Anda di halaman 1dari 25

Disusun Oleh: Pembimbing:

Raisha Triasari, S. Ked dr. Musdalipa


N 111 17 136 dr. Sumarni, M.Kes, Sp.GK

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TADULAKO
UPTD PUSKESMAS BULILI

PALU
2017
Latar Belakang
• Puskesmas adalah tulang punggung penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya
kesehatan perseorangan (UKP) dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif.
• Kehadiran Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sadar, mau, dan mampu untuk
hidup sehat. Serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan bermutu dan memiliki derajat kesehatan
yang optimal.

• Puskesmas Bulili merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dengan wilayah kerja di Kec. Palu
Selatan (luas wilayah 14,15 km2), terletak di Kel. Birobuli Selatan. Sampai pada tahun 2015 jumlah
penduduk di wilayah kerja Puskesmas Bulili berjumlah 19.855 jiwa, membuat keberadaan Puskesmas
Bulili merupakan hal krusial untuk masyarakat yang tinggal di daerah Palu Selatan khususnya Bulili.

• Puskesmas Bulili memiliki visi yaitu “terwujudnya masyarakat Bulili sehat secara mandiri”.

• Dengan misi, yaitu (1) Mendorong masyarakat untuk hidup sehat; (2) Meningkatkan sumber daya
manusia petugas kesehatan; (3) Menjalin kerja sama lintas sektor.

• UPTD Urusan Puskesmas Bulili memiliki motto, yakni “Gerak Serentak Menuju Terdepan”.
Rumusan Masalah
• Bagaimana pelayanan rawat inap di Puskesmas Bulili?

• Apa saja yang menjadi kendala dalam melakukan pelayanan pada pasien rawat inap di
Puskesmas Bulili?
Permasalahan
 Pelayanan Rawat Inap

- Merupakan pelayanan medis yang utama di puskesmas dan merupakan tempat untuk interaksi
antara pasien dan puskesmas berlangsung dalam waktu yang tidak lama.

- Berbagai kegiatan yang terkait dengan pelayanan rawat inap di puskesmas, yaitu; penerimaan
pasien, pelayanan medis (dokter), pelayanan perawatan oleh perawat, pelayanan penunjang medik,
pelayanan obat, serta administrasi keuangan.

- Pelayanan rawat inap pasien karena pertimbangan medis tertentu harus dirawat inap atau di
opname.

- Puskesmas dapat lebih intensif dalam pengontrolan kondisi fisik pasien dan obat-obatan yang harus
di konsumsi sehingga puskesmas dapat melakukan tingkat tertentu dalam mengevaluasi kondisi
pasien.
Permasalahan
 Tujuan Pelayanan Rawat Inap

- Memudahkan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif.

- Memudahkan menegakkan diagnosis pasien dan perencanaan terapi yang tepat.

- Memudahkan pengobatan dan terapi yang harus didapatkan oleh pasien.

- Mempercepat penyembuhan penyakit pasien.

- Memenuhi kebutuhan pasien sehari-hari yang berhubungan dengan penyembuhan penyakit,


termasuk pemenuhan gizi, dll
Permasalahan
 Pelayanan Rawat Inap Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

- SOP dalam pelayanan pasien darurat, gawat, dan gawat darurat. Dimulai dari pasien dijemput dari
teras UGD, ditempatkan di ruang sesuai pelayanan yang sesuai dengan penyakit, dokter dan
perawat melakukan pemeriksaan dan tindakan medis. Hingga semua hasil kegiatan dicatat dalam
buku registrasi pasien rawat inap.

- SOP dalam melakukan observasi pasien rawat inap. Antara lain perawat rawat inap mengobservasi
pasien setiap 15 menit atau setiap saat tergantung kondisi pasien sampai keadaan betul-betul stabil.
Setelah itu mencatat dan melaporkan kepada dokter jaga untuk diputuskan tindakan selanjutnya.
Permasalahan
 Kriteria Puskesmas Rawat Inap

- Terletak kurang lebih 20 km dari rumah sakit.

- Mudah dicapai dengan kendaraan beroda dua maupun beroda empat.

- Dipimpin oleh dokter dan telah mempunyai tenaga yang memadai.

- Jumlah kunjungan puskesmas minimal 100 orang per bulan.


Permasalahan
 Standar Ketenagakerjaan Puskesmas Rawat Inap

- Dokter yang telah mendapatkan latihan klinis selama 6 bulan dalam bidang bedah, obstetric-
gynekologi, pediatric dan interna.

