Anda di halaman 1dari 32

Pengayaan

Hiperbilirubinemia pada neonatus


Disusun oleh:
Vebio Romatua Pangidoan
1361050081

Pembimbing:
dr. Nurbani, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


RSUD PASAR MINGGU
PERIODE 30 SEPTEMBER – 9 DESEMBER 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
Definisi

Hiperbilirubinemia adalah keadaan


dimana terjadi peningkatan kadar
bilirubin dalam darah >5mg/dL,
yang secara klinis ditandai oleh
adanya ikterus, dengan faktor
penyebab fisiologik dan non-
fisiologik
Metabolisme bilirubin
Indirek
Hiperbilirubinemia
Direk
Bilirubin
Tidak terkonyugasi Terkonyugasi (direk):
(indirek): ● Bilirubin direk
● Bilirubin indirek ● Larut dalam air
● Tidak larut dalam air ● Tidak larut dalam lemak
● Berikatan dengan albumin untuk ● Tidak toksik untuk otak
transport
● Komponen bebas larut dalam
lemak
● Komponen bebas bersifat toksik
untuk otak
BILIRUBI
N

’ Unconjugated’ ’ Conjugated ’
Bilirubin Indirek Direk
Larut dalam air ( -) ( +)
Larut dalam lemak ( +) ( -)
Bersenyawa dengan ( +) ( -)
albumin
Bilirubin bebas Toksik di otak Tidak
Klasifikasi ikterus

Ikterus fisiologik Ikterus non-fisiologik


IKTERUS FISIOLOGIS
● Perhatikan riwayat penyakit ikterus fisiologis pada bayi
cukup bulan
● Awitan terjadi setelah 24 jam
● Memuncak pada 3 sampai 5 hari
● Menurun setelah 7 hari.
● Bayi cukup bulan rata-rata memiliki kadar bilirubin serum
puncak 5-6 mg/dl.
● Ikterus fisiologis berlebihan € ketika bilirubin serum
puncak adalah 7-15 mg/dl pada NCB.
● Selalu pertimbangkan usia bayi dan kadar bilirubin
Ikterus Fisiologis
14
12

10
8
S.Bili mg/dl
6
4

2
0
HARI 1 HARI 3 HARI 5 HARI 7
Kadar bilirubin berdasarkanwaktu
● Kadar bilirubin sebesar 10 mg/dl, pada usia 72 jam, pada
bayi cukup bulan mungkin merupakan kadar fisiologis
● Kadar bilirubin 10 mg/dl pada usia 10 jam BUKAN kadar
fisiologis dan memerlukan perhatian segera (lihat riwayat
penyakit dari ikterus fisiologis)
Ikterus pada bayiprematur
● Awitan terjadi lebih dini
● Puncak lebih lambat
● Kadar puncak lebih tinggi
● Memerlukan lebih banyak waktu untuk menghilang – sampai
dengan 2 minggu
● Kadar seperti apa yang dianggap seperti fisiologis?
Kadar bilirubin serum pada bayi cukupbulan
dan prematur
16
14
12
10 Cukup bulan
normal
8
Prematur
6
4
2
0
hari 1 hari 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari 6 hari 7
Hiperbilirubinemia fisiologisvs
non-fisiologis
20
18
16
14
12
fisiologis
10
non- fisiologis
8
6
4
2
0
hari 1 hari 2 hari 3 hari 4 hari 5 hari 6 hari 7
IKTERUS NONFISIOLOGIS
● Awitan terjadi sebelum usia 24 jam
● Tingkat kenaikan > 0,5 mg/dl/jam
● Tingkat cutoff
> 15 mg/dl pada bayi cukup bulan
> pada bayiprematur
● Ikterus bertahan
> 8 hari pada bayi cukup bulan
> 14 hari pada bayiprematur
● Tandapenyakitlain
Faktor Risiko Hiperbilirubinemia
Berat
 J - jaundice within first 24 hrs of life
 A - a sibling who was jaundiced as neonate
 U - unrecognized hemolysis
 N - non-optimal sucking/nursing
 D - deficiency of G6PD
 I - infection
 C - cephalhematoma /bruising
 E - East Asian/North Indian
Etiologi Ikterus
Berdasarkan Awitan

< 24 jam 24 – 72 jam > 72 jam

Hemolisis (ABO, Rh, Sepsis


Defisiensi G6PD, Fisiologis
sferositosis herediter) Sepsis Sefalhematoma
Infeksi Polisitemia Breastmilk jaundice
Perdarahan Kelainan metabolik
intraventrikular Hepatitis neonatal
-

Sirkulasi enterohepatik ↑ Atresia bilier


Etiologi Ikterus
Etiologi Hiperbilirubinemia Indirek

Produksi Bilirubin
Sekresi Bilirubin ↓

Hemolisis: Prematuritas
- Inkompatibilitas ABO/Rh Hipotiroid
- Defek intrinsik sel darah merah Defisienzi enzim
(defisiensi G6PD, sferositosis) glukuronil transferase
- Sepsis

Non hemolisis
- Perdarahan ekstravaskular
(hematoma)
- Polisitemia
- Sirkulasi enterohepatik↑ (asupan
enteral ↓, obstruksi sal cerna)
Hiperbilirubinemia Direk

• Hiperbilirubinemia direk (kolestasis)


