Anda di halaman 1dari 56

PRESENTASI

KASUS

Observasi Dengue
Hemorragic Fever
Grade II
Disusun oleh: Fitriani Rahmawati

Pembimbing: dr. Rosida Sihombing, Sp.A


PENDAHULUAN
Dengue Hemorragic
Fever (DHF) atau Demam
Berdarah Dengue (DBD)
merupakan salah satu
masalah kesehatan
masyarakat yang utama
di Indonesia.
Seiring dengan
meningkatnya mobilitas
dan kepadatan
penduduk, jumlah
penderita dan luas
daerah penyebaran
semakin bertambah.
Penyakit DHF yang tidak segera
mendapat perawatan mencapai 50%,
akan tetapi angka kematian tersebut
dapat diminimalkan mencapai 5%
bahkan bisa mencapai 3% atau lebih
rendah lagi dengan tindakan atau
pengobatan cepat

Di Indonesia pada tahun 2015 tercatat


sebanyak 126.675 penderita DHF di 34 provinsi
dan 1229 orang diantaranya meninggal dunia.
Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding tahun
sebelumnya.
IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS PASIEN

Nama : Afahni Rizqi Alfalaq


Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 19-12-14
Umur : 4 tahun, 30 hari
Pendidikan : Belum sekolah
Alamat : Jl. Poncol II No. 12
: Kelurahan Gandaria Selatan
: Kecamatan Cilandak
Identitas Ayah Ibu
Nama Fahrul Rozi Anis Sukrila
Umur 28 tahun 27 tahun
Bangsa Indonesia Indonesia
Agama Islam Islam
Alamat Jl. Poncol No. 12 Jl. Poncol No. 12

Pekerjaan Ojek online Ibu rumah tangga

Pendidikan SMK SMK


ANAMNESIS
Aloanamnesis oleh Ny. A (ibu pasien)
dilakukan pada tanggal 16 Januari 2019
Lokasi : Bangsal Dahlia Timur
Ruangan / bed : 615 / 2
Tanggal masuk RS : 15 Januari 2019
Tanggal anamnesis : 16 Januari 2019

KELUHAN UTAMA

KELUHAN TAMBAHAN
KELUHAN UTAMA
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke RSBA Pada saat demam tinggi Pada hari ke 3 ibu pasien
dengan keluhan demam sejak 5 hari pertama, ibu pasien membawa pasien ke RSUD
hari sebelum masuk rumah memberikan obat Kebayoran Baru, setelah
sakit. Demam dirasakan paracetamol per 4 jam, diobservasi dirumah sakit pasien
mendadak tinggi. Demam terus namun demam tidak diperbolehkan pulang. Namun
menerus. turun. beberapa jam kemudian pasien
mimisan 2x, warna merah segar
dan kental.

Saat tiba di RSBA pasien Mual tidak ada, muntah tidak ada.
Pasien kembali dibawa demamnya sudah mulai Tidak terdapat bintik-bintik merah di
kerumah sakit tersebut dan menurun, tidak ada daerah kulit, tidak ada kejang, tidak
diobservasi hasil laboratorium. menggigil namun pasien ada sesak nafas, tidak ada
Didapatkan trombosit yang mengeluh nyeri otot dan penurunan kesadaran. Nafsu
rendah, kemudian pasien sendi, kemudian makan pasien menurun sejak
dirujuk setelah 2 hari mengeluh sakit kepala. pasien demam.
perawatan.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Penyakit Umur Penyakit Umur Penyakit Umur

Alergi - Difteria - Jantung -

Cacingan - Diare 8 bulan Ginjal -

DBD - Kejang - Darah -

Tifoid - Kecelakaan - Pneumonia -

Otitis - Morbili - TB -

Parotitis - Operasi - Lain-lain -


RIWAYAT KEHAMILAN DAN
KELAHIRAN
Kehamilan Morbiditas kehamilan Tidak ada penyulit
Perawatan antenatal Trisemester I: 1x/bulan
Trisemester II: 1x/bulan
Trisemester III: 2x tiap bulan
Kelahiran Tempat lahir Rumah sakit
Penolong persalinan Dokter
Cara persalinan Sectio Caesarea
Keadaan bayi Langsung menangis
BBL : 3200gr
Masa gestasi Cukup bulan
RIWAYAT PERKEMBANGAN
MEMBACA
DAN
MENULIS:
36 BULAN

