Anda di halaman 1dari 108

FILSAFAT ILMU

FILSAFAT ILMU
PHYLOSOPHY of SCIENCE
PHYLOSOPHY of SCIENCE
Firman F. Wirakusumah
Firman F. Wirakusumah
MENGAPA DAN UNTUK APA KITA
PERLU MEMAHAMI :

FILSAFAT ILMU
PENGETAHUAN
ILMU
TEKNOLOGI

2
Philosoply, Science and Philosophy of Science

Filsafat
Filosofia (Yunani)= Falsafi (Arab) :
Filos(cinta) dan Sofia (kebijaksanaan/kebenaran)
Bijaksana = pandai (tahu lebih mendalam) atau ingin tahu
lebih mendalam: CINTA KEBENARAN

Filsafat : Pengetahuan dan penyelidikan dengan


menggunakan akal budi (rasio) mengenai
sebab-sebab, azas-azas, hukum-hukum,
dsb, dari segala sesuatu yang ada di alam
semesta tentang kebenaran.

Berfikir untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan (apa,


bagaimana, sejauhmana, mengapa)  INGIN TAHU
FILSAFAT
Kegunaan :

1. Filsafat sebagai kumpulan teori filsafat :


memahami dan mereaksi dunia pemikiran

2. Filsafat sebagai phylosophy of life : sebagai


pandangan hidup, mirip sebagai agama

3. Filsafat sebagai metode pemecahan masalah :


memecahkan masalah dengan cara sains atau
mistik

4
FILSAFAT SPEKULATIF

PENGETAHUAN TENTATIF

ILMU NORMATIF
Tugas utama Filsafat :
Menetapkan dasar-dasar yang dapat diandalkan
(logis, benar, atau sahih)  kebenaran

Filsafat Ilmu :
Telaahan secara filsafat untuk menjawab pertanyaan :
1. Objek apa yang dikaji / ditelaah ilmu ?
2. Bagaimana proses menemukan ilmu ?
3. Apa manfaat / kegunaan ilmu ?
Mengadakan usaha secara akademis
untuk mendapat jawaban
mengenai fenomena alam semesta

TO SEE THE PROBLEM BEYOND

Manusia Berfikir
Berfikir Bertanya
Bertanya Mencari jawaban
Mencari jawaban Mencari kebenaran

MANUSIA = MAKHLUK PENCARI KEBENARAN


Apakah Kebenaran itu ?

Teori Kebenaran ( The Theory of Thruth)


1. Teori Korespondensi (The Correspondence Theory of Thruth)
Kebenaran = Persesuaian antara pikiran dan
Kenyataan (Pernyataan)
(realitas) idea

2. Teori Konsistensi (The Consistence Theory of Thruth)


Kebenaran = Kesesuaian antara pernyataan dengan
pernyataan (lainnya) yang sudah lebih dulu diketahui /
ditemukan / diakui
- Justifikasi kebenaran
3. Teori Progmatis (The Pragmatic Theory of Thruth)
Kebenaran = Diukur dari kegunaan (Utility), dapat
dikerjakan (workability) dan pengaruhnya yang
memuaskan (Satisfactory Consequences)
* Tidak ada kebenaran yang mutlak atau kebenaran yang tetap/hakiki.
LANDASAN FILSAFAT ILMU :

3 CABANG ILMU :

• ONTOLOGI
• EPISTEMOLOGI
• AXIOLOGI

ILMU - ETIKA - MORAL PENELITIAN


kait berkait didalamnya

(RELATIONSHIP TO EACH OTHER)


8
FILSAFAT
Sejarah :

Sebelum abad VI SM : mempercayai dongeng atau mitos,


logos (akal) tidak berbicara: (mitos)
ERA YUNANI KUNO : (dominasi akal) Thales (624-546 SM),
Socrates (469-399 SM), Plato (428-347 SM), Hippocrates
(460-377 SM), Phytagoras (570-495 SM)
MASA ISLAM (akal kembali ke iman)
Avicenna (Ibn Sina 980-1037), Ibn Khaldun (1332-1406),
Omar Khayyam (1048-1131), Al Ghazali (1058-1111)
ABAD PERTENGAHAN di EROPA (akal kembali ke iman)
Agustinus (354-430) : Platonisme diadaptasikan pada ide
kristen
Anselmus (1033-1109) : Hubungan akal dan iman
Thomas Aquinas ( 1225-1274) : menghubungkan agama dan
filsafat
Zaman Modern (Renaissance) EROPA, abad 14-17 (akal lebih
dominan daripada iman)
Zaman Pasca Modern : abad 20 Pendulum kembali ke titik
tengah
Indera – akal – iman/hati 9
FILSAFAT
Sejarah :

ZAMAN RENAISSANCE : (lahir kembali akal/


munculnya sains) : Copernicus (1473-
1543);Kepler (1571-1630); Galileo Galilei
(1564-1642)
ZAMAN MODERN : (akal mendominasi)
Rasionalisme (Descartes 1596-1650)
Idealisme (Hegel-Pascal-Kant 1724-1804)
Empirisme (Locke 1632-1704-Hume-Spencer)
Pragmatisme ( William James 1842-1910)
Eksistensialisme (Kierkegaard-Sartre 1905-1980)

10
FILSAFAT
‘ ZAMAN PASCA MODERN

Keseimbangan :
Panca-indera
Akal
Hati/Iman 11
PHYLOSOPHY ???

