Anda di halaman 1dari 91

Pengenalan Pentanahan/Pembumian.

Pada bidang tenaga listrik baik di pembangkitan,


transmisi, distribusi atau pada pemakaian listrik
bahaya akibat sengatan listrik berakibat (shock),
kebakaran atau luka pada manusia /petugas.
Untuk hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa
semua peraturan-peraturan keselamatan dari bahaya
listrik dirancang untuk mencegah timbulnya bahaya.
Salah satu faktor kunci dalam setiap usaha
pengamanan rangkaian listrik adalah : Pemasangan
Grounding (Pentanahan/Pembumian) .
Sistem pembumian dapat bekerja dengan baik & efektif,
dengan syarat-syarat sebagai berikut:

a. Sistem pembumian yang dipasang dapat membuat jalur


impedansi yang rendah ke bumi untuk maksud pengamanan
personil dan peralatan serta mengurangi gangguan interferensi
radio komunikasi.

b. Sistem pembumian dapat menyebarkan arus surja dan arus


gangguan yang berulang.

c. Sistem pembumian yang dipasang menggunakan bahan tahan


korosi terhadap berbagai kondisi kimiawi bumi untuk meyakinkan
kontinuitas penampilannya sepanjang umur peralatan yang
diamankan.

d. Sistem pembumian menggunakan sistem mekanik yang kuat


namun mudah dalam pemasangan.
Elektrode batang (SNI 2000, 3.18.2.2)ialah elektrode
dari pipa besi, baja profil, atau batang logam lainnya
yang dipancangkan ke dalam bumi.

Elektrode pelat (SNI 2000, 3.18.2.3) elektrode dari


bahan logam utuh atau berlubang. Pada umumnya
elektrode pelat ditanam secara dalam.

Bila persyaratanya dipenuhi (SNI 2000, 3.18.2.4),


jaringan pipa air minum dari logam dan selubung
logam kabel yang tidak diisolasi yang langsung
ditanam dalam bumi, besi tulang beton atau konstruksi
baja bawah bumi lainya boleh /dapat dipakai sebagai
elektrode bumi.
2. Tanah Referensi (Reference Earth)

Karena tanah mempunyai tahanan jenis (specific earth resistivity)


tertentu, misal 10.000 Ω-m maka dengan mengalirnya arus
didalamnya tanah terjadilah beda potensial / tegangan antara suatu
titik ditanah dan titik lainnya.
Bertambah jauh titik tersebut terhadap elektroda maka makin kecil
beda potensial yang terjadi pada tanah tersebut.

Jadi tanah referensi (reference earth) adalah daerah di tanah,


khususnya dipermukaan, yang sedemikian jauhnya dari elektrode
pentanahan yang bersangkutan, sehingga tidak ada beda tegangan
yang berarti antara titik dimana saja dalam daerah itu.
Nilai resistans jenis bumi sangat berbeda-beda
bergantung pada jenis bumi (SNI 2000, 3.18.3.1), seperti
ditunjukan pada tabel dibawah:

1 2 3 4 5 6 7

Bumi liat & Pasir Kerikil Pasir & kerikil Bumi


Jenis bumi Bumi rawa
bumi ladang basah basah kering berbatu
Resistans
30 100 200 500 1000 3000
jenis (Ω-m)
Catatan : nilai resistans jenis tersebut adalah nilai tipikal.
3. Gradien Tegangan (Potential Gradient).

Beda potensial /tegangan di tanah / pada permukaan tanah


disekitar elektrode pembumian terjadi akibat mengalirnya arus
dari elektroda itu ketanah disekitarnya, Hal ini disebut gradien
tegangan (potential gradient).
Sebagai contoh, gradien tegangan pada tanah dipermukaan
disekitar elektroda pipa, dapat dilihat pada gambar A-1 dan A-3.
US

Dalam hal ini : U E

UE = Tegangan elektroda pembumian. UL

UL = Tegangan langkah.
US = Tegangan sentuh.
UL

Gbr. A1 Gradient tegangan pada permukaan tanah.


Gbr. A2-a : Gradient tegangan pada permukaan tanah .
1 - Tanpa elektroda pengontrol gradient tegangan.
2 - Dengan elektroda pengontrol gradient tegangan.
E. elektroda pembumian.
S1, S2 dan S3 : elektroda pengontrol gradient tegangan dalam bentuk
gelang mengelilingi tiang dan disambungkan padanya.

S3 S2 S1 S1 S2 S3
E

Gbr. A2-a
Gbr. A2-b : Gradient tegangan pada permukaan bumi dengan
elektroda pengontrol gradient yang ditanam dengan kedalaman
yang makin jauh dan makin dalam.

S1 S1
S2 S2

S3 S3

Gbr. A2-b
%
100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
0
meter meter
Gambar. A3

Profil gradient tegangan untuk elektroda pipa dengan panjang bagian


yang tertanam = 5 meter.
Bagian permukaan tanah yang bergerak 4 x 5 m ( 20 m² ) atau lebih
sudah dianggap tanah referensi.
4. Tegangan Elektroda Pentanahan / Pembumian.
(Earth Electrode Voltage)
Adalah tegangan antara elektroda tersebut dan bumi referensi,
yang timbul akibat mengalirnya arus dari elektroda itu ke bumi
disekitarnya.

