Anda di halaman 1dari 48

AGEN AGEN INFEKSIUS

A.A. Ngurah Nara Kusuma, S.Pd., M.Si

STIKES BINA USADA BALI


OUTLINE :
1. VIRUS
2. BAKTERI
3. JAMUR
4. RICKETSIA
5. CHLAMYDIA
6. INFEKSI OPORTUNISTIK
7. PENCEGAHAN
TRANSMISI
1. Mikroorganisme
patogen
2. Parasit obligat (Tumbuh
pada sel hidup)
3. Ukuran kecil : 20-300
nm) (Dapat dilihat
menggunakan
microscop elektron).
Gambar : Struktur Virus

Bacteriofage
DNA
Kapsid
Protein Kapsid
Protein
DNA Animal virus

RETROVIRUS

DNA

Kapsid
Protein

by gomes.hada@gmail.com 4
Nama Virus dan Penyakit yang ditimbulkannya

Virus DNA Poxvirus Campak, cacar, myxomatosis pada kelinci, dan


penyakit pada burung hantu.

Herpesvirus Infeksi Mulut dan alat kelamin manusia, tumor

Adenovirus Infeksi Usus & alat pernapasan manusia,


konjungtivitis, dan Tumor.

Papovavirus Kutil pada manusia dan kanker pada hewan

Virus RNA Paramyxovirus NCD (tetelo pada ayam)


Myxovirus Influenza
Retrovirus Tumor kelenjar susu, leukemia, AIDS dan sarkoma
rous pada ayam

Rhabdovirus Rabies
Reovirus Muntah dan diare
Togavirus Demam berdarah
Picornavirus Infeksi perut, poliomyelitis, dan hepatitis A.
by gomes.hada@gmail.com 6
Virus menginfeksi sel manusia

Respiratory transmission
Influenza virus
Faecal-oral transmission
Enterovirus (flu singapur)
Blood-borne transmission
Hepatitis B virus
Sexual Transmission
HIV
Animal or insect vectors
Rabies virus
Virus Reproduction

Litic cycle

Adsorpsi
. Virus replication through
in 2 phase, that is cycle of
Penetrating
litic and cycle lisogenic.
Reproduction phase there is
5 that is phase : Sintesis

-adsorbsi,
- penetrating, Maturation
-sintesis,
-maturation and
Lisis
- lisis

8
Virus Role

Influenza virus Hepatitis virus

AIDS virus Ebola virus 9


Virus Role

Smallpox virus Polio virus

Gondong virus Herpes virus 10


BAKTERI

adalah kelompok organisme yang tidak


memiliki membran inti sel. Organisme ini
termasuk ke dalam domain prokariota dan
berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta
memiliki peran besar dalam kehidupan di
bumi.

MENGUNTUNGKAN

MERUGIKAN Neisseria gonorhoe


Kapsul :
bahan dari polisakarida,
untuk proteksi dari fagositosis
dari bakteri yang lebih
Struktur sel Prokariot
besar/kekeringan, sebagai
(Bakteri)
faktor virulensi dari bakteri
(Escherichia coli and
Streptococcus pneumoniae).

Dinding sel (Cell Wall) :


bahan berupa peptidoglikan,
memberi bentuk dan
mengelilingi protoplasma,
proteksi dari lingkungan.

Sitoplasma : berperan dalam pertumbuhan sel, metabolisme dan replikasi


diri, bahan berupa air, enzyme, nutrien, limbah dan gas-gas dan terdapat
struktur sel seperti ribosom kromosom/DNA dan plasmid (genetik spesifik
yang dapat sebagai instrumen untuk resistensi thd antibiotik, sifat virulensi,
dapat disisipi gen spesifik dalam rekayasa genetika).
Membran Sitoplasma
lapisan pertama, bahan phospholipids and protein mengatur aliran materi keluar
masuk sel.

Flagela
Pergerakan sel

Nucleoid
Daerah sitoplasma tempat DNA kromosomal., DNA bersifat sirkuler, tanpa membran
inti (prokariot).

Fili
beberapa species punya pili,, lebih kecil/halus dari flagel, berperan dalam konjugasi,
menempel pada sel inang.

