Anda di halaman 1dari 14

KEREN BERLIANA ZEBUA (RRA1C417009)

RINA APRIANTI NAINGGOLAN (RSA1C4170


SHONIA TRIE SUCI (RRA1C41700
SUSILAWATIH
LENI
untuk memperkokoh
tubuhnya, tumbuhan
memerlukan jaringan Kolenkim
penguat atau penunjang
yang disebut juga sebagai
jaringan mekanik. Ada dua
macam jaringan penguat
pegat yang menyusun
tubuh tumbuhan,
yaitu kolenkimadan Sklerenkim
sklerenkim.
Sel kolenkim merupakan Fungsi jaringan kolenkim
sel hidup dan mempunyai adalah sebagai
sifat mirip parenkima. Sel- penyokong pada bagian
selnya ada tumbuhan muda yang
yangmengandung sedang tumbuh dan
kloroplas. pada tumbuhan herba.

1. Kolenkim

Kolenkim umumnya
terletak di dekat
permukaan dan di Dinding sal kolenkim
bawah epidermis pada mengandung selulosa,
batang, tangkai daun, pektin, dan hemiselulosa.
tangkai bunga, dan ibu
tulang daun.
Ciri-ciri sel pada jaringan kolenkim antara
lain:
 Sel-selnya hidup dengan protoplasma aktif,
bentuk sel sedikit memanjang
 Umumnya memiliki dinding dengan
penebalan tidak teratur
 Tidak memiliki dinding sel sekunder tetapi
memiliki dinding primer yang lebih tebal
daripada sel-sel parenkim
 Lunak, lentur dan tidak berlignin.
 Isi sel dapat mengandung kloroplas makin
sederhana diferensiasinya makin banyak
kloroplasnya, sehingga menyerupai
parenkim, juga dapat mengandung tanin.
Berdasar cara penebalan sel-sel
kolenkim, ada 4 macam tipe kolenkim, yaitu
tipe:
 Kolenkim Sudut (angular), penebalan
dinding terdapat pada sudut sel dan
memanjang mengikuti sumbu sel.
 Kolenkim Lempeng (lamelar), penebalan
dinding sel terutama pada dinding
tangensial (sejajar permukaan organ).
 Kolenkim Buluh (tubular), penebalan
dinding sel terdapat pada bagian dinding
sel yang menghadap ruang antar sel.
 Kolenkim Cincin (anular), sel berbentuk
lingkaran.
KolenkIm
Jaringan sklerenkim terdiri
atas sel-sel mati. Dinding sel
sklerenkima sangat kuat,
tebal, dan mengandung
lignin (komponen utama
kayu).

Fungsi sklerenkim adalah


menguatkan bagian
tumbuhan yang sudah
dewasa. Sklerenkim juga
melindungi bagian-bagian
lunak yang lebih dalam,
seperti pada kulit biji jarak,
biji kenari dan tempurung
kelapa.
Ciri-ciri sel pada jaringan sklerenkim,
yaitu:
 Sel-selnya telah mati dengan dinding sel
yang tebal
 Dinding sekunder yang tebal, umumnya
terdiri dari zat lignin
 Bersifat kenyal, pada umumnya tidak
lagi mengandung kloroplas
 Sel-selnya lebih kaku daripada kolenkim,
sel sklerekim tidak dapat memanjang
1) Serabut
Serabut pada umumnya terdapat
dalam bentuk untaian atau dalam bentuk
lingkaran. Di dalam berkas pengangkut,
serabut biasanya merupakan suatu
seludang yang berhubungan dengan
berkas pengangkut atau dalam kelompok
yang tersebar di dalam xilem dan floem.
2) Sklereid
Sklereid terdapat dalam semua
bagian tumbuhan, terutama di dalam kulit
kayu, pembuluh tapis dan dalam buah
atau biji. Secara ontogenis, sklereid
berkembang dari sel-sel parenkim melalui
penebalan sekunder dinding selnya.
Berdasarkan bentuknya, sklereid dibedakan menjadi
5 macam, yaitu:
 Brakisklereid, merupakan sel batu yang bentuknya
seperti insang ikan, dijumpai pada floem kulit
kayu serta daging buah tertentu seperti pear
(Pyrus communis).
 Makrosklereid merupakan sbutan bagi sklereid
yan bentuk seperti tongkat dan dijumpai pada
kulit biji tumbuhan suku kacang-kacangan
(Leguminosae).
 Osteosklereid apabila berbentuk seperti
tulang dengan ujung yang membesar dan
kadang-kadang sedikit bercabang. Sklereid
ini dijumpai dalam kulit biji dan kadang-
kadang dalam daun Dicotyledoneae.
 Asteroslereid merupakan sklereid yang
bercabang-cabang berbentuk seperti
bintang dan sering terdapat pada daun.
 Trikoslereid merupakan sklereid yang
memanjang seperti benang dengan satu
percabangan teratur.