Anda di halaman 1dari 35

PENENTUAN KUALITAS AIR

UMPAN BOILER
Kelompok 3
Evianti
Theresa Virginia Sita
Nurbaeti
Rahmiati Elvira
Pengertian Air Umpan Boiler

Pembangkit uap pada umumnya disebut ketel uap ( steam boiler) adalah tungku dalam
berbagai bentuk dan ukuran yang digunakan untuk menghasilkan uap lewat penguapan
air untuk dipakai pada pembangkit tenaga listrik lewat turbin, proses kimia, dan
pemanasan dalam produksi. Ketel uap terdapat dalam berbagai macam ukuran, dari
yang kecil hingga yang mudah dibawa, sampai kepada satuan-satuan instalasi raksasa.
Ketel uap berfungsi sebagai sistem konversi energi kimia dari bahan bakar menjadi
energi panas. Ketel uap terdiri dari 2 komponen utama, yaitu :
a.       Dapur sebagai alat merubah energi kimia menjadi energi panas
b.      Alat penguap (evaporator) yang merubah energi pembakaran   (energi
panas) menjadi energi potensial uap. Kedua komponen ini telah dapat
memungkinkan sebuah ketel uap berfungsi.
Adapun komponen lainnya adalah :
•Corong asap dengan sistem tarikan gas asapnya,
memungkinkan dapur berfungsi secara efektif.
•Sistem pemipaan, memungkinkan sistem penghantaran
kalor yang efektif antara nyala api atau gas panas
dengan air ketel.
•Sistem pemanas uap lanjut, system pemanas udara
pembakaran serta sistem pemanas air pengisi ketel, yang
berfungsi sebagai alat untuk menaikkan efisiensi ketel.
Sistem pada Ketel Uap
 Pretreatment System
 Feed Water System
 Boiler and Blowdown System
 Condesate System
PARAMETER UJI KUALITAS AIR BOILER
• Derajat Keasaman (pH)
• Konduktivitas
• Alkalinitas
• Kesadahan
• Sulfit
• Besi
• Ortho Pospat
UJI DERAJAT KEASAMAN (PH)

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Beaker glass • Dicelupkan elektroda ke dalam
sample air boiler dan dibiarkan
• Elektroda kaca ganda sampai penunjuk stabil.
• pH meter • Dibaca nilai pH yang muncul pada
• Air demin pH meter.
• Sample air boiler
UJI KONDUKTIVITAS

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Beaker glass • Alat dihidupkan dan dibiarkan 15menit
• Elektroda dibilas dengan demin dan dilap
• Konduktometer dengan menggunakan tisu
• Air demin • Alat konduktometer dikalibrasi terlebih dahulu
dengan menggunakan larutan standar 40
• Sample air boiler umhos, 600 umhos dan 3000 umhos.
• Elektroda dibilas dengan demin dan dilap
dengan menggunakan tisu
• Dicelupkan kembali elektroda ke beaker glass
yang berisi sample air boiler, nilai yang tampak
pada layar dibiarkan stabil lalu dicatat.
UJI ALKALINITAS

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Erlenmeyer 300 ml • Diambil sample air boiler sebanyak 50 ml
dengan menggunakan gelas ukur lalu
• Gelas ukur 50 ml dimasukkan ke dalam Erlenmeyer
• Dibubuhi 3 tetes indikator PP
• Indikator PP dan MM
• Dititar dengan menggunakan larutan standar
• Larutan Standar H2SO4  0,02 N H2SO4  0,02 N hingga warna merah hilang (a
ml)
• Sample air boiler • Kemudian contoh dibubuhi 3 tetes indikator
MM.
• Penitaran dilanjutkan kembali hingga warna
merah (b ml)
PENETAPAN KESADAHAN TOTAL

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Buret 50 ml • Diambil sample air boiler sebanyak 50
ml dengan menggunakan gelas ukur
• Erlenmeyer 300 ml lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer.
• Gelas ukur 50 ml • Ditambahkan 2 ml Larutan buffer pH 10
sebanyak 2 ml
• Indikator EBT( Eriochrome Black
T) • Dibubuhi indikator EBT sampai titrat
berwarna ungu
• Larutan buffer pH 10 • Dititar dengan larutan EDTA 0,01 M
• Larutan EDTA 0,01 M sampai larutan berubah warna menjadi
biru
• Sample air boiler
PENETAPAN KSADAHAN KALSIUM