5. Tegangan langkah (Step Voltage).


Adalah sebagian dari tegangan elektroda pembumian yang dapat
dijembatani oleh orang dengan langkah sebesar kira-kira 1 meter,
atau tegangan antara dua titik di bumi yang berjarak satu langkah
(± 1 meter) dalam arah radial terhadap elektroda pembumian
(Gbr. A1).
Jika tegangan langkah disekitar elektroda pembumian itu terlalu
besar, sehingga membahayakan orang yang kebetulan berada
diatasnya, maka tegangan langkah itu dapat dikurangi memasang
elektroda pengontrol gradien tegangan (Gbr. A2).
6. Tahanan Elektroda Pembumian (Earth Electrode
Resistance).
Adalah tahanan dari bumi antara elektroda atau sistem
pembumian dan bumi referensi.

7. Sistem Pembumian.
Untuk memperolah tahanan elektroda pembumian yang lebih
rendah, dapat dipakai beberapa elektroda pembumian yang
dihubungkan satu sama lain (paralel) yang merupakan satu
sistem pembumian.
8. Resistansi Pembumian (Earthing Resistance).

Adalah jumlah dari hasil tahanan elektroda pembumian dan


tahanan hantaran pembumian.

Resistans pembumian dari elektrode bumi tergantung pada jenis


dan keadaan bumi serta pada ukuran dan susunan elektrode.

Resistans pembumian suatu elektrode harus dapat diukur. Untuk


keperluan tersebut penghantar yang menghubungkan setiap
elektrode bumi atau susunan elektrode bumi harus dilengkapi
dengan hubungan yang dapat dilepas. (SNI 2000, 3.19.2.5).

Tabel dibawah menunjukan nilai rata-rata resistans elektrode bumi.


Resistans pembumian pada resistans jenis ρ1 = 100 Ω-meter.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Pelat vertikal
dng sisi atas ± 1
Jenis Pita atau penghantar pilin Batang atau pipa m dibawah
elektrode permukaan
bumi
Panjang (m) Panjang (m) Ukuran (m2)
10 25 50 100 1 2 3 5 0,5x1 1x1
Resistans
pembumian 20 10 5 3 70 40 30 20 35 25
(Ω)

Keterangan :
Untuk resistans jenis yang lain (ρ), maka besar resistans pembumian
adalah perkalian nilai diatas dengan :
 
atau
1 100
Contoh :
Untuk mencapai resistans jenis pembumian sebesar 5 Ω pada bumi
liat atau bumi ladang dengan resistans jenis 100 Ω meter diperlukan
sebuah elektrode pita yang panjangnya 50 meter atau empat buah
elektrode batang yang panjangnya masing - masing 5 meter. Jarak
antara elektrode-elektrode tersebut minimum harus dua kali
panjangnya.

Pada pasir basah yang resistans jenisnya 200 Ω-meter, sebuah


elektrode pita sepanjang 100 meter, akan menghasilkan resistans
pembumian 6 Ω.
9. Tahanan Pembumian Total.
Adalah tahanan pembumian dari keseluruhan sistem pembumian
yang terukur di suatu titik.

Contoh :
Sebagai contoh diambil sebuah elektroda pipa dengan diameter
2a = 5 Cm, panjang L = 5 m, missalkan keadaan buminya homogen
dengan tahanan jenis 4.000 Ω - m. Pipa tersebut ditanam tegak
lurus kedalam bumi dengan ujungnya persis menyembul
kepermukaan bumi (Gbr. A1 dan A4).

16
11. Daerah Tahanan/Daerah Gradien tegangan.
Dalam Gbr. A4.b diperlihatkan bahwa tempat orang berpijak pada
jarak kurang dari 20 meter terhadap elektroda pembumian, sehingga
pada waktu ada gangguan (mengalir arus gangguan IF), pada tempat
kaki berpijak atu akan mengalami kenaikan tegangan pula terhadap
bumi referensi.

Daerah demikian disebut ”daerah Tahanan” atau ”Daerah Gradien


Tegangan”. Jadi daerah Tahanan atau daerah gradien Tegangan
suatu elektroda pembumian itu dan bumi referensi yang akan
mengalami kenaikan tegangan terhadap bumi referensi akibat
mengalirnya arus melalui elektroda itu ke bumi.

17
UF US

UE UF

UE : Tegangan elektroda pembumian.

E : Elektroda pembumian.

Eb : Elektroda bantu.

IF

20 m
Eb
E

Gambar. A4-b

18
UF : Tegangan gangguan.

US : Tegangan sentuh.

IF : Arus gangguan.

IF
UF
US

Eb E
E 20 m

Gambar. A4-a

19
12. Tegangan Sentuh.
Jika orang itu kebetulan menyentuh badan dari motor itu pada waktu
ada gangguan, maka orang itu akan terkena ”Tegangan Sentuh” (US)
yang kurang dari tegangan gangguan (Gbr. A4).

