Anda di halaman 1dari 50

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

TN.S DENGAN MASALAH


HIPERTENSI
• Di susun Oleh :
• Akhmad Ghea A R P17320116097
• Sani Sundari E P17320116110
• Kintan Kemala D P17320116098
• Syifa Safira P17320116122
• Alroyin Izha M P17320116109
• Novi aprilliany P17320116095
PENGKAJIAN
I. Data Umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. S
2. Alamat dan telepon : Cigugur Tengah RT.03/RW.08
3. Pekerjaan kepala keluarga :
a. PNS/BUMN/TNI/Polri
b. Karyawan Swasta
c. Petani
d. Buruh Wiraswasta
▫ Pendidikan kepala keluarga :
a. SD tidak tamat SD
b. SLTP
c. SLTA
d. Akademi/PT
GENOGRAM
• √

6. Tipe keluarga : a Inti (nuclear)


 Besar (extended)
 Campuran (Blended)
 Ayah/Ibu + anak (single parent)
 Dewasa sendiri (single adult)
 Lansia
 Lain-lain, sebutkan ...........................
• √

7. Suku bangsa :
 Sunda
 Jawa
 lain-lain, sebutkan .............................

8. Agama :
• √

 Islam Protestan
 Katholik
 Hindu
 Budha
9. Status sosial ekonomi keluarga :
• √

 Pra Keluarga Sejahtera (Pra KS) KS I


 KS II
 KS III
 KS III Plus
10. Aktifitas rekreasi keluarga : jalan-jalan ke
tempat wisata
II. Riwayat dan tahap perkembangan
keluarga
11. Tahap perkembangan keluarga saat ini
a. Keluarga pemula
b. Keluarga mengasuh anak
c. Keluarga dengan anak usia prasekolah
a. √

