Anda di halaman 1dari 31

LIQUID LOADING

EGGI SEPTI YULIANTO


IDHAM ILHAM PALAFI
MUHAMMAD FADHIL
SAFTA PRILIKA G
SITI NURKASIH DAMAYU
Liquid Loading
Proses Terjadinya Liquid Loading

Liquid Loading dalam sumur gas adalah suatu akumulasi


cairan dalam sumur gas sebagai akibat dari penurunan
kecepatan gas sehingga fasa gas tidak mampu
mentransportasikan droplet liquid ke permukaan dan
menimbulkan back pressure ke formasi.
Liquid loading mempunyai pengaruh yang sangat besar
terhadap produksi sumur gas, karena apabila akumulasi
cairan ini sudah terjadi maka cairan tersebut dapat
mematikan sumur, tentunya akan berdampak pada
penurunan produksi gas. Dapat lihat dari gambar proses
terjadinya.
Kecepatan produksi gas pertama kali yang menyebabkan
gas tidak dapat mengangkat butiran cairan disebut
critical velocity
Multiphases flow
in gas
Dalam industri minyak dan gas, aliran multifase sering menyiratkan aliran
minyak, air dan gas secara bersamaan. Istilah ini juga berlaku untuk
menandakan sifat-sifat aliran di beberapa bidang di mana ada injeksi
kimia atau berbagai jenis inhibitor.
Dalam mekanika fluida, aliran
multifasa adalah aliran simultan
dari

Bahan dengan berbagai fase (yaitu gas, cair


atau padat)

Bahan dengan sifat kimia yang berbeda tetapi


dalam keadaan yang sama
Selain gas, hampir semua gas menghasilkan sejumlah cairan.
Cairan ini adalah air formasi / gas kondensat (minyak ringan).
Model aliran empat fase gas-minyak-air-padat pertama kali
disajikan oleh Guo (2001) untuk sumur produksi metana batu bara.
Guo merumuskan persamaan pemerintah dengan asumsi
campuran homogen dari empat fase, yang mungkin ada dalam
aliran kabut. Guo juga mempresentasikan solusi perkiraan untuk
persamaan yang mengatur dengan memecah solusi menjadi tiga
istilah. Gua, Sun, dan Ghalambor (2004) mempresentasikan solusi
yang tepat untuk persamaan yang mengatur dan menerapkan
solusi untuk aerated fluid hydraulics.
Menurut Guo. Sun, dan Ghalambor
(2004) persamaan berikut dapat
digunakan untuk menghitung tekanan P
(in lbf/ft2) pada kedalaman L:
Dimana parameter grup
ditentukan sebagai:
Contoh Soal
Selesaikan masalah untuk tekanan botton hole dengan data tambahan tambahan :
Kondensat Gas Rasio (CGR): 0,02 bbl / Msc
Water Cut (WC): 50% G
ravitasi oli: 60 API
Gravitasi spesifik air: 1.03
Pasir produksi: 0,1 t /
Pasir-spesifik gravitasi 265

Solusi
Contoh masalah ini diselesaikan dengan program spreadsheet MistFlowxis Tabel 4-3
menunjukkan penampilan spread-sheet untuk input data dan hasil bagian itu
menunjukkan tekanan botton hole yang mengalir dari 1.103 psia
Liquid Loading

Proses Terjadinya Liquid Loading

Pada awal komplesi, sumur gas pada


umumnya memiliki tekanan reservoir
dan laju alir yang masih tinggi,
sehingga kecepatan gasnya pun
cukup untuk mentransportasikan
cairan sampai ke permukaan
Liquid Loading

Proses Terjadinya Liquid Loading

Seiring dengan berjalannya


waktu, tekanan reservoir akan
berkurang sehingga menurunkan
laju alir gas. Karena kecepatan
gas berkaitan langsung dengan
laju alir gas maka kecepatan gas
pun akan menurun.
Liquid Loading

Proses Terjadinya Liquid Loading

akumulasi cairan di dasar


sumur,seakan-akan
membentuk downhole choke,akan
menurunkan flow area bagi fasa
gas. Karena kecepatan gas
berbanding terbalik dengan flow
area, maka kecepatan gas akan
meningkat.
Liquid Loading

Proses Terjadinya Liquid Loading

Umumnya sebuah sumur akan


mengalami siklus bolak-balik
antara tahap 2 dan tahap 3.
Bagaimanapun, seiring dengan
berjalannya waktu, selisih waktu
antara slugcairan yang terproduksi
di permukaan akan semakin besar.
Hal ini terjadi karena bertambahnya
waktu yang diperlukan tekanan
reservoir untuk mendapatkan
tekanan yang diperlukan untuk
mendorong slug cairan ke
permukaan.
MACAM-MACAM ALIRAN DALAM
TUBING
PERMASALAHAN YANG TERJADI PADA
LIQUID LOADING
1. Tekanan alir dasar sumur meningkat

