Anda di halaman 1dari 20

Susu Formula Tanpa Laktosa Dibandingkan

Dengan Susu Formula Dengan Laktosa Dalam


Manajemen Diet Pada Anak-Anak Diare
Akut.

Prithania Nurindra
1420221107
Latar Belakang

•Diare akut masih menjadi penyebab utama


mortalitas dan morbiditas pada anak-anak di
negara berkembang

•Manajemen diare akut pada anak antara lain


terapi cairan dan elektrolit, antibiotik tepat dan
nutrisi tambahan yang adekuat.
•Diperlukan perhatian yang lebih pada terapi nutrisi di
negara berkembang, dimana bukti menunjukkan adanya
kaitan yang signifikan antara diare dan tahapan
perkembangan anak

•Jika tetap tidak terkendali, diare akut yang memanjang


dapat mengurangi pertumbuhan dan meningkatkan
risiko diare yang menetap pada anak
Keuntungan seperti durasi diare yang memendek, peningkatan
berat badan yang lebih baik, perbaikan dehidrasi dengan
penurunan kebutuhan terapi cairan intravena dilaporkan pada
pemberian susu formula tanpa laktosa, dibandingkan dengan
susu formula dengan laktosa
Tujuan

Mengevaluasi pengaruh pemberian dini susu formula


tanpa laktosa dibandingkan dengan melanjutkan susu
formula dengan laktosa pada manajemen diare akut
pada anak-anak berusia dibawah dua tahun yang diberi
susu formula.
Waktu dan Lokasi

Waktu: Lokasi :
Uji klinis terkontrol ini di klinik pediatri pada dua
dikonduksikan sejak Rumah Sakit Universitas
Januari 2009 hingga yang terpilih di Isfahan
Agustus 2009 (Iran).
Subjek

Kriteria Inklusi
Kriteria Eksklusi
Anak-anak yang :
Anak-anak dengan:
•Diberi susu formula
•BAB berdarah, lendir
•Usia 1-24 bulan
•Penyakit sistemik berat,
•Diare akut tanpa
•Malnutrisi berat (BB/U<60%
darah (< 2 minggu)
atau BB/TB <70%)
•Dehidrasi berat yang perlu
infus intravena
•Muntah-muntah berat
•Sejarah terapi antibiotik
Metode

•Subjek dibagi 2 grup, 1 grup= 37 orang


•Saat pendaftaran (kunjungan pertama), setelah
mengumpulkan data demografis dan sejarah kesehatan,
berat badan telanjang diukur dengan timbangan dengan
ketepatan 10 gr.
•Dehidrasi diatasi
•Pasien diperbolehkan pulang
•Untuk tatalaksana pemeliharaan, anak-anak dialokasikan
untuk menerima 100 ml/kg/hari susu formula tanpa
laktosa (n=37) atau dengan laktosa (n=34)
•Orangtua diminta melaporkan konsistensi feses anaknya
setiap hari
•Kunjungan berikutnya 7 hari setelah kunjungan pertama,
timbang berat badan dan evaluasi waktu penyembuhan
•Data diuji dengan SPSS untuk windows (versi 16)
Drop Out

Tiga subjek pada kelompok kontrol tidak berpartisipasi


untuk pengawasan evaluasi
Hasil

Anak-anak yang menerima susu formula lebih cepat sembuh


dari diare dibandingkan kontrol (1,7±0,7 dibandingkan 2,6 ±0,7
hari P<0.001)
m
Berat badan secara signifikan meningkat baik kelompok yang
diintervensi (6.59±1.94 hingga 6.63±1.90 Kg, dan kelompok
kontrol (6.45±1.99 hingga 6.49±2.00 Kg, tapi tidak terdapat
perbedaan antara kedua kelompok dalam perubahan berat
badan (37±100 dibandingkan 38±77 gr, P=0.7)
Diskusi

. Terdapat
pengurangan periode diare yang signifikan pada
anak-anak yang menerima susu formula tanpa laktosa
dibandingkan dengan yang diberikan susu formula dengan
laktosa.
Bagaimanapun, kami tidak menemukan perbedaan pada
berat badan anak setelah diterapi.
Penelitian sebelumnya

• adanya durasi perbaikan diareyang lebih pendek (3.17±1.04


hari) pada kelompok yang diberikan susu formula tanpa
laktosa dibandingkan dengan yang diberikan susu formula
Xu dan Huang
konvensional (5.25±1.58 hari)
2009

• :durasi median diaresecara signifikan memendek 20,5 jam


pada kelompok yang diberikan susu formula tanpa laktosa
dibandingkan kelompok kontrol. Serta peningkatan berat
Simakachorn dan
badan signifikan pada anak-anak dengan diet tanpa laktosa
koleganya
dibandingkan kelompok kontrol
2004
Kesimpulan
susu formula tanpa laktosa, dibandingkan susu formula dengan
laktosa, menunjukkan hasil yang lebih efektif terhadap
manajemen diet pada diare akut dengan mengurangi waktu
penyembuhan diare.
Pemberian dini susu formula tanpa laktosa untuk anak dengan
diare akut menunjukkan penyembuhan diare yang lebih cepat
serta mungkin mengurangi morbiditas dan mortalitas
.Percobaan lebih lanjut dengan pengawasan lebih lama
diperlukan untuk mengevaluasi pengaruh jangka panjang
seperti perubahan berat badan dan masalah pemberian makan
dalam hal ini.
No Kriteria Ya (+) atau
tidak (-)
1 Jumlah kata dalam judul ,< 12 - ( 14 kata )
kata
2. Deskripsi Judul +

3. Daftar penulis sesuai aturan +


jurnal
4. Korespondensi penulis +

5. Tempat & waktu penelitian +


dalam judul
No. Kriteria ya (+), tidak (-)

1. Abstrak 1 paragraf -(4 paragraf)

2. Secara keseluruhan Informatif +

3.. Tanpa singkatan selain yang baku +

4.. Kurang dari 250 kata + (226 kata)


No. Kriteria Ya (+), tidak (-)
1 Jenis dan rancangan penelitian + (Uji Klinis Terkontrol)

2 Waktu dan tempat penelitian +


3 Populasi sumber +
4 Teknik sampling +
5 Kriteria inklusi +
6 Kriteria eksklusi +
7 Perkiraan dan perhitungan besar -
sampel
8 Perincian cara penelitian +
9 Blind -
10 Uji statistik +
11 Program komputer +
12 Persetujuan subjektif +
No. Kriteria Ya (+),tidak (-)

1 Jumlah subjek +

2 Tabel karakteristik subjek -

3 Tabel hasil penelitian +

4 Komentar dan pendapat penulis ttg hasil +

5 Tabel analisis data dengan uji -


No. Kriteria Ya (+), tidak (-)

1 Pembahasan dan kesimpulan terpisah


+
2 Pembahasan & kesimpulan dipaparkan dengan jelas
+
3 Pembahasan mengacu dari penelitian sblmnya
+
4 Pembahasan sesuai landasan teori
+
5 Keterbatasan penelitian
-
6 Simpulan utama
+
7 Simpulan berdasarkan penelitian
+
8 Saran penelitian
+