a. Keluarga dengan anak usia sekolah Keluarga


dengan anak remaja
b. Keluarga dengan anak dewasa
c. Keluarga usia pertengahan
d. Keluarga usia lanjut
• 12. Tahap perkembangan keluarga yang belum
terpenuhi : Menurut Ny.S, sebenarnya ia dan
suaminya ingin menyekolahkan anak keduanya
sampai ke perguruan tinggi namun belum terpenuhi
karena tidak adanya biaya
• 13. Riwayat keluarga inti : Ny.S mengatakan bahwa
dikeluarganya, ada yang meninggal yaitu anak ke 2
dan ke 3. Anak ke-2 laki-laki meninggal karena
kecelakaan lalu lintas tertabrak di usia 5 tahun.
Anak ke-3 perempuan meninggal karena penyakit
kuning saat di lahirkan di RS dan sempat di rawat
selama 3 hari. Di dalam anggota keluarganya tidak
ada yang memiliki penyakit yang sama seperti yang
di derita klien dan tidak ada yang memiliki penyakit
menular (TBC, Hepatitis, dll).
• 14. Riwayat keluarga sebelumnya : Menurut Ny.S
dikeluarganya ada yang mempunyai riwayat
hipertensi dan jantung yaitu ibu dan ayahnya.
Sedangkan dikeluarga suaminya Tn.S tidak ada
yang mempunyai riwayat penyakit apapun.
III. Pengkajian lingkungan
• Denah Rumah
▫ 15. Karakteristik rumah :
1) Tipe rumah/status : Milik orang tua
2) Tipe ukuran : + 3 tumbak
3) Jumlah ruangan: Terdiri dari 3 ruangan
yaitu : 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1dapur dan 1
WC.
4) Ventilasi dan cahaya : ventilasi rumah klien
>5% dari luas lantai ruangan dan cahaya rumah
klien ≥15 % dari luas lantai.
5) Letak : Rumah keluarga Tn.S terletak di
RW.08 dan cukup jauh dari tempat pelayanan kesehatan
(Puskesmas) + 1,5 km. jarak antara rumah Tn.S dengan
rumah tangga sangat padat dan rapat.
6) Jenis bangunan : Permanen
7). Kondisi kesehatan rumah : Untuk
ruang tamu, pengaturan alat rumah tangga kurang
rapi, berhubung ruangannya sempit, dan untuk
kebersihan rumah cukup bersih karena Ny.S selalu
membersihkan rumah setiap hari.
8). Karakteristik tetangga dan komunitas RW :
Kebiasaan Ny.S dilingkungan sekitarnya, yaitu
Ny.S selalu berkumpul dan berkomunikasi dengan
tetangga pada waktu siang hari, dan setiap bulan
Ny.S dan tetangganya selalu melakukan kumpulan
arisan, kebiasaan lain dari masyarakat di
lingkungan sekitar rumah Ny.S selalu
melaksanakan kerja bakti setiap hari jumat.
9). Mobilitas geografis keluarga : Sehari-hari Ny.S selalu
pergi ke pasar pada pagi hari untuk membeli bahan
pangan, ny. S sering berkunjung ke rumah saudaranya di
kampung sebelah, klien selalu mengikuti kegiatan
pengajian rutin di masjid dekat rumah klien setiap hari
Selasa, Rabu dan Jumat, ny. S mengatakan saat berada
di rumah biasanya klien menonton TV, memasak dan
melakukan aktivitas membereskan rumah. Tn. S bekerja
di luar kota sebagai kuli bangunan dan pulang ke rumah
setiap 1 bulan sekali dan apabila pulang kerumah Tn. S
melakukan aktivitas seperti mengantar Ny. S ke pasar,
Tn. S juga aktif di kegiatan kerja bakti di lingkungan
rumah. Nn. K sehari-hari membantu ibunya untuk
melakukan aktivitas rumah seperti membersihan
maupun membereskan rumah, Nn. K kadang-kadang
datang ke rumah teman-temannya untuk bermain.
10) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan
masyarakat : Keluarga Tn.S jarang sekali berkumpul
bersama, mereka berkumpul dan berinteraksi hanya
ketika kumpul bersama saja. Sedangkan Ny.S selalu aktif
dalam organisasi PKK yang dimana kegiatan PKK ini
selalu merundingkan tentang masalah kesehatan yang
timbul di masyarakat sekitar dan mencari solusinya,
selain itu Ny.S juga rutin seminggu sekali mengikuti
pengajian.
IV. Struktur keluarga
16. Sistim pendukung keluarga : Ny.S mengatakan
bahwa suami dan anaknya selalu mendukung dan
memotivasi dirinya untuk selalu berobat ke dokter
agar dia cepat sembuh dan dirumah, Ny.S selalu
menyediakan obat-obatan warung untuk
mengantisipasi jika ada anggota keluarga yang
sakit.

17. Pola komunikasi keluarga : Keluarga jarang
melakukan komunikasi langsung, karena anggota
keluarga jarang berkumpul bersama, tetapi
komunikasi sekali-kali dilakukan melalui telepon,
dan apabila keluarga berkumpul bersama, maka
keluarga Tn.S menggunakan komunikasi langsung
dengan memakai bahasa Sunda.

18. Struktur kekuatan keluarga : Yang
memegang kekuatan penuh didalam keluarga
adalah Tn.S dan apabila didalam keluarga
terdapat masalah maka Tn.S selaku kepala
keluarga selalu merundingkan masalahnya
dengan anggota keluarga yang lain untuk
mendapatkan solusi.

19. Struktur peran : Masing-masing anggota


keluarga berperan sebagaimana mestinya dan
yang berperan mencari nafkah Tn.S dan Ny.S
berperan sebagai istri dan ibu dari ke dua
orang anaknya yang bertugas untuk mengurus
rumah tangga.
20. Nilai atau norma keluarga : Keluarga masih
memegang adat istiadat Sunda, keluarga
menetapkan norma-norma dalam kehidupan
sehari-hari misalnya bila masuk ke dalam rumah
harus mengucapkan salam
V. Fungsi keluarga
21.Fungsi afektif :Menurut Ny.S dikeluarganya
selalu ditanamkan sikap saling menghargai,
slaing menghormati dan saling memiliki
sehingga tercipta suasana keluarga yang
harmonis, dan pada saat sakitpun keluarga
selalu mendukung dan memotivasi Ny.S untuk
selalu berobat agar cepat sembuh.
22. Fungsi sosialisasi : Ny.S mengatakan bahwa
didalam keluarganya selalu berkomunikasi
dan berinteraksi satu sama lain, dan menurut
Ny.S keluarga yang selalu bersosialisasi
dengan lingkungan sekitar rumahnya seperti
mengikuti pengajian dan Tn.S sebagai kepala
keluarga selalu menetapkan disiplin kepada
anak-anaknya misalnya jangan pulang malam
lebih dari jam 21.00 WIB.