PHYLOSOPHY of SCIENCE
KNOWLEDGE ?
SCIENCE ?
TECHNOLOGY?

KNOWLEDGE = PENGETAHUAN
Bersifat Umum
Artifisial
Sementara
Generik
FILSAFAT ILMU :

Berfalsafah dalam usaha kajian secara akademik untuk


mendapat jawaban mengenai fenomena alam semesta

TO SEE THE PROBLEM BEYOND


Tujuan : Mencari kebenaran,
Hakiki ?
Tujuan kuliah ini ? : diharapkan dapat
menjawab masalah-masalah :
• Apa itu Ilmu
• Apa beda Ilmu dan Pengetahuan
• Bagaimana kita dapat menguji mengenai keberadaan
Ilmu tersebut secara shahih
• Metode dan alat uji apa yang dapat dipakai untuk
menerangkan keberadaannya
13
PENGETAHUAN (KNOWLEDGE)
Macam-macam Pengetahuan

1 Pengetahuan : Pengetahuan tentang hal-hal yang


biasa, sehari-hari  pengetahuan
(Knowledge)

2 Pengetahuan ilmiah Pengetahuan yang mempunyai sistem


dan metode tertentu  Ilmu
(Science)

3 Pengetahuan Filosofis Ilmu yang istimewa (menjawab masalah-


masalah yang tidak terjawab oleh ilmu-ilmu
biasa  filsafat

(Philosophy)
4 Pengetahuan Teologis Pengetahuan tentang agama
(Pemberitahuan dari Tuhan)
Ilmu (Science)
Science (Ilmu)
I Akumulasi pengetahuan yang menjelaskan
L hubungan (korelasi atau kausalitas) yang tersusun
M secara sistematik, rasional, lojik, metodik, dan
U ditemukan secara empirik melalui penelitian yang
dilakukan oleh ilmuwan.
/
ATAU
S
C
Akumulasi pengetahuan yang telah
I
disistematikan, diorganisasikan dan memiliki
E
metode yang mapan
C
E
Ilmu lahir karena manusia
mempunyai sifat ingin tau

Hakekat Suatu alat untuk menjelaskan, mengendalikan atau


Ilmu meramalkan suatu kejadian
FILSAFAT PENGETAHUAN

ILMU

ALAMIAH SOSIAL

PSIKOLOGI
KIMIA FISIKA EKONOMI
POLITIK
SOSIOLOGI
HUKUM
BIOLOGI BUDAYA
ANTROPOLOGI

KEDOKTERAN

KESEHATAN
DOKTER sebagai ILMUWAN :
AKADEMISI yang PROFESIONAL

• MENGOBATI (PENGETAHUAN)
• MENELITI
• MENEMUKAN hal yang baru
• MENGUJI KEMBALI TEMUANNYA

MENGHASILKAN teori baru/novel (ILMU)


PENEMUAN -> TEKNOLOGI BARU (TEKNOLOGI)

DOKTER sebagai ILMUWAN belajar


sepanjang hayat (life-long learning)
17
SCIENCE = SAINS = ILMU

Semua pengetahuan yang diperoleh


sebagai hasil rentetan siklus penalaran:

INDUKSI, DEDUKSI

yang terus menerus, melalui pengalaman


panca-indera/piranti (device), akal dan
hati
ILMU (lanjutan..)

Pengetahuan tentang hakekat sesuatu


yang mendalam, yang difahami secara
yakin dan gamblang.
Terdiri atas :

Jalur Insaniah = Science


Jalur Ilahiah = Wahyu
Cabang Filsafat Ilmu :
ONTOLOGI
MENCARI MASALAH/ MENGENAI “ADA” (WHAT/ APA)
Membicarakan objek-objek untuk memperoleh pengetahuan
EPISTEMOLOGI
BERFIKIR LOGIS, EMPIRIS dengan PENGETAHUAN
(HOW , WHY , WHEN , WHERE / BAGAIMANA)
Membicarakan sumber pengetahuan dan cara memperoleh
pengetahuan
AXIOLOGI
MENCARI NILAI-NILAI (VALUE/ WHAT FOR/ BUAT APA)
Membicarakan apa guna filsafat yang mengharapkan menjadikan
manusia menjadi manusia

WHAT IS THE VALUE OF YOUR STUD FOR MANKIND?


