Anda di halaman 1dari 62

CASE REPORT SESSION

DEMAM BERDARAH DENGUE

RANTI CHORISATIVA
SOFIA MUTIARA
WULAN FIRSTA ANGELINA

Preceptor : dr. Irwandi Sp. A


Pengertian

 Definisi Demam adalah Berdarah Dengue


penyakit infeksi yang disebabkan oleh
virus dengue dengan manifestasi klinis
demam, nyeri otot dan atau sendi yang
disertai leukopenia, ruam, limfadenopati,
trombositopenia dan perembesan plasma yang
ditandai dengan hemokonsentrasi.
Etiologi
 virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod
Borne Virus (Arbovirus) yang sekarang dikenal
sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Virus ini
mengandung RNA untai tunggal sebagai genom
 Virus dengue mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu:
DEN-1, DEN2, DEN-3, DEN-4
a
Aedes Aegypti
Patogenesa
 Sehat  Sistem imun menurun  Virus dengue
masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk 
Beredar dalam sirkulasi darah  Berkembang di
dalam peredaran darah  ditangkap oleh
makrofag  Veremia timbul 2 hari sebelum
timbulnya gejala  gejala demam timbul setelah
5 hari  antigen mengaktivasi sel T  menarik
makrofag Helper untuk menangkap virus lebih
banyak  Sedangkan sel T Helper akan
mengaktifasi sel Tsitotoksik  terjadi gejala-
gejala seperti demam, nyeri sendi, otot, malaise
dll
Manifestasi klinis
 Kriteria klinis :
 Demam akut 2-7 hari, kadang-kadang bifasik

 Kecenderungan pendarahan berupa :


 Tes tourniquet positif
 Ptekie, ekimosis, purpura
 Pendarahan mukosa, saluran cerna, tempat penyuntikan
 Hematemesis atau melena
 Hepatomegali
 Gejala renjatan

 Nadi lemah, cepat dan kecil sampai tidak


teraba
 Tekanan nadi < 20 mmHg
 Tekanan darah turun
 Kulit teraba dingin dan lembab, terutama daerah
akral (ujung hidung, jari, kaki)
 Sianosis sekitar mulut
 Kriteria Lab :
 Trombositopenia <100.000/ mm3
 Bukti kebocoran plasma dan peningkatan
permeabilitas vaskular dengan manifestasi :
 Peningkatan Ht> 20 % dari baseline sesuai
umur dan jenis kelamin pada populasi tersebut
 Penurunan Ht> 20% setelah terapi cairan

 Tanda kebocoran plasma berupa efusi pleura,


asites dan hipoproteinemia
 Diagnosis klinis ditegakkan bila didapatkan

>2 gejala klinis dengan trombositopenia dan


hemokonsentrasi.
Klasifikasi Derajat Penyakit DBD
 Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu-
satunya manifestasi perdarahan adalah uji tourniquet.
 Derajat II Seperti derajat I, disertai perdarahan
spontan di kulit dan atau perdarahan lain.
 Derajat III Didapatkan kegagalan sirkulasi yaitu nadi
cepat dan lambat, tekanan nadi menurun (20 mmHg
atau kurang) atau hipotensi, sianosis di sekitar mulut,
kulit dingin dan lembab, dan anak tampak gelisah.
 Derajat IV Syok berat (profound shock), nadi tidak
dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.

WHO 2011 Classification of Dengue Infections and
Grading of Severity of DHF
DF/DHF Grade Symptoms Laboratory
DF Fever with two of the following: Leucopenia (wbc ≤5000
Headache, etro-orbital pain, Myalgia, cells/mm 3 ), Thrombocytopenia
Arthtralgia/bone pain, (Platelet count <150 000 cells/
Rash,Haemorrhagic manifestations, No mm 3 ), Rising haematocrit (5%
evidence of plasma leakage. – 10% ),
No evidence of plasma loss
DHF I Fever and haemorrhagic manifestation Thrombocytopenia
(positive tourniquet test) and evidence of <100,000, Hct rise >20%
plasma leakage
DHF II As in Grade I plus Thrombocytopenia
Spontaneous bleeding. <100,000, Hct rise >20%
DHF III As in Grade I or II plus Thrombocytopenia
Circulatory Failure (weak pulse, narrow <100,000, Hct rise >20%
pulse pressure(≤20 mmHg),
hypotension,restlessness).
DHF IV As in Grade III plus profound shock Thrombocytopenia
with undetectable BP and pulse <100,000, Hct rise >20%
25
2
Klasifikasi Dengue Berdasarkan
Keparahan
 Dengue tanpa tanda bahaya (dengue without
warning signs),
 Dengue dengan tanda bahaya (dengue with
warning signs), dan
 Dengue berat (severe Dengue)
 Manifestasi klinis menurut kriteria diagnosis
WHO 2011, infeksi dengue terjadi asimtomatik dan
simtomatik. Infeksi dengue simtomatik terbagi
menjadi :
 Undifferentiated fever (sindrom infeksi virus)