BERDIRI: 9 RIWAYAT BERJALAN:


BULAN PERKEMBANGAN 12 BULAN

BERBICARA:
12 BULAN
RIWAYAT MAKANAN
Umur (bulan) ASI/PASI Buah/Biskuit Bubur Nasi
Contents Title
Susu Tim
Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. I hope and I
believe that this Template will your Time, Money and Reputation. You can simply
impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations.
0-2 ASI - - -
Contents Title
2-4 ASI - - -
You can simply impress your audience and add a unique zing and
appeal to your Presentations.

4-6 ASI - - -
Contents Title
6-8 PASI + + +
You can simply impress your audience and add a unique zing and
appeal to your Presentations.

8-10 PASI + + +
Contents Title
You can simply impress your audience and add a unique zing and
10-12 PASI + +
appeal to your Presentations. +
RIWAYAT IMUNISASI
Jenis vaksin Imunisasi dasar Imunisasi ulangan
(umur dalam bulan) (umur dalam bulan)

BCG 2 bulan

DPT/DT 2 bulan 4 bulan 6 bulan

Polio 2 bulan 4 bulan 6 bulan

Campak 9 bulan

Hepatitis B 0 bulan 4 bulan 6 bulan

MMR
TIPA
RIWAYAT PERNIKAHAN
Ayah / wali Ibu / wali

Nama Fahrul Rozi Anis Sukrila

Perkawinan ke 1 1

Umur saat menikah 23 tahun 22 tahun

Pendidikan terakhir SMK SMK

Keadaan kesehatan Sehat Sehat


Pasien merupakan anak Keluarga pasien yang
pertama. Dikelurga pasien tinggal serumah tidak ada
tidak ada yang mengalami yang merokok, suka
hal serupa seperti pasien. meminum alkohol atau
mengkonsumsi obat-
obatan terlarang.

Pasien tinggal bersama Menurut Ibu pasien


dengan ayah, ibu pasien. mengatakan penghasilan
Rumah pasien berada di suami cukup untuk
wilayah padat penduduk, memenuhi kebutuhan
merupakan rumah pribadi. sehari-hari.
PEMERIKSAAN FISIK
TANDA VITAL

KEADAAN KESADARAN TEKANAN NADI


UMUM DARAH
TAMPAK SAKIT COMPOS 80/60 MMHG 72 X/MENIT
SEDANG MENTIS
TANDA VITAL

PERNAPASAN SUHU SP02 STATUS GIZI

35X/MENIT 36,5°C 98% GIZI BERLEBIH


STATUS ANTROPOMETRI

BB = 20 KG TB = 109 CM
STATUS GENERALIS
Kepala : Lingkar kepala 50 cm, normocephali, tidak
terdapat deformitas, UUB sudah menutup dan tidak
cekung
Rambut : Rambut hitam, distribusi merata dan tidak
mudah dicabut, tebal
Wajah : Wajah simetris, tidak ada luka atau jaringan
parut, tidak ada pembengkakan pada wajah
Mata : pupil bulat isokor, CA-/-, SI-/-, palperbra edema
+/+
Hidung : deviasi septum (-), concha hipertrofi (+),
mukosa hiperemis (+), secret bercampur darah (+)
Mulut : arcus faring hiperemis (-), tonsil T1/T1, uvula
ditengah
Leher : tidak ada pembesaran KGB, tiroid, tidak ada
deviasi trakea
STATUS GENERALIS
Thoraks: Simetris saat inspirasi dan ekspirasi, deformitas tidak ada,
dan retatraksi tidak ada.
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak.
Palpasi : Ictus cordis teraba pada ICS V linea midklavikularis sinistra
Perkusi : Batas kiri jantung : ICS V linea midklavikularis sinistra
Batas kanan jantung : ICS III – V linea sternalis dextra
Batas atas jantung : ICS III linea parasternalis sinistra
Auskultasi : BJ I-II regular, tidak terdapat murmur dan gallop

