Anda di halaman 1dari 17

PITIRIASIS

ALBA

M TOP BRONI
17360251

PEMBIMBING :
dr. Hj. Hervina Sp.KK

KKS ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. R.M DJOELHAM BINJAI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
TAHUN 2017
PITIRIASIS
ALBA
 Bentuk dermatitis
yang tidak spesifik dan
belum diketahui
penyebabnya, ditandai
dengan adanya bercak
kemerahan dan skuama
halus yang akan menghilang
serta meninggalkan area
yang depigmentasi
 Di Amerika Serikat, pitiriasis alba
umumnya terjadi sampai 5 % pada anak-anak,
tetapi epidemiologi yang pasti belum dapat
dijelaskan. Pitiriasis alba umumnya terjadi
pada anak-anak yang berusia 3-16 tahun.
Sembilan puluh persen kasus terjadi pada anak
yang berusia lebih muda dari 12 tahun. Sering
juga terjadi pada orang dewasa
 Sampai saat ini belum ditemukan adanya
etiologi pasti dari pitiriasis alba. Menurut
beberapa para ahli diduga adanya infeksi
Streptococcus , tetapi belum dapat dibuktikan
4. GEJALA KLINIS GAMBARAN KLINIS

Asimtomatis tetapi bisa Lesi kulit hipopigmentasi


juga didapatkan rasa Awalnya berwarna merah muda
terbakar dan gatal. atau coklat muda ditutupi dengan
skuama halus
Setelah lesi eritema menghilang,
Lokasi
lesi yang dijumpai hanya
Wajah paling sering di depigmentasi dengan skuama
sekitar mulut, dagu, pipi
serta dahi. halus dengan batas yang kurang
jelas
perubahan paska hiperkeratosis dan
infamasi dan setelah parakeratosis pada
pajanan sinar epidermis.
ultraviolet

berkurangnya jumlah
hipomelanosis
melanosit aktif

pe↓ jumlah dan ukuran


Hipopigmentasi
dari melanosome
1. Atopi
2. Paparan sinar matahari
3. Kelembapan kulit
4. Kebersihan
Anamnesa
 Pitiriasis alba umumnya bersifat
asimtomatis tetapi bisa juga didapatkan
rasa terbakar dan gatal. Biasanya terjadi
pada anak-anak yang berusia 3-16
tahun.
 Pemeriksaan Fisik
 Pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi berbentuk
bulat, oval atau plakat tidak teratur. Warna merah muda
atau sesuai dengan warna kulit dengan skuama halus.
Setelah eritema menghilang, lesi yang dijumpai hanya
depigmentasi dengan skuama halus. Bercak biasanya
multipel 4 sampai 20 dengan diameter antara 0,5 - 2
cm. Dengan distribusi lesi pada wajah yaitu paling
banyak di sekitar mulut, dagu dan pipi.
1. Pemeriksaan potassium hidroksida (KOH)
2. Pemeriksaan histopatologi dari biopsi kulit
3. Pemeriksaan mikroskop elektron
1. Pitiriasis versikolor
2. Vitiligo
3. Psoriasis
 Non Farmakologi
 Tidak ada terapi non farmakologi pada pitiriasis alba
 Farmakologi
• Skuama dapat dikurangi dengan krim emolien. Dapat dicoba
dengan preparat ter, misalnya likuor karbones detergen 3-5%
dalam krim atau salap, setelah dioleskan harus banyak terkena
sinar matahari.
• Antibiotik juga dapat diberikan untuk mengatasi infeksi oleh
streptococcus aureus seperti cephalexin, cefadroxil, dan
dicloxacillin.
Edukasi
 Pasien sebaiknya memakai
pelindung dari sinar matahari dan tabir surya
dikarenakan Pengobatan dari Pitiriasis alba
terutama terdiri dari memelihara kesehatan
kulit dan pendidikan orang tua mengenai
penyakit ini yang dapat sembuh sendiri.
 Kulit yang terkena pitiriasis
alba dapat terbakar saat terkena sinar
matahari. Menggunakan tabir surya
dan pelindung sinar matahari lain
dapat membantu mencegah kulit
terbakar.
 Prognosis yang baik. Penyakit
dapat sembuh spontan dalam
beberapa bulan sampai beberapa
tahun.