Anda di halaman 1dari 34

SEORANG WANITA 23 TAHUN

MENGELUH SANGAT LEMAS


SEJAK 2 HARI SMRS

EVI MAISYARI
712014015
Pembimbing : dr.Hj. Yuniza, Sp.PD
PENDAHULUAN

Anemia secara fungsional didefinisikan sebagai penurunan


jumlah massa eritosit (red cell mass) sehingga tidak dapat
memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah
yang cukup ke jaringan perifer

Menurut data Riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2007) dalam


laporan nasional, memperlihatkan jenis anemia terbanyak
pada orang dewasa dan anak-anak adalah anemia mikrositik
hipokromik yaitu 60,2%

Salah satu anemia jenis normositik normokromik yaitu anemia


aplastik. Anemia aplastik definisikan sebagai kegagalan
sumsum tulang untuk memproduksi komponen sel-sel darah

Frekuensi tertinggi terjadi pada usia 15 dan 25 tahun, puncak


tertinggi kedua pada usia 65 dan 69 tahun.
LAPORAN KASUS
Identifikasi
 No. RM : 32.65.32
 Nama lengkap : Nn. EK
 Umur : 23 Tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Pendidikan Terakhir : SMA
 Pekerjaan : Pegawai SPBU
 Alamat : Jl. Karya 3 RT.24/06 Kel.Lebung
Gajah
 Tanggal MRS : 16 Februari 2016
ANAMNESIS
 Keluhan Utama

Tubuh sangat lemas sejak 2 hari


sebelum masuk rumah sakit.
Sejak 1 bulan, OS mengeluh tubuh
lemas. OS juga mengalami demam
hilang timbul serta tampak pucat. OS

Riwayat perjalanan
tidak mampu beraktivitas dengan
keadaan ini.

penyakit Sejak 2 hari sebelum masuk rumah


sakit, OS sangat lemas dan demam.
Demam tinggi dan tidak turun dengan
pemberian obat, tampak pucat serta
berkeringat, sesak, mengantuk dan
bibir pecah-pecah.

OS mengaku menstruasi tiap 3


minggu, dengan lama 7 hari dan
sehari 3 kali ganti pembalut tidak
penuh
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
 Riwayat keluhan serupa : tidak ada
 Riwayat penyakit hipertensi : tidak ada
 Riwayat penyakit diabetes melitus : tidak ada
 Riwayat penyakit ginjal : tidak ada
 Riwayat penyakit paru : tidak ada
 Riwayat penyakit jantung : tidak ada
RIWAYAT PENYAKIT
KELUARGA
 Riwayat keluhan serupa : tidak ada
 Riwayat penyakit hipertensi : tidak ada
 Riwayat penyakit diabetes melitus : tidak ada
 Riwayat penyakit ginjal : tidak ada
 Riwayat penyakit paru : tidak ada
 Riwayat penyakit jantung : tidak ada
RIWAYAT MENSTRUASI

Menarche : 14 tahun
Haid
 Haid terakhir : 3-2-2016

 Teratur/tdk : teratur

 Lama : 7 hari

 Jumlah : 3 kali ganti pembalut

 Dismenorhea : -
GIZI SEBELUM SAKIT
 OS makan 3 kali dalam sehari, tiap makan dapat
menghabiskan 1 piring. Nafsu makan biasa
sebelum sakit, komposisi makanan berupa nasi,
lauk (ayam, tahu, tempe), dan buah. Os jarang
mengonsumsi sayur dan susu
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum:
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 74 x/menit, irama reguler, isi dan
tegangan cukup, gelombang reguler dan kualitas
cukup
Respiratory rate : 27 x/menit, irama ireguler, tipe
thorakoabdominal
Temperatur : 38.2oC
KEADAAN SPESIFIK:
Pemeriksaan Kepala:
Bentuk kepala : Normocephali
Rambut : Hitam, tidak rontok, tidak mudah dicabut
Muka : Pucat (+)

Pemeriksaan Mata :
- Eksoftalmus (-/-) - Palpebra hiperemis (-/-)
- Endoftalmus (-/-) - Konjungtiva palpebra pucat (+/+)
- Sklera ikterik (-/-) - Pupil isokor (+/+)
- Refleks cahaya (+/+) - Gerakan bola mata baik ke segala arah
- Penglihatan kabur (-/-) - Lapangan penglihatan baik
Pemeriksaan Mulut dan Tenggorokan
Bibir sianosis (+) - Faring hiperemis (-)
- Tonsil (T1/T1) - Uvula ditengah
- Lidah kotor dengan pinggir hiperemis (tifoid tongue) (-)