Paru
Inspeksi : Bentuk thoraks simetris pada saat statis dan dinamis, tidak
ada pernapasan yang tertinggal, tipe pernapasan abdomino-torakal,
tidak ditemukan efloresensi pada kulit dinding dada
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan, gerak napas
simetris kanan dan kiri, vocal fremitus sama kuat kanan dan kiri,
angulus costae 75o.
Perkusi : Sonor di kedua lapang paru, batas paru dan hepar di ICS VI
linea midklavikularis dextra
Auskultasi : Suara napas vesikuler, reguler, tidak terdapat rhonki atau
wheezing
STATUS GENERALIS
Abdomen
Inspeksi : Perut datar, tidak dijumpai adaya efloresensi pada kulit
perut maupun benjolan seperti roseola spot, kulit keriput, gerakan
peristaltik, ruam makulopapular, tidak terdapat distensi
Palpasi : Supel, turgor kulit dalam batas normal, hepar teraba
1/3,1/3 konsistensi kenyal, tepi tajam, permukaan rata, terdapat nyeri
tekan, lien tidak teraba, turgor kulit dalam batas normal
Perkusi : Timpani di seluruh kuadran abdomen
Auskultasi : Bising usus (+) 4 kali / menit

Kulit : Sawo matang, tidak ikterik, kelembaban normal, tidak


terdapat ptecie
KGB :
Preaurikuler : tidak teraba membesar
Postaurikuler : tidak teraba membesar
Submandibula : tidak teraba membesar
Supraclavicula : tidak teraba membesar
Axilla : tidak teraba membesar
Ekstremitas : Akral hangat pada keempat ekstremitas, edema tungkai
+/+, CRT < 3 detik
STATUS NEUROLOGIS
Refleks
Refleks Fisiologis Bisep + Babinski -
Patologis

Trisep + Gonda -
Achilles + Gordon -
Patella + Schaeffer -

Tanda Rangsang
Kaku Kuduk - Chaddock -
Meningen

Brudzinski 1 - Oppenheim -

Brudzinski 2 - Hoffman Troffner -

Laseque -
Kernig -
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tanggal 15/01/19 Hasil Nilai normal

Hematologi Rutin

Eritrosit 5,4 3,1-5,1 juta/ uL

Hemoglobin 14,7 9,0-16,6 g/ dL

Hematokrit 43 30-54%

Leukosit 8,2 5-18 ribu/ μL

Trombosit 44 217-497 ribu/ μL

MCV 79,5 81-125 fL

MCH 27,3 25-37 pg

MCHC 34,3 26-34 g/ dL

RDW 10,5 <14%

Elektrolit

Natrium (Na) 136 135-155 mmol/L

Kalium (K) 4,3 3,6-5,5 mmol/L

Klorida (Cl) 108 98-109 mmol/L


RESUME
RESUME
ANAMNESIS
- DEMAM SEJAK 5 HARI SMRS
- DEMAM MENDADAK TINGGI
- DEMAM TERUS MENERUS 01
-TERDAPAT MIMISAN 2X
WARNA MERAH SEGAR DAN
KENTAL
- TERDAPAT NYERI OTOT DAN
SENDI
- SAKIT KEPALAI
PEMERIKSAAN FISIK 05
-TAMPAK SAKIT SEDANG PEMERIKSAAN
- COMPOS MENTIS 03 PENUNJANG
- TTV DALAM BATAS NORMAL - TROMBOSIT 44 ribu/μL
- MATA DIDAPATKAN EDEMA PALPEBRA - HEMATOKRIT 43%.
- HIDUNG DIDAPATKAN HIPERTROFI
CONCHA, HIPEREMIS MUKOSA DAN
SEKRET BERCAMPUR DARAH 02 06
- ABDOMEN DITEMUKAN HEPAR
MEMBESAR 1/3,1/3 KONSISTENSI KENYAL,
TEPI TAJAM, PERMUKAAN RATA, NYERI
TEKAN
- EKSTREMITAS EDEMA MINIMAL +/+
DIAGNOSA
DIAGNOSA

- Idiopathic thrombocytopenic purpura


- Demam dengue
- Demam tifoid

DIAGNOSA BANDING DIAGNOSA KERJA

Observasi dengue
hemorragic fever grade II
TATALAKSANA
Non medika mentosa:

