Anda di halaman 1dari 9

Sistem Masyarakat dalam Islam

Disediakan oleh :
Wan Nadzureen binti Nordin
Zainab binti Nordin
Definisi
Masyarakat

Kewajipan
Dasar
Muslim
Masyarakat
Terhadap
dalam Islam
Masyarakat

Sistem
masyarakat

Ciri-ciri
Kedudukan
Sistem
Wanita
Masyarakat
dalam Islam
dalam Islam

Kedudukan
Kekeluargaan
dalam Islam
Definisi Masyarakat

Masyarakat dikenali sebagai kumpulan kepada beberapa


individu kecil atau besar yang terikat oleh satuan, adat atau
hukum khas dalam hidup bersama.

Menurut J.L. Gillin dan J.P Gillin, “Masyarakat


adalah kelompok manusia yang tersebar dan
memiliki kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan
persatuan yang sama.“
Menurut R. Linton, beliau adalah seorang ahli
antropologi yang mengemukakan bahwa
masyarakat adalah setiap kelompok manusia
yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama,
sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan
dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu
kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Sedangkan masyarakat dalam perspektif Islam, terdapat
pelbagai perkataan yang dipergunakan di dalam Al-Qur’an
untuk menunjukkan kepada masyarakat atau kumpulan
manusia, antara lain :
Kaum, ummah, syu’ub dan qabail. Di samping itu, Al-Qur’an
juga memperkenalkan masyarakat dengan sifat-sifat tertentu
seperti al-mala’, al-mustakbirun, al-mustadh’afun dan lain-
lain. Al-Qur’an banyak sekali berbicara tentang masyarakat.
Hal ini disebabkan kerana fungsi utama kitab suci ini
mendorong lahirnya perubahan-perubahan positif di dalam
masyarakat.
Al-Qur’an adalah kitab/buku pertama yang
memperkenalkan hukum-hukum
kemasyarakatan. Islam juga mengakui akan
kelompok-kelompok manusia dan suku bangsa
akibat pengaruh alam dan sosio-budaya.
Dasar masyarakat dalam Islam

Kita diperintah untuk menganutnya,


Dasar masyarakat dalam islam ialah mengetahui kedudukannya,
agama islam itu sendiri. mengetahui hubungannya dengan
alam dan sebab ia dijadikan.

Pembinaan masyarakat itu


Agama inilah yang mengarahkan
didasarkan kepada agama islam
pemikiran umat manusia,
sehingga setiap individu berbuat
perbuatan tindak tanduknya untuk
sesuatu sesuai dengan ajaran islam,
menjadi dasar pegangannya dalam
baik dia sebagai individu mahupun
semua keadaan.
sebagai anggota masyarakat.
( 153)  ‫وه ۖ َواَل َ تَّبِ ُعوا‬ ُ ‫َوَ َّأنٰ َه َذا ِص َرا ِط‬
ُ ‫يم ْستَقِي ًما َ فاتَّبِ ُع‬
‫ون‬ ُ َ َّ َ ُ ُ َ ٰ
َ ‫ال ُّسب َُل َ فتَفَر ََّق ِ ب ُك ْم َعن َسبِيلِ ِه ۚ ذلِك ْم َوصَّاكم ِ به ل َعلك ْم تق‬
َّ ُ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang


lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-
jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian
dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada
kalian agar kalian bertakwa. (al-An’aam: 153)

Anda mungkin juga menyukai