Jadi tegangan sentuh adalah sebagian dari tegangan gangguan atau


sebagai dari tegangan elektroda pembumian yang dapat dijembatani
oleh manusia (Gbr. A1, A4.b, dan A5). Dalam (Gbr. A5), lantai tempat
orang berpijak terisolasi dari bumi, jadi tegangan sentuh terjadi
antara badan dari alat yang terganggu (lampu) dan benda lain (kran
air) yang di bumikan.

Jika seorang manusia pada kejadian seperti (Gbr. A4) itu


bersepatu/bersandal karet sehingga kaki orang itu terisolasi dari
bumi secara baik, maka orang itu tidak akan merasakan jika pada
waktu yang bersamaan kebetulan dia menyentuh benda lain yang
dibumikan.

20
220/380 V
R

S
T

US

Lantai berisolasi
RB

US : Tegangan sentuh
Gambar. A5

21
Jika tahanan isolasi sepatu/sandal itu kira-kira sama
dengan tahanan tubuh orang, maka tegangan sentuh
yang dia rasakan kira-kira separuhnya.
Tetapi dalam masalah tindakan pengamanan, pada
umumnya yang diperhitungkan adalah keadaan yang
seburuk-buruknya, ialah orang tidak bersepatu, lantai
tempat berpijak tidak terisolasi dan diluar daerah tahanan
dari elektroda pembumian yang bersangkutan.
“(IEC TC 64 sekarang sedang merevisi tabel tegangan
sentuh dimana tahanan /alas kaki diperhitungkan dengan
suatu asumsi)“

Dari tabel diatas dapat dilukiskan profil tegangan


gradien.
Dari profil tegangan gradien tersebut dapat dicatat antara lain:
 Pada jarak kira-kira 1 meter dari pipa, tegangan terhadap
bumi referensi sudah tinggal kira-kira 50% UE.
 Pada jarak 2 meter dari pipa, tegangan tersebut tinggal 1/3
UE (66% UE).
 Pada jarak 6 meter dari pipa, tegangan tersebut tinggal 18%
UE.

Catatan diatas hanya berlaku untuk elektroda pipa tunggal.


Tahanan elektroda pembumian :
 2.000 dr  2.000
2L 2,5 r 2L
RE =  ln
2,5
1.000
RE = x6,685
2 500

RE = 8,5 Ω
Daya konduktif dari bumi pada dasarnya bersifat elektrolitis,
oleh karena itu tahanan jenis bumi, selain tergantung dari jenis
tanahnya juga sangat tergantung pada banyaknya air yang
dikandungnya (kebasahannya), komposisi serta konsentrasi
garam-garam yang larut didalamnya.

Oleh karena itu tahanan pembumian suatu elektroda berubah-


ubah tergantung pada keadaan musim.

24
10. Tegangan Gangguan.

Dalam gambar A4.a diperlihatkan suatu motor yang di


suplai dari sistem 3 phasa yang netralnya dibumikan
disumber. Badan dari motor itu dihubungkan oleh
hantaran pengaman ke elektroda pembumian.

Jika terjadi kegagalan isolasi pada motor itu (disebut


terjadi gangguan bumi), maka mengalirlah arus
gangguan IF kebumi, sehingga timbulah tegangan
gangguan (UF).
220/380 V
R

S
T

US

Lantai berisolasi
RB

US : Tegangan sentuh
Gambar. A5

26
10. Tegangan Gangguan.

Gbr. A5, badan dari lampu yang tidak dibumikan, sehingga jika
terjadi kegagalan isolasi, maka badan dari lampu itu (yang konduktif)
akan bertegangan sama dengan tegangan sistem itu ke bumi/tanah.

Jadi tegangan gangguan adalah tegangan antara bagian konduktif


yang tidak merupakan bagian sirkit, dan bumi referensi yang timbul
karena terjadinya gangguan.

27
NEUTRAL – GROUNDING
Pembumian/pentanahan (Earthing) :

 Sistem tenaga listrik.


 Peralatan (badan peralatan listrik).

Tujuan : 1. Untuk mengamankan peralatan dan Manusia terhadap


bahaya kelistrikan.

2. Pembumian peralatan ialah untuk mengamankan


manusia terhadap bahaya tegangan sentuh.

3. Pembumian sistem kelistrikan ialah untuk mengamankan


sistem tenaga kelistrikan dari mulai pembangkitan
sampai dengan pembebanan di konsumen.

28
Unit pembangkit dan pusat beban perlu
dibumikan/dibumikan karena untuk menghindarkan
bahaya-bahaya yang ditimbulkan dikemudian hari baik
terhadap makluk hidup maupun peralatan – peralatan yang
tersambung pada sistem tenaga listrik tersebut.

Sistem yang perlu dibumikan adalah:

Pusat pembangkit : PLTA, PLTU, PLTG, dll.


Gardu Induk : Gardu Induk Konvensional maupun GIS.
Gardu distribusi (Trafo) dll.