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Buret 50 ml • Diambil sample air boiler sebanyak 50
ml dengan  menggunakan gelas ukur
• Erlenmeyer 300 ml lalu dimasukkan ke dalam erlenmeyer.
• Gelas ukur 50 ml • Ditambahkan 2 ml NaOH 1N dan
• Indikator EBT( Eriochrome Black kemudian ditambahkan indikator
murexide sampai berwarna merah
T) muda.
• Larutan buffer pH 10 • Dititar dengan larutan EDTA 0,01 M
• Larutan EDTA 0,01 M sampai laruran berubah warna
menjadi ungu.
• Sample air boiler
PENENTUAN SULFIT

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Buret 50 ml • Diambil sample air boiler sebanyak 50 ml
dengan   menggunakan gelas ukur lalu
• Erlenmeyer 300 ml dimasukkan kedalam erlenmeyer.
• Gelas ukur 50 ml • Ditambahkan 2 ml larutan H2SO4 6,5% dan
• Air demin larutan KI lalu ditambah indikator kanji.
• Indikator kanji • Dititar dengan menggunakan larutan
kalium iodat 0,02 M sampai larutan
• KI 0,02 M berubah warna menjadi biru, ml titran
• Larutan H2SO4 6,5 % pada skala buret adalah konsentrasi pada
sulfit pada satuan ppm.
• Sample air boiler
PENETAPAN KADAR BESI

Alat dan Bahan Cara Kerja


• Kuvet • Disiapkan dua buah kuvet, kuvet satu untuk blanko,
kuvet dua untuk sample.
• Spektrofotometer • Sample air boiler sebanyak 10 ml dimasukkan ke
dalam kuvet satu sebagai blanko.
•  Air demin • Sample air sebanyak 10 ml dimasukkan ke dalam
kuvet dua sebagai sample, ditambahkan 1 bantal
• Pereaksi Fe-HL (phenantrolin & pereaksi Fe-HL, dikocok dan didiamkan selama 3
hidroksilamin) menit.
• Sample diukur dengan menggunakan
• Sample air boiler spektrofotometer  visible pada panjang gelombang
510 nm. Dicatat nilai yang tampak pada layar, nilai
yang tampak adalah konsentrasi besi dalam air
dengan satuan ppm.
PENETAPAN KADAR
ORTHOPHOSPAT
Alat dan Bahan Cara Kerja
• Kuvet • Disiapkan dua buah kuvet, kuvet satu untuk blanko,
kuvet dua untuk sample.
•  Spektrofotometer • Sample air sebanyak 25 ml dimasukkan ke dalam
kuvet satu sebagai blanko, ditambahkan 2 ml HCl 1:1
• Air demin dan 14 tetes XP-2.
• Larutan HCl 1:1 • Sample air sebanyak 25 ml dimasukkan ke dalam
kuvet dua sebagai sample, ditambahkan 2 ml TP-1
•  Larutan TP-1 (bismuth nitrat, HNO3 dan 14 tetes XP-2.
• Didiamkan selama 10 menit.
pekat, ammonium molibdat)
• Sample diukur dengan menggunakan
• Larutan XP-2 (asam askorbat) spektrofotometer visible dengan panjang gelombang
890 nm, nilai yang yang tampak adalah konsentrasi
• Sample air boiler orthopospat dalam air dengan satuan ppm.
Tabel 1. Syarat Pengisi
Air Boiler
PEMBAHASAN HASIL
Uji pH Uji konduktivitas

