Jurusita Pajak melaksanakan penyitaan terhadap barang milik
Your Text Here
penanggung pajak Pasal 26 Apabila setelah lewat waktu 14 (empat belas) hari
You can simply impress your audience and add a unique zing and
sejakappeal
tanggal pelaksanaan
to your Presentations. Easy penyitaan
to change colors,sebagaimana
photos and Text. dimaksud dalam Pasal 24
ayat (2), Penanggung Pajak tidak melunasi utang pajak dan biaya Penagihan
Pajak, Pejabat
Your Text Here melakukan pengumuman lelang
You can simply impress your audience and add a unique zing and
appeal to your Presentations. Easy to change colors, photos and Text.
PEJABAT DAN JURUSITA
PEJABAT

“Pejabat adalah pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan jurusita pajak,
menerbitkan surat perintah penagihan seketika dan sekaligus, surat paksa, surat perintah
melaksanakan penyitaan, surat pencabutan sita, pengumuman lelang, surat penentuan harga
limit, pembatalan lelang, surat perintah penyanderaan, dan surat lain yang diperlukan untuk
penagihan pajak sehubungan dengan penanggung pajak tidak melunasi sebagian atau seluruh
utang pajak menurut undang-undang dan peraturan daerah”

Kepala Kantor
Pelayanan Pajak Bumi
dan Bangunan sebagai
Kepala Kantor Pejabat untuk
Pelayanan Pajak penagihan Pajak Bumi
sebagai Pejabat untuk dan Bangunan, dan
penagihan Pajak Bea Perolehan Hak
Berdasarkan KMK atas Tanah dan
No.561/KMK.04/2000 Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai, dan Bangunan.
tentang tata cara
pelaksanaan penagihan Pajak Penjualan atas
seketika dan sekaligus Barang Mewah.
dan pelaksanaan surat
paksa pasal 2
JURUSITA PAJAK

“Jurusita pajak adalah pelaksana tindakan penagihan pajak yang meliputi


penagihan seketika dan sekaligus, pemberitahuan Surat Paksa, penyitaan dan
penyanderaan”

Jurusita pajak memiliki tugas :

• Melaksanakan surat perintah penagihan seketika dan sekaligus


• Memberitahukan surat paksa
• Melaksanakan penyitaan atas barang penanggung pajak berdasarkan surat erintah
melaksanakan penyitaan
• Melaksanakan penyanderaan berdasarkan surat perintah penyanderaan
Memberitahukan tentang
maksud dan tujuan Untuk kelancaran tugas
Jurusita dalam melaksanakan
penyitaanSalinan Berita Acara penagihan pajak, jurusita
penyitaan memiliki kewajiban :
Pelaksanaan Sita disampaikan pajak dapat meminta bantuan:
kepada:
• Memperlihatkan kartu tanda • Penanggung Pajak; • Kepolisian
pengenal jurusita pajak • Polisi untuk barang bergerak • Kejaksaan
• Memperlihatkan surat yang kepemilikannya • Kementrian yang
perintah melaksanakan terdaftar; membidangi hukum dan
penyitaan • Badan Pertanahan Nasional, perundang-undangan
untuk tanah yang • Pemerintah daerah setempat
kepemilikannya sudah • Badan pertahanan nasional
terdaftar;
• Direktorat jenderal
• Pemerintah Daerah dan perhubungan laut
Pengadilan Negeri setempat,
• Pengadilan negeri
untuk tanah yang
kepemilikannya belum • Bank
terdaftar;
• Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut, untuk
kapal.
PENAGIHAN SEKETIKA DAN SEKALIGUS

“Penagihan seketika dan sekaligus adalah tindakan penagihan pajak yang


dilaksanakan oleh jurusita pajak kepada penanggung pajak tanpa menunggu tanggal
jatuh tempo pembayaran yang meliputi seluruh utang pajak dari semua jenis pajak,
masa pajak, dan tahun pajak”

Tindakan ini diterbitkan oleh pejabat apabila :


