Anda di halaman 1dari 28

BIOKIMIA

JARINGAN IKAT (TULANG)

dr. Putri Sari Wulandari


SISTEM MUSKULOSKELETAL
Sistem yang melaksanakan 2 fungsi
yang berhubungan erat satu dengan
yang lainnya :
1. Gerak (lokomosi)
2. Penunjang / pendukung
Untuk melaksanakan gerak diperlukan :
a. Perintah untuk gerak
b. Energi untuk gerak
c. Kendali / pengaturan gerak
SISTEM MUSKULOSKELETAL
Pendukung :
 Gerak ~ pemindahan sesuatu
  sesuatu yg berupa beban  hrs
didukung
2 organ pendukung :
 Tulang (pasif)
 Otot (aktif)
 Tulang sbg pendukung pasif : kaku
 Supaya tubuh dapat digerakkan tlg hrs
dpt berubah posisi satu sama lain 
 Selain itu, supaya gerak dapat
berlangsung harus ada :
 Sistem sinyal untuk bergerak

 Sistem pasok energi :

 Transportasi O sampai ke sel


2

 Dukungan metabolisme setempat


PENDUKUNG BEBAN
 Pendukung beban pasif = tulang
 Fungsi :
1. Mendukung beban tubuh
2. Menahan berbagai gaya :
a. Tekanan :
a.1. vertikal (searah sumbu tulang)
a.2. horizontal (tegak lurus sumbu
tulang)
b. Tarikan
c. Puntiran (torsi)
TULANG
 Jaringan ikat yang terdiri atas :
 Zat anorganik (mineral)
 Zat organik (matriks tulang)
MINERAL
Makromineral :
- 0.01% BB
- min 5 gram
• Distribusi kalsium • Distribusi Fosfat
METABOLISME KALSIUM &
FOSFOR
Metabolisme Dalam Tulang
 Vitamin meningkatkan absorbsi dan
Ca2+ dan PO43- (fosfat) melalui usus.
Akibatnya (Ca2+)dan (PO43-) dalam darah
meningkat, sampai batas tertentu
sehingga terbentuk garam
Ca3[PO4]2 yang mengendap di tulang.
ABSORPSI KALSIUM DI USUS
 Dihambat oleh :
1. As Fitat (Inositol
hexaphosphat), mis dlm
sereal  kelasi
2. Diit tinggi as lemak 
pbtk garam kalsium
3. Oksalat  kalsium
oksalat yg tdk larut
4. Diit tinggi serat
 Distimulasi oleh :
1. pH asam
2. Laktosa
3. PTH
4. Vitamin D
5. Protein hewani
6. Kebutuhan kalsium
7. Motilitas usus normal
TRANSPORT KALSIUM DLM
DARAH
Kalsium ekstraseluler & intraseluler hanya 1% dr total
kalsium tubuh
Kalsium intraseluler : 0.0001 konsentrasi kalsium
ekstraseluler
Konsentrasi kalsium ekstraseluler & intraseluler diatur
dg ketat
Dlm darah kalsium berada dlm 3 bentuk :
 Free (ionized) calcium (50%)  fungsional
 Terikat pd albumin (40%)
 Kompleks dg sulfat, sitrat atau fosfat (10%)
KALSIUM
 Fungsi struktural  mineral tulang &
gigi
 Fungsi regulasi :
- Second messenger  kerja hormon
- Kontraksi otot
- Konduksi syaraf
- Pembekuan darah
- Kofaktor utk aktivasi banyak enzim
- Aktifitas sekretorik klj eksokrin &
endokrin
FOSFAT
 Komponen tulang & gigi
 Phosphorylated metabolite (ATP, UDP-glucose,
glucose 6-phosphate creatine phosphate, dll.)
 DNA, RNA
 Phospholipid  membran sel
 Free ortho- & pyro- phosphates
 Fosfoenzime
TULANG SBG CADANGAN KALSIUM

99% kalsium tubuh


disimpan dalam matriks
tulang
Komposisi Tulang
1. Anorganik (67%) :
- Kristal amorf kalsium fosfat –
Hydroxyapatite -- Ca10(PO4)6(OH)2
- Kalsium karbonat
- Mg++, K+, Na+, SO4=, CO3=, OH–, F–
2. Organik (33%)  osteoid
a. Kolagen tipe 1 (28%)
b. Protein struktural non kolagen (5%)
- Proteoglikan
- Bone Sialoprotein
- Osteocalcin – mengandung Gla
( karboksiglutamat)
- Fosfoprotein
c. Growth Factor & cytokine (trace)
Zat Anorganik
 Zat anorganik yaitu :
 Kristal Hidroksi apatit Ca
10 (PO4)6 (OH2)