• Pada penetapan derajat keasaman ini • Pengukuran dilakukan dengan metode


dilakukan dengan metode potensiometri. konduktometri dengan alat konduktometer.
Pengukuran pH sangat penting untuk Pengukuran konduktivitas bertujuan untuk
dikontrol karena pH berfungsi untuk mengetahui kemampuan air dalam
menentukan tingkat laju korosi yang terjadi menghantarkan arus listrik. Dengan
dan berpengaruh tehadap pembentukan mengetahui nilai konduktivitas dapat diketahui
kerak dan korosi. banyaknya ion-ion yang terlarut didalam air
tersebut. Konduktivitas sebanding dengan
• Apabila pH naik maka alkalinitas pun akan
kadar zat terlarut dalam bentuk ion.
naik, dan korosi akan berjalan dengan cepat.
Pada pH rendah akan terjadi korosi dan pada • Konduktivitas yang tinggi lama-kelamaan
pH tinggi akan terjadi kerak. Selain itu pH dapat menyebabkan terjadinya korosi, semakin
tinggi menimbulkan busa, sehingga akan besar nilai konduktivitas maka semakin cepat
menimbulkan carry over. Korosi yang terjadinya korosi. Salah satu cara yang dapat
berkelanjutan akan mengakibatkan bocornya dilakukan agar nilai konduktivitas selalu berada
pipa dan mengurangi efisiensi perpindahan dalam rentang limit kontrol adalah dengan
panas. Untuk mencegah terjadinya korosi dilakukan blowdown (pembuangan lumpur dan
dapat dilakukan dengan penambahan bahan kotoran yang ada didalam ketel uap) pada
sistem boiler.
kimia penghambat korosi (corrosion inhibitor).
Uji alkalinitas Uji kesadahan

• Penetapan alkalinitas dilakukan secara • Kesadahan total karena disebabkan


titrimetri. Alkalinitas disebabkan oleh ion adanya ion-ion Ca2+, Mg 2+, Mn 2+, Fe 2+
bikarbonat, dan tahap tertentu ion dan semua kation yang bermuatan
karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga positif dua.
ion tersebut dalam air akan bereaksi
dengan ion hidrogen sehingga • Dan ini  dapat menyebabkan
menurunkan kemasaman dan menaikkan terbentuknya kerak dan endapan pada
pH. sistem ketel uap, sehingga akan
• Kadar alkalinitas yang rendah dan tidak mengurangi efisiensi perpindahan
seimbang dengan kesadahan dapat panas dari udara yang mengalir dalam
menyebabkan terbentuknya kerak CaCO3 pipa ke air. Maka upaya yang dapat
pada dinding pipa, sehingga dapat dilakukan dengan melakukan
memperkecil penampang basah pipa. blowdown.
Sedangkan kadar alkalinitas yang tinggi
dapat menyebabkan karat pada pipa,
untuk mencegal hal ini perlu dilakukan
blowdown.
Uji Besi Uji Sulfit

• Pada penetapan besi, dilakukan • Penetapan sulfit dilakukan dengan


dengan menggunakan metode menggunakan metode titrasi. Sulfit
spektrofotometri, dengan didalam ketel uap sebagai oksidator
menggunakan alat spektrofotometer karena untuk mengurangi atau
DR 2800 diukur pada panjang menghilangkan oksigen terlarut
gelombang 510 nm. didalam air, sulfit akan bereaksi
• Kadar besi harus dikontrol karena dengan oksigen menjadi sulfat.
merupakan indikator terjadinya korosi • Jika  kekurangan dosis sulfit maka
pada sistem pemanas. Korosi dapat dapat menyebabkan korosi dalam
menurunkan efisiensi perpindahan sistem boiler, dan jika bila kelebihan
panas dan terjadinya kebocoran pada Dosis Sulfit maka dapat menyebabkan
pipa sistem. kehilangan energi karena blowdown
boiler harus lebih banyak untuk
menurunkan kandungan padatan
terlarut dalam air boiler.
Uji Phospat
• Penetapan pospat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri
dengan menggunakan alat spektrofotometer DR 2800 pada panjang gelombang
890 nm.
KESIMPULAN
 Boiler merupakan alat yang mengubah air menjadi uap,
dan uap tersebut digunakan untuk menggerakan mesin-
mesin turbin. Boiler mempunyai beberapa masalah
misalnya, korosi, kerak, dan deposit. Hal ini dapat diatasi
dengan menjaga kualitas air yang masuk kedalam boiler.
 Parameter uji air umpan boiler ada beberapa, yaitu
Derajat Keasaman (pH), Kesadahan Total & Kalsium,
Sulfit, Orthophospat, Besi, Konduktivitas dan Alkalinitas.
TERIMA KASIH
C
Pertanyaan
• Jelaskan mekanisme perubahan sulfit menjadi sulfat! (Andi Nuraisyah)
• Persyaratan umpan boiler? Parameter dan kerusakan yang terjadi pada umpan
boiler. (Sri Ayaty)
• Air umpan boiler dapat menyebabkan korosi pada umpan berapa dan sulfi!
(Novrianty Barung)
• Apa itu air umpan boiler dan pengolahan air umpan boiler! (Ellora Azarine)
• Fungsi penambahan ammonium molibdat dalam uji orthophospat? (Yustina Nining)
• Kesadahan kalsium kenapa tidak diukur kadar Mg?
• Pengujian silika? (Zulhayati)
• Silahkan jelaskan keempat system di boiler! (Susianti)
1. Jelaskan mekanisme perubahan
sulfit menjadi sulfat! (Andi
Nuraisyah)