- Komunikasi, informasi, edukasi kepada orang


tua pasien mengenai keadaan pasien

- Observasi keadaan umum dan tanda vital

- Balance cairan (tampung urine)

- Istirahat cukup

- Banyak minum

Medika mentosa:

- Infus asering 4cc/kgBB/jam

- Injeksi ranitidin 2x30mg

- Paracetamol 250mg p.o


PROGNOSIS
PROGNOSIS

AD AD AD
VITAM SANATIONAM FUNGTIONAM

BONAM BONAM DUBIA


AD
BONAM
FOLLOWUP
Tanggal S O
16/1/19 K/U Gelisah
Demam sudah mulai turun, namun os mengeluh sakit kepala,
TD 90/60 mmHg
lemas dan badan terasa pegal-pegal. Os mengeluh sakit HR 89x/m
Hari-2
dibagian perut. Mual (-), muntah (-). RR 35x/m
T 36,2oC
Mimisan (-), ibu pasien mengeluh mata pasien terlihat Saturasi 98%
Pukul 06.00 bengkak tidak seperti biasanya.
Ca-/- SI -/-, mulut tidak kering, palpebra edema +/+
BB: 21kg SNV +/+ Rh -/- Wh -/-

U: 4thn A: OBSERVASI DENGUE HEMORRAGIC FEVER GRADE II BJ1&2 reg M(-) G(-)

D: 6,8cc/kgBB/jam Abd supel (+), BU (+) 3x/menit, hepar teraba 1/3,1/3, NT(+)

Ekstremitas: hangat(-), CRT <2 detik, edema tungkai minimal +/+,


P: non pitting.
Hematologi
- IVFD Asering 3cc/kgBB/jam Leukosit 10,3
Hb 12,7
- Injeksi ranitidin 2x30mg Ht 35
Trombosit 34
- Paracetamol 250mg p.o Urinalisis
Warna: Kuning , Kejernihan: Jernih
Glukosa: negatif , Bilirubin: negatif Keton trace
pH : 6.0
Berat jenis: 1.025
Albumin urine: negatif
urobilinogen: 0.2
Nitrit: negatif
darah: negatif , Esterase leukosit : negatif
Sedimen urine:
Leukosit : 1-2
eritrosit: 0-1
epitel +
silinder: negatif
kristal: negatif , bakteri: negatif , jamur: negatif
17/1/19 Os mengeluh sakit kepala dan perut terasa sakit. - TSS, CM A: Observasi DHF Grade II
Sudah tidak demam. Bengkak dimata sudah - TD: 90/60 mmHg
Hari-3 - N: 73x/menit P: IVFD Asering 1
mulai berkurang.
- S:36,5C, cc/kgbb/jam
BB: 21kg - RR:24x/menit
- Mata: ca -/-, si -/-, palpebra edema +/+ Inj ranitidin 2x30mg
D: 9,5 cc/kgBB/jam
minimal
Paracetamol 250 mg p.o
- Hidung: sekret (+) concha hipertrofi dan
hiperemis bercampur darah
- Mulut: sianosis (-)
- Thoraks: SNV, Wh-/-. Rh -/-; BJ 1&2 reg, M -,
G-
- Abdomen: supel, BU (+) 5x/mnt,hepar teraba
1/3,1/3, NT (+)
- Ekstremitas: hangat(+), CRT <3 detik, edema
tungkai -/-
18/1/19 Os mengeluh sakit kepala dan keluar darah - TSS, CM A: Observasi DHF Grade II
dari hidung dengan lendir namun jumlah - TD: 80/60 mmHg
Hari-4 - N: 69x/menit P: Venflon
tidak dalam jumlah yang banyak. Demam
- S:36,1C
BB: 21kg (-), mual (-), muntah (-). - RR:24 x/menit Inj ranitidin 2x30mg
- Mata: ca -/-, si -/-, palpebra edema -/-
D: 3,3 cc/kgBB/jam Paracetamol 250 mg p.o
- Mulut: sianosis (-)
- Hidung: sekret (+) concha hipertrofi dan
hiperemis bercampur darah
- Thoraks: SNV, Wh-/-. Rh -/-; BJ 1&2 reg, M -,
G-
- Abdomen: supel, BU (+) 4x/m, turgor kulit baik
- Ekstremitas: hangat(+), CRT <3 detik
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Dengue Hemorragic Fever (DHF) adalah suatu


