Anda di halaman 1dari 33

MATEMATIKA EKONOMI

Alisa Tri Nawarini


Jurusan Manajemen
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
2015
• Alisa Tri Nawarini,SE,MBA
– S1 UNSOED 2006
– S2 MM UGM 2008

• Kontak: 0813 27 659 637


alisa_3_nawarini@yahoo.co.id

• Buku Acuan Utama :


– Dumairy, Matematika Terapan Untuk Bisnis dan
Ekonomi, BPFE Yogyakarta
– Buku lain yang relevan dengan materi
perkuliahan
Tujuan:
Mahasiswa diharapkan mampu memahami
Konsep-konsep Matematika dalam
penerapannya pada masalah ekonomi.

Kompetensi Lulusan:
Mampu menyelesaikan persoalan Matematika
permasalahan Ekonomi dan Bisnis.
Materi Matematika Ekonomi
1. Pangkat, Akar dan Logaritma
2. Deret
3. Fungsi
4. Hubungan Linear
5. Hubungan Non Linear
6. Limit dan Kesinambungan Fungsi
7. Diferensial Fungsi Sederhana
UJIAN TENGAH SEMESTER
Pembobotan Nilai
UTS 50%
Tugas/kuis 40%
Partisipasi kelas 10%
Peraturan Khusus Dalam Perkuliahan :
• Tugas harus dikumpulkan tepat pada
waktunya
• Tidak ada kebijakan pemberian tugas
tambahan dengan tujuan untuk
memperbaiki nilai setelah ujian
• Ujian susulan hanya akan diberikan sesuai
dengan ketentuan yang diatur Bapendik
Pertemuan 1 :
PANGKAT, AKAR DAN LOGARITMA
Pangkat
• Pangkat suatu bilangan adalah indeks yang
menunjukkan banyaknya perkalian bilangan
secara beruntun.
• Notasi Xᵃ berarti bahwa X harus dikalikan dengan
X itu sendiri secara berturut-turut sebanyak a kali.
• Contoh:
7x7x7x7x7 = 75
100.000 = 105
1/100.000 = 0,00001 = 10-5
Kaidah Pemangkatan Bilangan
1. Bilangan bukan-nol berpangkat nol adalah
satu.
x0=1 (x≠0) ; 30=1

2. Bilangan berpangkat satu adalah bilangan itu


sendiri.
x1= x ; 31=3
3. Nol berpangkat sebuah bilangan adalah tetap
nol.
0x=0 ; 03=0
4. Bilangan berpangkat negatif adalah balikan
pengali (multiplicative inverse) dari bilangan
itu sendiri.

x a

x
1
 a
1
;3  2 
-2

3
1 1
9
9  
5. Bilangan berpangkat pecahan adalah akar dari
bilangan itu sendiri dengan suku pembagi dalam
pecahan menjadi akar pangkat dari akarnya
sedangkan suku terbagi menjadi pangkat dari
bilangan yang bersangkutan.
a 2
x  x
b b a
; 3  3  9  1,55
5 5 2 5

6. Bilangan pecahan berpangkat adalah hasil


bagi suku-suku berpangkatnya.
a
x x
2
 
a 2
3 3 9
   a ;   2 
 y y 5 5 25
7. Bilangan berpangkat dipangkatkan lagi adalah
bilangan berpangkat hasil kali pangkat-pangkatnya.

x 
a b
x ab
; 3
2 4
  3  3  6.561
2.4 8

8. Bilangan dipangkatkan pangkat-berpangkat adalah


berpangkat hasil pemangkatan pangkatnya.

x  x , dimana c  a
ab c b
;3  3
24 16
Kaidah Perkalian Bilangan Berpangkat
9. Hasil kali bilangan – bilangan berpangkat yang basisnya
sama adalah bilangan basis berpangkat jumlah pangkat-
pangkatnya.
a b 2 4
x .x  x
a b
; 3 .3  3
2 4
3 6

10. Hasil kali bilangan – bilangan berpangkat yang


pangkatnya sama, tetapi basisnya berbeda, adalah
perkalian basis-basisnya dalam pangkat yang
bersangkutan.

x .y  xy  ; 3 .5  3.5  15
a a a 2 2 2 2
Kaidah Pembagian Bilangan
Berpangkat
11. Hasil bagi bilangan – bilangan berpangkat yang basisnya
sama adalah bilangan basis berpangkat selisih pangkat –
pangkatnya.
a b 24 1
x :x  x
a b
;3 :3  3
2 4
3 -2

9
12. Hasil bagi bilangan – bilangan berpangkat yang
pangkatnya sama, tetapi basisnya berbeda adalah
pembagian basis - basisnya dalam pangkat yang
bersangkutan.
a
x
2
 3 9
x : y   
a a
;3 :5    
2 2

 y 5 25
Soal Latihan!
1. 54.34.(-6)4 = .......?
2. 31/7.34/7:33/2 = .......?
3. (62/3)2 = ........?
AKAR
• Akar merupakan bentuk lain untuk menyatakan
bilangan berpangkat.
• Akar dari sebuah bilangan ialah basis yang memenuhi
bilangan tersebut berkenaan dengan pangkat akarnya.
• Konsep pemangkatan: jika bilangan yang sama (misal x)
dikalikan dengan sejumlah tertentu sebanyak
(katakanlah) a kali, maka xᵃ ; x disebut basis dan a
disebut pangkat.
• Jika xᵃ = m, maka x disebut sebagai akar pangkat a dari
m atau ditulis x = ᵃ √ m jadi ᵃ √ m = x sebab xᵃ = m
Kaidah Pengakaran Bilangan
1. Akar dari sebuah bilangan adalah basis yang memenuhi
bilangan tersebut berkenaan dengan pangkat akarnya.
1 1
b
x x b
; 3 64  64  4
3