 Demam dengue (DD) sebagai infeksi dengue


ringan
 Infeksi dengue berat terdiri dari demam
berdarah dengue (DBD) dan expanded dengue
syndrome atau isolated organopathy.
3 fase pada demam dengue
1. Fase demam
Biasanya demam mendadak tinggi 2 – 7 hari, disertai
muka kemerahan, eritema kulit, nyeri seluruh tubuh,
mialgia, artralgia dan sakit kepala. Pada beberapa
kasus ditemukan nyeri tenggorok, injeksi farings dan
konjungtiva, anoreksia, mual dan muntah. Pada fase
ini dapat pula ditemukan tanda perdarahan seperti
ptekie, perdarahan mukosa, walaupun jarang dapat
pula terjadi perdarahan pervaginam dan
perdarahan gastrointestinal
2. Fase kritis
 Terjadi pada hari 3 – 7 sakit dan ditandai dengan

penurunan suhu tubuh disertai kenaikan


permeabilitas kapiler dan timbulnya kebocoran
plasma yang biasanya berlangsung selama 24 –
48 jam. Kebocoran plasma sering didahului oleh
lekopeni progresif disertai penurunan hitung
trombosit. Pada fase ini dapat terjadi syok.
3. Fase pemulihan
 Bila fase kritis terlewati maka terjadi

pengembalian cairan dari ekstravaskuler ke


intravaskuler secara perlahan pada 48 – 72 jam
setelahnya. Keadaan umum penderita membaik,
nafsu makan pulih kembali, hemodinamik stabil dan
diuresis
 membaik
Tanda Bahaya (Warning Signs)
 Klinis Demam turun tetapi keadaan anak memburuk
Nyeri perut dan nyeri tekan abdomen
Muntah yang menetap
Letargi, gelisah
Perdarahan mukosa
Pembesaran hati
Aklumulasi cairan
Oligouria

Laboratoium Peningkatan kadar hematocrit bersamaan


dengan penurunan cepat jumlah trombosit
Hematokrit awal tinggi
Pemeriksaan penunjang
Tatalaksana
TRIASE

Menolak makan dan minum


Umum
Muntah persisten
Nyeri perut hebat, hepatomegali yang nyeri tekan, letargi, gelisah, akululasi cairan, kematokrit
Warning signs dariDBD
awal tinggi, demam turun tetapi keadaan anak memburuk(Boks C)
Terkompensasi (Boks E) dan Dekompensasi (Boks F)
Tanda dan gejala syok
Ensefalitis-ensfelopati, perdarahan hebat seperti melena, hematemesis, hematokesia,
Tanda dan gejala keterli-
hematuria, urin berwarna gelap (hemoglobinuria), gangguan jantung, gagal ginjal akut,
Batan organ/Expanded
Haemolytic Urenic Syndrome
dengue syndrome
Rumah jauh atau tidak ada orang tua/wali yang dapatdiandalkan untuk merawat anak di
Indikasi sosial
rumah

Tidak

Rawat jalan :
Nasihat kepada orang tua
(Boks F)

Apakah terdapat :
Ya
Warning Signs (Boks C) ?
Tata Laksana Rawat Jalan Demam Dengue