20
CONTOH
1. Ilmu kedokteran itu apa ?
Ilmu yang mempelajari kejadian dan perjalanan
penyakit, serta upaya penyembuhannya
(ontologi).
2. Bagaimana cara pengembangannya ?
Melalui penelitian laboratorium, hewan dan
manusia (epistemologi).
3. Apa kegunaannya ?
Untuk menjaga kesehatan, mengurangi
penderitaan, dalam upaya melestarikan umat
manusia (axiologi)
Penelitian Epidemiologi, Klinik dan Para-
klinik akan menunjang :
KEGUNANAAN PRAKTIS ; D/ & Th/ yg EBM
(PROFESIONAL) KONSULTAN

Penelitian Medis Dasar , Pre-klinik/


Molekuler akan menunjang :
PENGEMBANGAN ILMU ; Etiologi dan
Patogenesis serta BIOTEKNOLOGI
(AKADEMIS) DOKTOR
MATRIK PENELITIAN
KEDOKTERAN
MATERI INTERNE OBGIN dll
ASPEK TUJUAN
EPIDEMIOLOGI
 Insidensi  Kejadian
 Faktor Risiko penyakit
 Penyebaran  Besarnya

KLINIK masalah
 Jalannya
 Diagnosis
penyakit
 Terapi

 Prognosis
PARA-KLINIK
 Laboratorium
 Penunjang D/
 Pemantauan Th/
 PA

 Pencitraan

MEDIS DASAR
 Biomolekuler
 Etiologi
 Patogenesis
PENELITI HARUS PUNYA KEMAMPUAN :

Mencari Masalah Utama

Elaborasi : - memilah-milah hasil studi literatur (critical


appraisal)

Kerangka Pemikiran : berfikir logis, analitis dan imajinatif


untuk menjawab Masalah Utama

Membentuk Premis : (mayor dan minor) yang sesuai dgn


Rumusan Masalah

Membuat Simpulan Sementara : (Hipotesis Penelitian)


HEALTH SCIENCES

MEDICINE SURGERY

INTERNAL
MEDICINE DIGESTIVE

PEDIATRICS ANESTESIOLOGY
NEUROLOGY ENT
UROLOGY
DERMATOVENEROLOGY ORTHOPEDICS
OBGYN
OPHTHALMOLOGY
PSYCHIATRY NEURO
SURGERY
HUMAN BEING

NURSING DENTISTRY
PSYCHOLOGY
ONTOLOGI (ADA, BEING, WUJUD)
KETIKA ANDA MENDAPATKAN MASALAH,
BAGAIMANAKAH KITA MENDAPATKAN JAWABAN
YANG TEPAT DAN SHAHIH SESUAI DENGAN
KAIDAH ILMIAH ?

CONTOH MASALAH :

Apakah terdapat hubungan antara ekspresi mRNA ; p53,Bcl2


dan FasL dengan kadar VICAM 1 pada pasien Hipertensi
dalam Kehamilan dibanding dengan kehamilan Normal ?

Apakah terjadi keterlambatan rujukan pada kasus kematian


tidak langsung ibu bersalin ?
Bagaimana proses terjadinya keterlambatan rujukan yang
menyebabkan kematian tidak langsung dari ibu bersalin?
Mengapa dapat terjadi ? 26
EPISTEMOLOGI
(Berfikir Logis, Empiris, Faktual
dengan menggunakan Pengetahuan yang Luas)
PENALARAN - Deduktif
MASALAH JAWABAN

PENGETAHUAN PENALARAN
Dedukti & Induktif

JAWABAN
SHAHIH
HOW/WHY/ SHAHIH
WHEN/WHERE

METODE ILMIAH

EPISTEMOLOGI
27
CONTOH MASALAH (lanjutan) :

Apakah terdapat perubahan asam amino pada sisi


pengikat Ser-70 dan Ser-402 pada gen regulator
enzim betalaktamase S.aureus resisten ampisilin
sulbaktam sehingga terjadi peningkatan produksi
enzim betalaktamase?

Mengapa KepMen Kes No. 450 tahun 2004 tentang


Menyusui Ekslusif tidak berjalan sesuai dengan
harapan pemerintah, (80% -> 20%) yang terjadi di
Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan
Barat?

28
AXIOLOGI BERBICARA MENGENAI NILAI
(VALUE)

ETIKA, MORAL, ESTETIKA, HUKUM

BUDAYA
KEMANUSIAAN HASIL GUNA :
LINGKUNGAN ILMU/TEORI
SOSIAL TEKNOLOGI
UNIVERSALITAS

29
ONTOLOGI
MENCARI MASALAH/ MENGENAI “ADA”
(WHAT)

EPISTEMOLOGI
BERFIKIR LOGIS, EMPIRIS , FAKTUAL dengan
PENGETAHUAN (HOW and WHY)

AXIOLOGI
MENCARI NILAI-NILAI (VALUE/WHAT FOR)

WHAT’S THE NOVEL AND THE VALUE OF


YOUR STUDY FOR MANKIND?
30
SOCRATES

469 - 399 BC
Classical Greek
Epistemology, ethics
Inluenced : western philosopher: Plato,
Aristoteles

PLATO
428 - 347 BC
Platonism
Apology of Socrates
Rhetoric, art, literature, epistemology,
justice, virtue, politics, education, family,
militerism
Influenced : Aristoteles
HIPPOCRATES

460 - 377 BC, Greek


Physician, philosophy
Father of medicine
Hippocratic Oath

AVICENNA (IBN SINA)