29
Urutan – urutan Pembumian :
 Jaringan Tegangan Rendah (JTR).
 Jaringan Tegangan Menengah (JTM).
 Jaringan Transmisi (SUTT, SUTET dll).
 Pembangkitan (Generator) isolatet.

Proteksi :
 Relaying.
 Grounding.
 Surge protection.

Tegangan Rendah :
380/220 Volt, tujuannya untuk mengamankan makluk hidup
(manusia/binatang) terhadap tegangan sentuh.
30
Pengamanan Terhadap Tegangan Sentuh.
Standar IEC.TC 64 (working Group/WG) telah mengeluarkan IEC
report.
Effects of current passing Through a Body.
t msec
b c d
a
5000

1 2 3 4 5
1000

100

10
•0,5 10
1000 mA 31
Keterangan :
Zone 1 : Usually no reaction
Zone 2 : Usually no pathophysiologi cally dangerous
effect “ let go current” kira-kira 10 mA; > 10
mA otot-otot tidak dapat digerakan.
Zone 3 : Usually no danger of fibrillation
Zone 4 : fibriation possible (up to 50 % probability).
Zone 5 : Fibriation danger (more than 50% probability).

Dalam suatu system tenaga listrik yang berbahaya


adalah arusnya (selama tegangan saja yang mengenai
makluk hidup tsb tidak ada masalah, selama arusnya
listriknya tidak mengalir ke tubuh, maka makluk
tersebut tidak apa-apa /selamat).
IEC(International Electric Comission); TC(Technic Comission).
IEC Publication 364 – 4 – 41
Table 41 A.
Maximum Touch Voltage Duration
Max. Prospective Touch Voltage
Disconnecting
Time (sec) AC rms (V) DC (V)

~ ≤ 50 ≤ 120
5 50 120
1 75 140
0,5 90 160
0,2 110 175
0,1 150 200
0,05 220 250
0,03 280 310
Tahanan Tubuh
Tegangan
Ohm (Ω)
sentuh (Volt)
25 2500
50 2000
200 1000
asymtote 650

Asumsi untuk tegangan sentuh :


o Dari ujung tangan ke ujung tangan .
o Dari ujung tangan ke kaki.
o Berat badan ± 50 kg (laki-laki).
V
Arus I = Ampere.
tahanan.tubuh

Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan :


 probability terjadinya gangguan.
 Probability terjadinya sentuhan.
 Tecnical feasibility.
 Economic.
Cara-cara pengamanan terhadap tegangan sentuh :
 Sentuhan langsung.
 Sentuhan tidak langsung.
Sentuhan langsung :
Sentuhan pada peralatan yang dalam keadaan
Normalnya bertegangan.

Sentuhan tak langsung :


Sentuhan pada badan peralatan yaitu bagian sirkit
yang dalam keadaan normalnya tidak bertegangan,
tetapi bisa menjadi bertegangan bila terjadi kegagalan
isolasi.
1. Pengamanan Terhadap Sentuhan Langsung.

a. Pengamanan dengan isolasi (isolasi pada bagian-


bagian aktif).
b. Selungkup.
c. Penghalang.
d. Penempatan diluar jangkauan tangan.
e. Pengamanan tambahan dengan ”saklar
pengaman arus bumi” (spat), ELCB (Earth
Leakage Circuit Breaker).
2. Pengamanan Terhadap Sentuhan Tak Langsung.

a. Pengamanan dengan pemutusan otomatis dari


supplai.
b. Isolasi pengaman.
c. Alas isolasi / karpet .
d. Hubungan equipotensial (Earth Free Equipotensial
Bonding).
a. Pemisahan pengaman.

3.Isolasi pengaman yang mengisolir badan,


sehingga orang yang bekerja tidak menyentuh.

Misal : peralatan kerja (Bor listrik, Gergaji listrik,


gerinda listrik dll).
4. Alas isolasi .
Semua lantai diberi alas karet agar supaya pekerja
dengan bumi tidak berhubungan langsung.

5. Earth Free Equipotensial Bonding.


Pada bodi peralatan langsung dihubungkan dengan
bumi melalui kabel grounding dll.

6. Pemisahan pengamanan.
Digunakan Trafo dengan tegangan primer-skunder
besarnya sama.

7. Pengamanan terhadap sentuhan langsung ataupun


tak langsung.
Tegangan Extra Rendah.
Misal : 48, 24, 12, dan 6 Volt dibawah 50 Volt
GROUNDING SYSTEM
(SISTEM PENTANAHAN/
PEMBUMIAN)
I. Netral Grounding System (Sistem
Pentanahan/ Pembumian Titik Netral)