- Seorang perawat yang telah dilatih selama 6 bulan dalam bidang perawatan bedah, kebidanan,
pediatric, dan penyakit dalam.

- Terdapat 2-3 orang perawat yang diberi tugas bergilir.


Permasalahan
 Standar Sarana-Prasarana

Nama Barang
Infus Set Tensimeter
Tabung O2 & Regulator Regulator Oksigen + selang oksigen
Termometer Digital Tabung O2 Lengkap
Tempat tidur pasien Timbangan dewasa
Stetoskop Tiang Infus
Kursiroda Trolli 2 tingkat
Torniquet Dispo
Kapas Alkohol
Masker Handskoen
Infus RL Infus NaCl
Permasalahan
 Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pelayanan Puskesmas Rawat Inap

- Kesadaran; Kesadaran para aparatur penyelenggara pelayanan.

- Aturan/Standar; Digunakan sebagai menjadi landasan dalam kerja layanan.

- Organisasi; Memungkinkan berjalannya mekanisme pelayanan guna mengorganisir fungsi


pelayanan,

- Keterampilan Petugas; Merupakan image terhadap kesan baik-buruknya suatu pelayanan tersebut.

- Sarana-Prasarana; Fasilitas yang disediakan untuk memberikan pelayanan kepada pasien sesuai
dengan standarisasi pelayanan yang telah ditetapkan.
Permasalahan
 Analisis perumusan masalah yang diperoleh dari hasil wawancara dan data-data di Puskesmas Bulili

- Masih kurangnya kesadaran perilaku petugas dalam melakukan pelayanan rawat inap.

- Masih kurangnya sarana dan prasarana di ruangan rawat inap.


Pembahasan
 Input
Input Keterangan

Sumber Daya Berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 penanggung jawab.


Manusia (SDM) Dan 10 anggota perawat.

Akses menuju rawat inap dapat dijangkau baik dengan


Akses
kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sumber Dana Anggaran dasar Puskesmas.

Waktu Pelaksanaan 1 x 24 jam.


Pembahasan
 Input
Input Keterangan

Ruangan Kamar Rawat Inap:


- 2 ruangan berbeda, yaitu ruang Avicena (4 buah jendela
dan gorden) dan ruang Florence (1 jendela dan gorden)
- 6 unit tempat tidur Avicena dan 3 unit di Florence
- 9 unit meja dan kursi untuk dua ruangan
Sarana & Prasarana
- 3 unit kamar mandi dan kipas angin untuk dua ruangan
- 9 unit jendela untuk dua ruangan

Inspeksi pelayanan:
- Pemberian observasi
Pembahasan
 Input
Input Keterangan

Peraturan Menkes RI Nomor 71 Tahun 2013 tentang


Pelayanan Kesehatan pasal 1 ayat (6) Pelayanan kesehatan
tingkat pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang
bersifat non-spesialistik (primer) meliputi pelayanan rawat
jalan dan rawat inap, dan ayat (8) Rawat inap tingkat pertama
adalah pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non-
Pedoman
spesialistik dan melaksanakan pada fasilits kesehatan tingkat
Pelaksanaan
pertama untuk keperluan observasi, perawatan, diagnosis,
pengobatan dan pelayanan medis lainnya. 7

Peraturan Menkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat


Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi
menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat.
Pembahasan
 Input

- Peningkatan sarana dan prasarana sangat penting demi memenuhi tuntutan berobat masyarakat
yang semakin tinggi.seperti ketersediaan peralatan medis dan fasilitasnya, juga sarana pendukung
seperti pendingin ruangan, perluasan gedung puskesmas dan peningkatan ketersediaan jumlah dan
jenis obat-obatan.

- Ilmu manajemen pelayanan rawat inap memiliki peran penting untuk menjaga standar kualitas
peralatan, sarana, dan prasaran, serta Sumber Daya Manusia agar memberikan kuatlitas terbaik
untuk masyarakat.
Pembahasan
 Proses

- Perencanaan; Permasalahan yang telah dirumuskan pada rapat sebelumnya dapat dirumuskan
masalah utamanya dan diprioritaskan untuk ditangani terlebih dahulu demi mencapai indikator
keberhasilan yang ditetapkan.

- Pengorganisasian; Pelayanan rawat inap di Puskesmas Bulili diinstruksikan dari kepala Puskesmas
sebagai pemegang otoritas tertinggi, kemudian dari kepala puskesmas memilih pelaksana terkait.

