Anda di halaman 1dari 16

Anemia Defisiensi

Besi pada Ibu Hamil

Oleh kelompok 1
ANGGOTA

ANGGI FATMALA
FALENTINA TABUNI
HENNY A. YARISETOU
ULFAH I. RAHAYU
YEVI S. WARWER
VICTORI P.M MALAKABU
Pendahuluan

 Dua penyebab tersering anemia pada kehamilan


dan masa nifas adalah defisiensi besi dan
kehilangan darah akut.
 Selama kehamilan terjadi peningkatan kebutuhan
zat besi menjadi 1000 mg.
 300 mg digunakan untuk fetus dan plasenta, 500
mg untuk produksi Hb dan 200 mg hilang melalui
saluran cerna, urin, maupun kulit.
 ADB anemia karena turunnya cadangan besi
tubuh sehingga proses eritropoisis terganggu dan
dapat menurunkan ukuran Hgs darah dengan
berbagai akibat.
Etiologi

Hipervolemia, menyebabkan
terjadinya pengenceran darah
Kurangnya zat besi dalam makanan
Kebutuhan zat besi meningkat
Gangguan pencernaan dan aborsi
Faktor Predisposisi

a. Pendarahan kronis
b. Riwayat keluarga
c. Kecacingan
d. Gangguan intake
e. Gangguan absorbsi besi
Derajat Anemia pada
Ibu Hamil
 Menurut WHO (1972) ada 3 kategori
anemia pada ibu hamil :
1. Normal, ≥ 11 gr/dL
2. Anemia ringan, 8-11 gr/dL
3. Anemia berat, ≤ 8 gr/dL
 Berdasarkan hasil pemeriksaan darah
rata-rata kadar Hb ibu hamil 11,28
mg/dL.
Manifestasi klinis

 Gejala yang dirasakan biasanya non


spesifik: lemas, mudah lelah, pucat,
berkunang-kunang, sakit kepala,
palpitasi, takikardia, dan sesak napas.
 Apabila anemia berat sudah bertahan
lama dapat muncul stomatitis angularis,
glossitis, dan koilonikia (kuku seperti
sendok).
Diagnosis
Morfologis klasik

Pemeriksaan fisik
Anemia Def Fe
Eritrosit Berubah bentuk: mikrositosis,
hipokromia.
Hemoglobin Menurun
MCV < 76
MCH < 27
MCHC < 32
Retikulosit normal / menurun
Serum Iron < 30
TIBC 350 – 500
Saturasi besi < 20%
Diagnosis Banding

Anemia akibat penyakit kronis atau


keganasan
Talasemia
Hemoglobinopati
Anemia sideroblastik
A. Terapi non medikamentosa

1) Konsumsi makanan yang


mengandung banyak besi: hati,
daging merah, sayur hijau. Selain
itu meningkatkan konsumsi
enhancer penyerapan besi: buah-
buahan dan sayuran (Vit. C)
2) Menghindari penghambat
penyerapan besi seperti kopi dan
teh.
B. Terapi medikamentosa

 Pemberian preparat besi oral: fero sulfat 300


mg besi elemental, fero fumarat 200 mg besi
elemental atau fero glukonat 550 mg besi
elemental. Frekuensi pemberian 1x1
dilanjutkan sampai 3 bulan setelah
melahirkan untuk mengembalikan cadangan
besi.
 Program nasionalkombinasi 60 mg besi &
50 µg asam folat untuk profilaksis
anemiameningkatkan Hb 1 g /bulan
Lanjutan…

 Dapat diberikan secara IV fero dekstran


1000 mg (20ml) atau 2x10ml/IM pada
gluteusmeningkatkan Hb 2g/dL
 Pemberian tablet Vit. C mengubah ion
ferri menjadi ion ferro yang lebih mudah
diserap oleh selaput usus
Lanjutan…

Indikasi pemberian secara IV /parenteral :


o Intoleransi besi pada saluran gastrointestinal
o Anemia yang berat yaitu pada pasien dengan
anemia berat (Hb < 8 g/dL)
o Kepatuhan pemakaian preparat besi oral yang
buruk
Efek samping pemberian IV / parenteral :
o Reaksi alergi, maka perlu diberikan dosis 0,5 cc/
IM untuk melihat adanya reaksi sebelum
memberikan seluruh dosis.
Konseling & Edukasi
1. Berikan pengertian pada pasien & keluarganya
tentang perjalanan penyakit dan tata laksananya,
sehingga meningkatkan kesadaran & kepatuhan
dalam berobat serta meningkatkan kualitas hidup
pasien untuk mencegah terjadinya ADB
2. Diet bergizi: tinggi protein yang berasal dari hewani
(daging, ikan, susu, telur, sayuran hijau) dan
konsumsi buah-buah atau suplemen mengandung
vit. C
3. Pemakain alas kaki & handskun saat kontak
langsung dengan tanah untuk menghindari
kecacingan.