Anda di halaman 1dari 42

Anatomi

DAN FISIOLOGI
KULIT & KELAMIN

KEPANITERAAN KULIT & KELAMIN


PERIODE 28 JANUARI- 2 MARET 2019
FK YARSI DAN FK UKRIDA
RSUD KOJA
Struktur Kulit dan Jaringan Subkutan
• Kulit (integumen®integere (Latin) = menyelubungi): Menyelimuti
permukaan luar tubuh secara kontinu
• Organ terbesar – menutupi area 1.5-2 m2 (15% BB)
• Dua jenis kulit yang melapisi tubuh:
• Kulit tebal: melapisi telapak tangan, kaki, dan jemari
• Kulit tipis: melapisi permukaan tubuh lain
• Terdiri atas 3 lapisan utama:
• Epidermis
• Dermis
• Hipodermis/subkutis
ANATOMI KULIT
EPIDERMIS
• Merupakan jar. epitel berlapis
gepeng dengan lapisan tanduk
• Hanya terdiri atas sel epitel,
tidak mengandung pembuluh
darah maupun pembuluh limf
• Nutrien didapat dari pembuluh
kapiler pd lapisan dermis yg
berdifusi melalui cairan
jaringan serta membran basal
Stratum Basale
• Selapis epitel sel kuboid/ low columnar
epithel
• 3 tipe
1. Keratinosit
2. Melanosit
3. Sel Merkel

Stratum Spinosum
• Lapisan paling tebal
• Beberapa lapis sel poligonal ® pd mikroskop
cahaya permukaan sel seakan berduri
• Dg mikroskop elektron: duri/spina tsb
merupakan desmosom
Stratum Granulosum
• Terdiri atas 2 – 3 lapis sel gepeng
• Sitoplasma mengandung granula
basofilik ® granula keratohialin
granules (KG)
• KG mengandung profilagin dan
laricrin
• Profilagin pecah jadi filagrin terus
bergabung dgn KIF membentuk
makrofilamen
• Beberapa filagrin pecah jd As.
Urokonat -> kelembapan stratum
korneum + saring UV
• Laricrin gabung dgn desmosome dan
berikatan dgn plasma keratinosit
menghasilkan CCE -> jadi bagian
sawar kulit di stratum korneum.
Stratum Lucidum
• Hanya ditemukan pada kulit tebal
• Terdiri atas 1-2 lapis sel yang
tembus cahaya dan agak agak
eosinofilik ® tampak kemerahan
• Selnya tidak berinti dan tidak
mempunyai organel
• Ikatan antar sel kurang erat
Stratum Korneum
• Lapisan paling luar
• Berlapis-lapis sel pipih/ gepeng tak berinti
• Sitoplasmanya digantikan oleh zat tanduk/keratin
• Lapisan paling atas merupakan zat tanduk yang kering dan selalu
mengelupas
• Korneosit - penguatan terhadap trauma mekanis + produksi sitokin utk
proses peradangan dan perlindungan dari UV.
SEL-SEL EPIDERMIS
Keratinosit
• Sel terbanyak (85% - 95%)
• Berasal dari lapis embrional ektoderm
permukaan
• Mengalami keratinisasi ® menghasilkan
lapisan yg kedap air
• Proses keratinisasi berlangsung selama
2 – 3 minggu, mulai dari proliferasi,
diferensiasi, kematian sel, dan
deskuamasi
SEL-SEL EPIDERMIS
Melanosit
• Meliputi 7 – 10% sel epidermis
• Berasal dari lapisan neuroektoderm (krista
neuralis)
• Sel kecil, bercabang denritik panjang dan
tipis
• Jumlah terbanyak pd kulit muka dan
genitalia eksterna
• Jumlah melanosit relatif sama pd tiap
individu yg berbeda pd ras yg berbeda
• Perbedaan warna kulit terutama ditentukan
oleh aktifitas pembentukan melanin
SEL-SEL EPIDERMIS
Sel Langerhans
• Merupakan sel dendritik yang berbentuk bintang
(stelata)
• Ditemukan di antara keratinosit pd daerah atas
stratum spinosum
• Permukaan selnya mempunyai reseptor permukaan
penanda imunologis yang mirip makrofag.
• Berfungsi mengikat antigen dan merupakan sel
pembawa antigen ® sehingga limfosit T bereaksi
terhadap antigen yang dibawanya
• Peran penting dalam respon alergi kontak (dermatitis
kontak) dan respon imun selular lsinnya pd kulit
• Semula diduga berasal dari krista neuralis, tetapi
ternyata berasal dari sel prekursor dlm sumsum
tulang, jadi berasal dari mesoderm
SEL-SEL EPIDERMIS
Sel Merkel
• Jumlah paling sedikit
• Berasal dari krista neuralis
• Terdapat pd stratum basal kulit tebal
terutama pd ujung jari
• Terdapat juga pd folikel rambut dan mukosa
mulut
• Sel besar, sitoplasma bercabang pendek
• Serat saraf tak bermielin tampak menembus
membran basalnya, melebar seperti cakram
dan menempel pd bagian basal sel.
• Kemungkinan berfungsi mekanoreseptor
DERMIS
• 0.2-4 mm, dibawah epidermis dan lebih tebal dibanding epidermis
• Serabut kolagen, elastin
• Dibagi dua :
a. Pars papilare : menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf
dan pembuluh darah
b. Pars retikulare : menonjol ke subkutan, terdiri atas serabut
penunjang
• Pembuluh darah, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, folikel rambut
dan akar kuku
• Ujung saraf sensorik jaringan otot
DERMIS
• Papilla dermis – area sensitif
• Dua macam papila dermis:
• Papil vaskular: berisi pembuluh kapiler
• Papil saraf: berisi badan akhir saraf sensorik (badan Meissner)
• Epidermis di permukaan tonjolan dermis membentuk rigi (pematang)
dg alur di antaranya  khas pd telapak tangan, kaki dan jemari 
sidik jari
• Sidik jari: khas pd tiap individu dan polanya mulai terbentuk pd bulan
ke 3 – 4 kehidupan janin.
DERMIS

