Anda di halaman 1dari 20

PEMBINAAN KESEHATAN HAJI DI KLOTER

(VISITASI JHI DI KLOTER)


OLEH :
dr. Hj Titin Herawati
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
DASAR HUKUM : UU NOMOR 13 TAHUN 2008
BAB III Pasal 6 :
Pemerintah berkewajiban melakukan
pembinaan, pelayanan, dan
perlindungan dengan menyediakan
layanan administrasi, bimbingan ibadah haji,
akomodasi, transportasi, pelayanan
kesehatan, keamanan, dan hal lain yang
diperlukan oleh jemaah haji.

2
DASAR HUKUM : UU NOMOR 13 TAHUN 2008

 Pada BAB VIII Pasal 31 (Tentang Kesehatan)

(1) Pembinaan dan pelayanan kesehatan ibadah


haji, baik pada saat persiapan maupun
pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji,
dilakukan oleh menteri yang ruang lingkup
tugas dan tanggung jawabnya di bidang
kesehatan.

(2) Pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) dikoordinasi oleh menteri.
3
U U 36 Th 2009 tentang Kesehatan
Bab VI, Bagian ke 4 pasal 62 tentang Peningkatan
Kesehatan dan Pencegahan Penyakit

Peningkatan Kesehatan merupakan segala bentuk


upaya kesehatan dilakukan oleh pemerintah,
pemerintah daerah, dan/atau masyarakat untuk
mengoptimalkan kesehatan melalui kegiatan
penyuluhan, penyebarluasan informasi, atau
kegiatan lain untuk menunjang tercapainya hidup
sehat.
DASAR HUKUM : Kepmenkes 442 tahun 2009

Penyelenggaraan Kesehatan Haji :


Rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan haji
meliputi pemeriksaan kesehatan, bimbingan dan
penyuluhan kesehatan haji, pelayanan kesehatan,
imunisasi, surveilans, SKD respon KLB,
Penanggulangan KLB dan musibah massal,
kesehatan lingkungan dan manajemen
penyelenggaraan kesehatan haji.

5
MODEL PELAYANAN PEMBINAAN KESEHATAN HAJI
DINAS KESEHATAN
JEMAAH HAJI
KABUPATEN/ KOTA

RUMAH SAKIT

PARTNERSHIP :
PUSKESMAS
-AMPHURI
-KBIH
SARANA PRAKTIK -AKHI
MANDIRI
-LSM/NGO
-PIHK

PERTEMUAN KOORDINASI
* Tim Pembinaan kesehatan haji
* Lintas Program, Lintas Sektor &
Multidisiplin terkait

PELAYANAN PEMBINAAN KESEHATAN HAJI:


Pencegahan primer, pencegahan sekunder, pencegahan tersier Integrasi Program Kesehatan untuk
memandirikan Jemaah haji dalam pemeliharaan kesehatan

PROMOSI PERLINDUNGAN PENGOBATAN DAN PEMULIHAN


PENEMUAN KASUS
KESEHATAN KHUSUS PERAWATAN KESEHATAN
-

EVALUASI & TINDAK LANJUT


Alur Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji
Pemeriksaan Kesehatan Dasar

•Jemaah haji sehat (laik Jemaah risiko tinggi (jemaah dengan


potensi masalah kesehatan) :
berangkat), siap berhaji •Usia Lanjut (60 th atau lebih)
•Telah mendapat imunisasi •Hamil
•Menderita sakit kronis berat
meningitis
• Telah bebas penyakit menular Pemeriksaan Kesehatan Lanjutan
• Hamil terkelola (rujukan di Rumah Sakit)

Pembinaan Kesehatan

Pemeriksaan Kesehatan di Embarkasi Haji

•Jemaah haji sehat, siap berhaji Jemaah risiko tinggi dan sakit
•Telah mendapat ICV lain yang memerlukan rawat
•Telah bebas penyakit menular
•Hamil terkelola Rujukan di Rumah Sakit

Pembinaan Kesehatan
ARAB SAUDI (Kelompok terbang, BPHI dan BPHI sektor)

Pembinaan Kesehatan
7
Jemaah Haji Mandiri
Substansi Pembinaan dalam Peningkatan
Kesehatan jemaah
• Pengelolaan Kesehatan Mandiri
• Aklimatisasi
• Kebugaran Jasmani
• Gizi pada jemaah haji
• Perilaku hidup bersih dan sehat
• Kesehatan penerbangan
• Identifikasi dan pengelolaan masalah kes. jiwa
• Pengenalan masalah kesehatan pada Lansia
• Pengelolaan Kesehatan pada jemaah Haji
yang memiliki penyakit tertentu
TUJUAN UMUM
Peserta mampu melakukan kegiatan
bimbingan dan penyuluhan kesehatan
bagi jemaah haji, di kloter sehingga
jemaah haji dapat sehat untuk
menunaikan ibadah haji secara mandiri
melalui pendekatan manajemen risiko
serta promosi kesehatan dan
disesuaikan dengan kondisi matra haji
proses pemberdayaan memelihara, &
jemaah haji me  kesehatan

