Anda di halaman 1dari 32

SUMBER SUMBER CAHAYA

ANDRIAN PUTRA
1701031026
SEJARAH PERKEMBANGAN SUMBER CAHAYA
Ada dua sumber cahaya :
• Alami Cahaya Matahari
• Buatan Ditemukan oleh manusia

Peristiwa
Kilat Pohon Terbakar Api
Gambar.1 :
Cahaya Matahari
Gambar.2 :
Cahaya Lampu
Cara Manusia Purbakala Dalam Membuat Api

Batu
Menggosok-gosok
Kayu

Bahan bakar membuat Api : Kayu kering, Fosil, Rumput dan


Bulu binatang.
Gambar.3:
Menggosok Dua
Batu
Gambar.4 : Sumber Api
dari Korek Api
Gambar.5 :
Menggosok kayu
Fungsi Api

Penerangan Penghangat Mengusir


Malam Hari Tubuh Hewan
Buas
Prinsip Manusia purbakala

Trial and Error : Mencoba sesuatu tanpa tahu pejuntuk


atau cara kerjanya sehingga banyak mengalami
kegagalan , mereka akhir terus mencoba walaupun
gagal dan gagal lagi sampai mereka menemukan hasil
mereka inginkan.
Manusia Purbakala Menemukan Api
Bukti tegas kontrol luas api sekitar 125.000 tahun yang lalu dan
kemudian. Bukti untuk dikendalikan penggunaan api oleh
Homo erectus dimulai sekitar 400.000 tahun yang lalu dan
mendapatkan dukungan ilmiah yang luas. Sementara klaim
tentang bukti awal sebagian besar dianggap sebagai tidak
meyakinkan atau lengkap.

Klaim untuk bukti definitif awal pengendalian api oleh anggota


Homo berkisar 0,2-1,7 juta tahun lalu.
Gambar.5 : Homo erectus
Gambar.6 : Api Unggun
Sumber Cahaya Dengan Lemak dan Minyak
Menurut catatan sejarah dari hasil penggalian situs
kuno di peking (China), sejak 400.000 tahun yang lalu.

Ditemukan juga pelita-pelita primitif di gua-gua di


Lascaux (Prancis) yang menurut para ahli berumur
15.000 tahun lalu. Pelita itu terbuat dari batu yang
dilubangi dan ada juga terbuat dari kerang atau
tanduk binatang yang diberi sumbu dari serabut-
serabut tumbuhan dan diisi dengan lemak bintang.
Lampu buatan tangan manusia dengan bahan bakar
minyak nabati antara lain minyak zaitun dan lemak
binatang muncul di palestina 2.000 tahun SM.
Abad 7 SM di Yunani mulai menggunakan lampu
gerabah.
Abad 4 M ditemukan lilin yang digunakan sebagai
sebagai pencahayaan.
Tahun 1860 kekuatan sinar lilin dijadikan patokan
dasar standar internasional pengukuran cahaya
(candela) dari suatu lampu.
 Sejak mulai abad ke-18 penggunaan lampu minyak
mulai berkembang pesat.

 Lampu minyak dengan bahan bakar minyak korosin


dapat digunakan sebagai sumber cahaya secara
aman (tidak mudah meledak) dan murah, sehingga
lampu-lampu lilin tidak terpakai lagi, kecuali untuk
dekorasi atau kepentingan khusus.
Gambar.7 :
 Lampu Minyak
 Lampu Minyak dengan
tekanan
Gambar.8 : Lilin
Sumber Cahaya dengan gas
Dengan penemuan gas bumi di Amerika Serikat dan
Kanada menyebabkan turunnya harga gas, sehingga
pemakaian pencahayaan dengan gas menjadi semakin
luas.

Seorang ilmuwan dari Inggris bernama Wiliam Murdock


pada tahun 1820 berhasil membuat sumber cahaya dari
gas.
Gambar.9 : Wliliam Murdock
Gambar.10 : Lampu Gas
Dalam penyempurnaan bahan tahan bakar tersebut
dikembangkan pula Mantel Welsbach yang berbentuk
silindris atau linier yang direndam dalam garam
thorium atau cerium.

Berkembangnya Lampu Luah (discharge) dengan


menggunakan berbagai media gas.
Tahun 1932 telah ditemukan lampu luah (discharge)
dengan gas sodium tekanan rendah.
Tahun 1935 telah dikembangkan lampu luah (discharge)
dengan gas merkuri.
Tahun 1938 dikembangkan lampu fluoresen atau
dikenal dengan lampu neon.
Tahun 1959 ditemukan lampu xenon.
Gas metalhalide (halogen yang dicampur dengan
ionide) berhasil digunakan untuk lampu sorot dengan
warna yang lebih baik pada tahun 1964 dan akhirnya
dikembangkan lampu sodium tekanan tinggi pada
tahun 1965.
Lampu Busur
“Lampu Busur merupakan lampu listrik pertama kali
dibuat”
Busur tersebut terjadi antara dua buah elektrode yang
dibuat dari karbon.
Lampu busur sangat cocok untuk :
Penerangan jalan sebab mempunyai efisiensi dan
tingkat kehandalan yang tinggi lagi pula warna cahaya
menarik untuk dilihat.
Gambar.11 :
Skema Lampu Busur
Gambar.12 : Lampu Busur