Anda di halaman 1dari 40

Metode Pelaksanaan

Konstruksi Perumahan
Julius Raynaldi T.S.

Hi ! We are
16/400299/TK/45313
Gregorius Timothy 16/400287/TK/45301
Yohanes Leonardo J. 16/400332/TK/45346
Petrus Nugroho W. 16/395357/TK/44649
Yudhistira Putro N. 16/395378/TK/44670
PEKERJAAN
SIPIL

 Pekerjaan Pondasi
 Pekerjaan Pasangan Dinding dan Plesteran
 Pemasangan Kusen, Pintu, Dan Jendela
 Pekerjaan Plafond
 Pekerjaan Instalasi Air Bersih dan Air Kotor
DIAGRAM PEKERJAAN
PONDASI

PEMBUATAN
FIRST :
PEMASANGAN LUBANG DAN
PENGUKURAN
BOWPLANK PENABURAN
LAHAN
PASIR URUG

PEMBUATAN
LAST:
PROFIL DAN PEMASANGAN BATU
PERATAAN
PEMASANGAN KOSONG
TANAH
BATU KALI
PEKERJAAN
PONDASI

1. Pengukuran Tanah/Lahan
 Melihat lokasi tanah serta kondisi lingkungan
 Meninjau bentuk tanah dan data ukuran
 Meninjau tingkat kekerasan tanah
 Mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat setempat (adat
atau kebiasaan yang berlaku)
 Foto dokumentasi lahan
PEKERJAAN
PONDASI
2. Pemasangan bowplank
Syarat pemasangan bowplank yang baik :
 Kedudukan patoknya harus kuat dan tidak
mudah goyah.
 Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan
bowplank tidak goyang saat pelaksanaan galian
pondasi.
 Terdapat titik menggunakan paku dan cat
sebagai tanda.
 Sisi atas bowplank harus terletak satu bidang
rata (horizontal) dengan papan bowplank yang
lainnya.
 Letak kedudukan bowplank harus seragam.
 Garis benang bowplank merupakan as (garis
tengah) daripada pondasi dan dinding batubata.
PEKERJAAN
PONDASI
3. Pembuatan lubang galian pondasi
Syarat pembuatan lubang galian yang baik
sesuai bahannya :
 Bila dibuat dari pasangan batu kali maka penggalian
tanah dilakukan sepanjang denah bangunan. Ukuran
galian atasnya dilebihkan 10 cm di kanan dan 10 cm
di kiri untuk memberi space pada pekerja.
 Bila digunakan pondasi tapak atau pondasi sumuran
maka penggaliannya hanya di sudut-sudut bangunan
atau pada tumpuan yang merupakan tempat
pemasangan kolom. Ukuran galiannya sama dengan
besar tapak.
 Bila digunakan pondasi pancang maka pekerjaan
penggalian tanah tidak dilakukan karena pondasinya
langsung dipancang ke tanah atau dibor ke tanah.
PEKERJAAN
PONDASI

4. Penaburan pasir urug


Beberapa poin penting :
 Ketebalan pasir urug minimal yaitu 5 cm.
 Untuk jenis pondasi beton plan atau pondasi beton lajur, selain ditaburkan pasir
juga perlu dibuatkan lantai kerja dari adukan 1 semen : 2 pasir : 5 koral minimal
ketebalan 5 cm
Langkah yang harus diperhatikan :
 Pasir urug diratakan pada dasar galian dan disiram air untuk mendapatkan
kelembaban yang optimum untuk pemadatan.
 Padatkan pasir urug tersebut dengan memakai alat stamper.
PEKERJAAN
PONDASI

5. Pasangan batu kosong


Beberapa poin penting :
 Beberapa perencana mendesain konstruksi
drainase atau talud memasang komponen batu
kosong.
 Kebanyakan konstruksi seperti pagar, talud dan lain
sebagainya yang terguling akibat komponen
pasangan batu kosong.
 Harus ada unsur penguat seperti kuku/ceker ayam
di bawah pondasi yang bisa berperan sebagai
pengikat antara tanah dan konstruksi pasangan
batu.
PEKERJAAN
PONDASI

6. Pembuatan Profil
Langkah pembuatan profil yang baik meliputi :
 Pasang patok batu untuk memasang profil (2 patok untuk tiap profil). Profil
dipasang pada setiap ujung lajur pondasi.
 Pasang bilah batu datar pada kedua patok,setinggi profil. Pasang profil benar-
benar tegak lurus dan bidang atas profil datar.
 Usahakan titik tengah profil tepat pada tengah-tengah galian yang
direncanakan dan bidang atas profil sesuai peil pondasi.
 Ikat profil tersebut pada bilah datar yang dipasang antara 2 patok dan juga
dipaku agar lebih kuat.
 Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi dan ikatkan dengan
profil, sehingga menjadi kuat dan kokoh.
 Cek ketegakan / posisi profil dan ukuran-ukurannya, perbaiki jika ada yang
tidak tepat,demikian juga peilnya
PEKERJAAN
PONDASI

