Anda di halaman 1dari 19

MARCELINA M.

LA’LANG

INDRIANI

KURNIA PAEMBONAN

RATNA PAEMBONAN

TIURMA SARI ARITONANG

YUNI INDRIANI ROMBE

KELOMPOK 20
ANEMIA
DEFISIENSI BESI
Anemia adalah suatu kondisi dimana berkurangnya
sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah atau
masa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi
fungsi sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan.
• Berdasarkan WHO untuk ibu hamil batas normal
hemoglobin adalah 11gr%. Anemia adalah
konsentrasi hemoglobin kurang dari 12 g/dL
pada wanita yang tidak hamil dan kurang dari 10
g/dL pada wanita hamil dan nifas.
• Berdasarkan Centers for Disease Control and
Prevention, tahun 1989 definisi anemia dalam
kehamilan adalah seperti yang berikut :

1. Hb kurang dari 11,0 gr/dL di trimester pertama


dan ketiga

2. Hb kurang dari 10,5 gr/dL di trimester kedua,


atau

3. Hematokrit kurang dari 32%.


DEFINISI

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang


disebabkan oleh kekurangan zat besi yang
dibutuhkan untuk sintesis hemoglobin.
Dampak Anemia Defisiensi Besi Pada Kehamilan
Anemia defisiensi besi dapat berakibat fatal bagi ibu
hamil karena ibu hamil memerlukan banyak tenaga
untuk melahirkan. Setelah itu, pada saat melahirkan
biasanya darah keluar dalam jumlah banyak sehingga
kondisi anemia akan memperburuk keadaan ibu hamil.
Kekurangan darah dan perdarahan akut merupakan
penyebab utama kematian ibu hamil saat melahirkan.
Ibu hamil yang menderita anemia gizi besi tidak
akan mampu memenuhi kebutuhan zat-zat gizi
bagi dirinya dan janin dalam kandungan. Oleh
karena itu, keguguran, kematian bayi dalam
kandungan, berat bayi lahir rendah, atau kelahiran
prematur rawan terjadi pada ibu hamil yang
menderita anemia gizi besi.
FAKTOR RESIKO

• Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun.


• Pendarahan akut
• Pendidikan rendah
• Pekerja berat
• Konsumsi tablet tambah darah < 90 butir
• Makan < 3 kali dan kurang mengandung zat
besi
ETIOLOGI
 Ketidakseimbangan pola makan dalam
mengkonsumsi makanan yang mengandung zat
besi dengan kebutuhan di dalam tubuh.

 Gangguan absorbsi besi pada usus dapat


disebabkan oleh karena infeksi peradangan,
neoplasma pada gaster, duodenum maupun
jejenum.
 Kebutuhan sel darah merah meningkat pada
saat hamil dan menyusui. Kebutuhan besi
sangat besar sehingga memerlukan asupan-
asupan yang sangat besar sehingga
memerlukan asupan-asupan yang sangat besar
pula.
TANDA DAN GEJALA
Gejala khas anemia Gejala penyakit
Gejala Umum: dasar :
defisiensi besi :
• Koilonychia • Dispepsia
• Lemah, lesu, lelah,
• Atrofi papil lidah
mata berkunang- • Parotis
kunang, telinga • Stomatis
berdenging membengkak
angularis
• Anemia bersifat
simtomatik jika Hb • Disfagia • Kulit telapak
telah turun < 7 g/dl.
• Atrofi mukosa
• Pada pemeriksaan tangan berwarna
fisik: pasien pucat, gaster
terutama kuning seperti
• Akhloridia
konjungtiva dan
jaringan dibawah • Pica jerami.
kuku.
DIAGNOSIS
Bila Hb < 11 g/dl atau Hct < 33%
Anemia hipokromik mikrositer (MCV < 80 fl, MCH
< 28 MCHC < 32 g/dl), dengan dua dari tiga:
• Besi serum < 50 mg/dl
• TIBC > 350 mg/dl
• Saturasi transferin < 15%
 Feritin serum 10 - 50 µg/L, atau

 Pengecatan sumsum tulang dengan biru prusia


(perl’s stain) menunjukkan cadangan besi
(butir-butir hemosiderin) negatif, atau

Pemberian sulfas ferosus 3×200 mg/hari selama


4 minggu disertai kenaikan Hb > 2 g/dl.
PENGOBATAN
• Pemberian suplemen Fe (320 mg Fe sulfat dan
0,5 mg asam folat) untuk semua ibu hamil
sebanyak 1 kali 1 tablet selama 90 hari.
• Mengatur pola diet seimbang berdasarkan
piramida makanan sehingga kebutuhan
makronutrien dan mikronutrien dapat terpenuhi.
• Meningkatkan konsumsi bahan makanan yang
dapat meningkatkan kelarutan dan bioavaibilitas
besi seperti vitamin C
• Membatasi konsumsi bahan makanan yang
dapat menghambat absorbsi besi seperti bahan
makanan yang mengandung polifenol atau pitat.

• Mengkonsumsi suplemen besi ferro sebelum


kehamilan direncanakan minimal 3 bulan
sebelumnya apabila diketahui kadar feritin
rendah.
PENCEGAHAN
• Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi
makanan bergizi seimbang dengan asupan zat
besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
tubuh.

• Zat besi dapat diperoleh dengan cara


mengkonsumsi daging(terutama daging merah)
seperti daging sapi.
• Besi dapat juga ditemukan pada sayuran
berwarna hijau gelap seperti bayam dan
kangkung, buncis, kacang polong, serta kacang-
kacangan.

• Pemberian suplemen Fe dosis rendah 30mg


pada trimester ke 3 ibu hamil non anemik (Hb
lebih =11gr/dL).
TERIMA KASIH