• Bilirubin direk > 20% bilirubin total atau bilirubin direk > 1
mg/dL bila bilirubin total < 5 mg/dL
• Etiologi: atresia bilier, kista duktus koledokus, hepatitis neonatal
• Warna tinja dempul dan warna urin gelap
Breastmilk jaundice vs
Breastfeeding jaundice
• Breastfeeding jaundice (BFJ)
• Tampak pada usia 2-5 hari
• Asupan ASI/cairan yang kurang  sirkulasi enterohepatik
meningkat
• Tindakan untuk mengurangi terjadinya BFJ: IMD, cara menyusui
yang tepat, pemberian ASI minimal 8 kali sehari (lebih dari 10
menit tiap menyusui), monitor asupan ASI (penurunan BB <10%
berat lahir, BAK >6-7 kali sehari, BAB >3-4 kali sehari)

• Breastmilk jaundice (BMJ)


• Awitan: 5-10 hari, berlangsung lebih lama
• Etiologi:
• Hambatan fungsi enzim glukuronil transferase (akibat: hasil
metabolisme progesteron dalam ASI  pregnandiol)
• Peningkatan sirkulasi enterohepatik (akibat: peningkatan aktivitas
beta-glukuronidase dalam ASI, keterlambatan pembentukan flora
usus pada bayi yang mendapat ASI)
Penilaian Klinis Ikterus

Area Tubuh Kadar Bilirubin (mg/dL)

Kepala dan leher 4-8


Kulit tubuh di atas pusat 5-12
Kulit tubuh di bawah pusat 8-16
dan paha

Lengan dan tungkai 11-18


Telapak tangan dan telapak > 15
kaki
Pendekatan Klinis
• Tentukan berat lahir, usia gestasi, usia postnatal
• Tentukan keadaan umum bayi (baik atau tampak sakit)
• Tentukan apakah termasuk ikterus fisiologis atau patologis
• Tentukan adanya pucat, bukti infeksi, perdarahan (memar),
penurunan berat badan
• Nilai tanda-tanda kernikterus

 Kadar bilirubin (direk/indirek)


 Golongan darah dan rhesus ibu dan bayi
 Hitung darah lengkap, hitung retikulosit, apusan
LAB:
darah tepi
 Coombs test pada bayi
 Konsentrasi G6PD
Tata Laksana Hiperbilirubinemia
Indirek
• Tujuan: menurunkan kadar bilirubin dan mencegah toksisitas
bilirubin

• Cara menurunkan kadar bilirubin


• Fototerapi
• Transfusi tukar
Tata Laksana Hiperbilirubinemia
pada Bayi Cukup Bulan yang Sehat
Usia Fototerapi Transfusi tukar
(Jam) (Kadar bilirubin total (Kadar bilirubin total
mg/dL) mg/dL)
≤24 10-12 20

25-48 12-15 20-25

49-72 15-18 25-30

>72 18-20 25-30


TATA LAKSANA HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI
CUKUP BULAN YANG SAKIT
Usia Fototerapi Transfusi tukar
(Jam) (Kadar bilirubin total (Kadar bilirubin total
mg/dL) mg/dL)
≤24 7-10 18

25-48 10-12 20

49-72 12-15 20

>72 12-15 20
Tata Laksana Hiperbilirubinemia
pada Bayi Prematur (<37 minggu)
Bayi sehat: Bayi sakit:
Kadar bilirubin total Kadar bilirubin total
(mg/dL) (mg/dL)

Berat badan Fototerapi TT Fototerapi TT

1.000 g 5-7 10 4-6 8-10

1.001-1.500 g 7-10 10-15 6-8 10-12

1.501-2.000 g 10 17 8-10 15

> 2.000 g 10-12 18 10 17


Fototerapi
• Setelah bilirubin menyerap cahaya, terjadi reaksi
fotokimiawi:

fotoisomerisasi
• Bilirubin indirek isomer bilirubin
(toksik↓, larut air)

isomerisasi struktural
• Bilirubin indirek lumibilirubin

Foto-oksidasi
• Bilirubin indirek produk larut air
Fototerapi
• Teknik
• Cuci tangan
• Letakkan bayi tanpa pakaian pada inkubator atau box bayi
• Pasang pelindung mata
• Bayi diletakkan pada jarak 25-50 cm dari lampu
• Mulai fototerapi
• Beri ASI setiap 2 jam
• Posisi bayi diubah setiap 2 jam
• Pantau suhu tubuh bayi tiap 2-4 jam
• Pantau produksi urin
• Pantau berat badan setiap hari
• Monitor kadar bilirubin
Komplikasi Fototerapi
• Peningkatan insensible water loss
• Diare
• Hipokalsemia
• Kerusakan retina
• Bronze baby syndrome
• Ruam kulit
• Hipertermia
• Pemisahan ibu dan bayi
Transfusi Tukar
• Darah yang digunakan:
• Inkompatibiltas Rhesus: darah segar, golongan O,
Rhesus negatif, dengan titer anti-A dan anti-B yang
rendah
• Inkompatibiltas ABO: darah segar, golongan O, Rhesus
yang sesuai dengan ibu dan bayi atau Rhesus negatif,
dengan titer anti-A dan anti-B yang rendah
Komplikasi Transfusi Tukar
cardiac failure
• Gangguan metabolik: hipoglikemia, hiperkalemia, hipokalsemia,
toksisitas sitrat
• Emboli udara
• Trombositopenia
• Sepsis
• Transmisi infeksi virus
• NEC
• Trombosis vena portal
Pemulangan
• Rekomendasi AAP: pemeriksaan bilirubin dan/atau penilaian faktor
risiko berkembangnya ikterus sebelum pemulangan
• Kapan follow up?
• Pemulangan pada < 24 jam  saat usia 72 jam
• Pemulangan pada 24-48 jam  saat usia 96 jam
• Pemulangan pada 48-72 jam  saat usia 120 jam

Penilaian lebih dini dapat diperlukan bila terdapat faktor risiko