Anda di halaman 1dari 35

MENGAMBIL UKURAN TUBUH

Oleh : Pipit Triasari


KOMPETENSI DASAR
3. 1 Menerapkan ukuran tubuh.
3.1.1 Menjelaskan tujuan pengambilan ukuran.
3.1.2 Menjelaskan hal-hal penting dalam pengambilan ukuran.
3.1.3 Mengidentifikasi alat bantu ukur.
3.1.4 Menjelaskan macam-macam ukuran.
3.1.5 Mendiskripsikan teknik pengambilan ukuran yang tepat.
4.1 Mengukur Tubuh
4.1.1 Menyiapkan alat dan bahan dalam pengambilan ukuran
4.1.2 Mendemonstrasikan teknik pengambilan ukuran
PETA KONSEP
Tujuan pengambilan ukuran

Hal-hal penting dalam pengambilan


ukuran

Alat bantu ukur

Macam-macam ukuran

Teknik pengambilan ukuran


TUJUAN PENGAMBILAN
UKURAN
Pengertian : • Untuk mengetahui
besar kecilnya
Mengambil ukuran adalah bentuk badan.
mengukur bagian-bagian
badan tertentu yangakan
• Untuk membuat
digunakan untuk suatu busana.
ukuranmembuat pola • Untuk mengetahui
pakaian dengancepat.
hubungan antara
bentuk badan dan
bentuk busana
FUNGSI MENGUKUR TUBUH
• Sebagai data/pedoman dalam pembuatan
pola
• Sebagai dasar untuk mengembangkan desain-
desain baru
• Untuk referensi didalam pengecekan pola
• Membantu dalam pengepasan (fitting)
HAL-HAL PENTING DALAM PENGAMBILAN
UKURAN

Perhatikan bentuk tubuh orang yang akan diukur


dan busana yang sedang dipakainya

Model tidak memakai benda-benda yang


menambah tebal permukaan tubuh

Model berdiri tegak tetapi santai, pandangan lurus


kedepan.
Juru ukur sebagai pengambil ukuran berdiri di
kanan atau kiri menghadap model.

Mengikatkan pita kain pada sekeliling lingkar


badan, lingkar pinggang, lingkar panggul.

Model sebaiknya memakai busana yang pas badan


seperti baju senam atau baju renang
ETIKA MENGUKUR
• Posisi di depan sebelah kanan model yang di ukur
• Ujung pita ukuran yang berangka kecil ada di tangan kiri
• Bila pita ukuran di lingkarkan atau digantung pada leher,
maka pita ukuran yang berangka kecil, ada di tangan
kanan
• Pastikan pita ukuran tidak terlipat atau tidak melintir
• Mulailah mengukur dengan sopan dan teliti
• Usahakan model tidak berpindah tempat atau berputar
mengikuti keinginan yang mengukur
• Jangan memasang pita ukuran di sekeliling
tubuh dengan ketat, sehingga menekan
otot
• Sebaiknya letakkan pita ukuran dengan
tekanan yang ringan dan merata, untuk
mendapatkan ukuran yang benar
• Akan lebih lengkap lagi apabila kita juga
mengetahui berat badan model, supaya
dapat diketahui apakah model mempunyai
tubuh yang seimbang antara berat badan
dengan tinggi badan
PITA UKUR

ALAT TULIS VETERBAN


ALAT
BANTU
UKUR

DAFTAR
BUKU
JENIS
CATATAN
UKURAN
PITA UKUR
Fungsi pita ukur :
digunakan untuk mengukur
ukuran bagian tubuh
pelanggan, maupun
digunakan untuk mengukur
kain yang akan dipotong.

Ukuran yang digunakan


pada pita ukur/ metelin ini
menggunakan centimeter
dengan panjang 150 cm
dan memiliki warna yang
beragam. Terdapat dua
jenis metelin di pasaran
yaitu metelin biasa dan
metlin jepang.
VETERBAN
Fungsi Veterban :
berfungsi untuk mengetahui
letak bagian–bagian tertentu
seperti pinggang, panggul
dan badan. Hal ini
dimaksudkan agar ukuran
tidak bergeser pada saat
melakukan mengambil
ukuran badan.

