Anda di halaman 1dari 30

Presentan

dr. Wahyuridistia Marhenriyanto

Pembimbing
dr. Hj. Ermawati, Sp.OG (K)
 USG oleh Donald dkk 1958
 Kemajuan peralatan USG  Uroginekologi berkembang

Frekwensi USG Uroginekologi :


 frekwensi 2,4-5 MHz  Transabdominal
 5-7 MHz  Endosonografi, introital dan perineal
 20MHz  USG 3 dimensi
 USG abdominal & transvaginal  Residual urin, distorsi VU ec
patologi & deteksi tumor VU.
 USG residual urin  Kurang akurat jika <50cc  Tidak
signifikan
 Penilaian VU  2 potongan  Transverse & sagital
 Sagital : Kedalaman (depth = D) dan tinggi (Height = H)
 Transversal : Lebar (Width = W)
 Rumus : Volume urin (mL) = (H x W x D) x 0,7
 Nilai kesalahan 21%
 Teknik Koelbl
Teknik Koelbl
 Diukur kedalaman (depth = D)
dan tinggi (Height = H) pada
potongan sagital (kanan) dan
lebar (Width = W) pada
potongan transversal (kiri).
 Volume residu = (H x W x D) x 0,7
(Koelbl, 2003).
 Teknik Haylen
(Transvaginal)

Bladder volume (ml) =


 5.9 x (Height x Depth) – 14,6
Teknik Dietz (Transperineal/labial Sonography)
 Rumus : D1 x D2 x 5.6 = residual urin ml (Dietz, 2004)
 Dihitung setelah post miksi dengan nilai normal < 5 mm.
 Jika didapatkan tebal dinding VU > 5 mm terkait dengan
overaktifitas otot detrusor.
 Gambaran Normal
 Dinilai terutama untuk
pasien post partum,
sehingga prolapsus
grade awal bisa
terdeteksi dan
direkomendasikan
untuk preventif (senam
kegel dll)  Klinik
berkembang
 Diukur saat manuver valsava dan non valsava
Terdiri dari otot striata
dengan fungsi menutup
lumen kanal anal dan
mengontrol lewatnya
feces dan flatus secara
volunter.
 Terdiri dari otot polos sirkular
dan berfungsi untuk menutup
lumen dari kanal anal dan
mengontrol lewatnya feces dan
flatus secara involunter.
 Endoanal sonografi
 Transvaginal probe sonografi
 Transperineal / Labialsonografi
 Rotating endoprobe.
 10 MHz transducer dan 3600 image.
 Endosonografi anal
normal.
1. Sub-epitel
2. Sphincter anal internal
3. Sphincter anal
eksterna.
 Defek sphingter anal
eksternal arah jam 2-3.
 Defek sphingter anal eksternal dan internal, jam 9-2
 USG endorectal memperlihatkan
disrupsi anterior sphincter anal
eksterna yang ditandai dengan
gambaran gelembung udara /
air bubbles (panah panjang).
Fistula melewati sphincter anal
eksterna namun tidak
menembus sphincter anal
interna. Terlihat disrupsi shincter
anal interna dari jam 11-12.
Transverse Scanning Plane

Fourchette

Anus
Sagittal Scanning Plane
 USG normal sphingter ani
(Steensma, 2004)
 Defek eksternal dan internal sphingter ani (Steensma, 2004)
 Variasi repair ruptur perineum grade 3 (Steensma, 2004)
 Pasien riwayat ruptur perineum grade 3 dan 4  Rujuk ke klinik
perineum  Tatalaksana untuk persiapan persalinan berikutnya.
USG harus dilakukan.

 Tidak ada defek sphingter ani + tanpa keluhan inkontinensia


alvi  Pervaginam didampingi bidan senior atau dokter.
 Defek sphingter ani + tanpa keluhan inkontinensia alvi  SC
 Defek sphingter ani + keluhan inkontinensia alvi  Pervaginam
+ repair sekunder sphingter ani.
 Koelbl H. Role of Ultrasound in the Investigation of Urinary and Fecal Incontinence. In: Drutz HP,
Herschorn S, Diamant NE (eds). Female Pelvic Medicine and Reconstructive Pelvic Surgery.
Springer, Great Britain, 2003.p.121-32
 Dietz HP. 3D/4D imaging: technical overview and basic methodology. In: Dietz HP, Hoyte LPJ,
Steensma AB. Atlas of Pelvic Floor Ultrasound. 1st ed. London: Springer-Verlag; 2004.p.30-40.
 Dietz HP. The anterior compartments. In: Dietz HP, Hoyte LPJ, Steensma AB. Atlas of Pelvic Floor
Ultrasound. 1st ed. London: Springer-Verlag; 2004.p.41-62.
 Dietz HP. Pelvic Floor Ultrasound: Basic Physics, Instrumentation, and Examination Technique. In:
Dietz HP, Hoyte LPJ, Steensma AB. Atlas of Pelvic Floor Ultrasound. 1st ed. London: Springer-Verlag;
2004.p.23-9.
 Steensma AB. The central and posterior compartment. In: Dietz HP, Hoyte LPJ, Steensma AB. Atlas
of Pelvic Floor Ultrasound. 1st ed. London: Springer-Verlag; 2004.p.63-75.
 Timor-Tritsch IE, Monteagudo A, Smilen SW et al. Simple ultrasound evaluation of the anal
sphincter in female patients using a transvaginal transducer. Ultrasound Obtet Gynecol
2005;25:177–183.