23. Fungsi perawatan kesehatan : kepala keluarga maupun
anggota keluarga mampu mengetahui tanda-tanda
ketika terjadi perubahan kesehatan yang terjadi dalam
salah satu anggota keluarganya, keluarga juga mampu
memutuskan tindakan yang harus di lakukan saat salah
satu anggotanya sakit seperti membawanya ke
puskesmas terdekat. Anggota keluarga mampu
melakukan tindakan-tindakan peawatan terhadap
keluarga yang sakit, seperti memberikan kompres
hangat saat salah satu anggota keluarga sakit demam.
Ny. S maupun Nn. K senantiasa menjaga kebersihan
rumah dan memanfaatkan ruang terbuka dengan
tanaman hijau guna menjaga lingkungan tetap sehat.
Biasanya saat salah satu anggota keluarga ada yang
mengalami sakit, keluarga memilih untuk menggunakan
fasilitas kesehatan di puskesmas karena jarak rumah
klien dengan puskesmas mudah di jangkau dan murah.
24. Fungsi reproduksi : Ny.S mempunyai 2
orang anak, 1 orang anak laki-laki dan 1 orang
anak perempuan. Ny.S tidak mengikuti
program KB karena Ny.S sudah menopause.

25. Fungsi ekonomi : Menurut Ny.S keluarganya
sudah terpenuhi kebutuhan sandang dan
pangannya, tetapi dengan dirinya sakit. Maka
menambah jumlah pengeluaran untuk biaya
pengobatannya, untuk itu apabila ia tidak
mempunyai uang untuk berobat, maka ia
menggunakan pengobatan tradisional seperti
mengkosumsi mengkudu dan seledri.
VI. Stress dan koping keluarga
26. Stressor jangka pendek dan panjang:
a. Jangka pendek: Ny.S mengatakan dirinya
cemas sedang terhadap penyakit hipertensi yang
dideritanya.
b. Jangka panjang: Ny.S sudah lama mengidap
penyakit hipertensi selama 2 tahun, dan ia ingin
penyakitnya ini sembuh total.

27. Kemampuan keluarga berespon terhadap


stressor : Ny.S mengatkaan bila ada suatu
permasalahan, Ny.S tidak menyampaikannya
secara emosi, tetapi hanya bisa diam dan tidak
bisa mengungkapkannya.
28. Strategi koping yang digunakan :Bila ada suatu
permasalahan, Ny.S selalu menceritakan
masalahnya kepada suami untuk mendapatkan
solusi.

29. Strategi adaptasi disfungsional : Jika ada


masalah dengan anggota keluarganya Ny.S hanya
terdiam dan tidak bicara apapun sehingga
masalah tersebut selalu menjadi beban pikiran
baginya. Strategi fungsional  Ny.S selalu
membicarakan masalah yang dihadapinya kepada
suaminya, tetapi jika tidak ada suaminya maka ia
akan membicarakan dengan saudaranya yang
terdekat.

VII. Pemeriksaan fisik
• Harapan keluarga
• Harapan keluarga Tn.S terhadap petugas
kesehatan, Ny.S menginginkan adanya
penyuluhan kesehatan rutin mengenai
kesehatan lingkungan seperti rumah sehat,
penyakit-penyakit yang sering timbul di
masyarakat seperti hipertensi, demam berdarah
dll. Oleh petugas kesehatan setiap minggu
ketiap-tiap RT untuk menambah pengetahun
mengenai kesehatan.
B. DIAGNOSA
I. Penampisan masalah

Diagnosa : Hipertensi
Risiko gangguan perfusi jarigan cerebral
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
keluarga mengenal masalah hipertensi.
• II. Analisa Data
DIAGNOSA KEPERAWATAN

Hipertensi Pada Ny.S


• Risiko gangguan perfusi jarigan cerebral
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
keluarga mengenal masalah hipertensi.