Kesadaran
kemauan
kemampuan

dari, oleh, u/
Jemaah haji.

sosbud
setempat.
KEGIATAN OPERASIONAL di KLOTER

1. Melakukan visitasi jemaah haji ke pondokan,


2. Melakukan pelayanan medik bagi jemaah haji sakit,
3. Melakukan konsultasi kesehatan, rujukan dan evakuasi
medik ke sarana pelayanan kesehatan yang lebih tinggi,
4. Melakukan bimbingan dan penyuluhan kesehatan,
5. Melaksanakan sistem kewaspadaan dini dan respon
kejadian luar biasa penyakit dan keracunan, serta
pengamatan penyakit,
6. Melaksanakan kesiapsiagaan dan penanggulangan
kejadian luar biasa penyakit dan musibah massal,
7. Mengelola sanitasi lingkungan pondokan dan makanan
jemaah haji
8. Mengelola sediaan farmasi dan alat kesehatan serta
9. Melakukan pencatatan dan pelaporan
• Visitasi Pendekatan manajemen
Advokasi faktor risiko kesehatan
yaitu:
• Kemitraan

• Identifikasi faktor risiko


Bina
• Desentralisasi • Mempelajari
Suasana
Karakteristik
• Prediksi
• Iptek Yg Dilandasi • Eliminasi
Gerakan Etika & Moral
Jemaah Kemanusiaan

STRATEGI ACUAN PENYELENGGARAAN BENTUK KEGIATAN


VISITASI JEMAAH HAJI

Upaya yang dilakukan untuk


memantau masalah kesehatan
jemaah haji secara dini dan respon
segera serta bimbingan kesehatan
di kelompok terbang (kloter) yang
dilakukan setiap saat agar
tercapainya jemaah haji sehat.
Kegiatan Visitasi Meliputi
• Deteksi adanya masalah kesehatan
(menderita sakit atau problem kesehatan
lainnya)
• Deteksi adanya kondisi yang berpotensi
menimbulkan masalah kesehatan, baik pada
diri jemaah, maupun kondisi lingkungan
(jemaah lain, atau tempat tinggal)
• Tindakan pemeriksaan, pengobatan, dan
pemeliharaan kesehatan
• Tindakan preventif dan promotif
Cara Visitasi
• Pada saat pelayanan klinik., disamping tindakan
terhadap jemaah yang berobat, TKHI juga
melakukan visitasi pada orang-orang sekamar atau
satu rombongan yang mengantar jemaah berobat.
• Visitasi ke kamar-kamar jemaah yang direncanakan
• Visitasi tanpa rencana, adalah kegiatan sama
dengan nomor 2, tetapi tidak ada rencana. Ini
biasanya dilakukan dalam rangka silaturrahim.
• Koordinasi dengan petugas kloter, ketua
rombongan dan ketua regu serta jemaah untuk
melakukan kegiatan visitasi tersebut di atas sesuai
dengan kemampuan masing-masing.
BUKU CATATAN VISITASI JEMAAH HAJI
Masalah Kesehatan yang mungkin
dijumpai saat visitasi antara lain:
• Jemaah usia lanjut terlihat menyendiri terutama
jemaah haji yang tidak ada keluarganya
• Jemaah usia lanjut mengeluh tidak bisa tidur, tidak
mau makan, capai dan tidak kuat lagi ke masjid
• Jemaah demam, batuk, penyakit menular akan
cepat sekali menular dalam satu kamar
• Kamar dengan penghuni padat orang atau barang,
tanpa ventilasi, pengap, panas
• Adanya beberapa jemaah sakit dengan gejala sama
(mengindikasikan kemungkinan adanya KLB)
TUGAS KELOMPOK
• Setiap kelompok terdiri dari semua
unsur.
• Buat Rencana Kerja yang dilakukan
untuk pembinaan jema’ah haji mulai
dari selesai pelatihan sampai dengan
kembali ke tanah air kembali.
• SIABIDIBA ( Siapa, Apa, Bilamana,
Dimana dan Bagaimana ) rencana kerja
tersebut dilakukan ?
TERIMA KASIH