I. Grounding Equipment (Pentanahan /


Pembumian Peralatan)
NETRAL GROUNDING
SYSTEM
(SISTEM PENTANAHAN
/PEMBUMIAN TITIK
NETRAL)
TUJUAN PENTANAHAN TITIK NETRAL SISTEM
 Menghilangkan gejala-gejala busur api pada
suatu sistem.
 Membatasi tegangan pada fasa yang tidak
terganggu (pada fasa yang sehat).
 Meningkatkan keandalan (realibility) pelayanan
dalam penyaluran tenaga listrik.
 Mengurangi/membatasi tegangan lebih
transient yang disebabkan oleh penyalaan
bunga api yang berulang-ulang (restrike
ground fault).
 Memudahkan dalam menentukan sistem
proteksi serta memudahkan dalam
menentukan lokasi gangguan.
SISTEM YANG TIDAK DITANAHKAN
(FLOATING GROUNDING)
 Suatu sistem dikatakan tidak diketanahkan
(floating grounding) atau sistem delta. Jika tidak
ada hubungan galvanis antara sistem itu dengan
tanah.
Sistem tegangan primer
Sistem tegangan sekunder
Trafo
Trafo

Tidak ada hubungan Tidak ada hubungan


galvanis TRAFO galvanis
TENAGA

Tanah Tanah

Contoh Sistem yang Tidak ditanahkan


Metoda Pentanahan Titik Netral

 Pentanahan melalui tahanan (resistance


grounding)
 Pentanahan melalui reaktor (reactor
grounding)
 Pentanahan langsung (effective grounding)
 Pentanahan melalui reaktor yang
impedansinya dapat berubah-ubah (resonant
grounding) atau pentanahan dengan
kumparan Petersen (Petersen Coil).
PENTANAHAN TITIK NETRAL TANPA IMPEDANSI
(PENTANAHAN LANGSUNG/SOLID GROUNDING)

 Sistem pentanahan langsung adalah dimana titik netrral


sistem dihubungkan langsung dengan tanah, tanpa
memasukkan harga suatu impedansi. R

N
S

Zs
ZR ZT

 Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral Tanpa


Impedansi (Pentanahan Langsung/Solid Grounding)
PENTANAHAN TITIK NETRAL TANPA IMPEDANSI
(PENTANAHAN LANGSUNG/SOLID GROUNDING)

 Keuntungan :
 Tegangan lebih pada phasa-phasa yang tidak
terganggu relatif kecil
 Kerja pemutus daya untuk melokalisir lokasi
gangguan dapat dipermudah, sehingga letak
gangguan cepat diketahui
 Sederhana dan murah dari segi pemasangan
 Kerugian :
 setiap gangguan phasa ke tanah selalu
mengakibatkan terputusnya daya
 arus gangguan ke tanah besar, sehingga akan
dapat membahayakan makhluk hidup didekatnya
dan kerusakan peralatan listrik yang dilaluinya
PENTANAHAN TITIK NETRAL MELALUI TAHANAN
(RESISTANCE GROUNDING)

 Pentanahan titik netral melalui tahanan (resistance grounding)


yang dimaksud adalah suatu sistem yang mempunyai titik netral
dihubungkan dengan tanah melalui tahanan (resistor), sebagai
contoh terlihat pada gambar dibawah ini R

T
Groundng
Resistor

 Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral melalui Tahanan


(Resistor)
PENTANAHAN TITIK NETRAL MELALUI TAHANAN
(RESISTANCE GROUNDING)

Secara umum harga tahanan yang ditetapkan pada


hubung netral adalah

Ef
R =
I Ohm

dimana :
R = Tahanan ( Ohm )
Ef = Tegangan fasa ke netral
I = Arus beban penuh dalam Ampere dari transformator.
Jenis pentanahan (Resistor) yang dipakai
1. jenis logam (metalic resistor), perhatikan gambar dibawah ini

jenis logam (metalic resistor)


Jenis pentanahan (Resistor) yang dipakai
2. jenis cairan (liquid resistor), perhatikan gambar dibawah ini

jenis cairan (liquid resistor)


PENTANAHAN TITIK NETRAL MELALUI TAHANAN
(RESISTANCE GROUNDING)
- Keuntungan :
 Besar arus gangguan tanah dapat diperkecil
 Bahaya gradient voltage lebih kecil karena arus
gangguan tanah kecil.
 Mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat arus
gangguan yang melaluinya.
- Kerugian :
 Timbulnya rugi-rugi daya pada tahanan pentanahan
selama terjadinya gangguan fasa ke tanah.
 Karena arus gangguan ke tanah relatif kecil, kepekaan
rele pengaman menjadi berkurang dan lokasi gangguan
tidak cepat diketahui.
 Besarnya tahanan pentanahan NGR pada
sistem tenaga listrik (contohnya di PLN
P3B Jawa Bali Region Jabar), adalah
sebagai berikut :
 Sistem 70 kV sebesar 62 Ohm
 Sistem 20 kV sebesar 12 Ohm 40 Ohm &
500 Ohm.
 Jenis pentanahan (Resistor) yang dipakai
adalah jenis logam (metalic resistor) atau
jenis cairan (liquid resistor),
NGR Jenis Metalic

NGR Jenis Liquid


PENTANAHAN TITIK NETRAL TRAFO TENAGA
DENGAN NGR
(Netral Grounding Resistor)

10
1

2
Pada gambar ini tunjukan
8
mana yang dimaksud
9 NGR ?
5

6
Fungsi NGR :
 Untuk menghambat atau
membatasi arus hubung
singkat satu fasa ketanah,
sehingga nilainya
dibawah arus Nominal
Trafo.