 Boks FNasihat kepada orang tua untuk pasien rawat jalan


 Nasihat di rumah :
 Anak harus istirahat
 Cukup minum selain air putih dapat diberikan susu, jus buah, cairan elektrolit, air tajin.
Cukup minum ditandai dengan frekuensi buang air kecil setiap 4-6jam
 Parasetamol 10 mg/kgBB/kali diberikan apabila suhu >38⁰C dengan interval 4-6 jam, hindari
pemberian aspirin/NSAID/ibuprofen. Berikan kompres hangat
• Pasien rawat jalan harus kembali berobat setiap hari dan dinilai oleh petugas
 kesehatan sampai melewati fase kritis, mengenai : pola demam, jumlah cairan yang masuk dan keluar
(misalnya muntah, buang air kecil), tanda-tanda perembesan plasma dan perdarahan, serta pemeriksaan
darah perifer lengkap
• Pasien harus segera dibawa ke rumah sakit jika ditemukan satu atau lebih keadaan berikut : pada saat suhu
turun keadaan anak memburuk, nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tangan dan kaki dingin dan
lembab, letargi atau gelisah/rewel, anak tampak lemas, perdarahan (misalnya BABberwarna hitam atau
muntah hitam), sesak napas. Tidak BAK lebih dari 4-6 jam, atau kejang
Tata Laksana Pasien Rawat Inap DBD
 Penggantian Cairan :
 Jenis Cairan :
 Cairan kristaloid merupakan cairan pilihan untuk DBD
 Tidak dianjurkan cairan hipotonik seperti NaCl 0,45 %, kecuali pada
bayi < 6 bulan
 Cairan koloid hiperonkotik (osmolaritas > 300 mOsm/L) seperti
Dextran 40 atau HESwalaupun lebih lama bertahan dalam ruang
intravascular namun memiliki efek samping seperti alergi,
mengganggu fungsi koagulasi dan berpotensi mengganggu fungsi
ginjal
 Cairan koloid hiperonkotik hanya diberikan pada kondisi :
1. Perembesan plasma massif yang ditunjukka dengan nilai Ht yang makin
meningkat atau tetap tinggi sekalipun telah diberikan cairan kristaloid yg
adekuat
2. Pada keadaan syok yg tidak berhasil dgn pemberian bolus cairankristaloid
yang kedua
 Jumlah Cairan :
 Volume cairan yang diberikan disesuaikan dengan berat
badan, kondisi klinis dan temuan laboratorium
 Pasien dengan obesitas, penghitungan cairan sebaiknya
dengan berdasarkan berat badan ideal
 Pada DBD terjadi hemokonsentrasi akibat kebocoran
plasma > 20 %  jumlah cairan yg diberikan sebesar
kebutuhan rumatan +perkiraan deficit cairan 5%
 Kebutuhan cairan berdasarkan berat badan ideal :
BB ideal Rumatan Rumatan + Defisit 5

(kg) (mL) % (mL)

5 500 750

10 1.000 1.500
15 1.250 2.000
20 1.500 2.500
25 1.600 2.850
30 1.700 3.200
 Apabila hematokrit meningkat, jumlah cairanharus
dinaikkan dan apabila menurun, jumlah cairan dikurangi
 Pemberian cairan dihentikan bila keadaan umum stabil
dan telah melewati fase kritis, padaumumnya pemberian
cairan dihentikan setelah 24 – 48 jam keadaan umum
anak stabil
Sindrom Syok DengueTerkompensasi
Anak gelisah, takikardia, takipnea, kulit dingin, tekanan nadi < 20
mmHg Waktu pengisian kapiler > 2”, jumlah diuresis turun

• Beri oksigen 2 – 4 L/menit


• Periksa hematokrit, kristaloid RL/RS 10-20 mL/kgBB dalam 60
menit

Y Syok Tida
a teratasi k

IVFD 10 ml/kgBB, 1-2 Periksa A-B-C-S : Ht, gas darah,


jam glukosa darah, kalsium,
perdarahan
Koreksi bila ditemukan segera
asidos, hipoglikemia,
Tanda vital stabil hipokalsemia
Turunkan IVFD bertahap
Ht Ht
7,5, 3
meningkat menurun
dan 1,5 mL/kgBB/jam