• 2H2SO3 + O2 à 2H2SO4
• KIO3 + 5KI + 6 HCl --> 6KCl + 3 I2 + 3 H2O
• SO32- + I2 + H2O --> SO42- + 2HI
2. Jelaskan persyaratan untuk air umpan boiler dan parameter serta kerusakan pada
boiler! (Sri Ayati)

Persyaratan untuk air umpan boiler (terlampir di tabel)


Parameter untuk air boiler :
• Derajat Keasaman (pH)
• Konduktivitas
• Alkalinitas
• Kesadahan
• Sulfit
• Besi
• Ortho Pospat
• Silika
3. Pada kadar berapa, air umpan boiler dapat menyebabkan korosi?
Air umpan boiler akan menyebabkan korosi jika :
pH air melebihi 10,05
Konduktivitas yang melebihi 5000 Ymhos/cm
Kadar besi yang melebihi 2 ppm
Kadar sulfit dibawah 50 ppm
4. Apa itu air umpan boiler dan pengolahan air umpan boiler! (Ellora Azarine)
Air umpan adalah air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam.
Sedangkan sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara otomatis untuk
boiler sesuai dengan kebutuhan steam.

Proses perlakuan eksternal yang ada adalah:


•       1.      Koagulasi dan Flokulasi
•       2.      Sedimentasi
•       3.      Filtrasi
•       4.      Demineralisasi
•       5.      Softening
•       6.      Deaerasi
5. Fungsi penambahan ammonium molibdat pada penetapan kadar orthophospat?
Fungsi ammonium molibdat dalam penetapan orthophospat adala sebagai katalis
reaksi pembentuk senyawa kompleks.
6. Kesadahan kalsium kenapa tidak diukur kadar Mg?
Karena kalsium lebih berpotensial menyebabkan korosi dibandingkan dengan
magnesium. Kesadahan kalsium yang dimaksud adalah kesadahan tetap, dimana
kesadahan tetap adalah kesadahan yang tidak dapat hilang karena pemanasan yang
disebabkan ion Ca dan Mg berikatan dengan anion Cl–, NO3- dan SO42 .
7. Silahkan jelaskan keempat system di boiler! (Susianti)

Sistem Pengolahan Pendahuluan ( Pretreatment System )