980 CE – 1037 CE, Persian


Islamic Medicine, Chemistry, astronomy, ethics, phylosophy,
geography, mathematics, psychology, physics, poetry, science
Father of modern medicine
Influenced : Omar Khayyam, al-Ghazali, Albertus Magnus,
Thomas Aquina, Jean Buridan
HERMANN BOERHAAVE

Voorhout, December 31, 1668 – September 23,


1738, Dutch
Rijksuniversiteit Leiden, The Netherlands
Botany, Chemistry, Science, Anatomy,
Phylosophy
Boerhaave syndrome
Influenced : Linnaeus, Voltaire
CHARLES ROBERT DARWIN

1809 - 1882, English Naturalist


University of Edinburg, University of Cambridge
Voyage on HMS Beagle
On the Origin of Species
Influenced : Alfred Wallace, Gregor Mendel

GREGOR MENDEL

1822 – 1884 Austrian


University of Vienna
Discovering Genetics
Father of modern genetics
AKAL -> ILMU (?)
BINATANG HIDUP DAN BERKEHIDUPAN

NABI ADAM dan SITI HAWA DI ARSY (menggunakan iman /hati)

MANUSIA DI BUMI (Bagian dari alam semesta -> memanfaatkan indera dan akal)

ILMU DAN TEKNOLOGI


BERFIKIR LOGIS
EMPIRIS, FAKTUAL -KESEIMBANGAN :
PENGETAHUAN LUAS -INDERA- AKAL - IMAN(HATI)

HIDUP DAN BERKEHIDUPAN

HIDUP YANG BERMANFAAT


43
KEBENARAN

INDIVIDU KONSENSUS

-EMPIRIS
-FAKTUAL
-LOGIS
-ETIS
-METAFISIK-RELIGI

KEBENARAN ADALAH SEBAGAI PERUMPAMAAN SEBUAH “CERMIN BESAR”


YANG SAMPAI DI BUMI PECAH TERCERAI - BERAI MENJADI
KEPINGAN CERMIN-CERMIN KECIL
ALUR FIKIR
 AKTIFITAS MENDAPATKAN KEBENARAN ILMIAH
 KEBENARAN : RELATIF
(kebenaran hakiki didapat saat kita kembali nanti)
LOGIS
PENALARAN

ANALITIS

ALUR FIKIR

PERASAAN
TIDAK BERDASAR
PENALARAN
INTUISI

45
PENALARAN ILMIAH

ANALISIS PENALARAN DEDUKTIF


VALIDASI (RATIONALISME)

PENALARAN INDUKTIF
(EMPIRISME)

HASIL TAHU
(PENGETAHUAN)

DEDUKTIF : HASIL YANG KHUSUS


DIDAPAT DARI HAL-HAL UMUM
INDUKTIF : HASIL YANG UMUM
DIBANGUN DARI YANG KHUSUS
46
PENALARAN :

Proses berfikir dalam menarik simpulan yang


shahih.

Tidak semua proses berfikir berdasarkan


penalaran, bisa juga berdasarkan Perasaan atau
Intuisi, tetapi untuk penelitian Ilmiah harus
berdasarkan penalaran
PENALARAN : DEDUKTIF dan INDUKTIF

 PENALARAN DEDUKTIF :
Penalaran yang berpangkal pada
suatu peristiwa umum yang kebenarannya
telah diketahui atau diyakini dan berakhir
pada simpulan atau pengetahuan baru
yang lebih khusus

 PENALARAN INDUKTIF :
Penalaran yang berpangkal dari peristiwa
khusus sebagai hasil pengamatan empiris dan
berakhir pada suatu simpulan atau
pengetahuan yang baru dan bersifat umum

48
KORELASI PENALARAN :
DEDUKTIF dan INDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF dan PENALARAN INDUKTIF

seolah-olah merupakan cara berfikir yang berbeda


dan terpisah. Dalam praktiknya, berfikir berangkat dari
teori dan berfikir berangkat dari fakta empiris
merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan.
Berbicara mengenai teori berarti kita sedang
mengandalkan fakta dan sebaliknya

49
CIRI-CIRI PENALARAN :

LOGIKA
ANALITIK
IMAJINATIF
LOGIKA :

Cara berfikir/hidup/sikap hidup tertentu


yang masuk akal, reasonable, wajar, beralasan,
berargumen, rasional dan dapat dimengerti
(walaupun belum tentu disetujui, benar atau
salah)
ARGUMENTASI/PREMIS/ALASAN :

Kesatuan kumpulan pernyataan yang dinamakan premis atau premis-


premis dan simpulan yang dihasilkan oleh kegiatan penalaran

Contoh : - Argumen valid, simpulan benar, silogisme :

Saya adalah manusia


Manusia akan mati
Jadi : Saya akan mati

- Argumen tidak valid, simpulan salah, silogisme :