Drawdown pressure menurun

2. Saturasi cairan meningkat

Permeabilitas efektif gas berkurang


Sumur gas yang mengalami problem liquid loading dapat di
atasi dengan metode:

1. Alternate flow(shut
in)

2. Swabbing

3.Beam pump units

4.Small tubing string


5.Flowcontrol

7.Soap injection

8.Gaslift

9. Reduce Wellhead
Pressure
WHY WE PREFER WITH SMALLER TUBING?

CONTINUITY EQUATION
Perbandingan Laju kritical gas pada
diameter tubing yang berbeda
Coiled Tubing

Coiled tubing merupakan salah satu penemuan teknologi baru dan sedang mengalami perkembangan
sekarang ini di industri perminyakan. Sedangkan pengertian coiled tubing adalah suatu tubing yang dapat
digulung dan bersifat plastis, terbuat dari bahan baja yang continue (tidak bersambung). Peralatan
dipermukaan coiled tubing tidak tidak memerlukan lahan yang luas untuk operasinya. Kelebihan-kelebihan
dari coiled tubing tersebut dapat menjadi pilihan teknologi yang diharapkan dalam aplikasi terhadap operasi
dilapangan. Coiled tubing dapat diapakai dalam operasi produksi, operasi pengeboran dan operasi kerja
ulang.
Pada tahun 1988 Dowel schlumberger mengidentifikasikan bahwa coiled tubing berfungsi sebagai :
•Penggunaan konvensional :
•Pembersihan sumur dan kickoff
•Drill Stem Test
•Media untuk injeksi fluida untuk stimulasi
•Untuk memisahkan zona produksi pada squeeze cementing.
•Penggunaan Unconvensional :
•Menurunkan packer dan penataan bridge plugs
•Coiled tubing Conveyed perforating(CTCP)
•Survei tekanan dan temperature
•Pemasangan gravel pack Fishing.
•Penggunaan sebagai wireline :
•Keperluan logging (pada kondisi open hole dan cased hole)
•Perforasi
•Penggambaran metoda produksi
•Test In-situ stress.
•Pengunaan dan keperluan masa depan :
•Untuk keperluan multi zone completion system
•Keperluan survey radioaktif
•Melewatkan tubing
Down hole traetment dan monitoringnya
Komponen-komponen coiled tubing
Peralatan diatas permukaan

1. Tubing Injector Heads

Tubing heads didesain untuk tiga fungsi dasar, yaitu :


a. Menyediakan/memberikan daya dorong yang dibutuhkan untuk mendorong tubing masuk ke dalam
sumur.
b. Menanggulangi/mengatasi gesekan dari dinding lubang sumur.
c. Digunakan untuk mengontrol kecepatan masuknya tubing ke dalam sumur dan kecepatan pada
waktu menarik tubing keluar dari sumur serta menahan seluruh berat rangkain coiled tubing.
Tubing injector heads terdiri dari beberapa komponen yaitu:

Hydroulicmotors

Drive chains (rantai)

Chaintensioners

Gooseneck

Weight indicator
2. Coiled Tubing Reel

Coiled tubing reel berfungsi sebagai tempat (wadah) bagi coiled tubing . Coiled tubing reel terbuat
dari baja yang mempunyai diameter tertentu sesuai dengan ukuran dari coiled tubing. Reel dikendalikan
oleh hydraulic motor yang dilengkapi dengan peralatan untuk menjaga reel dari sistem hydraulic
bilamana terjadi kesalahan mekanik ataupun kesalahan operator. Motor menggerakkan rangkaian reel
dengan cara memutar rantai yang dihubngkan dengan gigi-gigi yang terdapat pada reel. Pada beberapa
desain reel terbaru antara motor dan gearbox dibentuk pada satu rangkaian reel. Coiled tubing reel juga
dilengkapi dengan breaking system untuk menjaga putaran reel (menahan dan melambatkan putaran
reel) dan selama control valve dari injector heads pada posisi netral. Tubing digulung kedalam reel
melaui mekanisme yang disebut levelwind assembly agar tubing dapat teratur terbungkus di reel.
Levelwind assembly memebentuk gulungan lebar dan dapat diangkat untuk ketinggian yang diinginkan
pada jalur antara injector tubing guide dan reel. Levelwind dilengkapi dengan tubing integrity monitor
untuk menilai dan memperhatikan luar coiled tubing.
3. Power Pack

