Anda di halaman 1dari 12

SISTEM ENDOKRIN

SINDROM CAUSHING
Definisi
• Sindroma Cushing merupakan istilah yang digunakan
untuk menyatakan keadaan akibat peningkatan
konsentrasi glukokortikoid di sirkulasi darah.
• Cushing Syndrome adalah peningkatan berat badan
yang secara khas terwujud sebagai obesitas sentral
dengan redistribusi lemak tubuh pada bagian trunkal,
serta tampilan lemak dorsoservikal dan supraklavikular,
dan tampilan wajah klasik moon face. (Kamath, 2008)
Klasifikasi
1. Tergantung ACTH
• Hiperfungsi korteks adrenal dapat disebabkan oleh sekresi
ACTH kelenjar hipofise yang abnormal berlebihan. Tipe ini
dijelaskan oleh Hervey Cushing pada tahun 1932, maka
keadaan ini disebut penyakit cushing.

2. Tidak tergantung ACTH


• Adanya adenoma hipofisis yang mensekresi ACTH, selain
itu terdapat histologi hiperplasia akibat gangguan pelepasan
CRH (Cortikotropin Realising hormone) oleh
neurohipotalamus (Sylvia A. Price: Patofisiologi . hal 1091)
Etiologi
Faktor endogen:
•Disebabkan sindrom cushing latrogenik yaitu akibat
konsumsi obat kortikosteroid (seperti prednison) dosis
tinggi dalam waktu lama. Obat ini memiliki efek yang
sama seperti kortisol dalam tubuh.
•Penyebab sindrom cushing dari dalam tubuh yaitu
akibat dari produksi kortisol didalam tubuh yang
berlebihan. Kortisol ini apabila berlebih dapat
menimbulkan mekanisme umpan balik negatif terhadap
hipotalamus dan hipofisis. (Soedoyo,2006)
Faktor eksogen: dan disebabkan oleh salah satu dari berikut:

a. Sindrom cushing alkoholik yaitu produksi alkohol berlebih,


dimana alkohol mampu menaikkan kadar kortisol.

b. Setress

c. Farmakologi seperti kortikosteroid.


Manifestasi klinis
• Manifestasi klinik yang sering ditemukan pada pasien dengan
sindrom cushing antaralain:
• Obesitas sentral
• Gundukan lemak pd punggung
• Muka bulat (moon face)
• Striae
• Berkurangnya massa otot & kelemahan umum. (Guyton, 2007)
• Atripi/ kelemahan otot sektermitas
• Hirsutisme (kelebihan bulu pada wanita)
• Ammenorrhoe
• Impotensi
• Osteoporosis
• Akne
• Edema
• Nyeri kepala, mudah memar dan gangguan penyembuhan
luka. (Guyton, 2007)
Komplikasi
• Krisis Addison: Merupakan hipofungsi anak ginjal dengan gejala
kehilangan tenaga dan perubahan warna kulit menjadi tengguli
• Efek yang merugikan pada aktifitas korteks adrenal
• Fungsi dari korteks mengalami disfungsi dimana fungsi ginjal tidak
maksimal
• Patah tulang akibat osteoporosis
• Batu ureter
• Peningkatan kerentanan terhadap infeksi
• (Kowalak, 2013)

• Steroid dementia syndrome (defisit kemampuan kognitif)

• Komplikasi ini akibat gangguan fisiologi dan struktural otak, yaitu


penurunan volume kortikal dan hippocampus. Area kognitif yang
mengalami penurunan, terutama adalah daya ingat, atensi, dan
kemampuan verbal. (Dony Prihartanto, 2015)
Pemeriksaan Penunjang
1. Pada pemeriksaan laboratorium sederhana, didapati limfositofeni,
jumlah netrofil antara 10.000 – 25.000/mm3. eosinofil 50/ mm3
hiperglekemi (Dm pada 10 % kasus) dan hipokalemia.
2. Pemeriksaan laboratorik diagnostik.

3. Urinary deksametasone suppression test.

4. Terapi

Penyakit cushing dapat diobati dengan radiasi kelenjar pituiter,


Jika disebabkan oleh tumor adrenal, maka harus dilakukan tindakan
operatif untuk pengangkatan tumor tersebut, hanya saja sisa kelenjar
adrenal akan mengalami atrofi
Penatalaksanaan
• Pengobatan
• Pengobatan sindrom cushing tergantung ACTH
tidak seragam, bergantung apakah sumber ACTH
adalah hipofisis / ektopik.
• Jika dijumpai tumor hipofisis. Sebaiknya
diusahakan reseksi tumor tranfenoida.
• Jika terdapat bukti hiperfungsi hipofisis namun
tumor tidak dapat ditemukan maka sebagai
gantinya dapat dilakukan radiasi kobait pada
kelenjar hipofisis.
• Kelebihan kortisol juga dapat ditanggulangi dengan
adrenolektomi total dan diikuti pemberian kortisol
dosis fisiologik.
• Bila kelebihan kortisol disebabkan oleh neoplasma
disusul kemoterapi pada penderita dengan
karsinoma/ terapi pembedahan
• Digunakan obat dengan jenis metyropone,
mitotane, amino gluthemide o, yang bisa
mensekresikan kortisol ( Sylvia A. Price :
Patofisiologi Edisi 4, 1995)
• Diet : Kalori,lipid,natrium,dan kolesterol harus
dibatasi. Modifikasi diet untuk pasien dengan
diabetes melitus dsesuaikan kadar gula dalam
darah. (Gunawan, 2007)
• PATWAY & ASKEP OPEN WORD