Tuhan adalah cinta
Cinta adalah buta
Jadi : ?
MANUSIA DI MUKA BUMI

AKADEMISI YANG PROFESIONAL

KHALIFAH

 DAPAT MENGATUR
 TIDAK MERUSAK

KEBENARAN

IBADAH
SYARAT PENELITIAN YANG BAIK

SECARA WAWASAN :
PENGUASAAN
FALSAFAH ILMU dan CARA BERPIKIR ILMIAH

SECARA TEKNIK :
PENGUASAAN MATERI DAN METODE PENELITIAN
YANG DIPERLUKAN OLEH
SEORANG PENELITI
Kemampuan penalaran ilmiah
• Memahami literatur
• Logika deduktif - induktif
Kemampuan intuitif/imajinatif
• Kejelian mengamati fenomena
Kemampuan analisis
• Statistika (deskriptif-inferensial,
parametik-nonparametik)
Kemampuan penyimpulan dan
penyampaiannya
• Tesis, disertasi, artikel
• Bahasa (Indonesia, Inggris)
PROSES PENGUNGKAPAN DAN
TERWUJUDNYA ILMU
FENOMENA
(Masalah yang dihadapi)

Kesenjangan “das sein und das sollen”

ASUMSI

IDENTIFIKASI/PERUMUSAN MASALAH

KERANGKA BERPIKIR -Penelusuran kepustakaan


-“State of the art”

HIPOTESIS
-Desain penelitian
METODOLOGI -Etika
PENELITIAN -Hukum
-Uji Statistik
TESIS

FAKTA

TEORI

TEKNOLOGI
ILMU
PENELITIAN PENYUMBANG “SATU BATA” UNTUK “SATU
BANGUNAN ” ILMU
(PENGETAHUAN MENJADI ILMU MELALUI PENELITIAN)
KARAKTERISTIK ILMIAH
SEORANG ILMUWAN

SIKAP INGIN TAHU


SIKAP KRITIS, SKEPTIS, TABAYYUN.
SIKAP TERBUKA
SIKAP OBJEKTIF
RELA MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
BERANI MEMPERTAHANKAN KEBENARAN
MEMPUNYAI PANDANGAN JAUH KE DEPAN
Sikap Ilmiah
Sikap Ilmuwan dalam melakukan tugasnya untuk
mempelajari, meneruskan, menolak, atau menerima,
mengubah atau menambah pikiran ilmiah

Sikap ilmuwan
1. Sikap serba Skeptif
Menyangsikan setiap pernyataan-pernyataan ilmiah yang belum teruji
kebenarannya
2. Sikap Serba Penasaran
Minat, hasrat, dan semangat untuk mencari jawaban atas masalah
3. Sikap serba Objektif
Menghindarkan subjektifitas, emosi dan prasangka dan tidak memihak ( selain
kebenaran ilmiah)
4. Sikap kejujuran Intelektual
Berani menyatakan kebenaran, mengakui kekeliruan, dan terbuka menerima
kebenaran- kebenaran baru
5. Sikap-sikap lain
Rendah hati, lapang dada, toleran, sabar, tabah, keras hati, sikap serba relatif,
tekun dan rajin dalam usaha menemukan kebenaran (mendekati kebenaran
hakiki) ilmiah.
Fungsi ilmu
1. Fungsi Deskriptif :
Menggambarkan, melukiskan dan memaparkan
suatu objek atau masalah sehingga mudah
dipelajari oleh peneliti
2. Fungsi Pengembangan :
Melanjutkan hasil penemuan yang lalu dan
menemukan ilmu yang baru
3. Fungsi Prediksi :
Meramalkan kejadian-kejadian yang akan
terjadi sehingga dapat mengambil
keputusan untuk menghadapinya
4. Fungsi Kontrol :
Berusaha mengendalikan peristiwa yang tidak
dikehendaki
SUBJEK PENELITIAN :

1. Dasar-dasar Falsafah
2. Pengetahuan itu sendiri
3. Bahasa pengantar dan Matematika
4. Statistika
5. Metodologi Penelitian
6. Dasar keilmuan (substansi)
7. Penguasaan tahapan penelitian
8. Pemilihan rancangan penelitian
9. Penguasaan Ilmu dan Teknologi
10. Etika dan Moral penelitian
61
THE QUEST FOR KNOWLEDGE
(THE KNOWN, KNOWING, KNOWLEDGE)

THE KNOWER
Kemampuan untuk mengetahui :
1. Kemampuan kognitif
Kemampuan untuk mengerti, memahami, menghayati dan mengingat apa yang
diketahui (landasan : rasio dan akal)
2. Kemampuan Afektif
Kemampuan untuk merasakan tentang yang diketahuinya rasa cinta (love) dan
rasa indah (beauty)
3. Kemampuan Konaktif
Kemampuan untuk mencapai apa yang dirasakan

Konasi = Will atau Karsa (kemauan, keinginan, hasrat)


Daya dorong untuk mencapai atau menjauhi segala apa yang didiktekan oleh rasa.