BATASAN
OPERASINYA
BAGAIMANA ?
NGR (Netral Grounding Resistor)
BATASAN OPERASI NGR
Contoh :
Trafo tenaga 150/70 kV, 100 MVA
Batasan Operasi NGR:
Tegangan : 70 kV
Tahanan : 62 Ohm
Arus Nominal : 650 A
Waktu : 10 Second
Trafo tenaga 150/20 kV, 30MVA
Batasan Operasi NGR :
Tegangan : 20 kV
Tahanan : 12 Ohm
Arus Nominal : 960 A
NGR (Netral Grounding Resistor)
Waktu : 5 Second
Keuntungan & kerugian
Pentanahan dengan NGR
 Keuntungan :
 Besar arus gangguan tanah dapat diperkecil
 Bahaya gradient voltage lebih kecil karena arus
gangguan tanah kecil.
 Mengurangi kerusakan peralatan listrik akibat arus
gangguan yang melaluinya.

 Kerugian :
 Timbulnya rugi-rugi daya pada tahanan pentanahan
selama terjadinya gangguan fasa ke tanah.
 Karena arus gangguan ke tanah relatif kecil,
kepekaan rele pengaman menjadi berkurang dan
lokasi gangguan tidak cepat diketahui.
Pentanahan Titik Netral Melalui
Kumparan Petersen
 Sistem pentanahan dengan kumparan
Petersen adalah dimana titik netral
dihubungkan ke tanah melalui kumparan
Petersen (Petersen Coil). Kumparan
Petersen ini mempunyai harga reaktansi
(XL) yang dapat diatur dengan
menggunakan Tap.
Pentanahan Titik Netral Melalui
Kumparan Petersen
Sistem tegangan 70 kV Lamajan

Sistem tegangan 30 kV Plengan-Lamajan

TRAFO
Kumparan
TENAGA Petersen
RESISTOR

Contoh Pemasangan Pentanahan Titik Netral dengan


Kumparan Petersen.
Pentanahan Titik Netral Melalui
Kumparan Petersen

T
Kumparan Petersen

Rangkaian Pengganti Pentanahan Titik Netral dengan Kumparan Petersen


Keuntungan & Kerugian Pentanahan
Titik Netral Melalui Kumparan Petersen
- Keuntungan :
 Arus gangguan dapat dibuat kecil sehingga tidak berbahaya bagi mahluk
hidup.
 Kerusakan peralatan sistem dimana arus gangguan mengalir dapat
dihindari.
 Sistem dapat terus beroperasi meskipun terjadi gangguan fasa ke tanah.
 Gejala busur api dapat dihilangkan.

 - Kerugian :
 Rele gangguan tanah (ground fault relay) sukar dilaksanakan karena arus
gangguan tanah relatif kecil.
 Tidak dapat menghilangkan gangguan fasa ke tanah yang menetap
(permanen) pada sistem.
 Operasi kumparan Petersen harus selalu diawasi karena bila ada perubahan
pada sistem, kumparan Petersen harus disetel (tuning) kembali.
Transformator Pentanahan
 Bila pada suatu sistem tenaga listrik tidak
terdapat titik netral, sedangkan sistem itu harus
diketanahkan, maka sistem itu dapat ditanahkan
dengan menambahkan “Transformator
Pentanahan” (grounding transformer).
 Transformator pentanahan itu dapat terdiri dari
transformator Zig-zag atau transformator
bintang-segitiga (Y-Δ). Trafo pentanahan yang
paling umum digunakan adalah transformator
zig-zag tanpa belitan sekunder.
Transformator Pentanahan
Sistem tegangan 70 kV

TRAFO DAYA TRAFO


PENTANAHAN
RESISTOR

contoh gambar pemasangan Trafo Pentanahan


Penetapan Sistem
Pentanahan di Indonesia

 Sistem 150 KV
 Pentanahan netral sistem 150 KV beserta
pengamannya ditetapkan sebagai
berikut:
1. Pentanahan netral untuk sistem ini adalah
pentanahan efektif (Pentanahan langsung).
2. Pengaman sistem dilaksanakan dengan
pemutus cepat dan penutup cepat
Sistem 66 KV
 Pentanahan netral sistem ini beserta
pengamannya ditetapkan sebagai
berikut:
1. Pentanahan netral untuk sistem ini adalah
pentanahan dengan tahanan
2. Pengamanan sistem dilaksanakan dengan
pemutus cepat dan penutup cepat
Sistem 275 KV PT Inalum dan
Sistem 500 KV
 Walaupun belum diatur dalam SPLN,
tetapi pentanahan Sistem 275 KV PT
Inalum di Asahan dan Sistem 500 KV di
Pulau Jawa sudah dilakukan dengan
sistem pentanahan Solid Grounding
(pentanahan langsung).
Sistem 20 KV
 Pentanahan netral sistem 20 KV beserta pengamannya
ditetapkan sebagai berikut :

Pentanahan netral untuk sistem ini adalah pentanahan


dengan tahanan.

