Anda di halaman 1dari 17

PERSALINAN PRETERM

By Kelompok 10
Definisi

Persalinan preterm adalah persalinan yang


terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu atau
berat badan lahir antara 500 – 2499 gram
Etiologi
• Kejadiannya masih tinggi dan merupakan
penyebab utama kematian neonatus. Di Amerika
Serikat kejadiannya 8 – 10 %, sementara di
Indonesia 26 - 18% dari angka kelahiran hidup.

Ibu dengan riwayat persalinan preterm sebelumnya


berisiko 20 – 30% mengalami persalinan preterm di
kehamilan berikutnya.
Faktor Risiko
1. Karakteristik pasien:
– Status sosio-ekonomi
– Ras (di Amerika, orang berkulit hitam lebih sering
melakukan persalinan preterm
– Umur Ibu ( pada usia < 18 tahun atau primigravida
30 tahun)
– Riwayat persalinan prematur
– Pekerjaan (aktivitas fisik yang berat)
Lanjutan
– Merokok

– Pengguna obat bius /kokain

2. Ibu mengalami komplikasi kehamilan :

• Infeksi saluran kemih

• Penyakit ibu : hipertensi, asma, hipertiroidisme,


penyakit jantung, kolestasis, anemia dengan Hb <
9 gram%
3. Distensi uterus berlebihan akibat:
– Kehamilan mutipel
– Hidroamnion
Diagnosis
• Usia kehamilan 37 minggu

• Terjadi kontraksi 4 kali dalam 20 menit atau 8


kali dalam 60 menit diikuti dengan perubahan
serviks yang progresif

• Pembukaan serviks ≥ 2 cm
Tatalaksana
A. Tatalaksana Umum:

mencakup pemberian tokolitik, kortikosteroid,


dan antibiotika profilaksis. Namun beberapa
kasus memerlukan penyesuaian.
Lanjutan
B. Tatalaksana Khusus
• Jika ditemui salah satu dari keadaan berikut ini, tokolitik
tidak perlu diberikan dan bayi dilahirkan secara
pervaginam atau perabdominam sesuai kondisi
kehamilan:
• Usia kehamilan di bawah 24 dan di atas 34 minggu
• Pembukaan > 3 cm
• Ada tanda korioamnionitis (infeksi intrauterin),
preeklampsia, atau perdarahan aktif
• Ada gawat janin
• Janin meninggal atau adanya kelainan kongenital
yang kemungkinan hidupnya kecil
Lanjutan
• Lakukan terapi konservatif (ekspektan) dengan
tokolitik, kortikosteroid, dan antibiotika jika
syarat berikut ini terpenuhi:
• Usia kehamilan antara 24-34 minggu
• Dilatasi serviks kurang dari 3 cm
• Tidak ada korioamnionitis (infeksi intrauterin),
preeklampsia, atau perdarahan aktif
• Tidak ada gawat janin
Lanjutan
• Tokolitik hanya diberikan pada 48 jam pertama untuk
memberikan kesempatan pemberian kortikosteroid.
Obat-obat tokolitik yang digunakan adalah:

1. Nifedipin: 3 x 10 mg per oral, ATAU


2. Terbutalin sulfat 1000 μg (2 ampul) dalam 500 ml larutan infus
NaCl 0,9% dengan dosis awal pemberian 10 tetes/menit lalu
dinaikkan 5 tetes/menit tiap 15 menit hingga kontraksi hilang,
ATAU
3. Salbutamol: dosis awal 10 mg IV dalam 1 liter cairan infus 10
tetes/ menit. Jika kontraksi masih ada, naikkan kecepatan 10
tetes/menit setiap 30 menit sampai kontraksi berhenti atau
denyut nadi >120/ menit kemudian dosis dipertahankan hingga
12 jam setelah kontraksi hilang
Lanjutan
• Berikan kortikosteroid untuk pematangan paru
janin. Obat pilihannya adalah:
– Deksametason 6 mg IM setiap 12 jam sebanyak 4 kali,
ATAU
– Betametason 12 mg IM setiap 24 jam sebanyak 2 kali
• Antibiotika profilaksis diberikan sampai bayi lahir.
(untuk mencegah infeksi streptokokus grup B)
adalah:
– Ampisilin: 2 g IV setiap 6 jam, ATAU
Lanjutan
– Penisilin G 2 juta unit IV setiap 6 jam, ATAU
– Klindamisin: 3 x 300 mg PO (jika alergi terhadap
penisilin)
• Antibiotika yang diberikan jika persalinan
preterm disertai dengan ketuban pecah dini
adalah eritromisin 4x400 mg per oral

Kombinasi amoksilin dengan asam klavulanat


tidak digunakan karena dapat memicu
terjadinya enterokolitis nekrotikans
Lanjutan
• Bila kontraksi rahim prematur tak dapat
dihentikan dan persalinan tak dapat dicegah,
pimpinan persalinan harus dilakukan sebaik
mungkin agar tidak terjadi trauma pada janin
yang masih lemah:
– Partus tidak boleh berlangsung terlalu lama tapi
juga jangan telalu cepat.
Lanjutan
– Jangan memecahkan ketuban sebelum
pembukaan lengkap
– Buat episiotomi medialis
– Bila terjadi persalinan diselesaikan, pilihlah
forceps daripada ekstraksi vakum
– Jangan mempergunakan narkosis
– Tali pusat secepat mungkin digunting untuk
mencegah neonatus menderita ikterus.
Prognosis
• Beberapa komplikasi dapat timbul pada janin
akibat kelahiran preterm,
– Sistem pernafasan : sindrom distres pernafasan
– Sistem GI: hiperbilirubineia, enterokolitis
nekrotikans
– SSP : Cerebralpalsy, hearing loss, perdarahan
intraventrikular
– Mata : retinopati of prematurity
– Nutrisi : gagal tumbuh