penyakit yang disebabkan oleh virus dengue tipe 1-4,
dengan manifestasi klinis demam mendadak 2-7 hari
disertai gejala perdarahan dengan atau tanpa syok,
disertai pemeriksaan laboratorium menunjukkan
trombositopenia (trombosit kurang dari 100.000) dan
peningkatan hematokrit 20% atau lebih dari nilai
normal.
ETIOLOGI
• Transmisi virus tergantung dari faktor biotik dan abiotik.
• Yang termasuk dalam faktor biotik adalah faktor virus, vektor
nyamuk, dan pejamu manusia
• Sedangkan faktor abiotik adalah suhu lingkungan, kelembaban,
dan curah hujan.
• Virus dengue termasuk genus flavivirus dari famili Flaviviridae.
• Berdasarkan genom yang dimiliki, virus dengue termasuk virus
(positive sense single stranded) RNA.
ETIOLOGI
• Berdasarkan sifat antigen dikenal ada empat serotipe virus
dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.
• Masing-masing serotipe mempunyai beberapa strain atau
genotipe yang berbeda.
• Serotipe yang dapat ditemukan dan yang paling banyak beredar di
suatu negara atau area geografis tertentu berbeda-beda.
PATOGENESIS
SPEKTRUM KLINIS
DIAGNOSA
Gejala klinis berikut harus ada, yaitu:
• Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus selama 2-7 hari
• Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan:
- uji bendung positif
- petekie, ekimosis, purpura
- perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi
- hematemesis dan atau melena
- pembesaran hati
- syok ditandai :
nadi cepat dan lemah sampai tidak teraba
penyempitan tekanan nadi ( 20 mmHg)
hipotensi sampai tidak terukur
kaki dan tangan dingin
kulit lembab
capillary refill time memanjang (>2 detik)
pasien tampak gelisah.
Laboratorium
• Trombositopenia (100 000/µl atau kurang)
• Adanya kebocoran plasma karena peningkatan permeabilitas kapiler, dengan manifestasi sebagai
berikut:
- Peningkatan hematokrit ≥ 20% dari nilai standar
- Penurunan hematokrit ≥ 20%, setelah mendapat terapi cairan
- Efusi pleura/perikardial, asites, hipoproteinemia

Dua kriteria klinis pertama ditambah satu dari kriteria laboratorium (atau hanya peningkatan
hematokrit) cukup untuk menegakkan diagnosis kerja DHF.
KLASIFIKASI
DIAGNOSA
LABORATORIUM
Biomarker yang dapat digunakan untuk
diagnosis infeksi dengue untuk saat ini terdiri
atas: isolasi virus, produk yang dihasilkan virus
itu sendiri seperti protein NS1, atau dengan
respon imunitas dari pejamu terhadap infeksi
virus dengue (melalui pemeriksaan IgG dan
IgM). Hasil dari pemeriksaan biomarker ini
sangat bergantung dari waktu diambilnya
sampel baik saat infeksi primer maupun infeksi
sekunder. Berikut adalah gambaran waktu untuk
pemeriksaan setiap biomarker.
DERAJAT PENYAKIT

DERAJAT IV
Syok berat (profound
shock), nadi tidak
DERAJAT III
dapat diraba dan
Didapatkan tekanan darah tidak
kegagalan sirkulasi, terukur.
DERAJAT II
yaitu nadi cepat dan
Seperti derajat I, lambat, tekanan nadi
DERAJAT I disertai perdarahan menurun (20 mmHg
spontan di kulit dan atau kurang) atau
Demam disertai atau perdarahan lain. hipotensi, sianosis di
gejala tidak khas dan
sekitar mulut, kulit
satu-satunya
dingin dan lembap
manifestasi
dan anak tampak
perdarahan ialah uji
gelisah.
bendung.
TATALAKSANA
PROGNOSIS

Prognosis ditentukan oleh derajat penyakit, cepat


tidaknya penanganan diberikan, umur dan keadaan
nutrisi.

Prognosis DHF derajat I dan II umumnya baik.


Thank You