Anda di halaman 1dari 14

HIPERTENSI

By : Firman Firdaus
Nanda Saputra
Yustika Arievia Haniva
KLASIFIKASI TEKANAN DARAH
BERDASARKAN JNC – 7 ( Joint National
committee)
TAHAP SISTOLIK DIASTOLIK

NORMAL < 120 < 80

PREHIPERTENSI 120 – 139 80 – 89

HIPERTENSI STAGE 1 140 – 159 90 – 99

HIPERTENSI STAGE 2 ≥ 160 ≥ 100


Obat yang direkomendasikan
untuk hipertensi
Indikasi kasus Diuretik Beta ACEI ARB CCB Anti
Blocker Aldosteron
Gagal jantung + + + + +

Pasca Infark + + +
Miokardium
Resiko Tinggi + + + +
PJK
Diabetes + + + + +

Penyakit Ginjal + +
Kronik
Cegah Stroke + +
Berulang
Usia Lanjut

Kehamilan
KOMPLIKASI

1. Hipertrofi ventrikel kiri.


2. Proteinurea dan gangguan fungsi ginjal.
3. Aterosklerosis pembuluh darah.
4. Retinopati.
5. Stroke atau TIA.
6. Gangguan jantung, misalnya infark
miokard, angina pektoris, serta gagal
jantung.
KRITERIA RUJUKAN

1. Hipertensi dengan komplikasi.


2. Resistensi hipertensi.
3. Hipertensi emergensi (hipertensi dengan
tekanan darah sistole >180).
Pemeriksaan Penunjang untuk
Hipertensi
TES ALASAN

Urinalisis untuk darah dan protein, Dapat menunjukan penyakit ginjal baik sebagai
elektrolit dan kreatinin darah. penyebab atau disebabkan oleh hipertensi, atau
(jarang) dapat dianggap hipertensi adrenal
(sekunder).
Glukosa Darah Untuk menyingkirkan Diabetes atau intoleransi
glukosa.

Kolesterol HDL dan kolesterol total Membantu memperkirakan risiko kardiovaskular


serum dimasa depan.

EKG Untuk menetapkan adanya hipertrofi ventrikel kiri.


Gejala Klinis
1. Sakit atau nyeri kepala
2. Gelisah
3. Jantung berdebar-debar
4. Pusing
5. Leher kaku
6. Penglihatan kabur
7. Rasa sakit di dada
• Keluhan tidak spesifik antara lain tidak
nyaman kepala, mudah lelah dan impotensi.
Faktor risiko yang tidak dapat
dimodifikasi:

1. Umur.
2. Jenis kelamin.
3. Riwayat hipertensi dan penyakit
kardiovaskular dalam keluarga.
Faktor risiko yang dapat
dimodifikasi
1. Riwayat pola makan (konsumsi garam
berlebihan)
2. Konsumsi alkohol berlebihan
3. Aktivitas fisik kurang
4. Kebiasaan merokok
5. Obesitas
6. Dislipidemia
7. Diabetus Melitus
8. Psikososial dan stres
Obat untuk hipertensi
Golongan Indikasi Indikasi Kontraindikasi Kontraindika
obat tambahan (mungkin) (mungkin) si tambahan
Penyekat α Prostatismus Dislipidemia Hipotensi Inkontinensia
Postural urin
Penghambat Gagal Penyakit ginjal Kerusakan ginjal. Kehamilan.
ACE jantung. kronis. Penyakit vaskular Penyakit
Disfungsi Nefropati perifer. renovaskular.
ventrikel kiri. diabetik tipe ll.
Nefropati
diabetik tipe l.
Antagonis Batuk karena Gagal jantung. Penyakit vaskular Kehamilan.
reseptor penghambat Toleransi buruk perifer Penyakit
angiotensin ACE. pada obat anti renovaskular.
ll hipertensi lain.
Lanjutan...
Penyekat β Infark Gagal jantung. Gagal jantung. Asma/ PPO.
miokard. Dislipidemia Blok jantung.
Angina. vaskular
perifer.
Antagonis Hipertensi Angina - -
kalsium sistolik manula
(dihidropiridin terisolasi pada
) manula.
Antagonis Angina. Infark miokard Kombinasi Gagal jantung.
kalsium (lepas dengan Blok jantung.
lambat) penyekat β

tiazid Manula. ˗ dislipidemia Pirai


Modifikasi gaya hidup untuk hipertensi
modifikasi rekomendasi Rerata
penurunan TDS
Penurunan BB Jaga BB ideal (BMI : 18,5 – 5 – 20 mmhg/10 kg.
24,9 kg/m2).
Dietary approaches to Diet kaya buah, sayuran, 8 – 14 mmhg
stop hypertension produk rendah lemak dengan
(DASH) jumlah lemak total dan lemak
jenuh yang rendah.
Pembatasan asupan Kurangi hingga <100 2 – 8 mmhg
natrium mmol/hari (2 g natrium atau
6,5 g natrium klorida atau 1
sendok teh garam /hari).
Aktifitas fisik aerobic Aktivitas aerobik yang teratur 4 -9 mmhg
(jalan cepat) 30 menit sehari
hampir setiap hari dalam
seminggu
Stop alkohol - 2 -4 mmhg
Daftar pustaka

• Mini note interna