Pada bagian yg lebih dalam


jalinannya tidak begitu rapat, terisi
jaringan lemak, kelenjar keringat
dan kelenjar sebasea, folikel
rambut, serta badan Vater Paccini.
DERMIS
• Pd tempat-tempat tertentu ditemukan
juga muskulus arektor pili.
• Lapisan retikular yg paling dalam
menyatu dengan hipodermis
• Sel dlm dermis: fibroblas, sel lemak,
makrofag, sel mast. Pd daerah
berpigmen ditemukan juga melanosit
SUBKUTIS
• Kelanjutan dermis
• Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel lemak di dalamnya
• Terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening
• Tebal tipisnya lemak tergantung lokasinya
• Vaskularisasi kulit : pleksus superfisial, pleksus profunda
KELENJAR KERINGAT
• Merokrin(ekrin)
• Apokrin
• Kelenjar tubulus sederhana
• Duktus: sel epitel kuboid
berlapis(dermis) dan
keratinosit(epidermis)
• Sel mioepitel -- parasimpatis
KELENJAR SEBASEA
• Lokasi
• seluruh tubuh yang berambut
• bibir, kelopak mata, glans penis labia mayora dan puting susu
• kecuali telapak tangan dan kaki
• Dermis dan hipodermis
RAMBUT
• Bangunan berzat tanduk
• Lokasi
• Seluruh tubuh
• Kecuali bibir, sisi ventral telapak tangan dan kaki, glans penis, glands klitoris,
labia mayor
• Dihasilkan oleh folikel rambut
• Pertumbuhan epitel permukaan ke lapisan dermis
• Bagian-bagian folikel rambut
• Akar rambut
• Batang rambut
STRUKTUR RAMBUT DAN FOLIKEL
• 3 jenis : lanugo, velus, rambut tipe
terminal
• 3 zona
1. Bulb
2. Akar
3. shaft
• 3 lapisan
1. Medulla
2. Korteks
3. kutikula
AKAR RAMBUT
• Bulbus pili
• pangkal folikel yang menggembung
• sel-sel epitelial aktif membelah
• lanjutan sel-sel stratum basal dan spinosum
• Mengitari papil pili (Jringan ikat dan saraf)
• Papil pili
• Papil dermis yang menembus ke bulbus pili
BATANG RAMBUT
• Sel folikel pada papil rambut yang paling
dalam
• Sel matriks
• Tetap aktif mitosis
• Medula, korteks dan kutikula rambut
• Terdiri atas
• Korteks
• Medula
• kutikula rambut
MUSCULUS AREKTOR PILI
• Otot polos
• Berinsersi di papil dermis
• Saraf simpatis
• Menegakkan rambut
• Merinding (Goose flesh)
• Ketakutan
• Kedinginan
KUKU

• Lempeng keratin keras


• Bersifat protektif
• Lokasi dorsal ujung jari
• Asal dari epidermis
BAGIAN KUKU
a. Matriks kuku  merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru
b. Dinding kuku (nail wall) merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan
atas
c. Dasar kuku (nail bed) merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku
d. Alur kuku (nail grove) merupakan celah antar dinding dan dasar kuku
e. Akar kuku (nail root)  merupakan bagian proksimal kuku
f. Lempeng kuku (nail plate) merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku
g. Lunula merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih didekat akar kuku berbentuk
bulan sabit, sering tertutup oleh kulit
h. Eponikium (kutikula) merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi bagian
permukaan lempeng kuku
i. Hiponikium merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge) menebal.
FISIOLOGI KULIT
• Fungsi Proteksi
Kulit melindungi bagian dalam tubuh manusia terhadap
• Gangguan fisik maupun mekanik seperti :tekanan, gesekan, tarikan,
gangguan kimiawi seperti : zat-zat kimia iritan (lisol, karbol, asam, atau
basa) gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi tau sinar
ultraviolet, gangguan kuman, jamur, bakteri atau virus.