Pengaman Sistem Dilaksanakan Sebagai Berikut :

a. Bagi saluran udara maupun saluran dalam


tanah dipakai pemutus dengan rele arus lebih
untuk gangguan hubung singkat fasa ke fasa
dan rele tanah untuk gangguan hubung
singkat fasa ke tanah. Pada gardu distribusi
dipasang penunjuk gangguan.
b. Bagi saluran udara dipakai pula penutup cepat
atau lambat, sedang bagi saluran dalam tanah
tidak dipakai penutup kembali.
Ketetapan SPLN 26:1980 mengenai besar
tahanan pentanahan sebagai berikut :

 Tahanan rendah 12 ohm dan arus gangguan tanah


maksimum 1000 ampere dipakai pada jaringan kabel
tanah

 Tahanan rendah 40 ohm dan arus gangguan maksimum


300 ampere dipakai pada jaringan saluran udara dan
campuran saluran udara dengan kabel tanah

 Tahanan tinggi 500 ohm dan arus gangguan maksimum


25 ampere dipakai pada saluran udara
II. GROUNDING EQUIPMENT
(PENTANAHAN/PEMBUMIAN
PERALATAN)
 Pengertian Pentanahan Peralatan
 Pentanahan peralatan adalah pentanahan yang
menghubungkan body/ kerangka/ bagian dari peralatan
listrik terhadap ground (tanah).
 Pentanahan ini pada kerja normal tidak dilalui arus.

Pentanahan TRAFO
Peralatan DAYA

Contoh Pemasangan Pentanahan Peralatan


Tujuan pentanahan peralatan adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mencegah terjadinya tegangan kejut
listrik yang berbahaya bagi manusia.
2. Untuk memungkinkan timbulnya arus tertentu
baik besarnya maupun lamanya dalam
keadaan gangguan tanah tanpa
menimbulkan kebakaran atau ledakan pada
bangunan atau isinya.
3. Untuk memperbaiki penampilan
(performance) dari sistem.
Tahanan Pentanahan
 Adalah besarnya tahanan pada
kontak/hubung antara masa (body)
dengan tanah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya pentanahan :
• Tahanan jenis tanah
• Panjang elektroda pentanahan
• Luas penampang elektroda pentanahan
Harga pentanahan makin kecil makin baik.
Untuk perlindungan personil dan peralatan
perlu diusahakan tahanan pentanahan lebih
kecil dari 1 Ohm.
Untuk memahami mengapa tahanan pentanahan
harus rendah, dapat digunakan hukum Ohm yaitu:
E = I x R volt
dimana :
E = tegangan (volt)
I = Arus (ampere)
R = Tahanan (ohm)
Gangguan

4 ohm

Badan motor
Motor
Listrik Sumber 415 volt, 240 volt
terhadap tanah

Bagian logam
yang
diketanahkan
20 ohm

Tahanan ke tanah
yang sebenarnya

Contoh/ Ilustrasi Gangguan pada tahanan pentanahan yang tinggi.


Tabel Besar dan lama tegangan sentuh maksimum

TEGANGAN SENTUH VOLT WAKTU PEMUTUSAN


(RMS) MAKSIMUM (DETIK)
< 50 ~
50 0,5
75 1
90 1,5
110 0,2
150 0,1
220 0,05
280 0,03
Agar persyaratan dalam tabel tersebut dapat dipenuhi. maka tahanan
diberikan oleh:
RE2 < 50/(IA) ohm
dimana :
In = Arus nominal dari alat pengaman lebur atau alat pengaman
arus lebih (amper)
k = Bilangan yang besarnya tergantung dari karakteristik alat
pengaman
= 2,5 ….. 5, Untuk pengaman lebur atau sikering
= 1,25 …. 3,5, Untuk pengaman lainnya.

Biasanya Impedansi Trafo kecil terhadap RE1 atau RE2, maka arus hubung
tanah.
E ph
Ir = Rsaluran
RE1  RE 2 
3
B
Suatu peralatan listrik diperoteksi/diamankan
dengan sikering 6A.
C RE2 < ohm = 2,78 ohm (k diambil = 3)
Misalnya diambil :
RE2 = 2,5 ohm
A RE1 = 2,0 ohm
Rsal = kecil dan diabaikan.
N Eph = 220 Volt
RE1 Maka, Ir = = 48,9 Amper
Tegangan sentuh ;
ZEKRING ES = 48,9 x 2,5 = 122,25 Volt.
Jadi tegangan sentuh yang timbul 122,25 volt
If
(lebih tinggi dari 50 volt).
Tetapi jika sikering yang dipakai memenuhi
E3 persyaratan standar, maka dengan arus 48,9
RE2
amper (8 xln) sikering tersebut akan putus
dalam waktu 0,1 detik, jadi memenuhi
Hubung tanah pada peralatan persyaratan dalam tabel.
dalam suatu sistem yang Sebagai aturan umum disebutkan bahwa
netralnya diketanahkan seseorang tidak boleh menyentuh walau
sekejapun peralatan dengan tegangan diatas
100 Volt.
Exposur Tegangan
(Voltage Exposure)
 Jika ada kontak yang tidak disengaja antara
bagian-bagian yang dilalui arus dengan
kerangka metal dari peralatan, maka kerangka
metal itu menjadi bertegangan yang sama
dengan tegangan peralatan. Untuk mencegah
terjadinya tegangan kejut yang berbahaya
kerangka peralatan metal peralatan tersebut
harus dihubungkan ke tanah melalui
impedansi yang rendah.
Pengaruh Tahanan Pentanahan yang
Besar Terhadap Sistem Tenaga Listrik
1. Makin besar tahanan pentanahan, tegangan
sentuh makin besar
2. Makin besar tahanan pentanahan pada tiang
transmisi, makin besar tegangan puncak tiang
3. Makin besar tahanan pentanahan pada tiang
tranmisi, makin banyak jumlah Isolator yang
harus dipasang (jumlah isolator makin panjang).
4. Tahanan pentanahan mempengaruhi
penampilan saluran (line Performance).
Pengaruh Tahanan Pentanahan Yang
Kecil Pada Sistem Tenaga Listrik

