Anda di halaman 1dari 49

Laporan Kasus

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS


Tipe Maligna
DENGAN KOLESTEATOMA

Oleh:
Bayu Prabowo

Pembimbing:
dr. Rahmawati, Sp. THT
• Otitis media supuratif kronis (OMSK) ialah
infeksi kronik di telinga tengah dengan perforasi
membran timpani dan sekret yang keluar dari
telinga tengah terus-menerus atau hilang timbul
• OMSK penyakit infeksi telinga yang
memiliki prevalensi tinggi.
• Dinegara berkembang dan negara maju
prevalensi OMSK berkisar antara 1 – 46%
 Kehidupan sosio ekonomi rendah, lingkungan
kumuh, status kesehatan yang jelek berhubungan
dengan peningkatan prevalensi OMSK di negara
berkembang

 Faktor terlambatnya terapi, terapi tidak adekuat,


virulensi kuman yang tinggi, status gizi dan
higiene yang buruk = OMA menjadi OMSK
 Perjalanan penyakit yang panjang, terputusnya
terapi, terlambatnya pengobatan ke spesialis THT
dan sosioekonomi yang rendah membuat
penatalaksanaan penyakit ini tetap menjadi
problem di bidang THT
Tinjauan Pustaka
 Anatomi telinga tengah

1. Membran timpani
2. Cavum timpani
3. Prosessus Mastoideus
4. Tuba Eustachius
Membran timpani

 Dinding lateral dari


Cavum timpani
 3 lapisan
 Terdiri dari 2 bagian yaitu pars tensa dan pars
flaccida
Cavum timpani
 Terletak di dalam pars petrosa os temporal
 Bentuk bikonkaf (korek api)
 Mempunyai 6 dinding
 Struktur : Malleus, Incus, Stapes, Dua otot, saraf
korda timpani dan saraf pleksus timpanikus
OMSK
 Keradangan atau infeksi kronis yang mengenai
mukosa dan struktur tulang dalam cavum timpani
Etiologi

1. Lingkungan
2. Genetik
3. Otitis Media sebelumnya
4. Infeksi
5. ISPA
6. Autoimun
7. Ggn Fungsi Tuba Eustachius
Faktor Predisposisi
 ISPA berulang
 Pembesaran adenoid pada anak, tonsilitis kronik
 Mandi dan berenang di kali
 Kebiasaan mengorek telinga
 Malnutrisi, DM dan KP
 OMA yang berulang
Klasifikasi
 Letak perforasi di membran timpani penting
untuk menentukan tipe atau jenis OMSK.
 Dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu tipe aman dan
tipe bahaya
 Menurut sekret yang keluar dari cavum timpani
dibedakan menjadi OMSK aktif dan tenang
Tipe bahaya
Tipe Aman (tulang, maligna)
(mukosa, benign) 1. Disertai kolesteatoma

1. Terbatas pada mukosa 2. Perforasi pada marginal


atau atik
2. Tidak mengenai tulang
3. Komplikasi sering dan
3. Perforasi terletak di
fatal
sentral
4. Komplikasi jarang
OMSK aktif OMSK tenang
1. Sekret (+) disertai tuli 1. Sekret (-) atau kering

2. Sekret dari mukoid s/d 2. Mukosa telinga tengah


purulent pucat
3. Ukuran perforasi 3. Perforasi total
bervariasi 4. Gejala tuli konduktif
ringan, vertigo, tinnitus
Kolesteatoma
Suatu kista epiterial yang berisi deskuamasi epitel
(keratin).
Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk sehingga
kolesteatoma bertambah besar.
Dibagi menjadi dua yaitu
1. Kongenital
2. Didapat
1. Primer (teori invaginasi)
2. Sekunder = perfotasi marginal (teori migrasi)
OMSK lama (teori metaplasia)
Patogenesis kolesteatoma
 Teori Invaginasi
 Teori Migrasi
 Teori Metaplasi
Patologi OMSK
 Perforasi membran timpani
 Mukosa menebal, hiperemi, menghasilkan sekret
mukoid atau mukopurulent
 Tulang pendengaran rusak
 Infeksi kronik berlanjut, sklerotik mastoid
Gejala klinis (symtomps)

1. Telinga berair (otorrhoe)


2. Gangguan pendengaran
3. Otalgia
4. Vertigo
Tanda Klinis (Sign)
 Adanya Abses atau fistel retroaurikular
 Jaringan granulasi atau polip diliang telinga
yang berasal dari kavum timpani.
 Pus yang selalu aktif atau berbau busuk (aroma
kolesteatom)
 Foto rontgen mastoid adanya gambaran
kolesteatom.
Pemeriksaan klinis
 Pemeriksaan Audiometri
 Pemeriksaan Radiologis
Pemeriksaan Radiologis
Penatalaksanaan
 Prinsip terapi pada OMSK maligna adalah
pembedahan
 Dilakukan mastoidektomi radikal dengan tujuan
membuang semua jaringan patologik dan
mencegah komplikasi intrakranial
 Mastodektomi radikal modifikasi
Komplikasi
 Intra temporal
 Ekstra temporal
 Intrakranial
Prognosis
 Adanya komplikasi intrakranial menjadi
penyebab utama kematian pada OMSK dan
meningitis merupakan komplikasi yang paling
sering
 Kematian terjadi 18.6% kasus OMSK dengan
komplikasi intrakranial
Identitas Pasien
• Nama : Tn. P
• Umur : 33 tahun
• Jenis kelamin : Laki - laki
• Alamat : Tg. selor
• Suku : Dayak
• Pekerjaan : Buruh tambang
• Agama : Kristen
• Status : Lajang
Keluhan Utama : Keluar cairan dari telinga kanan

Riwayat Penyakit Sekarang


• Keluhan tersebut dialami pasien sejak kecil sejak
usia sekolah dasar. Telinga sering terasa nyut-nyut
dan diikuti oleh keluarnya cairan bening namun
pasien tidak berobat ke dokter dan hanya berobat
ke orang pintar dikampungnya.
•Sejak saat itu dibelakang daun telinga pasien juga
timbul benjolan seperti bisul (bernanah) dan sekitar
4 tahun yang lalu benjolan tersebut sempat dioperasi
namun timbul kembali. Selanjutnya sakit telinga
tersebut bersifat hilang timbul hingga pasien dewasa
•.
Namun sejak setahun terakhir sakit telinga kanan
dirasakan hampir terus-menerus disertai keluarnya
cairan seperti nanah dan berbau busuk, pasien juga
merasakan nyeri kepala sebelah kanan dan juga
bisul dibelakang telinga yang bernanah
• Riwayat MRS sebelumnya (+), Riwayat
operasi abses leher 4 tahun yang lalu,
 Tidak ada riwayat penyakit TB.
 Riwayat Alergi (-)
 Tidak ada keluarga penderita yang pernah
mengalami keluhan seperti penderita.
 Riwayat TB (-)
 Sewaktu kecil pasien sering mandi di sungai /
kali
 Pasien sering mengkorek-korek telinga
Keadaan Umum
 Tampak sakit sedang

 
Kesadaran
 Compos mentis GCS E4V5M6
Status Gizi
• TB: 155 cm
• BB: 55 kg
• BMI: 22.87

Tanda Vital
• Nadi: 96 x/menit, reguler,lemah angkat, isi cukup
• Pernapasan: 28 x/menit, regular, kusmaull (-)
• Suhu: 36,3 oC (axiller)
• Tekanan darah: 110/70 mmHg
Telinga
Hidung
Tenggorokan
26 Oktober 2010
• Leukosit : 13.500/mm3
• Hb : 17.1 gr/dl
• Ht : 50.6 %
• Tombosit : 317.000/mm3
Radiologi
OMSK maligna + fistel retroaurikula
Rencana Operasi mastodektomi radikal
IVFD RL : D5% = 1:2 (14 tpm)
Inj Cefotaxim 2 x 1 gr iv
Diskusi
 Anamnesa
Pasien mengalami gejala keluar cairan dari telinga
kanan, sekret seperti nanah, berbau busuk,
pendengaran menurun, nyeri kepala sebelah
kanan
Selain itu terdapat fistel retroaurikula yang juga
mengeluarkan cairan
 Pemeriksaan Fisik
Terdapat sekret kental kekuningan dari MAE
dekstra
Otoskopi = sulit mengevaluasi MT, karena MAE
sempit karena pendesakan.
Pemeriksaan Penunjang
 Radiologis, foto mastoid schuller = kolesteatoma
Penatalaksanaan
 DIlakukan Operasi Mastoidektomi Radikal pada
tanggal 29 Oktober 2010
 Massa kolesteatoma memenuhi rongga mastoid
dgn dinding posterior runtuh, tegmen dura intak
 Diberikan terapi post op yaitu :
Cefotaxim, Metronidazol, Antrain dan
Dexamethason
Durante op
Foto post op hari ke 7
PROGNOSIS
 Prognosis pada pasien ini baik, mengingat telah
dilakukannya operasi dan komplikasi intrakranial
dapat dicegah
 Namun, pasien harus di berikan edukasi untuk
selalu kontrol, menjaga kebersihan telinga dan
menghindari kebiasaan buruk seperti mengorek
telinga dan berenang di kali