Anda di halaman 1dari 21

Berat Bayi Lahir Rendah

NAMA KELOMPOK

• NI LUH PUTU PUSPA DEWI


(P07120215049)
• NI MADE ARI RENI JAYANTI
(P07120215064)
Berat Bayi Lahir Rendah
Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat badan kurang dari 2500 gram
pada waktu lahir. (Sofian,2012)
Dalam hal ini dibedakan menjadi :
• Prematuritas murni
Yaitu bayi pada kehamilan < 37 minggu dengan berat badan sesuai
• Small for date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan (KMK) adalah bayi yang
berat badannya kurang dari seharusnya umur kehamilan.
• Retardasi pertumbuhan janin intrauterin (IUGR)
Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan rendan dan tidak sesuai dengan usia
kehamilan.
• Light for date sama dengan small for date
• Dismaturitas
Suatu sindrom klinik dimana terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan
janin dengan lanjutnya kehamilan atay bayi-bayi yang lahir dngan Berat Badan
tidak sesuai dengan tuanya kehamilan. Atau bayi dengan gejala intrauterine
malnutrition or wasting.
• Large for date
Adalah bayi yang diolahirkan lebih besar dari seharusnya tua kehamilan, misal
pada diabetes melitus.
Tanda danGejala
1. Sebelum bayi lahir
• Pada anamnese sering di jumpai adanya riwayat
abortus, partus prematurus dan lahir mati
• Pergerakan janin yang pertama terjadi lebih
lambat, gerakan janin lebih lambat walaupun
kehamilannya sudah agak lanjut
• Pertambahan berat badan ibu lambat dan tidak
sesuai menurut yang seharusnya- sering di
jumpai kehamilan dengan oligradramnion
gravidarum atau perdarahan anterpartum
• Pembesaran uterus tidak sesuai tuanya
kehamilan
Lanjutan….