Pemeriksaan Leher
Inspeksi : Simetris, benjolan (-), lesi pada kulit (-)
Palpasi : Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-)
JVP : 5-2 cmH2O
Depan &
Paru Kanan Paru Kiri
belakang

Inspeksi Bentuk dada simetris (+), sela iga melebar (-), retraksi (-)

Palpasi Stem fremitus kanan = kiri

Perkusi Sonor

Auskultasi Vesikuler (+/+) normal, wheezing (-/-), ronki (-/-)


Pemeriksaan Jantung :
Inspeksi : Iktus cordis tampak, vonsure cardiac (-)
Palpasi : Iktus cordis teraba, thrill (-)
Perkusi : Atas : ICS II linea parasternalis
Kanan : ICS IV linea parasternalis dextra
Kiri : ICS VI linea midclavicula sinistra
Auskultasi : HR:78 x/menit, S1- S2 normal, S3 (-) murmur (-), gallop (-
)

Pemeriksaan Abdomen :
Inspeksi: datar, distensi (-), caput medusa (-), spider naevi (-), benjolan
(-)
Palpasi : Lemas, nyeri tekan epigastrium (+), hepatomegali (-),
splenomegali (-)
Perkusi : Tympani (+), undulasi (-), shifting dullness (+)
Auskultasi : Bising usus (+) normal.
Pemeriksaan Ekstremitas:
Superior : Kedua ekstremitas atas tampak pucat, palmar
eritem (-), nyeri otot dan sendi (-), gerakan ke segala arah,
kekuatan 5, jari tabuh (-), eutoni, atrofi (-), tremor (-), edema
pada kedua lengan dan tangan (-), teraba lembab dan dingin.

Inferior: Kedua ekstremitas bawah tampak pucat, nyeri otot da


n sendi (-), kekuatan 5, eutoni, atrofi (-) hiperpigmentasi (-), jari
tabuh (-), edema pretibia pada kedua tungkai (-), teraba lembab
dan dingin.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tanggal •Hemoglobin : 4,0 g/dl nilai normal 11,7 – 15,5


15 •MCV : 92 u3 nilai normal 80-92 u3
februari •MCH
•MCHC
: 32 pg
: 34 g/dl
nilai normal 27-31 pg
nilai normal 32-36 g/dl
2016

•Hemoglobin: 3,3 g/dl nilai normal 11,7 – 15,5 g/dl

Tanggal
•Leukosit : 7.700/ul nilai normal 5.000 – 10.000/ul
•Eritrosit : 0,9 jua/mm3 nilai normal 3,8-5,2 juta/mm3

16 •LED : 102 mm/jam nilai normal <15 mm/jam


•Diffcount : 2/0/0/43/43/12 nilai normal 1-2/0-1/3-5/54-62/25-33/3-7

februari •Trombosit : 132.000/ul nilai normal 150.000 – 400.000/ul


•Hematokrit : 9% nilai normal 35 – 41%

2016 •MCV
•MCH
: 91 u3
: 33 pg
nilai normal 80-92 u3
nilai normal 27-31 pg
•MCHC : 36 g/dl nilai normal 32-36 g/dl
•Golongan darah : AB +
•Widal H : Negatif nilai normal negatif
Tanggal •Widal O
•Ureum
: Negatif
: 46mg/dl
nilai normal negatif
nilai normal 10-50 mg/dl
16 •Creatinin : 0,8mg/dl nilai normal 0,6-1,2mg/dl
februari •Uric acid
•BSS
: 6,5mg/dl
: 110mg/dl
nilai normal 1,9-5,1mg/dl
nilai normal 60-120mg/dl
2016 •Eritrosit urine : 8-12/ LPB nilai normal <2 LPB
•Protein urine : ++ nilai normal negatif
•Silinder urine : granuler (+) nilai normal negatif

Tanggal • Hemoglobin : 6.6 g/dl nilai normal 11,7 – 15,5 g/dl


19 • Leukosit
• LED
: 5.700/ul nilai normal 5.000 – 10.000/ul
: 100 mm/jam nilai normal <15 mm/jam
februari • Diffcount : 2/0/0/51/33/14 nilai normal 1-2/0-1/3-5/54-
2016 62/25-33/3-7
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan Lab :

