Anda di halaman 1dari 8

KONSEP PENANGANAN PADA

PENYAKIT JANTUNG KORONER


Pengertian

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang


menyangkut gangguan dari pembuluh darah koroner. (Sylvia A. Price &
Lorraine M. Wilson)

Penyakit Jantung Koroner (PJK) terutama disebabkan oleh proses


aterosklerosis yang merupakan suatu kelainan degenaratif, meskipun
dipengaruhi banyak factor . (A. Muin Rahman)

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang menyerang


pembuluh darah koroner. (Dede Kusmana)
Penyebab dan factor resiko

a. Usia
b. Jenis Kelamin
c. Keturunan / genetika
d. Hipertensi
e. Hiperkolesterolmia
f. Merokok
g. Obesitas
h. Kurang bergerak
i. Diabetes Melitus
j. Stres
Manifestasi Klinis Penyakit jantung Koroner
(PJK) :
1. Asimptomatik (Silent Myocardial Ischemia),
Kadang penderita penyakit jantung koroner diketahui secara kebetulan misalnya saat dilakukan check up kesehatan.
2. Angina Pektoris Stabil (Stable Angina)
Nyeri dada yang timbul saat melakukan aktifitas, bersifat kronis (> 2 bulan).
3. Angina Pektoris Tidak Stabil (Unstable Angina)
Pada subset klinis ini, kualitas, lokasi, penjalaran dari nyeri dada sama dengan penderita angina stabil.
4. Variant Angina (Prinzmetal’s Angina)
Variant angina atau Prinzmetal’s angina pertama kali dikemukakan pada tahun 1959 digambarkan sebagai suatu sindroma nyeri dada
sebagai akibat iskemia miokard yang hampir selalu terjadi saat istirahat
5. Infark Miokard Akut
Penderita infark miokard akut sering didahului oleh keluhan dada terasa tdiak enak (chest discomfort).
Intentisitas nyeri biasanya bervariasi, seringkali sangat berat bahkan banyak penderita tidak dapat menahan rasa nyeri tersebut.
Nyeri dada berlangsung > 30 menit bahkan sampai berjam-jam. Kualitas nyerinya sering dirasakan seperti menekan,
(compressing), constricting, crushing atau squeezing (diremas), choocking (tercekik), berat (heavy pain).
Komplikasi
1. Gagal Jantung Kongestif
2. Syok Kordiogenik
3. Disfungsi Otot Papilaris
Penatalaksanaan

1. Farmokologi
a. Analgetik yang diberikan biasanya golongan narkotik (morfin) diberikan secara intravena dengan
pengenceran dan diberikan secara pelan-pelan. Dosisnya awal 2,0 – 2,5 mg dapat diulangi jika perlu
b. Nitrat dengan efek vasodilatasi (terutama venodilatasi) akan menurunkan venous return akan menurunkan
preload yang berarti menurunkan oksigen demam. Di samping itu nitrat juga mempunyai efek dilatasi pada
arteri koroner sehingga akan meningkatakan suplai oksigen. Nitrat dapat diberikan dengan sediaan spray atau
sublingual, kemudian dilanjutkan dengan peroral atau intravena.
c. Aspirin sebagai antitrombotik sangat penting diberikan. Dianjurkan diberikan sesegera mungkin (di ruang
gawat darurat) karena terbukti menurunkan angka kematian.
d. Trombolitik terapi, prinsip pengelolaan penderita infark miokard akut adalah melakukan perbaikan aliran
darah koroner secepat mungkin (Revaskularisasi / Reperfusi).Hal ini didasari oleh proses patogenesanya,
dimana terjadi penyumbatan / trombosis dari arteri koroner. Revaskularisasi dapat dilakukan (pada umumnya)
dengan obat-obat trombolitik seperti streptokinase, r-TPA (recombinant tissue plasminogen ativactor complex),
Urokinase, ASPAC ( anisolated plasminogen streptokinase activator), atau Scu-PA (single-chain urokinase-type
plasminogen activator).Pemberian trombolitik terapi sangat bermanfaat jika diberikan pada jam pertama dari
serangan infark. Dan terapi ini masih masih bermanfaat jika diberikan 12 jam dari onset serangan infark.
e. Betablocker diberikan untuk mengurangi kontraktilitas jantung sehingga akan menurunkan kebutuhan
oksigen miokard. Di samping itu betaclocker juga mempunyai efek anti aritmia.
Non-farmakologi
a. Merubah gaya hidup, memberhentikan kebiasaan merokok
b. Olahraga dapat meningkatkan kadar HDL kolesterol dan memperbaiki
kolateral koroner sehingga PJK dapat dikurangi, olahraga bermanfaat karena
c. Memperbaiki fungsi paru dan pemberian O2 ke miokard
d. Menurunkan berat badan sehingga lemak lemak tubuh yang berlebih
berkurang bersama-sama dengan menurunnya LDL kolesterol
e. Menurunkan tekanan darah
f. Meningkatkan kesegaran jasmani
g. Diet merupakan langkah pertama dalam penanggulangan
hiperkolesterolemi.
TERIMAKASIH