Anda di halaman 1dari 13

IMUNISASI

Disusun oleh:
Raisha Triasari
(N 111 17 136)

Pembimbing:
dr. Achmad Yudha, Sp. A
Imunisasi adalah…
 Usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak
terhadap penyakit tertentu.
 Pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif
dan murah.
 Terutamadiberikan pada anak-anak karena sistem kekebalan
tubuh mereka masih rentan dan belum sebaik orang dewasa.
Vaksinasi adalah…
 Tindakan yang dengan sengaja memberikan paparan pada suatu
antigen yang berasal dari suatu patogen.
 Antigen
yang diubah (dilemahkan atau dimatikan) sehingga
patogenisitasnya hilang, tetapi mengandung sifat antigenisitas.
 Memberikan “infeksi ringan” yang tidak berbahaya namun cukup
untuk menyiapkan respon imun.
Jenis Vaksin
Vaksin Live Attenuated Vaksin Inactivated
Berasal dari virus hidup seperti campak, rubella, Berasal dari seluruh virus yang tak aktif, contoh
rotavirus, demam kuning. influenza, polio, rabies, hepatitis A.
Atau dari seluruh bakteri yang tak aktif seperti
Atau dari bakteri seperti BCG dan demam tifoid oral.
pertussis, tifoid, kolera, lepra.
Bersifat labil dan dapat mengalami kerusakan bila Bisa juga dari polisakarida murni ataupun gabungan
kena panas dan sinar. polisakarida.
Harus terus berkembang biak (replikasi) di dalam Tidak hidup dan tidak dapat tumbuh, maka seluruh
tubuh resipien. dosis antigen dimasukkan dalam suntikan.
Tata Cara Pemberian Imunisasi

Berikan vaksin
Periksa dengan teliti dengan teknik yang
vaksin dan jadwal benar (jarum suntik,
Melakukan tanya sudut jarum, lokasi
jawab dengan orang pemberian.
Memberitahukan suntikan, dan posisi
secara rinci tentang tua atau bayi penerima
resiko imunisasi dan pengasuhnya vaksin)
resiko apabila tidak sebelum iimunisasi.
divaksinasi.
Setelah Imunisasi

Berilah petunjuk
kepada orang tua apa Catat imunisasi
yang harus dilakukan dalam rekam medis Catatan imunisasi
ketika kejadian reaksi pribadi dan dalam secara rinci harus Periksa status
biasa atau berat. rekam klinis. disampaikan kepada imunisasi anggota
Dinas Kesehatan bidang keluarga lainnya dan
Pemberantasan tawarkan vaksinasi
Penyakit Menular. untuk mengejar
ketinggalan bila
diperlukan.
Penyimpanan
Vaksinharus didinginkan pada
temperature 2-8°C dan tidak membeku.
Sejumlah vaksin seperti DPT, Hib,
Hepatitis B, dan Hepatitis A, menjadi
tidak aktif bila beku.
Caption

Cara Penyuntikan Jarum Vaksin


Tempat Penyuntikan yang Dianjurkan
Vaksinasi yang dianjurkan Pemerintah 2010
Tuberculosis Hepatitis A
Influenza Hepatitis B
DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) Pneumokokus
Poliomielitis Rotavirus
Campak Yellow Fever
MMR (Campak, Gondong, Rubella) Japanese encephalitis
Haemophilus Influenza Tipe B Meningokokus
Demam Tifoid Varisela
Kesimpulan
 Upayapencegahan penyakit dapat dilakukan dengan
meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh dalam
menghadapi ancaman penyakit yang dilakukan dengan
pemberian imunisasi.
 Imunisasi
dasar pada anak usia dibawah 2 tahun
sangat penting untuk dilakukan karena bisa
menurunkan angka kesakitan dan kematian yang dapat
dicegah walaupun imunisasi tidak menjamin 100%
seseorang tidak akan terjangkit penyakit tersebut.
 Jikaimunitas pada masyarakat tinggi, maka risiko
terjadinya penularan dan wabah juga akan berkurang.