Anda di halaman 1dari 37

RESPONSI

Pembimbing:
Arif Supono, dr., Sp.B (K) Onk

Penyusun:
Ligita Fitrananda Hadiyati (2017.04.2.0102)
IDENTITAS

• Nama : Ny. T
• Usia : 49 tahun
• Alamat : Dukuh menanggal, Surabaya
• Agama : Islam
• Status : Menikah
• Tanggal Masuk RS :15 Agustus 2018
• Tanggal Pemeriksaan :15 Agustus 2018
• Keluhan Utama
– Benjolan di payudara kiri
• RPS
– benjolan pada payudara kiri sejak 2 tahun
yang lalu. benjolan tersebut pada mulanya
kecil, kurang lebih sebesar bakso, padat, dan
teraba disebelah kiri puting payudara kiri.
Benjolannya dirasa semakin lama semakin
membesar, kulit diatas benjolan menjadi
menghitam, dan nyeri.
• 9 bulan yang lalu, benjolan di payudara kiri
pasien pecah. Pecahnya benjolan di
payudaranya mengeluarkan darah yang
menyebabkan pasien datang ke poli dan
disarankan untuk kemoterapi.

• Kemudian bulan maret 2018, mulai menjalani


kemoterapi setiap satu bulan sekali (sudah
kemo 6x). pasien merasakan setelah kemo
beberapa kali, luka pada payudaranya mulai
menutup dan semakin mengecil.
• Pasien menyangkal adanya cairan yang keluar
dari putingnya ataupun bengkak pada
lengannya. Tidak ada puting payudara yang
masuk ke dalam.
• pasien juga menyangkal adanya penurunan
berat badan ataupun nafsu makan yang
menurun.
• pasien mengatakan tidak ada nyeri tulang, nyeri
ulu hati, muntah, batuk, sesak, dan sakit kepala.
BAB dan BAK normal.
• RPD :
– Riwayat sakit di Payudara sebelumnya: (-)
– Riwayat penyakit kanker payudara, kanker
ovarium : -
• RPK :
– Anggota keluarga tidak ada yang memiliki
riwayat keganasan.

RPO : (-)
Riwayat Hormonal
• Pasien tidak memakai kontrasepsi hormonal
sebelumnya.
• Menarche pada usia 11 tahun, memiliki siklus tidak
teratur (kadang-kadang menstruasi datang 2 bulan
sekali). Saat ini pasien sudah tidak menstruasi sejak
pertama kali kemoterapi.
• Menikah di usia 38 tahun. Memiliki 1 anak dilahirkan
saat pasien berusia 41. Pasien hanya menyusui
anaknya selama 1 bulan karena sibuk bekerja.
Riwayat psikososial
• Pasien menyangkal kebiasaan merokok ataupun
meminum alkohol.
• Pasien memiliki kebiasaan memakan makanan
yang berlemak dan jarang berolahraga. Berat
badan saat ini 78 kg dengan tinggi badan 158
cm (BMI : 31.24, obesitas 1)
Pemeriksaan
• GCS : 4-5-6
• Vital Sign
Tekanan darah: 110/80 mmHg
Suhu axiler : 36.6oC
RR : 20 x/menit
Nadi : 90 x/menit
Status Generalis
• K/L = A/I/C/D : -/-/-/- ; Pembesaran KGB (-), Pembesaran
kelenjar thyroid (-)
• Thorax =
Pulmo :
Inspeksi : Normochest (simetris)
Palpasi : Gerak napas simetris
Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler +/+, Rhonki (-), Wheezing (-)
Cor
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : batas jantung kesan normal
Auskultasi : S1 S2 reguler, murmur (-), gallop (-)
• Abdomen =
Inspeksi : datar, simetris
Auskultasi : bising usus normal
Palpasi : nyeri tekan (-)
Perkusi : timpani

• Extremenitas =
+ +
- akral hangat + +

- edema - -
- -
Status localis
• Regio mammae dextra = dbn
• Regio mammae sinistra
• Inspeksi :
Mammae sinistra tampak lebih tinggi dari
mammae dextra (asimetris).
Tampak massa bernodul-nodul berwarna
coklat kehitaman, ulcus (-), gambaran Kulit peau
de’orange (-) , maupun sattelite nodule pada
seluruh bagian mammae. discharge (-) darah (-).
• Palpasi
– Teraba massa di kuadran central payudara
sinistra dengan permukaan yang berdungkul-
dungkul, ukuran diameter kurang lebih 10x6x3
cm, konsistensi padat kenyal, terfiksasi pada
kulit.
– Tidak terdapat discharge yang keluar dari
papilla mammae saat di palpasi.
– Pembesaran KGB pada axilla anterior(-); KGB
supraclavicular dan intraclavicular (-).
Pemeriksaan penunjang
• Pemeriksaan Laboratorium
• Darah Lengkap
– WBC : 3.54 x 103/ml
– RBC : 3.91 x106
– Hb : 11.6 g/dl
– HCT : 35.2 %
– PLT : 285 x 103
• Renal Function Test
– Tidak ada data
• Liver Function Test
– SGOT : 38 U/L
– SGPT : 26 U/L
• GDA : Tidak ada data
• Foto Thorax
– Cor : normal
– Pulmo : tak ada kelainan, nodul (-)
– Diapraghma : baik
– Sinus : tajam
– Tulang : baik, osteolitik/osteoblastik (-)
• Kesan : Normal, metastase proses pada tulang dan paru
(-)
• FNA-B (15 Maret 2018)
• Makroskopis : Dilakukan 1x puncture pada massa regio
mammae kiri memenuhi seluruh kuadran ukuran 13 x 8 cm,
batas tegas, fixed, padat kenyal, berwarna kehitaman.
Aspirat berupa darah. Dibuat hapusan 1 slide dan dilakukan
pengecatan diff quick
• Mikroskopis : hapusan hiperseluler menunjukkan
sebaran disosiasi dan kelompok longgar, sel berinti bulat-
oval, kromatin kasar, nucleoli prominent, monoton.