Sistem pengolahan pendahuluan ( Pretreatment System ) adalah semua proses yang
dilakukan untuk menghilangkan zat-zat yang tidak diinginkan yang terdapat dalam air
yang berasal dari sumber air yang digunakan untuk keperluan industri. Proses pengolahan
ini adalah sebagai berikut :
1). Filtrasi, untuk memisahkan partikel yang berukuran besar dan kecil.
2). Koagulasi/floakulasi, untuk mengendapkan partikel-partikel koloid.
3). Klarifikasi dan filtrasi, untuk memisahkan endapan koloid dengan filtrat yang
selanjutnya masuk ke proses demineralisasi.
4). Demineralisasi, untuk menghilangkan mineral-mineral yang terlarut dalam air.
Demineralisasi ini mencegah terjadinya kerak dalam pipa atau ketel uap dan mengurangi
sifat korosi air. Proses ini menggunakan resin penukar ion. Mekanisme penukaran ion
terjadi secara sederhana dan merupakan reaksi setimbang, oleh karena proses penukaran
bergantung pada perbedaan kekuatan interaksi antara ion-ion dengan resin.
Sistem Air Umpan ( Feed Water System )
• Setelah proses demineralisasi, air diubah menjadi uap, panas disalurkan ke air
dalam deaerator yang merupakan bagian dari sistem umpan. Di deaerator gas-gas
yang terlarut dalam air dihilangkan, terutama oksigen merupakan penyebab utama
korosi. Deaerator ini tidak dapat menghilangkan keseluruhan gas terlarut, oleh
karena itu perlu ditambahkan suatu bahan kimia khususnya untuk mengusir gas-
gas yang ada sampai batas yang diperbolehkan untuk masuk kedalam ketel uap.
Gas- gas ini dapat dihilangkan oleh deaerator karena gas mempunyai kelarutan
kecil pada temperatur tinggi.
Sistem Ketel Uap dan Pembuangan ( Boiler and
Blowdown system )
Air yang keluar dari deaerator digunakan sebagai air pengisi ketel. Didalam ketel uap
ini akan terjadi proses pemanasan sehingga air diubah menjadi uap. Panas disalurkan
ke air dalam boiler, dan uap yang dihasilkan terus – menerus. Uap yang dihasilkan ini
digunakan untuk berbagai hal, seperti penggerak turbin atau untuk proses kimia
yang memerlukan panas. Feed water boiler dikirim ke boiler untuk menggantikan uap
yang hilang. Saat uap meninggalkan air boiler, partikel padat yang terlarut semula
dalam feed water boiler tertinggal. Tindakan pembuangan (blowdown) dilakukan bila
parameter melewati batas yang ditentukan sehingga air ketel harus dibuang.
Pembuangan (blowdown) dilakukan selama periode waktu tertentu tercapai
parameter yang memenuhi syarat untuk air ketel yang diimbangi dengan
menambahkan air segar yang sesuai dengan parameter untuk air ketel.
Sistem Kondesat (Condesate system)
Uap dari steam boiler sebagian besar digunakan untuk keperluan proses produksi di
industri dan sebagian lagi masuk kedalam kondensor dan mengalami pengembunan
menjadi air kondensat yang akan masuk kembali kedalam deaerator yang kemudian
digunakan sebagai air umpan untuk steam boiler. Zat-zat yang tidak diinginkan
banyak terkandung didalam air kondesat biasanya adalah : oksigen, karbondioksida,
senyawa pengkhelat, garam-garam yang terlarut misalnya garam-garam natrium
yang terbawa oleh uap air yang dapat menyebabkan korosi pada sistem kondensat
yang dapat dihilangkan dengan penambahan bahan-bahan kimia.
Korosi merupakan akibat dari sifat air dan logam yang ada pada sistem. Akibat dari
korosi dapat menyebabkan timbulnya endapan sehingga kecepatan arus alir air akan
berkurang dan lama-lama akan mengalami kerusakan pada sistem.
Pengujian silika? (Zulhayati)
Penetapan Silika Low Range
Alat dan Bahan
•  1)  Kuvet
•  2)  Spektrofotometer
  Air demin
Pereaksi sil-1 (molibdenum)
Pereaksi sil-2 (asam sitrat)
Pereaksi sil-3 (asam amino)
Sample air boiler
• b. Cara kerja
• 1). Disiapkan dua buah piala gelas plastik, piala gelas satu untuk blanko, piala gelas
dua untuk sampel.
• 2).  Sampel air boiler masing-masing sebanyak 10 ml dimasukkan kedalam piala
gelas plastik untuk blanko dan sampel. Ditambahkan pereaksi sil-1 sebanyak 14
tetes ke dalam masing-masing piala gelas. Didiamkan selama 4 menit.
• 3). Ditambahkan 1 bantal pereaksi sil-2, pada masing-masing piala gelas.
Didiamkan selama 1 menit.
• 4).  Larutan yang sudah ditambahkan pereaksi, masing-masing dimasukkan
kedalam kuvet, untuk kuvet yang berisi sampel ditambahkan sil-3, didiamkan
selama 1 menit.
• 5). Sample diukur dengan menggunakan spektrofotometer visible dengan panjang
gelombang 815 nm, nilai yang yang tampak adalah konsentrasi orthopospat dalam
air dengan satuan ppm.