Tanggal 23 februari 2016


Hemoglobin : 10,7g/dl nilai normal 11,7 – 15,5 g/dl
USG ABDOMEN

Kesan : cairan bebas di rongga pelvis


DIAGNOSIS BANDING
 Anemia Gravis ec. Anemia aplastik
 Anemia Gravis ec. Anemia defisiensi zat besi

 Anemia Gravis ec. KET


DIAGNOSIS KERJA

 Anemia Gravis ec. Anemia Aplastik


PENATALAKSANAAN

•Edukasi
Non •Bed rest
Farmakologis •Diet makanan lunak dan rendah serat
•Banyak minum untuk mencegah dehidrasi.

•IVFD Asering gtt xx/menit


•Ceftriaxone 2x1 tab
•Prosogan 1x1
Farmakologis •As. Traneksamat 3x1
•Ulsafat syr 3x1 C
•Asam folat 3x1
•Transfusi PRC 750 cc
TINJAUN PUSTAKA
 Definisi
Anemia ialah keadaan dimana massa eritrosit dan
atau massa hemoglobin yang beredar tidak dapat
memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen
bagi jaringan tubuh.
ANEMIA APLASTIK
 Definisi
Anemia aplastik adalah Anemia yang disertai oleh
pansitopenia pada darah tepi yang disebabkan
kelainan primer pada sumsum tulang dalam
bentuk aplasia atau hipoplasia tanpa adanya
infiltrasi, supresi atau pendesakan sumsum
tulang.

Etiologi
Faktor primer
Faktor sekunder
PATOFISIOLOGI
 kerusakan pada sel induk pluripoten
 kerusakan pada microenvironment
MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi yang muncul berkaitan dengan
keadaan hipoksia jaringan, seperti kelemahan otot,
mudah lelah, takipnea, sesak nafas saat aktivitas,
takikardia, dan dapat pula terjadi gagal jantung
kongestif pada anemia yang berat dengan sebab
apapun.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan darah lengkap
 Pemeriksaan Sumsum tulang

 Pemeriksaan Flow cytometry dan FISH


(Fluorescence In Situ Hybridization)
 Tes fungsi hati dan virus

 Level vitamin B-12 dan Folat


Kriteria diagnosis anemia aplastik menurut
International Agranulocytosis and Aplastic Anemia
Study Group (IAASG) adalah :

 Satu dari tiga sebagai berikut:


a. Hemoglobin kurang dari 10 g/dL atau hematokrit
kurang dari 30% (hemoglobin normalnya 13,8 – 17,2
g/dL pada laki-laki dan 12- 15,6 g/dL pada perempuan
dan hematokrit pada laki-laki 41-50%, pada
perempuan 35-46%.
b. Trombosit kurang dari 50x109/L(normalnya 150-
450x109/L)
c. Leukosit kurang dari 3,5x109/L (normalnya 4,5-
10x109/L)
 Dengan retikolosit < 30x109/L (<1%)
 Dengan gambaran sumsum tulang :
a. Penurunan selularitas dengan hilangnya atau
menurunnya semua sel hemopoetik atau selularitas
normal oleh hyperplasia eritroid fokal dengan deplesi
seri granulosit dan megakariosit.
b. Tidak adanya fibrosis yang bermakna atau infiltrasi
neoplastik
 Pansitopenia karena obat sitostatika atau radiasi
terapeutik harus dieklusi.
TATALAKSANA
 Transfusi
 Terapi nutrisional

 Manajemen anemia aplastik

 Splenektomi

 Transplantasi sumsum tulang dan stem cell


TATALAKSANA
 Suplemen mineral
 Vitamin

 Suplemen elektrolit

 Kortikosteroid
PROGNOSIS
Prognosis dari anemia tergantung dari
penyakit yang mendasarinya (etiologi), tingkat
keparahan, usia pasien, dan ada atau tidaknya
kondisi komorbid yang menyertai. Anemia yang
segera mendapat penanganan yang adekuat
umumnya memiliki prognosis yang baik. Pada
kondisi anemia aplastik berat yang tidak segera
diterapi, tingkat kematian berkisar antara 60-70%
dalam 2 tahun setelah diagnosis.
TERIMA KASIH