Anda di halaman 1dari 29

Ethno Mathematics

dari Rumah Gadang


Sumatera Barat

Ahmad Fauzan
Banyak Ethno Mathematic di Rumah Gadang
Etnomatematika adalah sebuah kajian
matematika pada wujud kebudayaan
(ide, aktivitas atau artefak).
Ukiran di Rumah Gadang
Ukiran di Rumah Gadang
KAJIAN PENELITIAN (Rozi Fitriza)
 Ide-ide matematis yang terdapat pada desain rumah gadang
di daerah Luhak nan Tigo Sumatera Barat
 Ide-ide matematis yang digunakan tukang tuo dalam proses
pembangunan rumah gadang di daerah Luhak nan Tigo
Sumatera Barat
 Proses transfer pengetahuan arsitektur tradisional dari tukang
tuo ke generasi penerusnya
 Perancangan pembelajaran dengan menggunakan ide-ide
matematis yang terdapat pada rumah gadang dan ide-ide
matematis yang digunakan tukang tuo (pendekatan
ethnomathematics)
 Efektifitas pembelajaran matematika dengan pendekatan
ethnomathematics menggunakan konteks rumah gadang?
Framework:
Ide-ide Matematis dari Bishop (1997)
• Counting, (mengasosiasikan objek ke dalam bilangan)
• Measuring, (membandingkan, memprediksikan dan
perhitungan kualitas)
• Locating, (topografi dan kartografi/spasial)
• Designing, (pengonsepan artefak/ide-ide tentang
bentuk)
• Playing, (prosedur dan aturan)
• Explaining, (berkaitan dengan aspek kognitif dalam
konseptualisasi dan penjelasan tentang konsep
tersebut)
TEMUAN
Arah gunung Marapi

Arah tidur/
manggantang padi

Arah kiblat

IDE LOCATING
 Orientasi rumah gadang dikategorikan kepada tiga, yaitu: sejajar aliran sungai
terdekat, jalan yang sejajar dengan aliran sungai, puncak gunung (Nakamura,
2000).
 Di nagari Batipuh Tanah Datar arah posisi tidur dalam rumah gadang dinamakan
arah manggantang padi. Nakamura, 2000); Asri, 2004: 172)
IDE DESIGNING

Formulasi persamaan kelengkungan atap gonjong (Fg) sebagai berikut:

Fg:

• Dengan (0, p, q) adalah pusat atap (kelengkungan)


• a = panjang atap
• b = besar kelengkungan atap.
IDE PLAYING

Lae

Kasau

 Kayu-kayu pembentuk atap rumah gadang terdiri dari lae (kayu arah
horizontal) dan kasau (kayu arah vertikal). Susunan kayu lae dengan lae
dan kasau dengan kasau menunjukkan segmen garis yang sejajar.
 Pemasangan kasau juga memiliki aturan dimana kasau suatu rumah
gadang berjumlah ganjil (21, 23,25 buah),dengan jarak antara kasau
dengan kasau sekitar 1 hasta. Sedangkan pemasangan lae dengan jarak
antaranya sekitar 2-3 jari (untuk atap berbahan ijuk)
IDE MEASURING
Panjang Ruang Model Pancuang Talang

Tonggak R1= R - dt
R2= R - dt – satampok
R2 R1 R R1 R2
Sandi

Panjang Ruang Model Rueh Tabu

R1= R2= R + 1/4 dt


Tonggak
Dengan R (ruang tengah)
R2 R1 R R1 R2
= 4 – 6 hasta,
Sandi dt= diameter tonggak tuo
IDE MEASURING
Rumah Gadang tampak samping

 Tipe gajah maharam, B = bandua = labuah = A + dt

 Tipe sitinjau lauik, B = bandua = labuah = A - dt

t2 t t  Dengan A = biliak = balai = 3 – 5 hasta


1 t1 t2
 dt= diameter tonggak tuo

A B B A

Rumah Gadang tampak depan

t0 = C + D
t1 = t0 + 1/6 dt
t2 = t0 + 1/5 dt + satampok
C = tinggi kolong rumah
D = tinggi dari palanca ke paran
IDE DESIGNING
RAGAM UKIRAN
Contoh untuk
Pembelajaran Matematika di Sekolah
A. Beri siswa tugas proyek mengunjungi sebuah
rumah gadang, kemudian minta mereka untuk
mengidentifikasi obyek-obyek yang
menggambarkan:
1. Kedudukan garis-garis (sejajar, berpotongan
bersilangan)
2. Transformasi (refleksi, rotasi, translasi dan
dilatasi)
3. Hubungan antar sudut
4. dan lain-lain
Contoh untuk
Pembelajaran Matematika di Sekolah
B. Guru dapat juga membawa berbagai masalah
kontekstual dalam Dumah Gadang untuk
dijadikan starting point untuk mengeksplorasi
suatu konsep matematika (misalnya
pengukuran dan estimasi, luas dan volume
bangun ruang, transformasi, dll.)
• Jika ingin mengetahui hasil penelitian ini lebih
lanjut, silahkan hubungi Dr. Rozi Fitriza (email:
rozifitriza.mtk@gmail.com)