Anda di halaman 1dari 16

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Lingkungan

Reinstra Program Kesehatan


Lingkungan
Disusun Oleh
Kelompok 4

Amellia Anggraini (P2.31.33.1.15.003)


Inanda Putika Sari (P2.31.33.1.15.021)
M.Zufar Ibrahim (P2.31.33.1.15.029)
Syarah Puspita (P2.31.33.1.15.041)
Pengertian Renstra
Rencana strategis merupakan suatu proses
berkelanjutan untuk memperbaiki kinerja.
Tujuan dan kebutuhan untuk perubahan
dituangkan dalam bentuk rencana strategis
sebagai arah, kebijakan dan panduan bagi
pemangku kepentingan untuk
menwujudkannya. Dalam UU Nomor 25 Tahun 2004, tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(SPPN) mengamanatkan bahwa setiap
kementerian perlu menyusun Rencana Strategis
(Renstra) yang mengacu pada Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Renstra Kemenkes merupakan dokumen
perencanaan yang bersifat indikatif memuat (RPJMN). Dengan ditetapkannya RPJMN
program² pembangunan kesehatan yang 2015-2019 maka Kemenkes menyusun
dijabarkan dalam bentuk program/kegiatan, Renstra Tahun 2015-2019.
indicator, target, sampai dengan kerangka
regulasinya yang akan dilaksanakan oleh
Kemenkes dan menjadi acuan dalam
penyusunan perencanaan tahunan. Renstra ini
menjadi dasar dalam penyelenggaraan
pembanguan kesehatan.
Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kesehatan Nasional 2015-
2019 Merupakan Bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Bidang Kesehatan (RPJPK) 2005-2025

bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan,


kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya dapat terwujud

Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai


pada tahun 2025 adalah meningkatnya derajat
kesehatan masyaarakat yang ditunjukkan oleh
meningkatnya Umur Harapan Hidup, menurunnya
Angka Kematian Bayi, menurunnya Angka
Kematian Ibu, menurunnya prevalensi gizi kurang
pada balita.
Untuk Mencapai Tujuan dan Sasaran Pembangunan
Kesehatan, maka Strategi Pembangunan Kesehatan
2005- 2025 adalah:

Pembangunan nasional berwawasan kesehatan

Pemberdayaan masyarakat dan daerah

Pengembangan upaya dan pembiayaan


kesehatan

Pengembangan dan pemberdayaan SDM


kesehatan

Penanggulangan keadaan darurat kesehatan


Penyehatan Lingkungan

Upaya penyehatan lingkungan seperti penyediaan air


minum, sanitasi dasar, hingga pengembangan desa
yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat (STBM) masih terus dilakukan.

pembangunan kesehatan periode 2015-2019 adalah Program


Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat
kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan
dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan
perlindungan finansial dan pemeratan pelayanan kesehatan
Sasaran Pokok RPJMN 2015 – 2019
Meningkatnya Status Kesehatan, Gizi Ibu dan Anak

Meningkatnya Pengendalian Penyakit

Meningkatnya Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar dan


rujukan terutama di Daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan

Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui


Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN
Kesehatan

Terpenuhinya Kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin


Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan
Program Indonesia Sehat dilaksanakan
dengan 3 pilar utama yaitu :
paradigma sehat
di lakukan dengan strategi
pengarusutamaan kesehatan dalam
pembangunan, penguatan promotif
preventif dan pemberdayaan
masyarakat Penguatan pelayanan kesehatan
dilakukan dengan strategi peningkatan
akses pelayanan kesehatan, optimalisasi
sistem rujukan dan peningkatan mutu
pelayanan kesehatan, menggunakan
pendekatan continuum of care dan
Jaminan kesehatan nasional intervensi berbasis risiko kesehatan
dilakukan dengan strategi perluasan
sasaran dan benefit serta kendali
mutu dan
T ujuan Ke m enterian Kese hatan Pad a
T ahu n 2015-2019, yaitu :

Meningkatnya Status Kesehatan Masyarakat

Meningkatnya daya tanggap


(responsiveness) dan perlindungan
masyarakat terhadap risiko sosial dan
finansial di bidang kesehatan.
Peningkatan status kesehatan masyarakat
dilakukan pada semua kontinum siklus
kehidupan (life cycle), yaitu bayi, balita,
anak usia sekolah, remaja, kelompok
usia kerja, maternal, dan kelompok
lansia.
Dua Belas Sasaran Strategis Pembangunan Kesehatan
2015-2019 untuk mewujudkan kedua tujuan
tersebut meliputi:

1. Akselerasi Pemenuhan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, Remaja, dan Lanjut Usia
yang Berkualitas.
2. Mempercepat Perbaikan Gizi Masyarakat.
3. Meningkatkan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan
4. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Dasar yang Berkualitas
5. Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan Rujukan yang Berkualitas
6. Meningkatkan Ketersediaan, Keterjangkauan, Pemerataan, dan Kualitas Farmasi dan Alat
Kesehatan
7. Meningkatkan Pengawasan Obat dan Makanan
8. Meningkatkan Ketersediaan, Penyebaran, dan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan
9. Meningkatkan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
10. Menguatkan Manajemen, Penelitian Pengembangan dan Sistem Informasi
11. Memantapkan Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan
12. Mengembangkan dan Meningkatkan Efektifitas Pembiayaan Kesehatan
Kem enterian Kesehatan m eng elo m p o kkan sasaran
strateg is terseb u t m enjai 3 kelo m p o k, yaitu :

