Anda di halaman 1dari 35

PENDAHULUAN

► Tujuan therapi fibrinolitik adalah untuk


melarutkan bekuan ( clots ) pada arteri-
arteri spesifik
► Oklusi trombus memicu terjadinya
gangguan aliran darah yang berujung pada
kematian jaringan yang bersifat menetap
bahkan kematian
► Fibrinolitik sudah luas dipergunakan sejak
30 tahun lalu.
Penyebaran kematian IMA dalam 30 hari I

21%
Pra RS
24 jam
8% 48 jam
52%
30 hari
19%
PATOFISIOLOGI SISTEM
FIBRINOLITIK
KERUSAKAN DINDING
PEMBULUH DARAH

ADHESI PLATELET INISIASI KOAGULASI

TROMBIN MEDIATOR KELUAR

AGREGASI
FIBRIN PLATELET
TROMBUS
TROMBOGENESIS
► Suatu
proses yang panjang dan kompleks
yang melibatkan faktor-faktor coagulasi

Platelet agregasi dan adhesi


Aktivasi rangkaian coagulasi
Protombin berubah menjadi trombin
Fibrinogen menjadi fibrin
Pembentukan trombus
FIBRINOLISIS
► Adalah proses pemecah ( degradasi )
bekuan darah
Berasal dari :
A. Sistim fibrinolitik
Palsminogen ( proenzym yang
bersirkulasi dalam darah )
Berubah menjadi plasmin ( enzym
proteolitik)
► Menghancurkan fibrin menjadi fragmen-
fragmen.
B. Plasminogen Eksogen
Menghancurkan Faktor V dan VIII
Perdarahan sistemik
Meningkatkan risiko perdarahan
TUJUAN PENGOBATAN

► Untukmelarutkan trombus yang


menyumbat arteri koroner pada
serangan infark myokard akut.
Tujuan Trombolitik
Memperbaiki aliran darah pembuluh koroner

Reperfusi Cepat

Mengurangi kematian Memperbaiki fungsi


otot jantung ventrikel kiri

Netty
Menurunkan Mortalitas
INDIKASI

- Usia < 75 thn


- Sakit dada khas Infark dlm 12 jam
- Elevasi segment ST pd perikordial dan
ekstermitas lead > 1mm pd 2 lead atau
lebih, pd lead yg berdekatan
- LBBB baru
Gbr 1
KONTRA INDIKASI
► Absolut:
- Pendarahan intrakranial sebelumnya
- Diketahui ada malformasi arteriovenous
cerebral
- Diketahui neoplasma intrakranial
malignan
- Diduga di seksi aorta
- Pendarahan aktif
- Trauma kepala atau trauma wajah dlm 3 bulan terakhir
► Relatif
Tekanan darah tinggi ( SBP > 180.DBP >
110)
Stroke Ischemic dlm 3 bulan terakhir
Trauma akibat CPR ( > 10 menit )
Luka tusukan pada pembuluh darah yang
tidak berhenti denngan penekanan.
Kehamilan atau pasca persalinan
Peptic ulser
Penggunaan anti coagulan
Usia lebih dari 75 tahun
FIBRINOLITIK PADA STEMI
1. 80 % AMI sebagai akibat dari trombosis
koroner akut .
2. Trombus yang menyebabkan sumbatan
pada arteri koroner dapat dilarutkan
dengan menggunakan agen – agen
fibrinolitik.
3. Fibrinolitik dapat membatasi perluaan
infark, bila diberikan lebih dini sehingga
angka kematian menurun.
PERSIAPAN
► Administrasi >>> informed connsent
► Pasien >>> penjelasan setiap tindakan
► Pemeriksaan penunjang >>> EKG, Lab,
Toraks foto
► Pemeriksaan neurologi
► Pasang monitor EKG, siapkan defibrilator
dan obat-obat resusitasi
► Pasang IV line 2 – 3 rute.
OBAT FIBRINOLISIS

