Anda di halaman 1dari 34

Anatomi

Sinus
Paranasal
Oleh:
Ayuni Eka Putri 13 - 016
Siti Sarah S 13 – 061
Dzikra Ulfah 13-085

Pembimbing:
Dr. Elfahmi, Sp.THT-KL(K)
Empat Pasang
Sinus Paranasal

Sinus
Sinus
Sinus Maxillaris Sinus Frontalis Sphenoidalis
Ethmoidalis
• Sinus paranasal merupakan hasil pneumatisasi tulang-
tulang kepala, sehingga terbentuk rongga di dalam
tulang.
• Semua sinus mempunyai muara (ostium) ke dalam
rongga hidung
• Semua sinus dilapisi oleh epitel saluran pernafasan
bersilia yang mengalami modifikasi dan mampu
menghasilkan mukus serta sekret yang disalurkan ke
dalam rongga hidung. Pada orang sehat, sinus
terutamanya berisi udara
EMBRIOLOGI
Perkembangan mulai Fetus 3-4 bulan
(Kecuali sinus Frontal dan sinus Sfenoid)

Sin.maksila dan sin.etmoid terbentuk sejak lahir

Sin.frontal berkembang dari sin.etmoid anterior


pada usia  8 thn

Sinus sfenoid :
berasal dr bag.post-sup rongga hidung
pneumatisasi mulai usia 8-10 thn.
Sinus Maksila
Sinus maksila merupakan sinus paranasal
yang terbesar, disebut juga antrum Highmore
Berbentuk piramid

Saat lahir, sinus Mencapai ukuran


Berkembang
maksila maksimal, yaitu 15
dengan cepat
bervolume 6-8 ml ml saat dewasa
SINUS MAXILARIS
ANTRUM HIGHMORE
– Basis/Medial Dinding lateral
cavum nasi
– Apex: Processus zygomaticus
– Superior: Dasar orbita
– Inferior: Processus alveolaris dan
palatum
– Anterior : Permukaan fasial os
maksila (fosa kanina)
– Posterior : infra-temporal
maksila
FKUI, 2007 Barlenger’s, 2003
SINUS MAXILARIS
Sinus Maksilaris
Embriologi • Sinus paranasal pertama yang berkembang,
• Berkembang dari lempeng pertumbuhan pada permukaan inferolateral dari bagian ethmoid kapsul
nasal pada usia gestasi 65 hari
• Bertambah besar pada 3 tahun pertama kehidupan, kemudian dilanjutkan pada usia 7-17 tahun

Ukuran Birth: 7–8 ×4–6 mm


Adult: 31–32 ×18–20 mm
Volume (adult): 15 mL

Suplai darah • Cabang A. Maxilaris Interna, termasuk didalamnya A. Infraorbita, cabang lateral dari
A.Sphenopalatina, A. Palatina Desenden, dan A Alveolar Superior Anterior-Posterior.
• Drainase dari sinus maksila mayoritas melalui V. Maksilaris yang kemudian masuk ke plexus
Pterygoid

Inervasi Cabang lateral-posterior nasal dan superior alveolar N. Infraorbital, yang berasal dari nerves kranialis
V-2
Barlenger’s, 2003
SINUS FRONTALIS

Netter’s Clinical Anatomy, 2010


SINUS FRONTALIS
Sinus Frontalis
Embriologi • Terbentuk pada usia gestasi 4 bulan
• Berasal dari sel resesus frontal atau dari sel infundibulum ethmoid
• Pada saat lahir, mulai berkembang pada usia 8-10 tahun dan mencapa ukuran
maksimal pada usia 20 tahun
Ukuran Adult: 30x25x20 mm, volume 6-7 mL
Suplai darah • Cabang Supratrochlear dan supraorbita dari A. Ophtalmikus

Inervasi Cabang Supratrochlear dan supraorbita dari N. Frontalis dari N. Ophtalmikus


(cranial nerve V1)
SINUS FRONTALIS
• Sinus frontalis jarang tampak pada foto radiologi sebelum usia 2
tahun
• Sinus frontalis berhubungan dengan meatus medius melalui
duktus nasofrontal, yang berjalan kebawah dan belakang,
bermuara langsung di meatus medius
• Dinding anterior sinus tersusun dari tulang diploic sedang
dinding posterior tersusun dari tulang kompakta.
• Dipisahkan oleh tulang yang relatif tipis dari orbita dan fosa
serebri anterior  mudah terinfeksi
• Drainase melalui ostium yang terletak di resesus frontal
SINUS FRONTALIS
• Terletak didalam os frontal kanan & kiri.
• Kedua sinus biasanya tidak simetris dan dipisahkan oleh sekat (septum) digaris
tengah.
• 15% org dewasa mempunyai 1 sinus frontalis 5% sinus frontal rudimenter.
• Sinus berkembang pada usia  8 THN
• Mulai berkembang dari sinus etmoidalis ANT
• Dapat berupa celah kecil atau berkembang  mengisi sebagian besar os
frontal
SINUS ETHMOIDALIS

– Berada di tulang etmoid


– Membentuk sel-sel udara di
antara mata
– Kumpulan sel berisi cairan
yang kemudian terisi udara
usia 12
– Sel etmoid berbentuk
piramid

Barlenger’s, 2003
SINUS ETHMOIDALIS
– Terletak di setengah atas dari
dinding cavum nasi sisi luar
– Batas:
• Superior: Fovea ethmoidalis
(Ant cranial fossa)
• Posterior: Sphenoid sinus
• Lateral: Lamina papirasea
(orbit)
SINUS ETHMOIDALIS
–Muara anterior : infundibulum etmoid / duktus frontonasal
–Muara media : meatus media, diatas bulla ethmoidalis
–Muara posterior : meatus superior
• Berongga-rongaa, seperti sarang tawon
• Dibagi menjadi sinus etmoid anterior ->
muara di meatus medius
• Sinus etmoid posterior -> muara meatus
superior
SINUS ETHMOIDALIS
Sinus Ethmoidalis
Embriologi • Terbentuk pada bulan 3-4 kehamilan
• Pada saat lahir, telah terbentuk 3-4 sel etmoid

Ukuran Dari anterior ke posterior 4-5 cm


Tinggi 2,4 cm lebar 0,5 cm (anterior) dan 1,5 cm (posterior
10-12 sel tiap sisi

Suplai darah • Cabang nasal dari A.Sphenopalatine dan A. Ethmoidalis Anterior-Posterior, cabang A.
Oftalmika yang berasal dari A. Carotis Interna.
• Drainase dari sinus ethmoidalis mayoritas melalui V. Maksilaris yang kemudian masuk ke
Sinus Cavernosus

Inervasi Cabang Nasalis Posterior dari N. maksilaris (cranial nerve V2), Cabang Ethmoidalis Anterior-
Posterior dari N. Ophtalmikus (cranial nerve V1)

Barlenger’s, 2003
Batas-batas nya:

• fosa superior serebri media dan kelenjar


Superior hipofisa

Inferior • atap nasofaring

Lateral • sinus kavernosus dan arteri karotis interna

Posterior • fosa serebri posterior di daerah pons


• Sinus sphenoid terletak didalam os. sphenoid dibelakang
sinus etmoid posterior, dibagi dua oleh sekat yang
disebut intersphenoid
• Masing-masing sinus sphenoid berhubungan dengan
meatus superior melalui celah kecil menuju resesus
sphenoetmidalis
• Pneumatisasi os.sphenoid terjadi pada usia pertengahan
masa kanak-kanak, dan berkembang cepat setelah usia 7
tahun, berkembang sempurna pada usia 12-15 tahun

FKUI, 2007
SINUS SPHENOIDALIS
Sinus Sphenoidalis
Embriologi • Terbentuk pada bulan 3 bulan sebagai envaginasi dari mukosa
didalam sesesus sphenoidalis
Ukuran Adult: 20x22x16 mm, volume 7,5 mL
Suplai • Cabang nasal dari A.Sphenopalatine dan A. Ethmoidalis Posterior,
darah
Inervasi Cabang Ethmoidalis Posterior dari N. Ophtalmikus (cranial nerve V1),
Cabang Spneopalatine dari N. maksilaris (cranial nerve V2)

Barlenger’s, 2003
KOMPLEKS OSTIO-MEATAL
• Di sepertiga tengah dinding lateral hidung yaitu di meatus medius, terdapat
muara-muara saluran dr sinus maksillaris, sinus frontalis & sinus ethmoidalis
anterior
• KOM terdiri dari :
• Infundibulum etmoid (dibelakang prosesus unsinatus)
• Resesus frontalis
• Bula etmoid
• Sel-sel etmoid anterior dengan ostiumnya,
• Ostium sinus maksila
SISTEM MUKOSILIAR
• Di dalam sinus terdapat mukosa bersilia dengan palut lendir di
atasnya.
• Silia bergerak teratur untuk mengalirkan lendir ke ostium
mengikuti jalurnya
– Lendir dari sinus anterior bergabung di infundibulum etmoid dialirkan
ke nasofaring di depan muara tuba Eustachius.
– Lendir dari sinus posterior bergabung di resesus sfenoetmoidalis
dialirkan ke nasofaring di posterior-superior muara tuba Eustachius

Kedua aliran ini menyebabkan timbulnya post nasal drip, tetapi belum
tentu ada sekret di rongga hidung
FUNGSI SINUS PARANASAL

Sebagai pengatur kondisi udara (air conditioning)


Sebagai penahan suhu (termal insulators)
Membantu keseimbangan kepala
Membantu resonansi suara
Sebagai peredam perubahan tekanan udara
Membantu produksi mucus
Sebagai pengatur kondisi udara

Ruang tambahan untuk memanaskan dan mengatur kelembapan


udara inspirasi

Tidak didapati pertukaran udara yg definitif antara sinus dan


rongga hidung

Mukosa sinus tidak punya kelenjar & vaskularisasi sebanyak mukosa


hidung
Sebagai Penahan Suhu
Penahan (buffer) panas,
melindungi orbita dan  Sinus2 besar tidak
fossa serebri dari suhu terletak diantara hidung
rongga hidung yang dan organ yang dilindungi
berubah-ubah
Membantu Keseimbangan
Kepala

Mengurangi berat tulang muka

Jika sinus diganti dengan tulang penambahan berat


sebesar 1%
MEMBANTU RESONANSI
SUARA

Berfungsi sebagai Posisi sinus dan


rongga untuk resonansi ostiumnya tidak
suara dan memungkinkan sinus
mempengaruhi kualitas berfungsi sebagai
suara resonator aktif
Sebagai • Bila terdapat perubahan tekanan
peredam yang besar dan mendadak misalnya
perubahan bersin atau membuang ingus
tekanan
udara
• Mukus yang dihasilkan sinus
paranasal lebih sedikit dari
Membantu rongga hidungmembersihkan
produksi partikel yang turut masuk
mukus dengan udara inspirasi 
keluar dari meatus medius.
TERIMA KASIH