Ribosom
Sistesis protein

Konjugasi : dua bakteri menempel dan mempertukarkan fragmen plasmid


Morfologi (Bentuk) Bakteri

1. Coccus (bulat), ex : Neisseria gonorhoe


2. Bacillus (batang), ex : Escherichia coli
3. Vibrio (koma), ex : Vibrio cholera
4. Spirillum (spiral), ex : Spirillum minus
TRANSMISI BAKTERI KE TUBUH MANUSIA

Infeksi bakteri melalui makanan atau minuman


Contoh : diare, Penyakit tifus, disentri dan kolera
Infeksi bakteri melalui kontak langsung
bersentuhan, maupun tidak langsung seperti perantara baju, gelas, piring makan, hubungan
seksual
Contoh : gonorrhoe

Infeksi Bakteri Melalui Luka


melalui luka yang terjadi pada bagian tubuh tertentu, lingkungan yang kotor dan lembab.
Contoh : tetanus dan antrax
Infeksi dan penularan bakteri melalui Udara
pelepasan bakteri melalui bersin, nafas, dan ludah. jika udara yang mengandung
bakteri terhirup oleh orang yang sehat kemungkinan akan menjadi penularan
penyakit melalui pernafasan.
Contoh : TBC
JAMUR

Umumnya Aerob obligat atau fakultatif


sel eukaryot
Bersifat heterotrof:
Memanfaatkan senyawa organik menjadi sumber energi yang
dibutuhkan dengan menggunakan sistem enzim sehingga
untuk pertumbuhannya jamur dapat menjadi saprofit atau
parasit
BENTUK JAMUR
 Khamir/yeast : Sel-sel berbentuk bulat atau lonjong dan
berkembang biak dengan membentuk tunas (blastospora).
Membentuk koloni basah berbau seperti ragi.

 Kapang/mold : terdiri dari sel-sel memanjang dan bercabang yang


disebut hifa, serta membentuk anyaman hifa disebut miselium

Koloni Candida sp (yeast)


Infeksi jamur , dari yang paling ringan: Tinea versicolor (panu)
Menyebar melalui spora menempel di kulit atau
menghirup langsung
Tinea pedis
Tinea nigra

Tinea unguium T. barbae


Jalur infeksi Fungi Penyakit yang Distribusi di alam
ditimbulkan
Kulit Trichophyton Ring worm, tinea, Jaringan yang
kaki atlet memiliki keratin,
Microsporum manusia, hewan
Mukosa Candida Candidiasis, Membran mukosa
albicans sariawan,
Paru-paru Aspergilus
fumigatus

Blastomyces
dermatitidis

Coccidoides
immitis

Cyrptococcus
neoformans
Rickettsia & Chlamydia

• Obligate intracellular organisms


• Can not be cultured on agar plates
• Depend on a host for survival
RICKETSIA

• bacteria which are obligate intracellular parasites


• spread by arthropod vectors
• lice, fleas, mites and ticks

disebabkan oleh kelompok bakteri gram negatif dari golongan Rickettsia

• Intracellular, gram negative organism


• Requires host to replicate and survive
• Cause febrile illness through the bite of an
arthropod
• Patient often presents with a rash (ruam)
Rickettsia and Related Organisms
Disease Agent Arthropod Vector

Rocky Mountain spotted fever Rickettsia rickettsii Wood tick

Rickettsial pox Rickettsia akari House mouse mites

Murine typhus Rickettsia typhii Rat flea

Epidemic typhus Rickettsia prowazekii Human body louse

Scrub typhus Orientia tsutsugamushi Chigger mites

Ehrlichiosis Ehrlichia chaffeenis Lone star tick

Q fever Coxiella burnetti None- spead by inhalation


R. rickettsii: Rocky Mountain Spotted
Fever (RMSF)
• USA ~500-1000 cases/year
• Ticks must remain attach for hours
• Incubation 7 days - headache, chills, fever,
aching, nausea
• Followed by maculopapular rash on
extremities (including palms and soles),
spread chest, abdomen
• If untreated
• Petechial rash, hemorrhages skin and mucous
membranes
• Vascular damage, MO invades blood vessels
• Death up to 20%, due to kidney or heart failure
Ticks / kutu

• Soft Tick • Hard Tick


• Ehrlichosis • Rocky Mountain
spotted fever
• E. chaffeensis
• Wild rodents
• R. rickettsia
Louse / kutu
• Typhus
• R prowazekii
• Humans, squirrel fleas flying squirrels
• Trench fever
• R quintana
• Humans

Body Louse
Head Louse
Flea / kutu
• Vector for Murine
typhus
• caused by R. typhi
• Reservoir
• Wild rodents
Rickettsia: Infection and Disease
• Disease worldwide,
USA
• Arthropod
reservoir/vector (tick,
mite, louse, flea)
• Diseases
characterized by
fever, headache,
myalgias, usually rash
Chlamydia Characteristics

• Unique growth cycle because they are deficient in


independent energy metabolism
• Tidak dapat melakukan metabolism sendiri
• Replication involves elementary body (EB) and
reticulate body (RB)
– EB’s are infectious and non-metabolically active
– RB’s are noninfectious and metabolically active
Chlamydia: Virulence Factors
• Intracellular replication – protected from host
immune defense
• Prevent fusion of phagolysome – evades phagocytic
killing
Family Chlamydiaceae: Genera

Obligate intracellular parasite

Chlamydia trachomatis – eye infection


Chlamydophila pneumoniae – pneumonia
INFEKSI OPORTUNISTIK

infeksi yang terjadi karena orang dengan sistem kekebalan tubuh


yang lemah.