2. Akar dari sebuah bilangan berpangkat adalah bilangan


itu sendiri berpangkat pecahan, dengan pangkat dari
bilangan bersangkutan menjadi suku terbagi sedangkan
pangkat dari akar menjadi suku pembagi.
a 2
b
xa  x b
; 5 32  3 5
3. Akar dari suatu perkalian bilangan adalah
perkalian dari akar-akarnya
b xy  b x . b y ; 3 8.64  3 8. 3 64  2.4  8
4. Akar dari sebuah bilangan pecahan adalah
pembagian dari akar suku-sukunya.
b 3
x x 8 8 2
b  ;3  3
  0,5
y b y 64 64 4
Kaidah Penjumlahan (Pengurangan)
Bilangan Terakar
5. Bilangan-bilangan terakar hanya dapat
ditambahkan atau dikurangkan apabila akar-
akarnya sejenis.
– Jumlah (selisih) bilangan-bilangan terakar adalah
jumlah (selisih) koefisien-koefisiennya terakar.

mb x a  n b x a  m  n  b
xa

5 3  2 3  7 3  7(1,73)  12,11
Kaidah Perkalian Bilangan Terakar
6. Hasil kali bilangan-bilangan terakar adalah akar dari
hasil kali bilangan-bilangannya. Perkalian hanya dapat
dilakukan apabila akar-akarnya berpangkat sama.
b
x . y  xy
b b ; 8. 64 
3 3 3
8.64  512  8
3

7. Akar ganda dari sebuah bilangan adalah akar pangkat


baru dari bilangan bersangkutan; pangkat baru akarnya
ialah hasil kali pangkat dari akar-akar sebelumnya.

b c
x  x
a bc a
; 2 3
15  15
3 6 3
Kaidah Pembagian Bilangan Terakar
8. Hasil bagi bilangan-bilangan terakar adalah akar
hasil bagi bilangan-bilangannya. Pembagian hanya
dapat dilakukan apabila akar-akarnya berpangkat
sama.

b 3
x x 8 8 2
b ;3  3   0,5
b y y 64 64 4
Soal Latihan!
4. 4 0, 5
169  ........ ?
5. 10 5  2 5  7 5  .........?
6. (3 27 )( 3 125 )  ......... ?
LOGARITMA
• Logaritma pada hakekatnya merupakan kebalikan
dari proses pemangkatan dan/atau pengakaran.
• Logaritma dapat dipakai untuk menyederhanakan
operasi-operasi perkalian, pembagian, pencarian
pangkat dan penarikan akar.
• Logaritma dari suatu bilangan adalah pangkat yang
harus dikenakan pada (memenuhi) bilangan pokok
logaritma untuk memperoleh bilangan tersebut.

x  m  a  log m
a x
Analoginya:
5² = 25;
pangkat 2 adalah logaritma dari 25 terhadap basis 5 atau
⁵ log 25 = 2

4³ = 64;
pangkat 3 adalah logaritma dari 64 terhadap basis 4 atau
⁴ log 64 = 3

10² = 100;
pangkat 2 adalah logaritma dari 100 terhadap basis 10
atau ¹ᵒ log 100 = 2
Hubungan Antara Pangkat, Akar dan
Logaritma
Xlog m =a jika xa=m atau a√m=x

6log36=2 sebab 62=36 atau √36=6


5log625=4 sebab 54=625 atau 4√625=5
Kaidah Logaritma
1. ᵡlog x = 1 sebab x¹ = x
10log 10 = 1 ; 8 log8 = 1
2. ᵡlog 1 = 0 sebab x⁰ = 1
10 log 1 = 0 ; 8 log 1 = 0
3. ᵡlog xᵃ = a sebab xᵃ = xᵃ
10 log 102 = 2 ; 8 log 83 = 3
4. ᵡlog x mᵃ = a ᵡlog m
10log1002=210log100=210log102=2.2=4

8log5124=48log512=48log83=4.3=12

5. x ᵡlog m = m
1010log100=1010log102=102=100

6. ᵡlog m n = ᵡlog m + ᵡlog n


3log(243)(27)=3log243+3log27=5+3=8
7. ᵡlog m/n = ᵡlog m - ᵡlog n
100
10
log  10
log 10010 log 1000  2  3  1
1000
8. ᵡlog m. ᵐlog x = 1
3
log 81.81 log 3  2 log 34 81 log 810, 25  4  0,25  1

9. ᵡlog m. ᵐlog n. ᵑlog x = 1


3
log 9.9 log 729.729 log 3 
3 29
log 3 . log 9 . 3 729
log 7291/ 6
 2  3 1 / 6  1
Latihan Soal!!
7. 9log81=...........?
8. 8log512=.........?
Contoh penyelesaian soal dengan
logaritma
Hitunglah x untuk 3x+1=27
Log 3x+1=log 27
(x+1) log 3 = log 27
log 27 1,4314
X+1 =  3
log 3 0,4771
X=3-1
=2
Dengan cara langsung :
3ᵡ ᶧ ¹ = 27
3ᵡ ᶧ ¹ = 3³
x + 1 = 3; x=3–1=2
Selesaikanlah x untuk log (3x+298) = 3!
log (3x+298) = 3
3x +298 = 103
3x+298 = 1000
3x = 702
x = 234