Bolus kedua kristaloid Perdaraha


atau koloid 10-20 mL/kgBB n
dalam waktu 10-20 menit
Stop IVFD Tida
Maksimal 48 jamstelah k
syok jelas
teratasi Transfusi
Bila tidak teratasi
darah
Koloid 10-20
ml/kgBB
dalam 10-20 menit, jika syok
menetap dianjurkan transfusi
darah
Laboratory investigations (ABCS)
profound shock or dengue with complication
Abbreviation Laboratory Note
investigation
s
A- Acidosis Blood gas Indicate prolonged shock: liver function,
BUN,
creatinine.
B-Bleeding Hematokrit If dropped or not rising: cross-match for
Elektrolit rapid
Hypocalcemia,is found in all DHF.
C-
, Ca++ blood transfusion
Indicate for severe or complicated DHF, 1
Calcium
ml/kg.BW, dilute 2 times, iv slowly,
repeated every 6 hr if needed, max Ca-
gluconat10ml
S-Blood Blood Dehydration+ impaired liver function
sugar sugar may have hypoglycemia. Some cases
(dextrostix may have hyperglycemia
)
Sindrom Syok Dengue Dekompensasi
Kulit dingin dan lembab, takikardia, syok hipotensif (hipotensi, nadi cepat kecil), syok
dalam (nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur). Pernapasan Kusmaull atau
Hipernoe, Sianosis

• Beri oksigen 2 – 4 L/menit


• Bolus kristaloid dan/atau koloid 10-20 ml/kgBB dlm wkt10-20 menit
• Periksa A-B-C-S : hematocrit, AGD, GDdan kalsium

Y Syok Tida
a teratasi k

IVFD 10 ml/kgBB, 1-2 Koreksi segera asidosis,


jam hipoglikemia, Hipokalsemia,
perhatikan nilai hematokrit

Tanda vital stabil


Turunkan IVFD bertahap
Ht Ht
7,5, 3
meningkat menurun
dan 1,5 mL/kgBB/jam

Bolus kedua kristaloid


atau koloid 10-20 mL/kgBB Perdaraha Klinis :
dlm n Tidak Perdaraha
Stop IVFD jelas n
Maksimal 48 jamstelah waktu 10-20 menit
syok
teratasi
Bila tidak teratasi
Transfus
Koloid 10-20
i
ml/kgBB
darah
dalam 10-20 menit, jika syok
menetap dianjurkan transfusi
darah
Identitas Pasien
 Nama : An.K
 MR : 172806
Umur : 9 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Nan Balimo
Tanggal masuk : 03 Agustus 2018
Anamnesis
Seorang anak laki-laki berumur 9 tahun dirawat di
Bangsal Anak RSUD. Solok dengan :

Keluhan Utama :
Demam sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang :
 Demam sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit, demam tinggi terus
menerus, tidak menggigil, tidak disertai keringat banyak. Pada hari ke-4
demam mulai menurun
 Nyeri perut sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri bersifat hilng
timbul
 Perdarahan pada gusi sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit
 Sakit kepala tidak ada, nyeri belakang bola mata tidak ada
 Batuk, pilek dan sesak nafas tidak ada
 Mual dan muntah tidak ada
 Riwayat perdarahan hidung tidak ada
 Nyeri pada sendi-sendi dan anggota badan tidak ada
 Bintik-bintik merah di kulit tidak ada
 Nafsu makan dan minum menurun sejak sakit
 BAK dan BAB biasa
Riwayat Penyakit Dahulu :
 Tidak pernah menderita penyakit seperti ini
sebelumnya
 Riwayat alergi tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga :
 Tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit
seperti ini sebelumnya.

Riwayat Kehamilan :
 Selama hamil ibu tidak pernah menderita penyakit
yang berat, Ibu kontrol kehamilan secara teratur ke bidan,
dan ada mendapatkan imunisasi TT sebanyak 2 x, kehamilan
cukup bulan.

Riwayat Kelahiran :
 Lahir dengan Operasi Caesar atas indikasi letak
sungsang, persalinan ditolong oleh dokter di rumah sakit,
saat lahir bayi langsung menangis kuat, berat badan lahir
3900 gram, panjang badan lahir 42 cm, tidak ada riwayat
kuning atau biru pada waktu lahir.
Riwayat Makanan dan Minuman :

 Bayi : ASI dari awal lahir sampai anak


berumur 2 tahun, ASI eksklusif sampai umur 6 bulan
Makanan tambahan (bubur susu, buah) mulai umur
6 bulan
 Anak : Makanan utama makan nasi biasa
3 kali sehari. Yang terdiri dari daging, ikan, telur,
sayuran dan buahan
 Kesan makanan dan minuman : kuantitas cukup,
kualitas cukup
Riwayat Imunisasi :
 BCG : lengkap 2 bulan, scar (+)
 DPT : umur 3,4,5 bulan
 Polio : umur 0,3,4,5 bulan
 Hepatitis : umur 3,4 bulan
 Campak : umur 9 bulan