Sifat Manusia sebagai The Knower (Kesadaran manusia = dasarnya lebih dalam untuk
berfungsinya ketiga kemampuan (di atas)
THE WAY OF THINKING/REASONING

AKTIFITAS PENELITI UNTUK


MENCARI KEBENARAN RELATIF
DARI PENGETAHUAN DIDASARI
ALUR FIKIR LOGIS DAN ANALITIS

AKADEMIS, ETIS, MORAL TINGGI

63
SCIENTIFIC APPROACH
Management
SCIENCE

Deductive
THEORY Thinking
Problem
Solving Scientific
Gap (Problem)
Thinking
Phenomenon
Inductive
Thinking

REALITY
Ontologi (Ontos dan Logos). Ontos berarti suatu yang
berwujud., apa, “what” “being”, .... Logos berarti ilmu.

Ontologi  Ilmu atau teori tentang wujud hakiki


yang ada

Ontologi  sebagai cabang dari filsafat “ apa “


realitas suatu objek atau yang di telaah ilmu,
bagaimana wujud hakiki objek itu, bagaimana
hubungan antara objek dengan daya tangkap

Indera – akal – iman/hati


3 Teori mengenai ontologi :
Idealisme
Materialisme
Dualisme
 Metafisika (supranatural)
 Asumsi akibat yang ditimbulkan
dari alam akan berlaku (Universal)
EPISTEMOLOGi
Knowing (Nalar / Berfikir)
Kesadaran = Landasan untuk nalar / berfikir

Yang dapat diindera (pengalaman)


Yang dipikirkan Segala (berpikir empirikal)
Sesuatu
Yang tidak dapat diindera (metafisika),
Berpikir transendental

Deduksi : Rules bagi logika dan matematika


patokan

Induksi : Rules bagi statistika


patokan
BERPIKIR ILMIAH

Berfikir secara logik dan melakukan kegiatan analitik


(berfikir secara ilmiah)

Berfikir Ilmiah
Gabungan antara penalaran secara deduktif dan induktif

Deduktif Cara berfikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat


(U  K) khusus berdasarkan pernyataan yang bersifat umum

Induktif Cara berfikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat


(U  K) umum berdasarkan kasus (khusus)
URUTAN BERFIKIR ILMIAH

Sifat Manusia
Ikhtiar
Berfikir Nalar
Kebenaran
Ingin tahu /
Untuk
untuk mencari Bertanya
memperoleh Parsial/total
kebenaran (sudah
pengetahuan /
berfilsafat)
ilmu

KONSEP ILMU = PROSES BERFIKIR


KNOWLEDGE

Science  pencarian/penemuan knowledge


Fungsi
Philosophy  klarifikasi dari temuan-temuan

Rasio dan Rasa


Rasio / Akal Ilmu Nomotetikal
Alat
manusia
Rasa / kalbu Ilmu Normatif

Takdir dan Ikhtiar


Science

Deductive
Thinking

Abductive Scientific Constructive


Thinking Thinking Thinking
(ART)

Inductive
Thinking

Experience/Craft
Taksonomi
Deskripsi
Komparasi
Eksplanasi
I Kejadian / gejala yang dijadikan masalah
N 1. Fenomenon karena belum diketahui penyebabnya
D
U Istilah / simbol yang mengandung pengertian
C 2. Concept singkat dari fenomena (abstraksi dari
T
fenomena)
I
V 3. Variable Variasi sifat jumlah / besaran yang mempunyai
E nilai kategorial (kualitatif / kuantitatif sebagai
hasil penelaahan mendasar dari konsep

Kalimat ungkapan yang terdiri dari dua


D 4. Proposition variabel atau lebih yang mengatakan
E hubungan sebab akibat
D
U 5. Hypothese Proposisi yang telah teruji secara empiris
C
T
I 6. Facts Jalinan fakta menurut kerangka bermakna
V (meaningfull construct)
E
7. Theory
THE CONCEPT OF ORIGINALITY (1)
1. Carrying out emperical work that hasn’t
been done before
2. Making a synthesis that hasn’t
been made before
3. Using already known material but
with a new interpretation
4. Trying out something in this country that
has previously only been done in other countries
5. Taking particular technique and applying it
in a new area
THE CONCEPT OF ORIGINALITY....Continued

6. Bringing new evidence to bear on an old issue.

7. Being cross-disciplinary and using


Differrent methodologies

8. Looking at areas that people in


the discipline haven’t looked at before

9. Adding to knowledge in a way that


hasn’t previously been done before.
1. Menetapkan, mengidentifikasi
dan merumuskan masalah

2. Menyusun Kerangka Pemikiran


(Logical Construct)

3. Merumuskan Hipotesis
(Jawaban Deduktif Rasional)

4. Menguji Hipotesis secara empiris


(Jawaban Induktif Empiris)
5. Membahas hasil uji Hipotesis
(Mengungkap fakta)
6. Membentuk Simpulan
HIPOTESIS
 Hasil deduksi berdasarkan Kerangka Pemikiran
yang berbentuk Proposisi/Premis

 Merumuskan Hipotesis : Menyusun Proposisi/Premis


(Berdasarkan Kerangka Pemikiran)

Bentuk hubungan variabel

Ketegasan hubungan variabel

Nilai Informatif hubungan variabel


Problem Solving

Knowledge Science

Diagnosis Technology
Taxonomy Theory
Description Facts
Definition Proposition
Descriptive Proposition