• Penanggung pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya
Content Hereatau
berniat untuk itu You can simply impress your
• Penanggung pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atauaudience
yang anddikuasai
add a unique zing
and appeal to your
dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan, atau pekerjaan
Presentations. Easy to change
yang dilakukannya di Indonesia colors, photos and Text. Get a
• Terdapat tanda-tanda bahwa penanggung pajak akan membubarkan modernbadan usaha,
PowerPoint
Presentation that is beautifully
atau menggabungkan usaha, atau memekarkan usaha, atau memindahtangankan
designed.
perusahaan yang dimiliki atau dikuasainya, atau melakukan perubahan bentuk
lainnya
• Badan usaha akan dibubarkan oleh negara
Surat Perintah Penagihan Saat pelunasan pajakSurat
Seketika Dan Sekaligus Perintah Penagihan Seketika
sekurang-kurangnya memuat : dan Sekaligus diterbitkan oleh
pejabat:
• Nama WP atau nama WP • sebelum tanggal jatuh tempo
dan Penanggung Pajak pembayaran;
• Besarnya utang pajak • tanpa didahului Surat
• Perintah untuk membayar Teguran;
• sebelum jangka waktu 21
(dua puluh satu) hari sejak
Surat Teguran diterbitkan;
atau
• sebelum penerbitan Surat
Paksa.
PENYITAAN

Penyitaan adalah tindakan Jurusita Pajak untuk menguasai barang penaggung pajak,
guna di jadikan jaminan untuk melunasi hutang pajak menurut perundang undangan.
Penyitaan di lakukan berdasarkan Surat Perintah melaksanakan penyitaan jika
penanggung pajak tidak melunasi utang pajak setelah lewat 2×24 jam setelah Surat
Pajak di beritahuan dalam melaksanakan penyitaan, Juru Sita Pajak harus :

1. Melakukan
atau
2. memperlihatkan
Memperlihatkan karta tanda
surat perintah pengenal Juru
3. Memberitahukan Sita Pajak
tentang maksud melaksanakan
dan tujuan penyitaan,
penyitaan
OBJEK SITA

PENGERTIAN
Objek Sita adalah barang Penanggung Pajak yang dapat
dijadikan jaminan utang pajak.
PENGECUALIAN OBJEK SITA
Pasal 15 UU No. 19 Tahun 2000

• Pakaian dan tempat tidur beserta perlengkapannya yg digunakan oleh Penanggung


Pajak dan keluarga yg menjadi tanggunganya.
• Persediaan makanan dan minuman untuk keperluan satu bulan berserta peralatan
memasak yang berada di rumah.
• Termasuk obat-obatan yang dipergunakan/diminum dalam hal Penaggung Pajak dan atau
keluarganya sakit tidak termasuk obat-obatan untuk diperdagangkan.
• Perlengkapan Penanggung Pajak yg bersifat dinas yg diperoleh dari negara.
• Buku-buku yg bertalian dengan jabatan/pekerjaan Penanggung Pajak dan alat-alat yg
dipergunakan utk pendidikan, kebudayaan dan keilmuan.
• Peralatan dalam keadaan jalan yang masih digunakan untuk melaksanakan pekerjaan
atau usaha sehari-hari dengan jumlah seluruhnya tidak melebihi Rp 20juta.
• Peralatan penyandang cacat.
Penyitaan Tambahan
Penyitaan tambahan dapat dilaksanakan apabila :

Nilai barang yang disita sebagaimana dimaksud


01 dalam Pasal 14 ayat (1) nilainya tidak cukup
untuk melunasi biaya penagihan pajak dan utang
pajak.

Hasil lelang barang yang telah disita tidak cukup


02 untuk melunasi biaya penagihan pajak dan utang
pajak
Pencabutan Sita
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 Pasal 22

1. Pencabutan sita dilaksanakan


apabila Penanggung Pajak telah
melunasi biaya penagihan pajak
dan utang pajak atau
berdasarkan putusan pengadilan 2. Pencabutan sita sebagaimana
atau putusan badan peradilan dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan
pajak atau ditetapkan lain berdasarkan Surat Pencabutan Sita
dengan Keputusan Menteri atau yang diterbitkan oleh Pejabat.
3. Dalam hal penyitaan dilaksanakan
KeputusanKepala Daerah. terhadap barang yang kepemilikannya
terdaftar, tindasan Surat Pencabutan Sita
disampaikan kepada instansi tempat barang
tersebut terdaftar
LELANG