 Na+
 Mg2+
 CO3- (karbonat)
F- (Fluorida )
 Hidroksi apatit merupakan faktor yang
menentukan kekuatan tulang, 99%
Ca2+ berada dalam tulang.
 Fungsi lain Ca dalam tulang : cadangan
Ca2+ utk seluruh tbh (Ca2+ diperlukan
dalam bbg fgs vital)
 Ca2+ tulang bukan deposit yang statis,
ttp dinamis
 Kalsium tlg selalu diendapkan & pada
saat yang sama dilarutkan kembali
 Terjadi depotisasi & resorpsi kalsium
setiap saat
 Dilaksanakan o/ sel osteoblas
(depotisasi) & osteoklas yg berasal
 Tulang selalu berada dalam keadaan
“Dynamic Equilibrium” atau “peristiwa tukar
ganti”.
 Peristiwa ini terlaksana karena ada dua jenis
sel , yaitu :
 Osteoblas :
 Deposisi tulang (Mineralisasi)
 Sintesis matriks baru

 Osteoklas :
 Resorpsi tulang (Demineralisasi)
 Menghancurkan matriks lama
 Keseimbangan ini memungkinkan
terjadinya penggubahan
(remodelling) tulang
 Karena proses dinamis, dikendalikan
oleh hormon (paratiroid, kalsitonin &
kalsitriol)
 Juga dikendalikan oleh pH tubuh
 Logam berat (Pb, Hg, Cd) dan As dapat
menggantikan Ca dalam tulang
 Ggn keseimbangan  osteoporosis
Zat organik
 Glikosaminoglikan (G.A.G) : Senyawa
yang tersusun atas rantai gula
bercabang N-asetilgalaktosamin dan
asam glukuronat. Senyawa
glikosaminoglikan (G.A.G) merupakan
komponen struktural penting dalam
penyusun kartilago dan meningkatkan
ketahanan tulang terhadap tekanan.
Senyawa glikosaminoglikan (G.A.G) ini
disintesis oleh sel-sel tulang yaitu
osteoblast dan osteosit.
 Kolagen :
 Protein terbanyak & tersebar luas di

bbg organ
 Dikenal > 10 jenis

 Struktur heliks khas bagi kolagen :

heliks 3 sepilin (triple helix) : ke 3


rantai kolagen saling terikat dgn ikatan
hidrogen
 Str kolagen  menahan regangan /
tarikan & menahan puntiran / torsi
 Sintesis kolagen sangat memerlukan O2
& juga memerlukan vitamin C
 G.A.G & kolagen tlg disintesis oleh 2
jenis sel :
 G.A.G disintesis oleh sel tulang

(osteoblas / osteosit)
 Kolagen disintesis oleh fibroblas

 Imbangan matriks anorganik & organik


Kandungan Kalsium Dalam
Tulang
 Terdapat kelenjar paratiroid,terdapat 2
yaitu :
 Hormon PTH (Paratiroid Hormon )
 Sel parafolikuler (Sel C) menghasilkan
Calsitonin
Paratiroid hormon
 Memacu Osteoklas pada tulang
 Menghambat Osteoblast pada tulang
 Memicu pelepasan kalsium (Ca2+) dari
tulang ke plasma
 Meningkatkan reabsorpsi kalsium
(Ca2+) ke ginjal.
Sel parafolikuler (Sel C)
 Menurunkan kadar Ca2+ dalam plasma dengan cara
penghambatan osteoklas ( menurunkan laju
pelepasan Ca2+ dari tulang )
 Memacu eksresi Ca2+ melalui ginjal.
Jika Ca2+ dalam tulang lebih, maka PTH akan di
sekresikan di dalam tubuh melaui kelenjar tiroid dan
akan melepaskan Ca2+ tersebut ke plasma.
Jika Ca2+ dalam tulang kurang, maka sel parafolikuler
yang di sekresikan kelenjar paratiroid akan
menghasilkan Calsitonin untuk menurunkan kadar
Ca2+ di dalam darah untuk di absorpsi oleh tulang.
 Ca tulang juga dipengaruhi o/ hormon
steroid, t.u hormon seks (estrogen &
testosteron)
 Matriks tlg (protein) & protein otot
dipengaruhi kortisol  proteolisis
 Sebaliknya, sintesis protein otot dirgsg
o/testosteron
 Pemecahan glikogen otot meningkat di
bwh pengaruh adrenalin
 Pengantaran impuls saraf, termsk yg ke
otot berada di bwh kendali hormon /
TERIMA KASIH