Concept / variables

Phenomenon (Evidence, Process, Function)

Reality
Problem
Solving

Art

Technique

Technology

Science

Axiology

Epistemology

Ontology

REALITY
Emphirism Rationalism

KNOWLEDGE

Intuitionism Phenomenonism
AKSIOLOGI Nilai
Ilmu
Kegunaan

Teori Metode
Pandangan Pemecahan
Problem Hidup Masalah
Solving

1. Pengetahuan Ilmiah (Science) – Fakta Empiris


2. Filsafat  Logika (Rasio) atau Akal
3. Mistik
Cara Memperoleh Pengetahuan

Macam Objek Paradigma Metode Ukuran


Pengetahuan

Ilmu Empirik Positivistis Sains Logika & Bukti


Empiris

Filsafat Abstrak/ Logik Rasio Logik


Logika

Mistik Abstrak Mistis Latihan Rasa, Yakin


Supralogik Mistik kadang-
kadang
Empiris
Fakta Teori Hukum Teknologi

Kebutuhan
Technology
Manusia

Menciptakan Tujuan
hidup manusia Teknology Kebutuhan
Manusia

Prediction
Explanation

Prediction

Membentuk manusia
mencapai tujuan
Science hidup
ILMU MORAL

Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan

Fenomena Fakta Pemecahan


Masalah Masalah Masalah

Research Science Real Fact


RATIONALISME
(IDEALISME)
BERFIKIR RASIONAL

MERUMUSKAN MASALAH

FORMULASIKAN IDE

P R E M I S
DEDUKSI

DASAR-DASAR MEMAHAMI
PEMECAHAN FENOMENA
MASALAH

DEDUKSI/INDUKSI

89
MYSTICAL ONTOLOGIGAL FUNCTIONAL
truth

SUPERSTITION OBSERVATION USING KNOWLEDGE


AROUND/NATURE BASED ON ONTOLOGICAL

THE BEGINNING
OF THE DEVELOPMENT OF SCIENCE

START WITH FACTS


ENDED WITH FACTS

NEW THEORY
A RATIONAL EXPLANATION WHICH IS
COMPATIBLE WITH THE EXPLANATORY OBJECT

SCIENTIFIC THEORY
CONDITIONS :
1. CONSISTENT WITH THE PREVIOUS THEORY (DEDUCTIVE)
2. MATCH WITH THE EMPIRICAL FACT (INDUCTIVE) 90
MASALAH UTAMA
WHAT/ONTOLOGI

KONSEP TEORI HASIL PENELITIAN


UMUM /GLOBAL VALUE/AXIOLOGI

DAMPAK SINTESIS + GENERALISASI


Cari hal spesifik WHY/HOW/EPISTEMOLOGI

DEDUKSI
Cari kesenjangan INDUKSI

INTERAKSI
SIMPULAN
SARAN
jawaban sementara
HIPOTESIS
50% DARI TESIS/DISERTASI: KAJIAN PUSTAKA
MASALAH FORMULASIKAN
UTAMA Cari hal yang spesifik

DEDUKSI Kerangka konsep/


Elaborasi pemikiran
(kajian pustaka)
Premis Mayor/Minor

Hipotesis Hipotesis statistik


penelitian
(simpulan Ho – H1
sementara)
VERIVIKASI Hipotesis teruji

INDUKSI SIMPULAN
(berfikir logis + empiris) Teori baru/Reteori
92
THE
KNOWER

THE QUEST FOR KNOWLEDGE

THE THE
THE KNOWING
KNOWN KNOWLEDGE

ONTOLOGY EPISTEMOLOGY AXIOLOGY

CONCEPT VALUE OF
PHENOMENON
UAL
METHODOLOGY FACTS
SCIENCE

I II III IV V
TAHU DAN PENGETAHUAN
AL GHAZALI
 TAHU BAHWA TAHU

 TAHU BAHWA TIDAK TAHU


 TIDAK TAHU BAHWA TAHU
 TIDAK TAHU BAHWA TIDAK TAHU

MARTONE
NILAI DARI TIDAK TAHU
 SAYA BELUM ATAU TIDAK TAHU APA-APA
 SAYA MULAI BANYAK TAHU
 SAYA SEGALA TAHU
LOGIKA

LOGIKA :
Cara berfikir/hidup/sikap hidup tertentu yang masuk akal,
reasonable,wajar, beralasan, berargumen/rasional dan dapat dimengerti
(walaupun belum tentu disetujui atau benar atau salah).
Penalaran (reasoning) :
Kegiatan berfikir dalam wujud proses akal budi, berupa gerakan dari satu
fikiran ke fikiran yang lain
Simpulan :
Hasil dari kegiatan berfikir, menghubungkan fikiran dan fikiran mengarah
ke satu tujuan
Argumentasi (premis/alasan) :
Kesatuan kumpulan pernyataan yang dinamakan premis atau premis-
premis dan simpulan yang dihasilkan oleh kegiatan penalaran
LOGIKA ......