- Pelaksanaan; Pelayanan unit gawat darurat klinik perawatan di Puskesmas Bulili akan ditentukan
untuk pasien akan dirawat atau tidak.

- Pemantauan; Pengadaan rapat dengan tujuan mengevaluasi kembali kendala pelayanan rawat inap
di Puskesmas Bulili.
Pasien Datang

Pembahasan Sadar Penuh


Pemeriksaan Kesadaran (GCS)

Penurunan Kesadaran

 Proses Anamnesis ABC

Konsultasi

Berikut alur pelayanan unit


gawat darurat klinik perawatan Menolak Inform Consen

Puskesmas Bulili.
Tindakan Terapi

Observasi

Rawat Jalan Rawat Inap Rujuk

Asuhan Keperawatan Menurut KDM

Sembuh

Selesaikan Administrasi

Pulang
Pembahasan
o Output

- Hasil pemantauan dan evaluasi digunakan untuk mengukur kinerja dan memperoleh gambaran hasil
Pelayanan Rawat Inap yang sekaligus menjadi indikator dalam penilaian akreditasi Puskesmas Bulili.

- Indikator pemantauan dan evaluasi kinerja Puskesmas meliputi akses masyarakat, kualitas
pelayanan, masalah yang dihadapi, dan dampak yang terjadi pada Pelayanan Rawat Inap.
Pembahasan
2015 2016 2017
Tahun/Bulan
o Output UMUM JKM UMUM BPJS UMUM BPJS
Januari 12 26 5 34 5 24
Data kunjungan pasien
Februari 17 28 9 38 3 26
Rawat Inap Puskesmas
Bulili. Maret 12 32 11 36 4 25
April 15 30 12 33 4 31
Mei 14 25 11 25 4 18
Juni 8 21 11 29 10 21
Juli 8 20 3 20 12 26
Agustus 20 20 4 26 4 47
September 24 24 4 35 7 23
Oktober 31 31 4 24 12 36
November 19 19 2
Desember 34 34 5
Total 214 310 81 300 65 277
Pembahasan
• Implementasi di Puskesmas Bulili

- Poin ini belum dapat terpenuhi.


- Pencapaian tidak dapat dinilai karena indikator belum dapat ditentukan dan data tidak terkumpul
secara menyeluruh.
- Kendala disebabkan kurangnya sarana dan prasarana.
- Sejauh ini fasilitas di Puskesmas Bulili cukup lengkap namun masih ada beberapa kekurangan seperti
alat rontgen dan alat-alat medis lainnya. Tidak ada salahnya jika sebuah puskesmas memiliki alat
penyakit dalam tersebut sehingga jika ada pasien memiliki luka atau penyakit dalam bisa segera
diketahui.
- Sehingga lebih mudah dan cepat dalam menentukan langkah berikutnya apakah dirujuk ataupun
tidak perlu.
Penutup
 Kesimpulan

- Pelayanan rawat inap meliputi keperluan observasi, diagnosis, terapi, rehabilitasi medis dan
pelayanan medis lainnya.

- Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan rawat inap di Puskesmas Bulili adalah
kurangnya sarana prasarana dalam pelayanan rawat inap.

- Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan rawat inap pada Puskesmas Bulili adalah perilaku
petugas dan sarana-prasarana (fasilitas) yang disediakan.
Penutup
 Saran

- Agar pelayanan rawat inap dapat terlaksanan dengan baik, maka diharapkan kepada pihak
Puskesmas Bulili dapat melengkapi sarana dan prasarana.

- Kepada instansi terkait dapat menambahkan anggaran untuk Puskesmas Bulili sehingga dapat
meningkatkan fasilitas, sarana dan prasarana sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan bisa
tercapai secara optimal dan menimbulkan kepuasan kepada masyarakat.

- Agar pimpinan yang dalam hal ini adalah Kepala Puskesmas Bulili untuk lebih jeli dan tegas lagi
terhadap para pegawat yang belum mampu melaksanakan atau menjalankan pelayanan sesuai
dengan SOP yang telah ditetapkan sehingga pencapaian tujuan belum bisa dicapai dengan optimal.
Lampiran

Wawancara dengan penanggung jawab Rawat Inap Puskesmas Bulili

Ruang Rawat Inap Avicena dan Florence


Lampiran

Alur pelayanan UGD Klinik


Timpat Tidur pada ruangan Rawat Inap
Perawatan Puskesmas Bulili
Terima Kasih