Anda di halaman 1dari 22

ASPEK ETIK DAN LEGAL

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

Ns.GALVANI VOLTA SIMANJUNTAK, M.KEP


PENDAHULUAN
• Perawat professional harus memahami kode
etik atau aturan yang harus dilakukan,
sehingga dalam melakukan suatu tindakan
keperawatan mampu berpikir kritis untuk
memberikan pelayanan asuhan keperawatan
sesuai prosedur yang benar tanpa ada
kelalaian.
• Namun mengapa masih banyak terjadi
berbagai bentuk kelalaian tanpa tanggung
jawab dan tanggung gugat?
• Hal ini dikarenakan oleh kurangnya
pengetahuan perawat dalam memahami kode
etik itu sendiri sehingga tindakan yang
dilakukan adakalanya akan berdampak pada
keselamatan pasien.
• Pandangan masyarakat terhadap profesi
perawat menjadi buruk.
Aspek legal
• Lingkup wewenang dan tanggung jawab
perawat termasuk hak dan kewajiban dalam
memberikan asuhan keperawatan diatur
dalam UU Keperawatan dan kebijakan lainnya
seperti UU Kesehatan, Permenkes dan
peraturan lain.
Maksud dan Tujuan
• Memberikan kerangka untuk menentukan tindakan
keperawatan mana yang sesuai dengan hukum
• Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi lain
• Membantu menentukan batas-batas kewenangan tindakan
keperawatan mandiri
• Membantu mempertahankan standard praktik
keperawatan dengan meletakkan posisi perawat memiliki
akuntabilitas dibawah hukum
• Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang,
perawat berwenang melakukan pelayanan kesehatan di
luar kewenangan yang ditujukan untuk penyelamatan
jiwa.
• Contoh penerapan aspek legal dalam area
emergency care adalah perawat yang berwenang
untuk melakukan asuhan keperawatan gawat
darurat harus mempunyai STR.
• Kewenangan hanya diberikan kepada orang yang
memiliki kemampuan dalam gawat darurat
• Namun, orang yang memiliki kemampuan belum
tentu memiliki kewenangan.
Kewajiban perawat
• Setiap perawat wajib mempunyai:
a. Sertifikat kompetensi
b. Surat Tanda Registrasi
c. Surat ijin Praktek (SIP)-
d. Memperbaharui sertifikat kompetensi
• Menghormati hak pasien
• Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani
• Menyimpan rahasia pasien sesuai dengan aturan
undang-undang keperawatan
• Wajib memberikan informasi kepada pasien sesuai
dengan kewenangan
• Meminta persetujuan setiap tindakan yg akan dilakukan
perawat sesuai dgn kondisi pasien baik secara tertulis.
• Mencatat semua tindakan keperawatan secara akurat sesuai
peraturan dan SOP yang berlaku
• Memakai standar profesi dan kode etik perawat
Indonesia dalammelaksanakan praktik
• Meningkatkan pengetahuan berdasarkan IPTEK
• Melakukan pertolongan darurat yang mengancam jiwa sesuai
dengan kewenangan
• Melaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan
derajat kesehatanmasyarakat
• Mentaati semua peraturan perundang-undangan
• Menjaga hubungan kerja yang baik antara sesama perawat
maupun dgn anggota tim kesehatan lainnya.
Hak-Hak Perawat

• Hak mengendalikan praktik keperawatan


sesuai yang diatur oleh hukum.
• Hak mendapat upah yang layak.
• Hak bekerja di lingkungan yang baik
• Hak terhadap pengembangan profesional.
• Hak menyusun standar praktik dan pendidikan
keperawatan.
Peran perawat
1. Fungsi Independen yang merupakan fungsi mandiri
berkaitan dengan pemberian asuhan (Care);
2. Fungsi Dependen yang merupakan fungsi yang
didelegasikan sepenuhnya atau sebagian dari
profesi lain;
3. Fungsi Kolaboratif yang merupakan kerjasama saling
membantu dalam program kesehatan (Perawat
sebagai anggota Tim Kesehatan).