Penalaran deduktif : sifat hubungan antara premis dan hipotesis implikatif,


premis sudah memuat hipotesis, konklusif atau simpulan (sementara)

Penalaran Induktif : sifat hubungan simpulan sementara tidak tersirat


didalam premis, hubungan probabilitas, sifat pembuktiannya inkonklusif
(tidak berkepastian).

Validitas : isi dari argumen dinilai berdasarkan kebenaran, ada kesesuaian


antara pernyataan dengan fakta.

Inferensi : tindakan akal budi memunculkan simpulan sementara


berdasarkan premis atau proporsi
LOGIKA ......

Silogisme : inferensi tidak langsung, umum dipakai , simpulan


(sementara)nya diambil hanya dari dua premis saja
Contoh :
Argumen valid, simpulan benar, silogisme :
- Saya adalah manusia
- Manusia akan mati
Jadi ; saya akan mati
Argumen tidak valid, simpulan salah : - Tuhan adalah cinta
- Cinta adalah buta
Jadi ; Tuhan adalah buta

PREMIS MAYOR, PREMIS MINOR HIPOTESIS (SIMPULAN


SEMENTARA)
MEMBEDAKAN PENELITIAN
BIDANG KESEHATAN

Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif

Diminati peneliti eksakta diminati peneliti sosial


Dlandasi kekuatan angka dilandasi kekuatan naratif
Mengambil jarak dari situasi alamiah kejadian dalam situasi alamiah
Menjaga jarak peneliti subjek kontak langsung di lapangan
Cara berfikir deduktif cara berfikir induktif
Perspektif reduktif perspektif holistik
Orientasi pada kasus unik jumlah sampel sesuai dengan
ditentukan jumlah sampel dimuka keperluan (berubah)
Dibangun ; deduksi-hipotesis-verivikatif tanpa hipotesis-induktif- generalisasi
Berfikir linier berfikir sirkuler/dinamis
Peneliti; satu aspek diantara yang lain peneliti; instrumen kunci
KONSEP PENDIDIKAN ORANG
DEWASA (ANDRAGOGI)
Student Centered

Penulisan Tesis dan Disertasi

PHILOSOPHY –
DESIGN –
ANALYSIS
PROSES & PELAKSANAAN PENELITIAN
Deducto—Hypothetico—Verivikatif
Masalah Kerangka Pemikiran Nalar Deduktif
- Masalah Utama
- Dampak - Landasan Teoritis - Kerangka Pemikiran
- Masalah Spesifik - Landasan Empiris - Premis – Premis
- Elaborasi (kajian pustaka) - Hipotesis Penelitian
- Kesenjangan

Rancangan Penelitian Nalar Deduktif + Induktif

Terima / Tolak
Struktur Strategi
-Tipe penelitian: intervensi /
- Identifikasi dan klasifikasi variabel
observasional
- Konseptualisasi
- Rancangan: eksperimental / survei
- Definisi operasional
- Hipotesis Operasional / Statistika
- Paradigma / model
- Pengumpulan Data/ Analisis Ilmiah
- Pengembangan alat ukur/
- Simpulan Statistika
skala/alat uji statistika

SIMPULAN PENELITIAN
SARAN
ETIKA PENELITIAN

PENELITIAN YANG MELIBATKAN SUBJEK MANUSIA

STANDAR ETIKA PENELITIAN KESEHATAN

NUREMBERG CODE
(1946)

CIOMS (WHO-UNESCO)
(1949 -1993)

DEKLARASI HELSINKI (1964)

BERAPA KALI DIPERBAHARUI (2008)


Tantangan Pengembangan Penelitian

Molecular Aspect of Oncology , Infection ,


Nutrition in addition to Traditional, Reproductive
and Environmental Medicine,

•Product –
oriented
Research
• HaKI

PRODUCT i.e. Biofarma


Faculty Members Research Faculty 2016
Bahasan Etika Penelitian
Peran informed consent dalam penelitian

Good clinical practice (GCP)

Pedoman Nasional Etika Penelitian Kesehatan

Pedoman Operasional Komisi Etik Penelitian


Kesehatan di Indonesia

Nuremberg Code 1946


CIOMS 1949-1993
Deklarasi Helsinki 1964-2008
Good Clinical Practice (GCP)
GCP
KERANGKA KONSEP
MODUL PEMBELAJARAN TERINTEGRASI
More Info :
Pembimbingan/presentasi ilmiah/ Penugasan/
penulisan artikel, hibah learning issue
Filsafat Ilmu
Metodologi
Latar Belakang
Tujuan

Metode Penelitian

Dasar Ilmu
Statistik
Etika
More Info : biomolecular, More Info : diskusi/mentoring
laboratory technique/ICT metode statistik, bahasa
KERANGKA PENELITIAN
ETIS
VALID
KONSISTEN

Rumusan Masalah Tujuan Kegunaan


(2) (3) Penelitian (4)

Latar Belakang
Penelitian (1)

Kerangka Kajian Pustaka


Hipotesis (7)
Pemikiran(6) (5)
Thank You
THE END