2. Setelah bayi lahir


• Bayi dengan retadasi pertumbuhan intra uterin
• Bayi premature yang lahir sebelum kehamilan 37
minggu
• Bayi small for date sama dengan bayi dengan
retardasi pertumbuhan intrauterine
• Bayi prematur kurang sempurna pertumbuhan
alat-alat dalam tubuhnya
(Tim Adaptasi Indonesia, 2009)
Pohon Masalah
Pemeriksaan Diagnostik
• Analisa gas darah ( PH kurang dari 7,20 ).
• Penilaian APGAR Score meliputi (Warna kulit,
frekuensi jantung, usaha nafas, tonus otot dan
reflek).
• Pemeriksaan EEG dan CT-Scan jika sudah timbul
komplikasi.
• Pengkajian spesifik/
• Pemeriksaan fungsi paru/
• Pemeriksaan fungsi kardiovaskuler/
(Pediatric.com)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Penunjang : (Saifudin, 1991)
• Jumlah sel darah putih : 18.000/mm3, netrofil meningkat sampai
23.000-24.000/mm3, hari pertama setelah lahir (menurun bila ada
sepsis).
• Hematokrit (Ht) : 43% - 61% (peningkatan sampai 65% atau lebih
menandakan polisitemia, penurunan kadar menunjukkan anemia atau
hemoragic prenatal/perinatal).
• Hemoglobin (Hb) : 15-20 gr/dl (kadar lebih rendah berhubungan
dengan anemia atau hemolisis berlebihan).
• Bilirubin total : 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan , 8 mg/dl 1-2
hari, dan 12 mg/dl pada 3-5 hari.
• Destrosix : tetes glukosa pertama selama 4-6 jam pertama setelah
kelahiran rata-rata 40-50 mg/dl meningkat 60-70 mg/dl pada hari
ketiga.
• Pemantauan elektrolit (Na, K, Cl) : biasanya dalam batas normal pada
awalnya.
• Pemeriksaan Analisa data gas darah.
Penatalaksanan Medis
Menurut Rukiyah, dkk (2010) perawatan pada bayi berat lahir rendah
(BBLR) adalah :
• Mempertahankan suhu tubuh dengan ketat. BBLR mudah mengalami
hipotermi, oleh sebab itu suhu tubuh bayi harus di pertahankan
dengan ketat.
• Mencegah infeksi dengan ketat. BBLR sangat rentan dengan infeksi,
memperhatikan prinsip-prinsip pencegah infeksi termasuk mencuci
tangan sebelum memegang bayi.
• Pengawasan nutrisi (ASI). Refleks menelan BBLR sebelum sempurna,
oleh sebab itu pemberian nutrisi di lakukan dengan cermat.
• Penimbangan ketat. Perubahan berat badan mencerminkan kondisi
gizi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh, oleh sebab itu
penimbangan dilakukan dengan ketat.
• Kain yang basah secepatnya di ganti dengan kain yang kering dan
bersih, pertahankan suhu tubuh tetap hangat.
• Kepala bayi di tutup topi, beri oksigen bila perlu.
• Tali pusat dalam keadaan bersih.
• Beri minum dengan sonde/ tetes dengan pemberian ASI
Pengkajian Keperawatan
Menurut pola fungsi Gordon, 1982, terdapat 11
pengkajian pola fungsi kesehatan:
1. Pola Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan:
Secara umum pada pola ini dikaji mengenai :
– Pandangan ibu mengenai sehat dan sakit ?
– Apakah ibu memahami keadaan kesehatan dirinya?
– Apakah jika sakit ibu segera berobat ke dokter,
ataukah menggunakan obat tradisional?
– Apakah ibu sudah memeriksakan dirinya sebelum ke
rumah sakit?
– Bagaimana cara ibu untuk menjaga kesehatan dirinya
dan janinya ?
Lanjutan...
2. Pola Nutrisi: Pada pola nutrisi, untuk pasien yang mengalami gangguan
pemenuhan cairan dan elektrolit (kelebihan atau kekurangan volume cairan
tubuh) dapat di fokuskan dikaji mengenai :
– Apakah Warna kulit kemerahan / pink ?
– Apakah Bayi terpasang infus D 10% 8 tpm micro ?
– Apakah Bayi terpasang NGT no. 5 ?
– Apakah Saat diberi minum bayi kelihatan malas menghisap ?
– Apakah Bayi menghabiskan PASI 5 cc ?
3. Pola Eliminasi: Menggambarkan pola fungsi ekskresi tubuh (kandung
kemih, kulit). Pada pasien yang mengalami gangguan pemenuhan cairan
tubuh (kekurangan atau kelebihan volume cairan) fokus yang dikaji
mengenai :
– Berapakah frekuensi setiap kali buang air besar selama di rumah dan di rumah
sakit ?
– Bagaimanakah konsistensi feses ibu dalam buang air besar?
– Bagaimana warna feses saat buang air besar ?
– Berapakah frekuensi setiap kali buang air kecil selama di rumah dan di rumah
sakit ?
– Berapakah jumlah urine keluar saat buang air kecil ?
– Bagaimana warna urin saat buang air kecil ?
Lanjutan...
4. Pola Aktivitas – Latihan : Penekanan yang
dikaji pada pola ini berupa :
– Kemampuan perawatan diri
– Kebersihan diri
– Aktivitas sehari-hari
– Rekreasi
– Olahraga
Lanjutan....
5. Pola Istirahat – Tidur :
– Bagaimanakah pola tidur pasien selama sakit? Yang
digambarkan dengan pukul berapa pasien mulai tidur
dan sampai pukul berapa pasien tidur saat malam
hari?
– Bagaimana frekuensi tidur pasien selama sakit? Yang
digambarkan dengan berapa lama pasien tidur
malam?
– Dari dan sampai jam berapa pasien tidur di siang hari
?
– Apakah pasien sering terbangun dini hari ?
– Adakah gangguan pada saat pasien tidur ?
– Berapa jumlah jam tidur pasien selama sehari ?
Lanjutan...
6. Pola Kognitif-Persepsi : Penekanan yang dikaji
pada pola ini pada umunya dikaji mengenai :
– Bagaimana cara pembawaan pasien saat bicara?
Apakah normal, gagap, atau berbicara tak jelas?
– Bagaimanakah tingkat ansietas pada pasien?
– Apakah pasien mengalami nyeri?
Lanjutan...
7. Pola Persepsi Diri – Konsep Diri:Pengkajian
pola ini pada umumnya dikaji mengenai :
• Body image/gambaran diri
• Role/peran
• Identity/identitas diri
• Self esteem/harga diri
• Self ideals/ideal diri
Lanjutan....
8. Peran – Hubungan:Pada pola ini pada umumnya
dikaji mengenai :
– Apakah pekerjaan pasien?
– Bagaimanakah kualitas pekerjaan pasien?
– Bagaimanakah pasien berhubungan dengan orang
lain?
9. Seksual dan Reproduksi :Pada pola ini pada
umumnya dikaji mengenai :
– Kapan terakhir menstruasi ?
– Apakah ada keluhan saat menstruasi ?
– Apakah rutin melakukan pemeriksaan payudara/testis
?
– Apakah ada riwayat penyakit sebelumnya ?
Lanjutan...
10. Koping – Toleransi Stres : Pengkajian pada
pola pada umumnya dikaji mengenai bagaimana
pasien menangani masalah yang dimiliki dan
bagaimana cara pasien menggunakan system
pendukung dalam menghadapi masalah.
11. Nilai – Kepercayaan :Pada pola inipada
umumnya dikaji mengenai bagaimana pasien
memandang secara spiritual serta keyakinannya
masing-masing.
Diagnosa Keperawatan
1. Risiko ketidakseimbangan suhu tubuh
2. Risiko infeksi
3. Ikterik neonatus
4. Ketidakefektifan pola napas
5. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
6. Diskontinuasi pemberian ASI
7. Disfungsi motilitas gastrointestinal
Rencana Keperawatan
• Implementasi
Dilakukan berdasarkan intervensi.

• Evaluasi
– Evaluasi Formatif : evaluasi segera terhadap klien
terhadap respon langsung pada intervensi
keperawatan.
– Evaluasi Sumatif : evaluasi rekapitulasi mengenai
status kesehatan klien terhadap waktu.

Poer.(2012)
TERIMA KASIH