 Kesan : imunisasi dasar lengkap


Riwayat Pertumbuhan dan
Perkembangan :
Perkembangan Fisik
 Tertawa 4 bulan
 Miring 5 bulan
 Tengkurap 7 bulan
 Duduk 7 bulan
 Merangkak 8 bulan
 Berdiri 9 bulan
 Berjalan 12 bulan
 Gigi pertama 4 bulan
 Bicara satu suku kata 10 bulan

Kesan : Pertumbuhan fisik


PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan Umum : sedang
 Kesadaran : compos mentis cooperatif
 Frekuensi nadi : 115 x/menit
 Tekanan darah : 100/70 mmHg
 Frekuensi nafas : 24 x/menit
 Suhu : 37,5 0C
 Test Rumple Leed : (+)
 Berat badan : 26 kg
 Tinggi badan : 135 cm
Status Gizi
 BB/U : 92 %
 TB/U : 101 %
 BB/TB : 89 %

Kesan : gizi baik


STATUS GENERALISATA

 Kulit : Teraba hangat, sianosis (-), ikterik (-), pucat (-),


ptekie (-).
 Kepala : Bentuk bulat, normocephal
 Rambut : Rambut hitam, tidak mudah rontok.
 Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
 Telinga : Tidak ditemukan kelainan
 Hidung : Tidak ditemukan kelainan
 Tenggorok : Tidak ditemukan kelainan
 Mulut : Bibir kering tidak ada, perdarahan gusi (+),
lidah kotor dengan pinggir hiperemis tidak ada, tremor tidak ada
 Leher : Tidak ada pembesaran KGB
THORAK
Pulmo
 Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, retraksi epigastrium
tidak ada, retraksi suprasternal dan intercostal tidak
ada.
 Palpasi : Fremitus kiri sama dengan kanan
 Perkusi : Sonor di kedua lapangan paru
 Auskultasi : Suara nafas bronkovesikuler, ronkhi
tidak ada, wheezing tidak ada.
COR
 Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
 Palpasi : Iktus kordis teraba di 1 jari medial
LMCS RIC V
 Perkusi : Batas atas : RIC 2
Batas kanan : linea sternalis dextra
Batas kiri : 1 jari medial LMCS RIC V
 Auskultasi : Bunyi jantung I dan II regular,
bising tidak ada
Abdomen
 Inspeksi : Tidak tampak membuncit
 Palpasi : Nyeri tekan ada, nyeri lepas tidak ada,
hepar dan lien tidak teraba
 Perkusi : Timpani
 Auskultasi : Bising usus (+) normal

Ekstremitas :
 Superior : akral hangat, CRT < 2’’, sianosis tidak ada
 Inferior : akral hangat, CRT < 2’’, sianosis tidak ada
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Tanggal, 3 Agustus 2018


 Darah

 Hb : 14,1 gr / dl
 Leukosit : 6760 / mm3
 Hematokrit : 42,1 %
 Trombosit : 45.000/ mm3
DIAGNOSIS KERJA :
 Demam Berdarah Dengue derajat II

DIAGNOSA BANDING :
 Demam Thypoid

 Demam chikungunya
TERAPI :
Non Medikamentosa :
 Istirahat

 Anjurkan pasien untuk minum banyak

 Kompres hangat bila demam

Medikamentosa :
 IVFD RL 182 ml/jam

 Kalau keadaan stabil dalam 12 jam turunkan lagi dosis


RL menjadi IVFD RL 130 ml/jam
 Paracetamol syr 3 x 260 mg
ANJURAN :
 Periksa Hb, Ht dan Trombosit setiap 12 jam
 Periksa Serologi IgG dan IgM
 Periksaan test antigen NS1
FOLLOW UP
Hari Rawatan II (4 Agustus 2018)
S/ Demam ada, tidak terlalu tinggi
 Perdarahan gusi tidak ada