7. Pemasangan Pasangan Batu Kali


Langkah pemasangan yang baik meliputi :
 Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap
beda tinggi 25 cm dari permukaan urugan pasir.
 Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa
adukan dengan tinggi 25cm dan isikan pasir dalam
celah-celah batu tersebut sehingga tak ada rongga
antar batu.
 Siram pasangan batu kosong tersebut dengan air
 Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan
pasang batu kali dengan adukan, sesuai ketinggian
benang.
PEKERJAAN
PONDASI
8. Perataan Tanah
Beberapa poin penting pada perataan tanah
sebagai berikut:
 Sisa tanah bekas galian adalah 2/3 volume tanah
galian bila pondasi yang digunakan adalah pondasi
batu kali.
 Bila pondasi yang digunakan adalah pondasi tapak
maka sisa tanahnya hanya sekitar 1/3 dari jumlah
volume tanah galian.
 Jenis pondasi tiang pancang tidak ada pengurangan
sisa tanah kerena memang tidak ada penggalian
tanah.
 Dengan demikian kebutuhan tanah untuk urugan
peninggian lantai (nol lantai) adalah luas bangunan
dikalikan sisa tinggi sampai nol lantai dikurangi sisa
tanah galian pondasi.
DIAGRAM PEKERJAAN
DINDING DAN PLASTERAN

FIRST:
PEMBUATACAN CAMPUR
PEMASANGAN PLESTERAN KASAR
MORTAR SESUAI
BATU BATA PADA BATU BATA
SPESIFIKASI

LAST:
MERATAKAN PLASTERAN
ACIAN SAPUTAN
DENGAN JIDAR
SEMEN
PEKERJAAN DINDING
DAN PLASTERAN

1. Pembuatan campuran mortar


sesuai spesifikasi
 Mortar adalah campuran dari semen, pasir dan air
yang biasanya digunakan sebagai perekat
 Spesifikasi dari mortar diatur pada SNI 03-6882-
2002 dimana mortar dibagi menjadi 2 spesifikasi
yaitu berdasarkan proporsi dan berdasarkan sifat
 Biasanya menggunakan campuran 1 semen : 4 pasir
PEKERJAAN DINDING
DAN PLASTERAN

2. Pemasangan batu bata


 Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik,
kemudian lakukan pembuatan garis benang pada
bagian dinding yang akan dipasangkan.
 Pemasangan bata dilakukan secara leveling
dengan maksimal 24 tumpukan dalam kurun
waktu 1 hari
 Jika ada kandungan mortar yang berlebih dan
keluar dari sisi pinggir pasangan maka harus
segera diratakan dengan menggunakan sendok
semen
PEKERJAAN DINDING
DAN PLASTERAN

3. Plesteran kasar pada batu bata


 Plasteran biasa menggunakan adukan 1 Semen :
5 Pasir
 Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada
sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai
yang ada disekitarnya
 Permukaan dinding sebaiknya di
curring/penyiraman sebelum dilakukan
plasteran.
PEKERJAAN DINDING
DAN PLASTERAN

4. Meratakan plasteran dengan jidar


 Jidar digunakan untuk meratakan bidang
plasteran mengikuti ketebalan kepala plasteran.
 Penggunaan Jidar agar bidang plasteran rata dan
memiliki ketebalan yang sama
PEKERJAAN DINDING
DAN PLASTERAN

5. Acian saputan semen


 Pekerjaan acian paling baik dilakukan setelah
plasteran berumur sekitar 2 – 3 minggu
 Ketebalan acian idealnya sekitar 1 – 3 mm. Jika
menggunakan ketebalan 3mm maka lebih baik
melakukanya 2 kali.
 Gunakan roskam khusus acian dengan
melakukan gerakan searah setelah selesai
digosok dengan kertas semen.
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

Bagian-Bagian Kusen
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

1. Tiang
2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas
dan ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang
bawah.
3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu
atau daun jendela.
4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam
kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen
kemuka atau kebelakang.
5. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan
gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan,
tidak timbul celah.
6. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada tembok
juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
7. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan
tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

Pemasangan Kusen Pintu


PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

⊡Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;


⊡Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan
mudah dijangkau
⊡Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen
terhadap as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
⊡Pasang angker pada kusen secukupnya.
⊡Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu
yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
⊡Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting.
⊡Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
⊡Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh.
⊡Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai
pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
⊡Bersihkan tempat sekelilingnya.
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

Pemasangan Kusen Jendela


PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

⊡Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;


⊡Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman
dan mudah dijangkau.
⊡Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata
dari as bouwplank.
⊡Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
⊡Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
⊡Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
⊡Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan
pertolongan unting-unting.
⊡Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
⊡Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada
keadaan yang benar.
⊡Bersihkan tempat sekelilingnya.
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

Memasang Daun Pintu


PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA
⊡Cara Pemasangan
⊡Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
⊡Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
⊡Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
⊡Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 –5
mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
⊡Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal) dengan jarak
dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada
bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
⊡Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda
pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
⊡Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam
pada tiang kusen
⊡Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan
pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
⊡Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
⊡Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
⊡Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

Memasang Daun Jendela


PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

⊡Cara Pemasangan
⊡Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
⊡Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
⊡Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
⊡Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik
ke arah lebar maupun kearah tinggi.
⊡Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi tebal) dengan jarak dari
sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang
atas daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
⊡Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada
tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun jendela.
⊡Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam pada
tiang/ambang atas kusen
⊡Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan pennya
sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
⊡Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
⊡Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
⊡Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

Pemasangan Kaca
PEMASANGAN KUSEN,
PINTU, DAN JENDELA

⊡Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;


⊡Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan
letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan
pada lantai yang datar.
⊡Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
⊡Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain
untuk memegang kaca.
⊡Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
⊡Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
⊡Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis
kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.
DIAGRAM PEKERJAAN
PLAFOND

PENGUKURAN
PERSIAPAN AREA KERJA PEMASANGAN
DAN
DAN RENCANA RANGKA PLAFOND
PERENCANAAN
ANGGARAN BIAYA HOLLOW
RANGKA PLAFOND

PEMASANGAN PLAFOND
FINISHING
PADA RANGKANYA
PEKERJAAN PLAFOND

PERSIAPAN AREA KERJA DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA

⊡Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plafond.

⊡Approval material yang akan digunakan.

⊡Persiapan lahan kerja.

⊡Persiapan material kerja, antara lain : gypsum board GRC board, list gypsum, hollow
2/4 & 4/4, sekrup gypsum, textile tape, air, dll.

⊡Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran,


schafolding, gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan
air.
PEKERJAAN PLAFOND

PENGUKURAN DAN PERENCANAAN RANGKA PLAFOND

□Level/peilplafond diukur dahulu dengan menggunakan


theodolith dan dibantu menggunakan selang air.

□Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran


dipindahkan ke dinding atau kolom dengan ketinggian 1 m dari
lantai.
PEKERJAAN PLAFOND

PEMASANGAN RANGKA PLAFOND HOLLOW

⊡Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka
hollow pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.

⊡Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke plat


beton dengan menggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka
hollow dengan menggunakan sekrup gypsum.

⊡Penempatan jarak rangka hollow maksimum berjarak 60 cm.

⊡Setalah semua rangka hollow terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan


menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan.
PEKERJAAN PLAFOND

BESI HOLLOW & PEMASANGANNYA


PEKERJAAN PLAFOND

PEMASANGAN PLAFOND PADA RANGKANYA

⊡Setelah rangka hollow terpasang dengan benar, rata dan kuat serta instalasi ME sudah
terpasang semua, maka lembaran gypsum dan GRC dapat mulai dipasang.

⊡Untuk gypsum dan GRC, pertemuan diatur secara menyilang.

⊡Sebelum pemasangan sekrup pastikan bor sekrup disesuaikan benar, sehingga kepala
sekrup hanya masuk sedikit kedalam permukaan lembaran gypsum dan GRC.

⊡Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran gypsum dan GRC sebelum
menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup.

⊡Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30 cm.

⊡Setelah lembaran gypsum dan GRC terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
PEKERJAAN PLAFOND

FINISHING

□Untuk gypsum dan


GRC, sambungan antara pertemuan diberi textile tape dan di
compound kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan yang
rata/flat.

□Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan ampelas halus.

□Setelah plafond selesai terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan list plafond


gypsum. Untuk List plafond gypsum dipasang pada pertemuan antara dinding dan
plafond dengan perkuatan menggunakan compound jenis casting + lem.
PEKERJAAN PLAFOND

THANK YOU !
DAFTAR PUSTAKA

 http://inovasiengineer.blogspot.com/2015/12/tahapan-dalam-pekerjaan-pondasi-
rumah.html
 https://samsyr.wordpress.com/2016/03/08/metode-pemasangan-kusen-pintu-dan-
jendela/
 https://metodebangunan.blogspot.com/2015/04/langkah-langkah-pelaksanaan-
pekerjaan_ 14.html
 https://www.bangunrumah.name/cara-mudah-memasang-plafon-gypsum/
 http://jagobangunan.com/article/read/begini-cara-pemlesteran-dan-acian-yang-
benar-agar-dinding-kokoh
 https://metodebangunan.blogspot.com/2015/05/metode-pelaksanaan-pekerjaan-
plesteran.html
 http://fachriproyek.blogspot.com/2016/03/contoh-pekerjaan-pasangan-dan-
plesteran.html