• Fungsi Absorpsi
Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air, larutan, maupun benda padat.
Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi,
kelembaban udara, metabolisme dan jenis vehikulum zata yang menempel
di kulit. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, saluran kelenjar atau
saluran keluar rambut.
FISIOLOGI KULIT
• Fungsi Ekskresi
Kelenjar-kelenjar pada kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna
atau sisa metabolisme dalam tubuh misalnya NaCl, urea, amonia, dan
sedikit lemak.

• Fungsi Pengindra (Sensori)


Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis.
Menerima rangasangan dingin dan rangsangan panas diperankan oleh
badan Krausse. Badan taktil Meissner yang terletak di papil dermis
menerima rangsang rabaan.
FISIOLOGI KULIT
• Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh (Termoregulasi)
Kulit melakukan peran ini dengan cara mengeluarkan keringat dan
mengerutkan otot dinding pembuluh darah kulit.

• Fungsi Pembentukan Pigmen (Melanogenesis)


Sel pembentuk pigmen kulit (melanosit) terletak di lapisan asal
epidermis. Pajanan sinar matahari mempengaruhi produksi melanin.
Bila pajanan bertambah, produksi melanin akan meningkat.
FISIOLOGI KULIT
• Fungsi Produksi Vitamin D
Ternyata kulit juga dapat membuat vitamin D. Namun produksi ini masih
lebih rendah dari kebutuhan tubuh akan vitamin D sehingga diperlukan
tambahan vitamin D dari luar melaui makanan.

• Fungsi Keratinisasi
Proses keratinisasi sel dari sel basal sampai sel tanduk berlangsung selama
14-21 hari. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berguna untuk fungsi
rehabilitasi kulit agar selalu dapat melaksanakan fungsinya secara baik.
Pada beberapa macam penyakit kulit proses ini terganggu, sehingga kulit
akan terlihat bersisik, tebal, dan kering.
ALAT KELAMIN
ALAT KELAMIN LAKI-LAKI
STRUKTUR LUAR
1. Penis
Penis terdiri dari :
a. Pangkal / Akar(radix) (menempel pada didnding perut)
b. Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
c. Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih)
terdapat di ujung glans penis. Dasar glans penis disebut korona. Pada
pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium)
membentang mulai dari korona menutupi glans penis.
ALAT KELAMIN LAKI-LAKI
2. Skrotum
Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi
testis. Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis,
karena agar sperma terbentuk secara normal.
3. Testis
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di
dalam skrotum. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
Testis memiliki 2 fungsi, yaitu :
- menghasilkan sperma
- membuat testosteron (hormon seks pria yang utama)
STRUKTUR DALAM
1. Vas deferens
merupakan saluran yang membawa
sperma dari epididimis. Saluran ini
berjalan ke bagian belakang prostat
lalu masuk ke dalam uretra dan
membentuk duktus ejakulatorius.
Struktur lainnya (misalnya pembuluh
darah dan saraf) berjalan bersama-
sama vas deferens dan membentuk
korda spermatika.
2. Uretra
Terdiri dari tiga bagian yaitu uretra
pars prostatika, pars membranasea,
pars spongiosa.
- Pars prostatika
- Pars membranasea
- Pars spongiosa

Uretra berfungsi 2 fungsi yaitu


Bagian dari sistem kemih yang
mengalirkan air kemih dari
kandung kemih dan Bagian dari
sistem reproduksi yang
mengalirkan semen.
3. Kelenjar prostat
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan
mengelilingi bagian tengah dari uretra.
Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan
pertambahan usia. Prostat menghasilkan cairan yang merupakan sumber
makanan bagi sperma. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen.
Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari
kelenjar lendir di dalam kepala penis.
4. Vesikula seminalis
Struktur yang didalam berbentuk tabung berkelok-kelok. Berfungsi
menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.
Kedua saluran vasikulasi masing-masing bersatu membentuk duktus
deferent kemudian menjadi duktus ejakulasi
ALAT KELAMIN PEREMPUAN
GENITALIA EKSTERNA
1. Vulva
2. Mons pubis / mons veneris
3. Labia mayora
4. Labia minora
5. Clitoris
6. Vestibulum
7. Introitus / orificium vagina
ALAT KELAMIN PEREMPUAN
GENITALIA INTERNA
1. Vagina
2. Uterus
3. Tuba uterina falopii
4. Ovarium