kelompok sasaran strategis pada aspek input


a. Meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik
dan bersih
b. Meningkatkan Kompetensi dan Kinerja
Aparatur Kementerian Kesehatan Kelompok sasaran strategis pada aspek penguatan
c. Meningkatkan Sistem Informasi kelembagaan :
Kesehatan Integrasi
a. Meningkatkan Sinergitas Antar
Kementerian/Lembaga
b. Meningkatkan Daya Guna Kemitraan (Dalam dan
Luar Negeri)
Kelompok sasaran strategic pada aspek c. Meningkatkan Integrasi Perencanaan, Bimbingan
upaya strategic : Teknis dan Pemantauan Evaluasi
a. Meningkatkan Kesehatan Masyarakat d. Meningkatkan Efektivitas Penelitian dan
b. Meningkatkan Pengendalian Penyakit Pengembangan Kesehatan
c. Meningkatkan Akses dan Mutu Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
d. Meningkatkan Jumlah, Jenis, Kualitas Dan
Pemerataan Tenaga Kesehatan
e. Meningkatkan Akses, Kemandirian dan Mutu
Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan
Arah Kebijakan Dan Strategi Kementerian
Kesehatan mengacu pada 4 hal penting. Yakni :

1. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)

Puskesmas mempunyai fungsi sebagai pembina kesehatan wilayah


melalui 4 jenis upaya yaitu :
a. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat.
b. Melaksanakan Upaya Kesehatan Masyarakat.
c. Melaksanakan Upaya Kesehatan Perorangan.
d. Memantau dan mendorong pembangunan berwawasan
kesehatan
2. Penerapan Pendekatan Keberlanjutan Pelayanan (Continuum Of Care).
Pendekatan ini dilaksanakan melalui peningkatan cakupan, mutu, dan
keberlangsungan upaya pencegahan penyakit dan pelayanan kesehatan ibu, bayi,
balita, remaja, usia kerja dan usia lanjut.

3. Intervensi Berbasis Risiko Kesehatan. Program-program khusus untuk menangani


permasalahan kesehatan pada bayi, balita dan lansia, ibu hamil, pengungsi, dan
keluarga miskin, kelompok-kelompok berisiko, serta masyarakat di daerah
terpencil, perbatasan, kepulauan, dan daerah bermasalah kesehatan.

4. Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Sasarannya adalah


menurunnya penyakit menular, penyakit tidak menular, dan peningkatan kualitas
lingkungan. Indikator pencapaian sasaran tersebut adalah:

a. Persentase kabupaten/kota yang memenuhi kualitas kesehatan lingkungan 40%.


b. Persentase penurunan kasus PD3I sebesar 40%.
c. Persentase kabupaten/kota yang mempunyai Kebijakan kesiapsiagaan dalam
penanggulangan KLBsebesar 100%.
d. Persentase penurunan prevalensi merokok pada usia ≤ 18 tahun sebesar 5,4%.
Untuk Penguatan ke Empat Hal Penting Tersebut, Perlu
dilakukan Revitalisasi Puskesmas, dengan fokus
pada 5 hal, yaitu:

a. Peningkatan SDM;
b. Peningkatan kemampuan teknis dan manajemen
Puskesmas;
c. Peningkatan pembiayaan;
d. Peningkatan Sistem Informasi Puskesmas (SIP)
Pelaksanaan akreditasi Puskesmas.

Peningkatan sumber daya manusia di Puskesmas


diutamakan untuk ketersediaan 5 jenis tenaga
kesehatan yaitu: tenaga kesehatan masyarakat,
kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga
kefarmasian dan analis kesehatan.
Untuk mencapai sasaran hasil tersebut, maka
kegiatan yang akan dilakukan adalah:

a. Pembinaan Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan


Matra
b. Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang
c. Pengendalian Penyakit Menular Langsung
d. Pengendalian Penyakit Tidak Menular
e. Penyehatan Lingkungan
f. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Pada Program Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan .
Agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik maka
perlu didukung dengan regulasi yang memadai. Perubahan dan penyusunan
regulasi disesuaikan dengan tantangan global, regional dan nasional. Kerangka
regulasi diarahkan untuk:\

a. Penyediaan regulasi dari turunan Undang-Undang yang terkait


dengan kesehatan
b. Meningkatkan pemerataan sumber daya manusia kesehatan;
c. Pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan;
d. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan
berwawasasn kesehatan;
e. Penguatan kemandirian obat dan alkes;
f. Penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional yang lebih
bermutu;
g. Penguatan peran pemerintah di era desentralisasi; dan
h. Peningkatan pembiayaan kesehatan.
Kerangka regulasi yang akan disusun antara lain adalah perumusan
peraturan pemerintah, peraturan presiden, dan peraturan menteri
yang terkait, termasuk dalam rangka menciptakan sinkronisasi,
integrasi penyelenggaraan pembangunan kesehatan antara pusat dan
daerah.
DAFTAR PUSTAKA

• Rencana Strategis Kementerian Kesehatan


Tahun 2015-2019. -- Jakarta : Kementerian
Kesehatan RI, 2015

• KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN


REPUBLIK INDONESIA NOMOR
HK.02.02/MENKES/52/2015