Ketika infeksi memasuki tubuh orang yang


sehat, sel-sel darah putih yang disebut
limfosit (sel B & sel T) merespons untuk
melawan infeksi tersebut.

Limfosit ini termasuk sel B dan sel T. Pada


pengidap HIV, sel-sel T tertentu akan
mengalami kematian.

tubuh sulit untuk melawan adanya infeksi


baru.

Selain pada penderita HIV, penurunan sistem imun juga dapat disebabkan oleh luka bakar
parah, kemoterapi, diabetes, malnutrisi, hingga kanker seperti leukemia dan multiple
myeloma.
DAYA TAHAN TUBUH DAPAT
BERUPA KEKEBALAN YANG NON
SPESIFIK

Bila daya tahan tubuh hospes menurun, organisme yang


dalam keadaan biasa tidak patogen dapat menimbulkan
penyakit. Keadaan tersebut dinamakan oportunisme dan
organismenya disebut oportunis.
FLORA NORMAL MULUT DAN TRACTUS
RESPIRATORIUS

• Bagian yang mengandung


mikroba adalah mulut,
nasofaring, orofaring,tonsil.
• Mikroba yang ada yaitu
• Staphylococcus epidermis,
Staphylococcus aureus,
Staphylococcus viridans,
Streptococcus pyrogenes,
streptococcus pneumoniae.
FLORA NORMAL TRACTUS DIGESTIVUS

• Bagian pencernaan yang mengandung mikroba adalah usus


besar, esofagus dan lambung, jejenum dan duodenum.
• Mikroba yang ada yaitu Bacteroides, Bifidobacteria,
Lactobacillus, Coliform, Clostridium (pada usus besar)
• Streptococcus dan Lactobacillus (jejenum dan duodenum)
Flora Normal Traktus Genito-Urinarius
• Bagian yang terdapat mikroba genetalia eksterna, uretra anterior
dan vagina
• Bagian orifisium uretra wanita dan pria  Mycobacterium
smegmatis, Staphylococcus aureus. khusus wanita  Lactobacillus
• Lactobacillus muncul pada masa pubertas yang menetap selama
masa dewasa, selain itu terdapat Micrococcus, Staphylococcus
epidermis, yeast.
• Pada masa postmenopause terdapat Streptococcus agalatica
Flora Normal Kulit, Hidung, Telinga

Propionibacterium acne

• Pada kulitStaphylococcus epidermis, Micrococcus, Streptococcus


alpha, Propionibacterium acne
• Pada Hidung Staphylococcus aureus
• Pada telinga  Staphylococcus epidermis, Streptococcus
pneumoniae.
PENGONTROL PERTUMBUHAN MIKROBA

BIOLOGI FISIKA KIMIA

1. Antibiotik 1. Autoclave 1. Antiseptik


2. Sinar UV
2. Desinfektan
3. Kemoterape
tik
Sterilisasi
Tindakan yang dilakukan untuk
menghilangkan semua mikroorganisme
(bakteri, jamur, parasit dan virus)
termasuk endospora bakteri pada benda
mati atau instrumen dengan cara uap air
panas tekanan tinggi (otoklaf), panas
kering (oven), sterilan kimia atau radiasi

DESINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) :


Tindakan yang dilakukan untuk
menghilangkan semua mikroorganisme
kecuali endospora bakteri pada benda mati
dengan cara merebus, mengukus atau
penggunaan desinfektan kimiawi
DESINFEKTAN :
Adalah bahan kimia yang membunuh atau
menginaktivasi mikroorganisme
Contoh larutan desinfektan :
Klorin pemutih 0,5%
untuk dekontaminasi permukaan yang lebar
Klorin 0,1%
Untuk DTT kimia
Glutaraldehida 2%
mahal harganya biasa digunakan untuk DTT kimia
atau sterilisasi kimia

Fenol, klorin
tidak digunakan untuk peralatan/bahan yang akan dipakaikan
pada bayi baru lahir
DEKONTAMINASI :
 Proses yang membuat objek mati
lebih aman ditangani staf sebelum
dibersihkan (menginaktifasi serta
menurunkan HBV, HIV tetapi tidak
membasmi)
 Peralatan medis dan permukaan
harus di dekontaminasi segera
setelah terpapar darah atau cairan
tubuh

Anda mungkin juga menyukai