Anda di halaman 1dari 11

DISUSUN OLEH KELOMPOK 5

 Ika kemala sari (1811316033)


 Dwi Ayu Humaira (1811316034)
 Nodi Gusti Randa (1811316035)
 AnggI Persadanta (1811316036)
 Hermayunita (1811316037)
 Delvia Nora (1811316038)
 Chindi Hastuti (1811316039)
 Agustina Batubara (1811316040)
 Standar asuhan keperawatan adalah pernyataan kualitas yang
diinginkan dan dapat dinilai pemberi asuhan keperawatan
terhadap pasien dan klien. Standar asuhan keperawatan berarti
pernyataan kualitas yang didinginkan dan dapat dinilai
pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien/klien.
Hubungan antara kualitas dan standar menjadi dua hal yang
saling terkait erat, karena melalui standar dapat dikuantifikasi
sebagai bukti pelayanan meningkat dan memburuk (PPNI, 2010).
1. Memberi bantuan yang efektif kepada semua orang yang
memerlukan pelayanan kesehatan sesuai dengan system kesehatan
nasional.
2. Menjamin bahwa bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan
pasien dan mengurangi/menghilangkan kesenjangan.
3. Mengembangkan standar asuhan keperawatan yang ada
4. Memberi kesempatan kepada semua tenaga keperawatan untuk
mengembangkan tingkat kemampuan professional.
5. Memelihara pasien dalam perencanaan dan pelaksanaan pelayanan
kesehatan.
6. Mengukur kualitas asuhan kinerja perawat dan efektifitas
manajemen organisasi.
Penyusunan standar praktek
keperawatan berguna bagi:
a. Perawat
b. Rumah Sakit
c. Klien
d. Profesi
e. Tenaga kesehatan lainnya
Standar I : Pengkajian Keperawatan
Standar II : Diagnosis Keperawatan
Standar III : Perencanaan
Standar IV : Implementasi
Standar V : Evaluasi
Aspek legal etik keperawatan adalah aspek
aturan keperawatan dalam memberikan
asuhan keperawatan sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya pada
berbagai tatanan pelayanan, termasuk hak
dan kewajibannya yang diatur dalam
undang-undang keperawatan.
Isi dari prinsip – prinsip legal dan etis adalah :
1. Autonomi ( Otonomi )
2. Beneficience ( Berbuat Baik )
3. Justice ( Keadilan )
4. Nonmaleficience ( Tidak Merugikan )
5. Veracity ( Kejujuran )
6. Fidellity (Metepati Janji)
7. Confidentiality ( Kerahasiaan )
8. Accountability ( Akuntabilitas )
9. Informed Consent

Beberapa situasi yang perlu dihindari seorang


perawat :
1. Kelalaian
2. Pencurian
3. Fitnah
4. False imprisonment
5. Penyerangan dan pemukulan
6. Pelanggaran privasi
7. Penganiayaan
Landasan Aspek Legal Keperawatan

Landasan aspek legal keperawatan adalah undang-undang


keperawatan. Aspek legal Keperawatan pada kewenangan formalnya
adalah izin yang memberikan kewenangan kepada penerimanya untuk
melakukan praktik profesi perawat yaitu Surat Ijin Kerja (SIK) bila
bekerja di dalam suatu institusi dan Surat Ijin Praktik Perawat (SIPP)
bila bekerja secara perorangan atau berkelompok.
Aplikasi Aspek Legal Dalam Keperawatan

Berdasarkan undang-undang kesehatan yang diturunkan dalam


Kepmenkes 1239 dan Permenkes No.
HK.02.02/Menkes/148/I/2010, terdapat beberapa hal yang
berhubungan dengan kegiatan keperawatan. Adapun kegiatan
yang secara langsung dapat berhubungan dengan aspek
legalisasi keperawatan :
1. Proses Keperawatan
2. Tindakan keperawatan
3. Informed Consent