Anda di halaman 1dari 32

Tes Agregasi Trombosit (TAT)

& D-Dimer
Diah Ayu Kusuma
Pembimbing : dr.Edward SpPK
Tes Agregasi Trombosit (TAT)
Tujuan & Indikasi
Tujuan: untuk mengevaluasi kemampuan trombosit untuk
membentuk agregat/ clump dan mengawali terbentuknya
bekuan darah
Indikasi
 Membantu diagnosis gangguan fungsi trombosit baik kongenital
(Von Willebrand’s disease)maupun didapat, pada pasien dengan
riwayat perdarahan
 Dugaan peningkatan agregasi trombosit (DM, hiperlipidemia)
 Monitoring terapi anti-trombosit (aspirin, ticlopidine, clpopidogrel,
abciximab) paska stroke atau heart attack
 Deteksi faktor resiko trombosis arteri (PJK, stroke)
 Deteksi resistensi aspirin
 Monitoring fungsi trombosit selama operasi CABG (sirkulasi
mekanik dengan mesin jantung-parumengaktifkan sejumlah besar
trombosit dan menyebabkan dysfungsional trombosit),
kateterisasi jantung, transplantasi hepar.
 Skrining pasien preoperasi beresiko perdarahan selama prosedur
invasif, misalnya pasien dengan riwayat perdarahan atau
mengkonsumsi obat yang mempengaruhi kemampuan darah
untukmembeku seperti aspirin dan NSAID
Persiapan Pra Analitik
 Darah diambil dalam keadaan puasa 8 jam karena kadar
lemak tinggi dalam darah akan mempengaruhi hasil
 Sampel darah tidak hemolisis
 Sampel darah disimpan dalam penampung plastik/ gelas
berlapis silikon bertutup pada suhu kamar
 Dikerjakan dalam waktu tiga jam setelah pengambilan
darah karena respons PRP (trombosit rich plasma) akan
menurun dalam tiga jam
 Jumlah trombosit dalam PRP lebih dari 100.000/ UL
Beberapa macam obat yang dapat
mempengaruhi hasil
 Aspirin
 NSAID (Ibuprofen)
 Antidepresi tricyclic
 Antihistamin
 Plasma expander Dextran
 Warfarin
 Beta-blocker
Prinsip Pemeriksaan
Perubahan transmisi cahaya (light transmittance changes)
penambahan agonist (aggregating agents) ke dalam PRP akan
menginduksi terjadinya agregasi trombosit sehingga
transmisi cahaya melalui PRP meningkat

Agonist dapat berupa ADP (yang umumnya dipakai),


epinferin, kolagen, thrombin, ristocetin
Cara pengambilan sampel

Sampel yang diambil adalah darah vena kemudian dimasukkan


ke dalam tabung citras dengan perbandingan (9 : 1) sebanyak
3 tabung.

Dua tabung citras untuk pemeriksaan TAT Metoda


turbidimetrik yang telah dicentrifuge kemudian diambil PRP
(Platelet Rich Plasma) dan PPP (Platelet Poor Plasma).
Alat dan Bahan
 Alat :
Agregometer trombosit chrono – log model 490
Kuvet dan stir bar,
Pipet dengan disposable plastik 5µl, 20 µl, 45 µl, 500 µl,
Centrifuge,Tabung plastik dan tutupnya, Tips

 Bahan :
Darah citras yang telah dicentrifuge
diambil Platelet Rich Plasma(PRP), Platelet Poor Plasma
(PPP)
Larutan ADP konsentrasi 10µM ,5 µM , 2 µM , 1 µM
(sebagai agonist atau induktor)
Prosedur pemeriksaan TAT Metoda
turbidimetrik
a. Nyalakan alat, tunggu sampai suhu 37 ⁰C (± 15 menit)
b. Nyalakan komputer, ketik data/identitas pasien
c. Siapkan PRP dan PPP
d. Masukkan kelima kuvet tersebut ke dalam masing-masing lubang
incubation wells dan diinkubasi selama 3 menit pada suhu 37 ⁰C
e. Satu kuvet PPP pindahkan ke lubang optical chamber PPP
f. Empat kuvet PRP pindahkan ke lubang optical chamber PRP
g. Inkubasi kelima kuvet tersebut selama 3 menit pada suhu 37 ⁰C
h. Buat garis baseline untuk menentukan batas atas dan bawah pada trace
1, 2, 3 dan 4 pada agregometer
i. Siapkan reagen ADP kemudian masukkan larutan ADP

j. Biarkan grafik berjalan selama 13 menit


k. Reaksi akan terlihat berupa kurva pada grafik
Harga normal
ADP 1, 2, 5 dan 10 µM berturut-turut :
 3 – 15% ;
 11 – 36% ;
 25 – 68% dan
 49 – 84%.
 video
D-Dimer
D-Dimer
 D-dimer adalah produk akhir degenerasi cross-linked fibrin
oleh aktivitas kerja plasmin dalam sistem fibrinolitik

 Tes D-dimer digunakan untuk pemeriksaan trombosis

 Hasil pemeriksaan yang positif menunjukkan adanya


trombus, namun tidak dapat menunjukkan lokasi kelainan
dan menyingkirkan etiologi-etiologi potensial lain.
Struktur dan sintesis D-dimer