► r-TPA(recombinant Tissue Plasminogen


Activator)

► Streptokinase
JENIS FIBRINOLITIK
SELEKTIF
Activase,Altapse,R t-PA
Sebuah enzym yang merubah plasminogen
menjadi plasmin.
Secara selektif mengaktifasi plasminogen yang
terikat fibrin ( yang bersirkulasi tidak dipengaruhi )
Golongan secara terbatas menghasilkan
perubahan plasminogen menjadi plasmin
yang juga berakibat terhadap kecilnya
kejadian proteolisis sistemik.
Paruh waktu sangat cepat yaitu 5 menit

NON SELEKTIF
RETEPLASE,STREPTOKINASE
Bekerja pada sistem endogen fibrinolitik
Merubah plasminogen menjadi plasmin
( termasuk plasminogen yang bersirkulasi )
Menghancurkan fibrin dan plasma protein.
Streptokinase

Kompleks aktifator
Strep- plasminogen r - TPA

Plasminogen yang Plasmin Plasminogen


bersirkulasi Terikat fibrin

Produk degradasi
Fibrin

Fibrinogen Produk degradasi

Faktor V dan VIII Dirusak


EFEK SAMPING

Hipotensi
Demam
Kulit kemerahan ( bruising )
Mual,muntah da perdarahan GIT
Perdarahan intrakranial,perdarahan gusi dan
Epistaksis.
Reaksi allergi
DOSIS STREPTOKINASE

1,5 juta unit


dilarutkan dlm 100cc NaCl,
diberikan dlm 30-60 menit
DOSIS r-TPA

diberikan bolus 15 mg (IV) dlm 2-3 mnt,


dilanjutkan:
0,75 mg/kgBB dlm 30 mnt (maks 50 mg)
0,5 mg/kgBB dlm 60 mnt (maks 35 mg)
PEMANTAUAN

► Monitor irama jantung, frequensi HR, TD


► Observasi keluhan nyeri dada (skala
nyeri)
► Observasi tanda-tanda
perdarahan,reaksi alergi dan defisit
neurologi.
KEBERHASILAN FIBRINOLISIS (
REPERFUSI )
► Klinis
membaik, keluhan berkurang
► Penurunan ST – Segment elevasi dan
gelombang T
► Aritmia ventrikel
Diagnosa Keperawatan
• Nyeri b/d ketidak seimbangan suplai dan
demand O2

• Resiko atau Penurunan Cardiac Output


b/d penurunan kontraktilitas otot jantung

• Cemas b/d perubahan status kesehatan


dan takut kematian
Intervensi Keperawatan
Dx 1
• Kaji dan observasi keluhan nyeri dada :
lokasi, durasi dan intensitasnya
• Monitor TTV, Irama jantung dan
perubahan EKG yg lain
• Berikan posisi yang nyaman bagi pasien
(semi fowler)
• Anjurkan dan ajarkan tehnik relaksasi dan
napas dalam (jika mungkin)
Intervensi……….
• Kolaborasi untuk pemberian anti angina
atau analgetik (pain killer)
- Nitrat (SL / drip )
- Morphin 2- 4 mg
• Kolaborasi untuk pemberian oksigen
• Berikan obat-obat sesuai program
- Aspirin 160-320 mg (loading dose)
- Clopidogrel 300-600 mg (loading dose)
- Dan obat2 lain (statin,laxan,dll)
Intervensi Kep…….
Dx 3
• Temani dan berikan dukungan moral
terhadap pasien dan klg
• Jelaskan kondisi, penyakit , program terapi
dan perawatan
• Beri penjelasan setiap hendak melakukan
prosedur
• Kolaborasi dan berikan obat sedasi
(diazepam)
Evaluasi
• Apakah nyeri dada telah berkurang/hilang

• Apakah cardiac output dan TTV optimal

• Apakah kecemasan pasien berkurang dan


pasien dalam kondisi tenang