Cara kerja veterban yaitu


dengan mengikat veterban
pada pinggang,panggul,dan
lingkar badan secara pas atau
tidak kekencangan dan tidak
kelonggaran.
DAFTAR JENIS UKURAN

Jenis ukuran yang menjadi


patokan pada saat
pengukuran,biasanya
berupa tulisan pada kertas

Daftar ukuran ini digunakan


sesuai dengan kebutuhan
pembuatan pola
BUKU CATATAN

Buku catatan berfungsi


Sebagai media untuk
mencatat hasil
pengukuran yang telah
diperoleh setelah
melakukan pengambilan
ukuran
ALAT TULIS

Alat tulis digunakan


sebagai alat mencatat
hasil pengukutran
pada buku catatan
MACAM-MACAM UKURAN

Ukuran
berdasarkan
standar
ukuran S,M,L,
UKURAN CUSTOM
Ukuran yang sesuai dengan badan seseorang
yang diperoleh dengan mengukur tubuh
seseorang,ukuran ini biasanya digunakan pada
butik,atau tempat-tempat penjahit biasa
TEKNIK PENGAMBILAN UKURAN
Lingkar leher (LL)
diukur sekeliling
batas leher bawah,
dengan meletakkan
jari telunjuk dilekuk
leher atau diukur
ditambah 1 cm.
• Lingkar badan (LB)
diukur pada
sekeliling badan atas
yang terbesar,
melalui puncak
dada, diukur pas
ditambah 4 cm atau
dengan menyelakan
4 jari
• Lingkar
pinggang (LP)
diukur pada
sekeliling
pinggang pas.
• Tinggi panggul (TPa)
diukur dari bawah ban
petar pinggang sampai
batas panggul.
• Lingkar panggul (LPa)
diukur pada sekeliling
panggul atau badan
bawah yang terbesar,
diukur pas, kemudian
ditambah 4 cm atau
diselakan 4 jari.
Panjang punggung
(PP) diukur dari
tulang leher
belakang yang
menonjol ke
bawah sampai di
bawah ban petar
pinggang.
Lebar punggung
(LP) diukur dari
tulang leher
belakang yang
menonjol turun 9
cm. Lalu diukur
datar dari batas
lengan kiri sampai
kanan.
• Panjang sisi (PS)
diukur dengan
menyelakan
penggaris di bawah
ketiak, kemudian
diukur dari batas
penggaris ke
bawah sampai
bawah ban petar
pinggang dikurangi
2 sampai 3 cm.
• Panjang muka
(PM) diukur
dari lekuk
leher di tengah
muka ke
bawah sampai
di bawah ban
petar pinggang
• Lebar muka
(LM) diukur 5
cm di bawah
lekuk leher
tengah muka,
lalu diukur
datar dari
batas lengan
kiri sampai
kanan.
• Tinggi dada
(TD) diukur
dari bawah
ban petar
pinggang
tegak lurus ke
atas sampai
puncak buah
dada.
• Lebar bahu
(LB) diukur dari
lekuk leher di
bahu atau
bahu yang
paling tinggi
sampai titik
bahu yang
terendah atau
paling ujung.
• Ukuran uji (UU) atau
ukuran kontrol,
diukur dari tengah
muka di bawah ban
petar serong melalui
puncak buah dada ke
puncak lengan terus
serong ke belakang
sampai tengah
belakang pada
bawah ban petar.
Lingkar lubang lengan
(LLL) diukur sekeliling
lubang lengan; pas
ditambah 2 cm untuk
lubang lengan tanpa
lengan dan ditambah
4 cm untuk lubang
lengan yang akan
dipasangkan lengan.
Panjang lengan
pendek diukur dari
puncak lengan ke
bawah sampai ± 3
cm di atas
siku,sedangkan
untuk lengan
panjang diukur
sampai
pergelanggan.
Lingkar lengan
panjang, lingkar
pergelangan diukur
melingkar pas
ditambah 3 cm.