Anda di halaman 1dari 13

Sistem manajemen lingkungan /enviroment

management system (EMS),adalah seperangkat
prosedur dan teknikyang memungkinkan sebuah
organisasiuntuk mengurangi dampak lingkungan dan
meningkatkan efisiensi operasinya.
EMS menyediakan prosedur dan spesifikasi
dengan cara yang terstruktur dan dapatdiverifikasi
untuk memenuhi tujuanlingkungan.
EMS yang paling seringdigunakan adalah: EMAS
(Eco-Management and Audit Scheme) &SML ISO1401.

2. Kerangka kerja yang berkaitan dengan lingkungan harus senantiasa terukur. Ada ada empat fungsi yang dapat dijadikan sandaran tanggung jawab administratif industri transportasi: 1. Menetapkan pembandingan / Benchmarking 4. Strategi yang paling efisien adalah menargetkan tujuan jangka pendek.Masalah tanggung jawab merupakan inti dari proses pelestarian lingkungan. . Penjadwalan kalender operasional yang tepat. menengah dan panjang dengan nilai-nilai yang tepat. 3. dinamis dan terpadu dalam proses evaluasi yang terus menerus. Menerapkan tindakan Pengawasan.

Instrumen Kerjasama Sertifikasi lingkungan. Instrumen Hukum 3. Instrumen Geografis 4. Instrumen Komunikasi 6. Instrumen Ekonomi 5.di Indonesia umumnya menggunakan ISO 14001 merupakan instrumen kontrol terbaik untuk industri transportasi .1. Instrumen Strategis 2.

yaitu meningkatkan kondisi kesehatan kerja dan mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja dan mencegah terjadinya potensi kecelakaan kerja karena kondisi Sistem Manajemen K3 tidak saja menimbulkan kerugian secara ekonomis tetapi juga kerugian non ekonomis seperti menjadi buruknya citra perusahaan. Tujuan dari OHSAS ini sendiri tidak jauh berbeda dengan tujuan Sistem Manajemen K3 Permenaker.Occupational Health and Safety Assesment Series- 18001 merupakan standar internasional untuk penerapan Sistem Manajemen K3 / HSE . .

.Adalah dokumen yang dikeluarkan oleh British Standards Institute (BSI) yaitu Occupational Health and Safety Management Sistem-Specification (OHSAS) 18001:2007. Standards Australia. OHSAS 18001 diterbitkan oleh BSI dengan tim penyusun dari 12 lembaga standarisasi maupun sertifikasi beberapa negara di dunia seperti. SFS Certification dan International Certification Services Standar OHSAS mengandung beberapa komponen utama yang harus dipenuhi oleh perusahaan dalam penerapan Sistem Manajemen K3 utk pelaksanaan K3 /HSE yang berkesinambungan.

Dalam penerapannya di perusahaan meliputi : • Adanya komitmen perusahaan tentang Sistem Manajemen K3/ HSE. • Adanya perencanaan tentang program-program Sistem Manajemen K3 /HSE. • Pengkajian manajemen perusahaan tentang kebijakan Sistem Manajemen K3/HSE untuk pelaksanaan yg berkesinambungan. . • Pemeriksaan dan tindakan koreksi terhadap pelaksanaan Sistem Manajemen K3 / HSE di perusahaan. • Operasi dan Implementasi Sistem Manajemen K3/HSE.

tahapan dalam penyusunan Sistem Manajemen K3/HSE menurut OHSAS 18001 dibagi menjadi 7 tahapan yaitu : • Mengindentifikasi resiko dan bahaya • Mengidentifikasi ketetapan UU dan peraturan hukum yang berlaku • Menentukan target dan pelaksana program • Melancarkan program perencanaan untuk Mencapai target dan objek yang telah ditentukan • Mengadakan perencanaan terhadap kejadian darurat • Peninjauan ulang terhadap target dan para pelaksana system • Penetapan kebijakan sebagai usaha untuk mencapai kemajuan yang berkesinambungan. Tahapan penerapan ini lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan Sistem Manajemen K3/HSE menurut permenaker tetapi dari segi isi tidak ada perbedaan yang signifikan. .Berdasarkan 5 komponen utama diatas.

.

Planning. OH&S policy. 5. Implementation and operation. Checking and corrective action OHSAS 18001:2007(occational health & safety assesment series) adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Diterbitkan tahun 2007. 3. . menggantikan OHSAS 18001:1999.Siklus OHSAS 18001:2007 1. dan dimaksudkan untuk mengelola aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) daripada keamanan produk. 4. Continual Improvement 2.

• Dewasa ini sudah menjadi kewajiban perusahaan transportasi untuk menerapkan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3). atau Safety Management System atau OHSAS 18001: 2007. berikut pengetahuan tentang ISO 9000: 2005 dan ISO 9004: 2009. • Selanjutnya standar generik manajemen yang baik adalah menerapkan Persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008. • Selain itu terdapat beberapa perusahaan yang diwajibkan untuk menerapkan persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001: 2005 .

analysis.MENTS SATISFACTION . Quality Manag. Resources management •Resources Management c. Normative reference 3. QUALITY MANAGEMENT SYSTEM (QMS) 1. Terms & definitions 4. Management resposibility b.nt.entSyst.Analysis. : •Management Responsibility a. Product realization d. Measurement. •Measure.Improv.ent improvement CUSTOMER •Product Realization CUSTOMER REQ. Scope CONTINUAL IMPROVEMENT 2.

Membuat Kebijakan. Pemahaman persyaratan ISO 14001:2007 3. Pemahaman persyaratan ISO 9001:2008 2. Struktur dan pembentukan bisnis proses organisasi mendukung untuk integrasi sistem manajemen 8. Pemahaman persyaratan OHSAS 18001:2008 4.1. serta pencapaiannya 9. Penilaian Resiko dan pengendaliannya 5. Identifikasi Bahaya. Rencana Tanggap Darurat 7. Identifikasi dan pengendalian Aspek dan dampak terhadap lingkungan 6. Program dan Sasaran QHSE. Peningkatan berkelanjutan / Continual improvement .

Pendahuluan 1 Ruang lingkup 2 Acuan normatif 3 Istilah dan definisi 4 Persyaratan sistem manajemen lingkungan 4.6 Tinjauan manajemen Lampiran A Panduan penggunaan standar nasional ini Lampiran B Hubungan anatara SNI 19-14001 dan SNI 19-9001 Bibliografi .4 Penerapan dan operasi 4.3 Perencanaan 4.2 Kebijakan lingkungan 4.1 Persyaratan umum 4.5 Pemeriksaan 4.