Perawat harus benar-benar menjalankan perannya karena apabila hal ini


diabaikan maka perawat akan banyak menghadapi dilema-dilema etik yang
sulit dipertanggung jawabkan secara hukum
Prinsip dasar etika kegawatdauratan
• Otonomi
• Beneficience
• Non maleficience
• Justise
• Veracity
• Fidelity
• Confidentiality
• Accountability
Aspek Etik Kegawatdaruratan
• Etik adalah Sistem nilai pribadi yang
digunakan untuk memutuskan apa yang benar
atauapa yang paling tepat, memutuskan apa
yang konsisten dengan sistem nilai yang ada
dalam organisasi dan diri pribadi
Tujuan etik keperawatan
• Sebagai aturan dasar terhadap hubungan perawat dengan
perawat, pasien, dan anggota tenaga kesehatan lainnya.
• Sebagai standar dasar untuk mengeluarkan perawat jika
terdapat perawat yang melakukan pelanggaran berkaitan
kode etik dan untuk membantu perawat yang
tertuduh suatu permasalahan secara tidak adil;
• Sebagai dasar pengembangan kurikulum pendidikan
keperawatan dan untuk mengorientasikan
lulusan keperawatan dalam memasuki jajaran praktik
keperawatan profesional;
• Membantu masyarakat dalam memahami perilaku
keperawatan profesional.
PRINSIP-PRINSIP DALAM ETIKA
KEPERAWATAN
• Autonomi (otonomy)
• menghormati keputusan pasien untuk menentukan nasibnya, dalam
hal ini setiap keputusan medis ataupun keperawatan harus
memperoleh persetujuan dari pasien atau keluarga terdekat.
Dengan mengikuti prinsip autonomi berarti menghargai
pasien untuk mengambil keputusan sendiri berdasarkan keunikan in
dividu secara holistik.
• Non maleficence (tidak merugikan)
Keharusan untuk menghindari berbuat yang merugikan pasien,
setiap tindakanmedis dan keperawatan tidak boleh memperburuk
keadaan pasien. Berarti tindakan yang dilakukan tidak
menyebabkan bahaya bagi pasien, bahaya disini dapat berarti
dengan sengaja membahayakan, resiko membahayakan dan bahaya
yang tidak disengaja
• Beneficence ( kemurahan hati)
• yaitu keharusan untuk berbuat baik kepada pasien,
setiap tindakan medis dan keperawatan harus
ditujukan untuk kebaikan pasien. Berarti melakukan
yang baik yaitu mengimplementasikan tindakan yang
menguntungkan pasien dan keluarga

• Justice (perlakuan adil)


• sikap dan tindakan medis dan keperawatan harus
bersifat adil, dokter
dan perawat harus menggunakan
rasa keadilan apabila akan melakukan tindakan
kepada pasien.
• Fidelity (setia, menepati janji ),
Setia terhadap kesepakatan dan tanggung
jawab yang dimiliki oleh seseorang. Kesetiaan
berkaitan dengan kewajiban untuk selalu setia
pada kesepakatan dan tanggung jawab yang
telah dibuat. Setiap tenaga keperawatan
mempunyai tanggung jawab asuhan
keperawatan kepada individu, pemberi kerja,
pemerintah dan masyarakat. Apabila terdapat
konflik diantara berbagai tanggung jawab,
maka diperlukan penentuan prioritas sesuai
dengan situasi dan kondisi yang ada.
• Veracity (kebenaran, kejujuran)
• Prinsip ini berkaitan dengan kewajiban
perawat untuk mengatakan suatu
kebenaran,tidak berbohong atau menipu
orang lain. Kejujuran adalah landasan untuk
“informed concent” yang baik. Perawat harus
dapat menyingkap semua informasi yang
diperlukan oleh pasien maupun keluarganya
sebelum mereka membuat keputusan
• Confidenciality ( kerahasiahan)
• Prinsip ini berkaitan dengan penghargaan perawat
terhadap semua informasi tentang pasein/klien yang
dirawat nya. Pasien/klien
harus dapat menerima bahwa informasi yang diberikan
kepada tenaga profesional kesehatan akan dihargai dan
tidak disampaikan/ diberbagikan kepada pihak lain
secara tidak tepat. Perlu dipahami bahwa berbagi
informasi tentang
pasien/klien dengan anggota kesehatan lain yang ikut
merawat pasien tersebut bukan merupakan
pembeberan rahasia selama informasi tersebut relevan
dengan kasus yang ditangani.
• Accountability ( akuntabilitas )
• Dalam menerapkan prinsip etik, apakah
keputusan ini mencegah konsekwensi
bahaya,apakah tindakan ini bermanfaat, apakah
keputusan ini adil, karena dalam pelayanan
kesehatan petugas dalam hal ini dokter dan
perawat tidak boleh membeda-bedakan pasien
dari status sosialnya, tetapi melihat dari penting
tidaknya pemberian tindakan tersebut pada
pasien
Dilema Etik
• Pulang paksa
• Do Not ResuscitaTate(DnR)
• Eutanasia

Anda mungkin juga menyukai