Apabila utang pajak dan atau biaya


Pengertian penagihan pajak tidak di lunasi
setelah dilaksanakan penyitaan
Lelang adalah setiap pejabat berwenang melaksanakan
penjualan barang penjualan secara lelang
dimuka umum dgn cara
penawaran harga secara Dilakukan terhadap objek sita beru
lisan dan atau tertulis pa deposito berjangka tabungan,
melalui usaha saldo rekening koran, giro atau
pengumpulan peminat bentuk lainnya yang dipersamakan
dengan itu dan barang sitaan
atau calon pembeli.
mudah rusak atau cepat busuk.
SYARAT-SYARAT LELANG

Syarat 3

Lelang Contents
Syarat 2
dilakukan di
Contents Syarat 6
Lelang hadapan
Syarat 1 dilakukan Pejabat Lelang ditutup
Contents Syarat 5
Lelang berdasarkan dengan Berita
hukum Lelang Acara
dilakukan di Contents Syarat 4
dilakukan
muka umum Lelang
Contents dengan usaha
dilakukan pengumpulan
Contents dengan peminat
penawaran
harta
HAK/KEWAJIBAN WP YANG BARANGNYA
DILELANG

1. 3.
Menerima Surat Pemberitahuan Menentukan urutan barang yang
tentang akan dilakukan pelelangan dilelang
barangnya

2. 4.
Ikut menyaksikan pelaksanaan Apabila hasil lelang melebihi utang
lelang pajak dan segala biaya, maka
WP/PP berhak menerima kembali
kelebihan hasil lelang dan juga
barang yang tidak jadi dilelang

5.
WP/PP wajib menyerahkan barangnya kepada pemenang lelang, baik berupa
harta gerak maupun harta tak gerak.
PENGECUALIAN OBJEK LELANG
Barang sitaan yang dikecualikan dari penjualan secara
lelang berupa:

1. Uang Tunai

2. Surat-Surat Berharga: 3. Barang yang mudah


• Kekayaan Penanggung
rusak atau cepat busuk.
Pajak yang tersimpan
pada bank seperti
deposito berjangka,
tabungan,
• saldo rekening koran,
giro atau bentuk lain
yang dipersamakan
dengan itu;
• obligasi;
• saham;
• piutang;
• penyertaan modal; dan
• surat berharga lainnya.
PENCEGAHAN
Pencegahan adalah larangan yang bersifat sementara terhadap Penanggung
Pajak tertentu untuk keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia berdasarkan
alasan tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

• Pencegahan hanya dapat dilakukan terhadap penanggung pajak


yang mempunyai jumlah utang pajak sekurang kurangnya
sebesar 100.000,- dan diragukan itikad baiknya dalam melunasi
pajak.
• Pencegahan dilakukan berdasarkan keputusan pencegahan yang
di terbitkan oleh menteri atas permintaan pejabat atau atasan
pejabat yang bersangkutan.
Keputusan pencegahan memuat sekurang kurangnya:

1. Identitas penanggung pajak yang dikenakan pencegahan


2. Alasan untuk melakukan pencegahan dan;
3. Jangka waktu pencegahan, paling lama 6 enam bulan dan
dapat diperpanjang paling lama 6 bulan.

Keputusan pencegahan disampaikan kepada penanggung


pajak yang di kenakan pencegahan, Menteri Kehakiman,
Pejabat yang Memohon Pencegahan, Atasan Pejabat yang
bersangkutan, dan Kepada Derah setempat.
Pencegahan dapat dilaksanakan terhadap beberapa
orang sebagai penanggung pajak wajib pajak badan atau ahli
waris. Pencegahan terhadap penanggung pajak tidak
mengakibatkan hapusnya utang ajak dan terhentinya
pelaksanaan penagihan pajak.
PENYANDERAAN
Penyanderaan adalah pengekangan sementara
waktu kebebasan Penanggung Pajak dengan
menempatkannya di tempat tertentu.
Permohonan izin penyanderaan diajukan
Penyanderaan hanya dapat dilakukan terhadap oleh Pejabat atau Atasan Pejabat Kepada
penanggung pajak yag tidak melunasi utang pajak Menteri Keuangan untuk penagihan Pajak
setelah lewat jangka waktu 14 hari terhitung sejak Pusat atau Kepada Gubernur untuk
tanggal surat paksa di beritahukan kepada Penagihan Pajak Daerah

Penanggung Pajak.