 Nyeri perut tidak ada

 Mual dan muntah tidak ada

 Intake baik

 BAB dan BAK normal

 O/ KU Kes Nfs TD Nadi T BB


Sdg CMC 24 x/mnt 100/70 96 x/mnt 36,50C 26 kg
Mata : edema (-), konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Bibir : lembab
Leher : dalam batas normal
Thoraks
Pulmo : brokovesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Cor : BJ I, II regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Super, nyeri tekan tidak ada, heap lien tidak
teraba, bising usus (+) normal

Ekstremitas : Rush Convalesens (+), akral hangat, CRT < 2 ‘’


Tanggal, 4 Agustus 2018 pukul 07:00

Darah
 Hb : 12,3 gr / dl
 Leukosit : 3230 / mm3
 Hematokrit : 35,8 %
 Trombosit : 42.000/ mm3

A/ Demam Berdarah Dengue grade II dalam


perbaikan
P/ IVFD RL 78 cc/jam
Hari Rawatan III (06 Agustus 2018)

S/ Demam tidak ada


 Nyeri perut tidak ada

 Mual dan muntah tidak ada

 Intake baik

BAB dan BAK normal

O/ KU Kes Nfs TD Nadi T BB


Sdg CMC 23 x/mnt 100/60 mmHg 95 x/mnt 36,50C 26 kg
Mata : edema (-), konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Bibir : lembab
Leher : dalam batas normal
Thoraks
Pulmo : brokovesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Cor : BJ I, II regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Super, nyeri tekan tidak ada, heap lien tidak
teraba, bising usus (+) normal

Ekstremitas : Rush Convalesens sudah mulai hilang, akral


hangat, CRT < 2 ‘’
Tanggal, 05 Agustus 2018 pukul 07 : 00

Darah
 Hb : 11,6 gr / dl
 Leukosit : 3860 / mm3
 Hematokrit : 33,5 %
 Trombosit : 91.000/ mm3

A/ : Demam berdarah dengue Derajat II


P/ : - aff IVFD
Rencana : Boleh pulang
DISKUSI

 Telah dilaporkan suatu kasus, seorang pasien laki-laki usia 9 tahun dirawat
di bangsal anak RSUD SOLOK sejak 4 hari yang lalu dengan diagnosis
kerja demam berdarah dengue derajat II. Diagnosis ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.

 Pada anamnesis didapatkan demam sejak 4 hari sebelum masuk rumah


sakit, demam tinggi terus menerus tidak menggigil, tidak disertai keringat
banyak, pada hari ke-4 demam mulai menurun. Pasien juga mengalami
nyeri perut sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri bersifat hilng
timbul. Perdarahan pada gusi sejak 5 jam sebelum masuk rumah sakit.Sakit
kepala tidak ada, nyeri belakang bola mata tidak ada. Batuk, pilek dan
sesak nafas tidak ada. Mual dan muntah tidak ada. Riwayat perdarahan
hidung tidak ada. Nyeri pada sendi-sendi dan anggota badan tidak ada.
Bintik-bintik merah di kulit tidak ada. Nafsu makan dan minum menurun
sejak sakit. BAK dan BAB biasa
 Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan pada saat
pasien suhu tinggi, tampak ada perdarahan gusi, dan
Rumple leed (+). Pada demam hari ke 5 tampak
adanya Rush Convalesense yang merupakan proses
penyembuhan dari DBD.
 Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan
adanya peningkatan hematokrit dan trombositopenia.
 Dari anamnesa dan pemeriksaan fisik yang telah
dilakukan serta didukung oleh hasil pemeriksaan
laboratorium, ditegakkan diognosa pasien ini adalah
Demam Berdarah Dengue Derajat II.
KESIMPULAN
 Demam Dengue adalah demam akut yang diikuti oleh dua atau lebih dari
gejala berikut : nyeri retro-orbital, nyeri kepala, rash, mialgia, atralgia,
leukopenia atau manifestasi perdarahan (tes toniquet positif, petekie,
purpura atau ekimosis, epistaksis, gusi berdarah, darah dalam muntah,
urine atau feses, serta perdarahan vagina yang tidak termasuk dalam
kriteria DBD. Anoreksia, mual, muntah yang terus-menerus, nyeri perut bisa
ditemukan tetapi bukan merupakan kriteria DD.
 Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan
virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arbovirus)
yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Virus ini
mengandung RNA untai tunggal sebagai genom.
 Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu
masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Jumlah penderita
dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan
meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk.