Anda di halaman 1dari 16

©Devit Romy Saputro, S.Si, M.

Pd (c)LILIK HIDAYAT S 1
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
UNP PGSD
(c)LILIK HIDAYAT S 2
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
MATA
Penting !!!
1- Cornea
2- Pupil
3- Iris
4- Retina
5- Lensa

(c)LILIK HIDAYAT S 3
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
CACAT MATA (Lensa)
DAYA LENSA

MYOPIA
1
P
PR

HYPEROPIA
1
P  4
PP

PP=titik dekat
PR=titik jauh
P=daya lensa (D)
(c)LILIK HIDAYAT S 4
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
LUP (Kaca Pembesar = Suryakanta)
Untuk memperoleh perbesaran maksimum, benda harus
diletakkan di R.1 (mata berakomodasi maksimum)

Perbesaran:

m
Sn
1 Sn
f m 1
f
f f
Sn= jarak baca normal (25 cm)
Sifat bayangan? f = jatak fokus
- maya m= perbesaran
- diperbesar
- di R.4
(c)LILIK HIDAYAT S 5
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
Sn
m
f
LUP (lanjutan)
Jika mata tidak berakomodasi, benda
harus diletakkan di f

Perbesaran:

Sn
m 
f
f f
Sn= jarak baca normal (25 cm)
Sifat bayangan? f = jatak fokus
- maya m= perbesaran
- di tak terhingga

(c)LILIK HIDAYAT S 6
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
MIKROSKOP Sifat bayangan ?
nyata, terbalik, diperbesar
Bayangan ini dianggap benda
oleh Lensa Okuler (R.1)
Lob Lok
Sob
S’ob sbg
LUP
Sok
fob sumbu utama
fob fok fok

Sifat bayangan?
-maya,
Mata berakomodasi
-terbalik,
S’ok =Sn -diperbesar
(c)LILIK HIDAYAT S 7
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
MIKROSKOP (lanjutan)

Jarak kedua lensa Keterangan

d  Sob ' Sok Sob’= jarak bayangan L.obyektif


Sob= jarak benda L.obyektif
Perbesaran Sok= jarak benda L.okuler

Sob '  Sn  fok= jarak fokus L.okuler


m   1
Sob  f ok Sn= jarak baca normal (25 cm)

d= jarak kedua lensa
m= perbesaran
Mata berakomodasi

(c)LILIK HIDAYAT S 8
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
d  S ob'  f ok

MIKROSKOP (lanjutan) Perhatikan!!!


Bayangan dari Lob.ini
Jarak kedua lensa
dianggap benda oleh
d  S ob'  f ok Lensa Okuler (di fok)

Lob Lok
Sob
S’ob
fok
fob fok sumbu utama
fob
fok

Perbesaran
Mata tidak berakomodasi Sob '  Sn 
m . 
Sob  f ok 
(c)LILIK HIDAYAT S 9
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BINTANG(ASTRONOMI)
Perhatikan!!!
Bayangan dari Lob.ini
dianggap benda oleh
Lob Lensa Okuler (di R1) Lok

fok fob fok sumbu utama

Sifat bayangan?
Mata berakomodasi -maya,
-terbalik,
(c)LILIK HIDAYAT S -diperbesar 10
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BINTANG (lanjutan)

Jarak kedua lensa


Keterangan
d  fob  Sok fob= jarak fokus L.obyektif
Sok= jarak benda L.okuler
Perbesaran d= jarak kedua lensa
f ob
m m= perbesaran
S ok .
Mata berakomodasi

(c)LILIK HIDAYAT S 11
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BINTANG (lanjutan)
Perhatikan!!!
Bayangan dari Lob.ini
dianggap benda oleh
Lob Lensa Okuler (di f) Lok

fok
fok fob sumbu utama

Sifat bayangan?
Mata tak berakomodasi -maya,
-di tak terhingga
(c)LILIK HIDAYAT S 12
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BINTANG (lanjutan)

Jarak kedua lensa


Keterangan
d  f ob  f ok fob= jarak fokus L.obyektif
fok= jarak fokus L.okuler
Perbesaran d= jarak kedua lensa
f ob
m m= perbesaran
f ok

Mata tak berakomodasi

(c)LILIK HIDAYAT S 13
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BUMI (Medan=Yojana)
Seperti Teropong Bintang, tetapi dilengkapi Lensa Pembalik

Lp Lok
Lob

2fp fp fok fok


fob fp 2fp

fob 4fp Sok

Mata berakomodasi
(c)LILIK HIDAYAT S 14
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BUMI (Medan=Yojana)
Seperti Teropong Bintang, tetapi dilengkapi Lensa Pembalik

Lob Lp Lok

2fp fp fok fok


fob fp 2fp

fob 4fp fok

Mata tak (c)LILIK


berakomodasi
HIDAYAT S 15
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO
TEROPONG BUMI (lanjutan)

Jarak kedua lensa


Keterangan
d  f ob  4 f p  f ok fob= jarak fokus L.obyektif
fp= jarak fokus lensa Pembalik
Perbesaran fok= jarak fokus L.okuler
f ob
m d= jarak kedua lensa
f ok m= perbesaran

Pengamatan dengan teropong, biasanya mata tidak berakomodasi

(c)LILIK HIDAYAT S 16
SMA NEGERI 1 PURWOKERTO