Penyaderaan hanya dapat di lakukan Penyanderaan hanya dapat di laksanakan


terhadap penanggung pajak yang mempuyai berdasarkan Surat Perintah Penyanderaan
utang pajak sekurang kurangnya sebesar Rp yang di terbitkan oleh pejabat setelah
100.000.000 (seratus juta rupiah) dan mendapat izin tertulis dari Menteri atau
diragukan itikad baiknya dalam melunasi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I.
utang pajak.
Permohonan izin penyanderaan memuat sekurang
kurangnya :
Identitas penanggung pajak yang akan di
sandera.

Jumlah utang ajak yang belum di lunasi.

Tindakan penagihan pajak yang telah


dilaksanakan dan;
Uraian tentang adanya petunjuk bahwa
penanggung pajak di ragukan itikad baik
dalam pelunasan utang pajak.

Masa penyanderaan paling lama 6 bulan dan


dapat di perpanjang untuk selama lamanya 6
bulan.
Surat perintah penyanderaan memuat sekurang
kurangnya :

Identitas penanggung pajak;

Alasan penyanderaan Izin penyanderaan

Lamanya penyanderaan & tempat penyanderaan.


PENYEGELAN
Penyegelan adalah tindakan menempelkan kertas Berikut ini kondisi dimana penyegelan dapat dilakukan oleh
segel dalam rangka Pemeriksaan pada tempat Pemeriksa Pajak menurut Pasal 3 Peraturan Menteri Keuangan No.
atau ruangan tertentu serta barang bergerak 198/PMK.03/2007 :
a. Wajib Pajak atau kuasanya tidak memberi kesempatan kepada
dan/atau tidak bergerak yang digunakan atau patut
Pemeriksa Pajak untuk memasuki tempat atau ruang serta barang
diduga digunakan sebagai tempat atau alat untuk bergerak dan/atau tidak bergerak, yang diduga atau patut diduga
menyimpan buku atau catatan, dokumen, digunakan untuk menyimpan buku atau catatan, dokumen, termasuk
termasuk data yang dikelola secara elektronik dan hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola secara
benda-benda lain, yang dapat memberi petunjuk elektronik atau secara program aplikasi on-line yang dapat memberi
tentang kegiatan usaha atau pekerjaan bebas petunjuk tentang kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak;
Wajib Pajak yang diperiksa. b. Wajib Pajak atau kuasanya menolak memberi bantuan guna
kelancaran Pemeriksaan yang antara lain berupa tidak memberi
kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk mengakses data yang
dikelola secara elektronik atau membuka barang bergerak dan/atau
tidak bergerak;
c. Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat dan tidak ada
pihak yang mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang
mewakili Wajib pajak, sehingga diperlukan upaya pengamanan
Pemeriksaan sebelum Pemeriksaan ditunda; atau
d. Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat dan Pegawai
Wajib Pajak yang mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku
yang mewakili Wajib Pajak menolak memberi bantuan guna
kelancaran Pemeriksaan.
GIJZELING
Gijzeling atau penyanderaan ialah penyitaan atas badan
yang berutang pajak. Tindakan ini juga suatu penyitaan,
tetapi bukan langsung atas kekayaan, melainkan secara
tidak langsung, yaitu diri orang yang berutang pajak.
Dasar hukum Ditjen Pajak dalam melakukan
Dalam menjalankan gijzeling, terdapat hal-hal yang gijzeling terdapat dalam Undang-Undang Nomor 19
mensyaratkannya antara lain: Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat
1. Utang pajak sekurang-kurangnya seratus juta rupiah
Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-
2. Penanggung pajak diragukan itikad baiknya dalam melunasi
pajak. Undang Nomor 19 Tahun 2000 (UU PPSP).
3. Untuk menjaga prinsip kehati-hatian, pelaksanaan gijzeling
hanya dapat dilakukan setelah ada Surat Perintah
Penyanderaan atas izin Menteri Keuangan atau Gubernur
dan diterima oleh penanggung pajak.
4. Waktu penyanderaan sendiri maksimal 6 bulan sejak
penanggung pajak dimasukkan dalam tempat penyanderaan
dan dapat diperpanjang untuk selama-lamanya 6 bulan.
5. Meskipun telah dilakukan penyanderaan, hal tersebut tidak
mengakibatkan hapusnya utang pajak dan terhentinya
pelaksanaan penagihan.
Thank you
Any question?