1. Mengurangi tegangan pada puncak tiang


2. Mengurangi tegangan pada kawat penghantar
3. Mengurangi tegangan pada isolator
4. Mengurangi gangguan sampai beberapa
gawang
5. Mengurangi waktu berlangsungnya tegangan
merusak (Break Down voltage).
Macam-Macam Elektroda Pentanahan
 Pada dasarnya terdapat tiga macam elektroda
pentanahan yaitu :
 Elektroda Pita, berupa pita atau kawat
berpenampang bulat yang ditanam di dalam tanah
umumnya penanamannya tidak terlalu dalam.
(0,5 --- 1 meter) dan caranya ada bermacam-
macam.

Bentuk Radial Bentuk Grid Bentuk Lingkaran

Macam-macam penanaman elektroda pita


 Elektroda Batang, berupa batang yang
ditanam tegak lurus dalam tanah

Cara penanaman Elektroda batang. Untuk membuat agar tahanan


pentanahan cukup kecil elektroda batang tersebut ditanam lebih
dalam atau menggunakan beberapa batang elektroda.
 Elektroda pelat, berupa pelat yang
ditanam tegak lurus dalam tanah seperti
pada gambar

Cara Penanaman elektroda pelat


Metode/Cara Pentanahan
1. Pentanahan dengan Driven Ground.
 Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara
menancapkan batang elektroda ke tanah.

S
Satu Batang Elektroda Dua Batang Elektroda

Pentanahan dengan Driven Ground


2. Pentanahan Dengan Counter Poise
 Adalah pentanahan yang dilakukan dengan cara
menanam kawat elektroda sejajar atau radial,
beberapa cm di bawah tanah (30 cm - 90 cm).

Pentanahan menara dengan counterpoise


 Pentanahan dengan counter poise biasanya digunakan apabila tahanan
tanah terlalu tinggi dan tidak dapat di kurangi dengan cara pentanahan
driven ground, biasanya karena tahanan jenis tanah terlalu tinggi.

Radial Paralel

Pentanahan menara dengan counterpoise


3. Pentanahan Dengan Mesh atau Jala
 Adalah cara pentanahan dengan jalan memasang
kawat elektroda membujur dan melintang di bawah
tanah, yang satu sama lain dihubungkan di setiap
tempat sehingga membentuk jala (Mesh).
 Sistem pentanahan Mesh biasanya dipasang di
gardu induk dengan tujuan untuk mendapatkan
harga tahanan tanah yang sangat kecil (kurang dari
1 ohm).

Gambar Pentanahan dengan mesh atau jala


Tahanan Jenis Tanah
 Harga tahanan jenis tanah pada daerah kedalaman yang
terbatas tergantung dari beberapa faktor, yaitu :
 Jenis tanah = tanah liat, berpasir, berbatu, dll
 Lapisan tanah = berlapis-lapis dengan tahanan jenis
berlainan atau uniform.
 Kelembaban tanah
 Temperatur.
 Harga tahanan jenis selalu bervariasi sesuai dengan
keadaan pada saat pengukuran. Makin tinggi suhu
makin tinggi tahanan jenisnya. Sebaliknya makin lembab
tanah itu makin rendah tahanan jenisnya.
Tahanan Jenis Tanah
JENIS TANAH TAHANAN JENIS TANAH (OHM M)

TANAH RAWA 30

TANAH LIAT DAN TANAH LADANG 100

PASIR BASAH 200

KERIKIL BASAH 500

PASIR DAN KERIKIL KERING 1,000

TANAH BERBATU 3,000


Pengukuran Tahanan
Pentanahan
 Untuk mengukur tahanan pentanahan
digunakan alat ukur megger tanah
(Earth Resistance Tester). Cara
penggunaan "Earth Resistance
Tester" akan dijelaskan lebih lanjut
pada materi yang lain
1. OK Lamp
2. Function Switch
Buttons
3. Ohm Range
Switch Buttons
4. Terminals
5. Scale Plate
6. Panel

Pengukuran Tahanan Pentanahan