Dalam proses pembentukan bekuan normal, bekuan fibrin


terbentuk pada tahap terakhir proses koagulasi.
Fibrin dihasilkan oleh aktivitas trombin yang memecah fibrinogen
menjadi fibrin monomer.
Fibrinogen adalah glikoprotein dengan formula Aα, Bβ, γ
Terdiri dari 3 pasang rantai polipeptida yang tidak identik dan saling
beranyaman yaitu 2 rantai Aα, 2 Bβ, dan 2γ.
Molekul fibrinogen adalah dimer yang diikat oleh ikatan disulfida
pada bagian terminal end.
Pasangan rantai Aα dan Bβ memiliki fibinopolipeptida berukuran
kecil pada bagian terminal yang disebut sebagai fibrinopolipeptida A
dan B
Plasmin merupakan enzim fibrinolitik utama yang
berfungsi memecah fibrinogen dan fibrin yang
menghasilkan bermacam-macam produk degenerasi
fibrinogen (Fibrin Degradation Product / FDP).
Jika plasmin melisiskan unsoluble fibrin, maka akan
meningkatkan jumlah produk degradasi fibrin yang
terlarut.
Fibrin degradation product (FDP) yang dihasilkan berupa
fragmen X, Y, D dan E. Dua fragmen D dan satu fragmen
E akan berikatan dengan kuat membentuk D-dimer
Peran pemeriksaan D-dimer

Pemeriksaan D-dimer bermanfaat untuk mengetahui


pembentukan bekuan darah yang abnormal atau adanya
kejadian trombotik (indirek) dan untuk mengetahui adanya lisis
bekuan atau proses fibrinolitik (direk).
Hasil pemeriksaan kadar D-dimer memiliki nilai sensitifitas dan
nilai ramal negatif yang tinggi untuk dua keadaan tersebut
Indikasi pemeriksaan D-dimer
 disseminated intravascular coagulation
(DIC)
 deep vein thrombosis (DVT)
 pulmonary embolism (PE)
 venous dan arterial thrombosis (VT dan AT)
 terapi antikoagulan dan trombolitik
 sebagai parameter tambahan pada penyakit jantung
koroner
Metode Pemeriksaan D-dimer
Prinsip pemeriksaan D-dimer adalah dengan menggunakan
antibodi monoklonal yang mengenali epitop pada fragmen
D-dimer.
Ada beberapa metode pemeriksaan yaitu:
(1) ELISA
(2) Immunoturbidometric assay
(3) Latex immunoassay techniques
(4) Luminescence immunoassay
Bahan Pemeriksaan D-dimer
Sampel darah vena yang dimasukan ke dalam vacutainer
plastik berkapasitas volume 2,7 mL yang mengandung
sodium citras dengan kadar 0,109 M (9:1).
Dikirim ke laboratorium tanpa perlakuan khusus. Sampel
disentifugasi untuk mendapatkan supernatan untuk
dilakukan pemeriksaan kadar D-dimer.
Supernatan dapat disimpan pada suhu -20 0C yang stabil
sampai 1 bulan
Interpretasi hasil tes D-dimer
 Hasil pemeriksaan kadar D-dimer secara kuantitatif dinyatakan
dalam satuan µg/L.
 Nilai cut off D-dimer dengan metode latex agglutination adalah
500 µg/L.
 KadarD-dimer yang lebih dari nilai normal rujukan
menunjukkan adanya produk degradasi fibrin dalam kadar yang
tinggi; mempunyai arti adanya pembentukan dan pemecahan
trombus dalam tubuh.
 Kadar D-dimer yang normal dapat digunakan untuk
menyingkirkan diagnosis banding gangguan pembekuan darah
sebagai penyebab dari gejala klinik yang ada
Faktor interferensi
1. Trauma, pasca tindakan bedah
2. Infeksi
3. Kehamilan, eklampsia
4. Penggunaan obat antikoagulan
5. Pengambilan sampel terlalu dini
6. Sampel lipemik (karena asupan tinggi lemak sebelum
diperiksa) dan sampel hemolisis
7. Penundaan pemeriksaan setelah beberapa hari
Alat dan bahan
 Alat / instrumen peneltian
1. Spuit 3 cc / Venoject
2. Vacutainer tube Na citras 3,2 %
3. Torniquete
4. Pemeriksaan kadar D-dimer : Coagulometer Sysmex CA-
1500
5. Sarung tangan karet

 Bahan dan reagen penelitian


1. Reagen untuk pemeriksaan kadar D-dimer, terdiri dari D-
Dimer
Innovance Reagen, D-Dimer Innovance Accelerator, dan D-Dimer
Innovance Reconstitution Medium
2. Coagulometer Sysmex CA-1500
Prosedur Pemeriksaan D-dimer
1. Tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan D-dimer
2. Spesimen yang digunakan adalah plasma darah dengan
antikoagulan natrium citras 3,2 %
3. Siapkan seluruh reagen, standar kerja dan specimen.
4. Darah dihomogenkan, disentrifugasi 3000 rpm selama 5 menit.
5. Diambil supernatannya dan disimpan di suhu < -200 C.
Stabilitas sampel pada suhu ini dapat mencapai 1 bulan
6. Kadar D-dimer diperiksa menggunakan alat dan reagen dari
Coagulometer Sysmex CA-1500 dengan metode Latex enhance
turbidimetric test.
7. Hasil akan tercetak secara otomatis
8. Cut off kadar D-dimer metode ini adalah 500 µg / L
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai