Anda di halaman 1dari 24

2/13/2019 1

Pendahuluan
 Intensive Care Unit (ICU):
suatu bagian dari rumah sakit yang mandiri
(instalasi dibawah direktur pelayanan), dengan
staf yang khusus dan perlengkapan yang
khusus yang ditujukan untuk observasi,
perawatan, dan terapi pasien- pasien yang
menderita penyakit, cedera, atau penyulit-
penyulit yang mengancam nyawa atau
potensial mengancam nyawa dengan prognosis
dubia.1

2/13/2019 2
Sejarah ICU
 Ide ICU dicetuskan oleh Florence Nightangle
pada tahun 1860
 Dimulai pada tahun 1920an di John Hopkins
Hospital
 Tahun 1942, Mayo clinic mulai membuat suatu
ruangan khusus dimana pasien- pasien pasca
bedah dikumpulkan dan diawasi sampai sadar
dan stabil fungsi- fungsi vitalnya serta bebas dari
pengaruh sisa obat anestesi.
• Konsep ICU yang banyak dianut saat ini muncul pertama kali pada tahun
1960an di Amerika Serikat, dipelopori oleh Dr. Peter Safar
• Saat ini pelayanan di ICU tidak terbatas hanya untuk menangani pasien pasca-
bedah saja tetapi juga meliputi berbagai jenis pasien dewasa, anak, yang
mengalami lebih dari satu disfungsi/gagal organ.
2/13/2019 3
2/13/2019 4
Kemampuan Minimal ICU
 Resusitasi jantung paru
 Pengelolaan jalan napas, termasuk intubasi trakeal
dan penggunaaan ventilator
 Terapi oksigen
 Pemantauan EKG terus menerus
 Pemasangan alat pacu jantung dalam keadaan gawat
 Pemberian nutrisi enteral dan parenteral
 Pemeriksaaan laboratorium khusus dengan cepat
dan menyeluruh
 Pemakaian pompa infuse atau semprit untuk terapi
secara titrasi
 Kemampuan melakukan tekhnik khusus sesuai
dengan keadaan pasien
 Memberikan bantuan fungsi vital dengan alat-alat
portabel selama transportasi2/13/2019
pasien gawat 5
Klasifikasi Pelayanan ICU
 Pelayanan ICU primer
Mampu melakukan resusitasi dan
memberikan ventilasi bantu kurang dari
24 jam serta mampu melakukan
pemantauan jantung
 Pelayanan ICU sekunder
Mampu memberikan ventilasi Bantu lebih
lama, melakukan bantuan hidup lain tetapi
tidak terlalu kompleks
 Pelayanan ICU tersier
Mampu melaksanakan semua aspek
perawatan/terapi intensif

2/13/2019 6
Ruang lingkup pelayanan ICU
• Diagnosis dan penatalaksanaan spesifik penyakit-
penyakit akut yang mengancam nyawa
• Memberi bantuan dan mengambil alih fungsi vital
tubuh sekaligus melakukan tindakan yang segera
diperlukan untuk kelangsungan hidup.

2/13/2019 7
Ruang lingkup pelayanan ICU
 Pemantauan fungsi vital tubuh dan
penatalaksanaan terhadap komplikasi yang
ditimbulkan oleh penyakit
 Memberikan bantuan psikologis pada pasien dan
keluarga yang kehidupannya sangat tergantung
pada obat dan mesin.

2/13/2019 8
ICU untuk siapa?
 ICU sendiri diperuntukkan bagi pasien
dengan kondisi medis yang reversibel dan
memiliki prospek pemulihan yang baik
karena sumber daya yang digunakan di
ICU mahal.

2/13/2019 9
 pasien sakit kritis meliputi:
◦ Pasien- pasien yang tidak stabil secara fisiologis dan
memerlukan tenaga medis yang terkoordinasi dan
berkelanjutan, serta memerlukan perhatian yang
teliti agar dapat dilakukan pengawasan yang ketat
dan terus menerus serta terapi titrasi.
◦ Pasien- pasien yang dalam bahaya mengalami
dekompensasi fisiologis sehingga memerlukan
pemantauan ketat dan terus- menerus serta
dilakukan intervensi segera untuk mencegah
timbulnya penyakit yang merugikan.

2/13/2019 10
Indikasi masuk ICU
 Model prioritas
 Model diagnosis
 Model parameter objektif

2/13/2019 11
Model prioritas
Pasien Prioritas 1
 Kelompok ini merupakan pasien sakit
kritis dan tidak stabil yang memerlukan
terapi intensif seperti dukungan ventilasi,
infus obat-obat vasoaktif kontinu, dll.
 Contoh pasien kelompok ini antara lain
adalah pasien pascabedah atau pasien syok
sepsis.

2/13/2019 12
Model prioritas
Pasien Prioritas 2
 Pasien pada kelompok ini memerlukan
pelayanan pemantauan canggih di ICU
karena sangat berisiko untuk menjadi
tidak stabil sehingga memerlukan terapi
intensif segera.
 Contoh jenis pasien ini antara lain mereka
yang menderita penyakit dasar jantung,
paru, atau ginjal dan kemudian mengalami
penyakit akut yang parah.
2/13/2019 13
Model prioritas
Pasien Prioritas 3
 Pasien pada kelompok ini adalah pasien yang
keadaannya sangat mengurangi kemungkinan
kesembuhan dan manfaat dari terapi di ICU.
 Contoh pasien ini antara lain pasien dengan
keganasan metastasis disertai penyulit infeksi,
pericardial tamponade, sumbatan jalan napas,
atau pasien yang menderita penyakit jantung
atau paru terminal disertai komplikasi
penyakit akut berat.

2/13/2019 14
Pengecualian
 mati otak  jika menjadi kandidat pendonor
organ
 Pasien-pasien yang kompeten tetapi menolak
terapi tunjangan hidup yang agresif dan hanya
demi ”perawatan yang nyaman” saja.
 Pasien dalam keadaan vegetatif permanen.
 Pasien yang secara fisiologis stabil atau secara
statistik risikonya rendah untuk memerlukan
terapi ICU.

2/13/2019 15
Model diagnosis
 Sistem Kardiovaskular
◦ Infark miokard akut dengan komplikasi
◦ Syok kardiogenik
◦ Aritmia kompleks
◦ Gagal jantung akut dengan gagal nafas dan atau
memerlukan bantuan hemodinamik
◦ Hipertensi emergensi
◦ Unstable angina disertai aritmia, hemodinamik yang tidak
stabil, atau nyeri dada yang presisten
◦ Henti jantung
◦ Tamponade jantung dengan hemodinamik yang tidak
stabil
◦ Diseksi aneurisma aorta
◦ Blok jantung total
2/13/2019 16
Model diagnosis
 Overdosis obat
◦ Hemodinamik yang tidak stabil
◦ Defisit mental dengan gangguan jalan nafas
◦ Kejang yang tidak dapat teratasi dengan
perawatan biasa
 Pembedahan
◦ Pasien post operasi yang memerlukan
pengawasan hemodinamik atau dukungan
ventilator atau perawatan intensif lainnya.

2/13/2019 17
Model parameter objektif
 Tanda Vital
◦ Nadi < 40 atau > 150 kali/menit
◦ Tekanan darah Sistolik < 80 mmHg atau 20
mmHg dibawah tekanan darah normal pasien
◦ Mean arterial pressure < 60 mmHg
◦ Tekanan diastolik > 120 mm Hg
◦ Respiratory rate > 35 kali/menit

2/13/2019 18
Model parameter objektif
 Laboratorium
◦ Natrium serum < 110 mEq/L atau > 170
mEq/L
◦ Kalium serum < 2,0 mEq/L atau > 7,0 mEq/L
◦ PaO2 < 50 mmHg
◦ pH < 7,1 atau > 7,7
◦ Glukosa serum > 800 mg/dl
◦ Kalsium serum > 15 mg/dl

2/13/2019 19
Model parameter objektif
 Radiografi, USG, tomografi
 Elektrokardiogram
 Pemeriksaan fisik lainnya(onset akut)

2/13/2019 20
Kriteria keluar ICU
Pasien prioritas 1
 Pasien prioritas 1 dikeluarkan dari ICU
bila kebutuhan untuk terapi intensif
telah tidak ada lagi atau bila terapi
secara intensif telah gagal atau tidak
bermanfaat sehingga prognosis jangka
pendek jelek.
 Contoh: pasien dengan tiga atau lebih
gagal sistim organ yang tidak respons
terhadap pengelolaan agresif.
2/13/2019 21
Kriteria keluar ICU
Pasien prioritas 2
 Pasien prioritas 2 dikeluarkan bila
kemungkinan untuk mendadak
memerlukan terapi intensif telah
berkurang.

2/13/2019 22
Kriteria keluar ICU
Pasien prioritas 3
 Pasien prioritas 3 dikeluarkan dari ICU bila
kebutuhan untuk terapi intensif telah
tidak ada lagi. Namun, mungkin pasien
demikian dikeluarkan lebih dini bila
kemungkinan sembuh atau manfaat terapi
intensif kontinu kecil.
 Contohnya: pasien dengan penyakit lanjut
yang telah tidak berespon terhadap terapi
ICU untuk penyakit akutnya yang secara
statistik mempunyai prognosis jangka pendek
jelek, dan yang tidak ada terapi yang potensial
untuk memperbaiki prognosisnya.

2/13/2019 23
Daftar Pustaka

 Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Standar


pelayanan ICU. 2008. Jakarta: Departemen Kesehatan
Republik Indonesia
 American College of Critical Care Medicine. Guidelines for
ICU Admission, Discharge and Triage. 1999.
http://www.learnicu.org/Docs/Guidelines/AdmissionDischar
geTriage.pdf. Diunduh: Februari 2013
 Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis
Pelayanan Intensive Care Unit di Rumah Sakit.2011.
http://www.perdici.org/guidelines/. Diakses: Februari 2013

2/13/2019 24