Power pack berfungsi untuk memberikan tenaga hidrolik untuk mengoperasikan dan mengontrol
unit coiled tubing dengan peralatan pengontrol tekanan. Umumnya power pack terdiri dari diesel engine
sebagai penggerak untuk mengatur system dan sirkulasi suplai pompa hydraulic dengan tekanan dan laju
aliran yang dikehendaki. Diesel engine dilengkapi dengan sitem protection untuk menjaga kebisingan
dalam pengoperasian. Pressure control valve berfungsi untuk membatasi pengaturan dan sistem tekanan
maksimum pada bagian sirkulasi. Fluida dalam sistem hidroluk dijaga agar tetap bersih dengan
menggunakan filter disetiap bagian.

4. Control Cabin

Adalah suatau ruangan yang merupakan tempat dari control console yang berfungsi untuk
mengontrol pengoperasian dan memonitor component coiled tubing unit.
5. Stripper
Berfungsi untuk memberikan tekanan kecil untuk menutup dan mengerakkan coiled tubing masuk
atau keluar dari sumur sehingga tidak terjadi hubungan antara tekanan sumur dengan tekanan
permukaan. Tekanan pada stripper dapat diatur oleh operator didalam kontrol kabin.

6. BOP (Blow Out Preventer)

Stack Suatu alat yang melindungi coiled tubing dan mengisolasi tekanan dalam lubang sumur,
melindungi pada saat terjadi situasi darurat (blow out). Terdapat beberapa tipe BOP Stack :
a. Shear/seal BOP
b. Combi BOP
c. Quad BOP
Peralatan bawah permukaan

1. Connector

Berfungsi untuk menghubungkan bermacam-macam peralatan bawah permukaan dengan ujung dari
coiled tubing.

2. Check Valve

Dihubngkan dengan connector yang berada pada ujung dari coiled tubing yang berfungsi untuk
mencegah masuknya aliran balik fluida sumur ke dalam coiled tubing.

3. Swivel Joint

Digunakan untuk menyusun agar peralatan peralatan bawah permukaan dapat dirangkaikan secara
berurutan dan dapat digerakkan atau diputar. Dapat dilihat pada.
4. Release Joint
Berfungsi untuk melepas string kerja coiled tubing string, metoda yang digunakan adalah :
a) Tension-Active Release Joint. Dengan menganggap sebagian sebuah titik lemah di dalam tool string sebelum
mengakibatkan beberapa kerusakan dalam tool string retrieve atau coiled tubing, menggunakan shear pin atau screw.

b) Pressure-Active Release Joint. Digerakkan dengan menggunakan tekanan yang melewati coiled tubing,
kemudian berbalik dengan menggunakan perbedaan tekanan didalam dan diluar coiled tubing, ini menggunakan
semacam bola didalamnya.

5. Debris filter
Digunakan bersama dengan peralatan – peralatan Coiled Tubing di bawah permukaan yang lain dan sangat
peka sebagai penyaring material-material tertentu yang berukuran kecil.

6. Nozzle dan Jetting Subs

Salah satu bagian sirkulasi yang pada ujungnya memiliki ukuran yang relatif kecil dibanding pada bagian lain.
Dengan demikian pada bagian yang lebih kecil pancaran fluidanya akan lebih keras. Biasanya digunakan untuk
membersihkan scale yang lunak.
7. Centralizer

Centralizer Adalah suatu peralatan bawah permukaan yang berfungsi untuk :


•Menjaga agar peralatan coiled tubing tetap ditengah-tengah lubang bor.
•Mencegah rintangan dalam lubang bor.
•Meminimalkan distorsi
•Memeberikan stabilitas ketika operasi pemboran
•Memeberikan tempat untuk aliran fluida.

8. Jars

Jars Suatu alat yang menghasilkan sebuah efek kejut (sentakan) ke atas terhadap pipa di bawah jars bila terjadi stuck
(jepitan), dapat dilihat pada. Tipe Jars :
•Tenaga mekanik
•Tenaga hidrolik
•Fluida (imopact drill)

9. Accelerator
Alat ini digunakan bersama-sama dengan jars dalam operasi pemancingan.
REFERENCES

Wang Xiuli, Economides Michael. Advanced Natural Gas Engineering. Gulf.


2009.
Akmal Muhammad. Perkiraan Liquid Loading Sumur Gas Melalui Integrasi
Sistem Reservoir, Sumur, dan Pipa Produksi. Tugas Akhir ITB. 2010.