• Kesimpulan : invasive carcinoma region mamma


sinistra
• Diagnosa Kerja
– Tumor ganas mammae sinistra T4BN0M0
• Planning
– Diagnose
• Imunohistokimia
– Terapi
• Kemoterapi neoadjuvant
• Modified Radical Mastectomy sinistra
• Radiasi kuratif
• Terapi hormonal
– Edukasi
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
• Carcinoma mammae merupakan penyakit
dimana sel-sel di payudara tumbuh diluar
kendali. Ada berbagai jenis carcinoma mammae
tergantung sel mana yang berubah menjadi sel
kanker
Epidemologi
• Berdasarkan Pathological Based Registration di
Indonesia, KPD menempati urutan pertama
dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%.
• Diperkirakan angka kejadiannya di Indonesia
adalah 12/100.000 wanita.
Faktor Resiko
• Tidak dapat dimodifikasi
– Faktor Genetik
– Gender
– Usia
– Riwayat Keluarga
– Ras
– Riwayat pernah mengalami kanker payudara
– Pernah dideteksi pada biopsi berupa noninvasive carcinoma
(ductal carcinoma in situ [DCIS]/ lobular carcinoma in situ
[LCIS])
– Perubahan proliferatif jinak dengan hiperplasia atipikal,
resiko meningkat sebanyak 4 kali untuk mengalami kanker
payudara
– Menarche dini dan menopause lambat
• Dapat dimodifitkasi
– Umur saat kehamilan pertama.
– Pemakaian obat kontrasepsi oral.
– Terapi hormonal pengganti pasca menopause berupa
estrogen atau kombinasi dengan progestin.
– Menyusui.
– Alkohol.
– Zat iritan, sepertiasap rokok, bahan kimia, logam
berat.
– Berat badan berlebih.
– Kegiatan fisik.
Patogenesis
Klasifikasi Berdasarkan Histologi
1. Non Invasive Epithelial Cancer
• Lobular Carcinoma In Situ (LCIS)
• Ductal Carcinoma In Situ (DCIS)
termasuk tipe papillary, corimbiform, solid,
dan comedo
2. Invasive Epithelial Cancer
• Invasive Lobular Carcinoma
• Invasive Ductal Carcinoma
3. Mixed Connective and Epithelial Tumor
• Phylloides tumor jinak dan ganas
• Carsinosarcoma
• Angiosarcoma
• Adenosarcoma
STADIUM
Standar sistem stadiumnya pada kanker payudara dipakai sistem TNM

T = Ukuran Tumor Primer Kanker Payudara


• Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai
• T0 : Tumor primer tidak ditemukan
• Tis : Karsinoma insitu
• T1 : Tumor dengan ukuran terpanjang 2 cm atau kurang
• T2 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya > 2 cm-5 cm
• T3 : Tumor dengan ukuran diameter terbesar > 5 cm
• T4 : Ukuran tumor berapapun dengan infiltrasi / ekstensi
langsung ke dinding dada atau kulit.
N = Nodes (Kelenjar Getah Bening / KGB)
• N0 : Tidak terdapat metastasis pada KGB
• N1 : Metastasis ke KGB aksila ipsilateral, masih mobile
• N2 : Metastasis ke KGB aksila ipsilateral terfiksasi, dan
konglomerasi (beberapa KGB menyatu), atau klinis
adanya metastasis pada KGB mamaria interna
meskipun tanpa metastasis KGB aksila
• N3 : Klinis ada metastasis pada KGB infraklavikula
ipsilateral dengan atau tanpa metastasis pada KGB
aksila, atau klinis terdapat metastasis pada KGB
mamaria interna dan metastasis KGB aksila
M : Metastasis jauh
• Mx : Metastasis jauh belum dapat dinilai
• M0 : Tidak terdapat metastasis jauh
• M1 : Terdapat metastasis jauh
Diagnosa
• triple diagnostic procedures (clinical,
imaging, & pathology / cytology or
histopathology).
Pemeriksaan klinis
– anamnesis  keluhan payudara atau axilla,
keluhan di tempat lain, dan faktor resiko
– pemeriksaan fisik
Pemeriksaan radiodiagnostic
• mammografi
• USG
• MRI
INDIKASI
• Pasien usia muda, karena gambaran mamografi yang kurang jelas
pada payudara wanita muda.
• Mendeteksi adanya rekurensi pasca-BCT (Breast Conserving
Treatment).
• Mendeteksi adanya rekurensi dini keganasan payudara yang dari
pemeriksaan fisik dan penunjang lainnya yang kurang jelas.
FNAB  HISTOPA (GOLD STANDART)
Management
TERAPI
• Pembedahan
– Mastektomi Radikal Modifikasi (MRM)
– Breast Conserving Treatment (BCT)
– Mastektomi Radikal Klasik (CRM)
– Mastektomi Simple
– Mastektomi Subkutan
– Skin Sparring Mastectomy
– Nipple Sparring Matectomy
• Non-bedah :
– terapi radiasi
• Radioterapi neoadjuvant (sebelum pembedahan)
• Radioterapi adjuvant (sesudah pembedahan)
• Radioterapi palliative (primer maupun metastasis)
– kemoterapi
• Kombinasi  paclitaxel dan carboplatin
• Neoadjuvant, adjuvant, therapeutic chemotherapy
(metastatic, tujuan paliatif, memperpanjang
survival), metronomic chemotheraphy (anti
angiogenesis)
– terapi hormon
Prognosis