Anda di halaman 1dari 45

Discussion

Dengue
Haemorrhagic

Fever dengan DIsusun oleh:


Konstipasi Rafika Aninda 1115177

Pembimbing:
dr. A. Adipurnama, SpA
Identitas Pasien
 Nama Penderita : An. Q.S.A
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Umur : 4 tahun 0 bulan
 Diagnosa Masuk : Dengue Haemorrhagic
Fever
 Tanggal Dirawat : 28 September 2016 pk. 22.10
 Tanggal Diperiksa : 28 September 2016 pk. 23.00
Anamnesis
Heteroanamnesis diberikan oleh ibu pasien
pada tanggal 28 September 2016

Keluhan utama: Demam

Riwayat perjalanan penyakit :


Anak perempuan berusia 4 tahun 0 bulan
datang ke IGD RSI diantar oleh orangtuanya
dengan keluhan demam sejak 4 hari sebelum
masuk RS, demam timbul mendadak tinggi,
terus menerus, siang sama dengan malam.
Demam disertai dengan keringat banyak.
Keluhan demam disertai nyeri kepala,
lemas badan, mual, dan nyeri ulu hati,.
Keluhan juga disertai timbulnya bintik-
bintik merah pada kedua kaki.
Keluhan tidak disertai muntah, batuk,
pilek, sesak, kejang, gusi berdarah,
mimisan dan penurunan kesadaran.
Pasien belum BAB sudah 3 hari terakhir.
BAK tidak ada keluhan. Anak masih mau
untuk makan dan minum.
Karena keluhan demam nya pasien diberi
obat paracetamol oleh ibunya, demam
turun sesaat setelah minum paracetamol.
Penderita baru pertama kali sakit
seperti ini. Riwayat anggota keluarga dan
lingkungan di sekitar penderita disangkal.
Riwayat penyemprotan nyamuk demam
berdarah di lingkungan penderita dalam 3
bulan terakhir disangkal.
 RiwayatKehamilan dan
Persalinan :
 Pasien adalah anak ke-2 dari 2 anak
 Pasien lahir cukup bulan, persalinan
normal dibantu oleh dokter
 Berat badan lahir pasien adalah 3500
gram, dan panjang badan lahir 52 cm
 Ibu pasien tidak pernah abortus.
 Tumbuh kembang anak :
 Berbalik: 4 bulan
 Duduk : 6 bulan
 Berdiri : 11 bulan
 Berjalan : 12 bulan
 Bicara 1 kata : 9 bulan
 Bicara 1 kalimat : 14 bulan
 Membaca : (-)
 Menulis : (-)
Riwayat Imunisasi
Dasar Ulangan Anjuran

1. BCG √ - 6. HiB -

2. DPT √ √ √ - - - 7. MMR -

3. Polio √ √ √ - - - 8. Hep A -

4. Hep.B √ √ √ - - - 9. Cacar air -

5. Campak √ -
  Makanan :
 ASI sejak 0 sampai 12 bulan
 MPASI sejak usia 6 bulan
 Nasi sejak usia 16 bulan
Riwayat Penyakit Dahulu
Batuk – pilek : √
Diare : √
Tifus perut : -
Pneumonia: -
Batuk rejan : -
Difteri : -
Tetanus : -
Hepatitis : -
TBC : -
Cacar Air : -
Campak : -
Ginjal : -
Asma / Alergi : -
Kejang : -
Lainnya : -
Riwayat Penyakit Keluarga
 Asma : -
 TBC : -
 Ginjal : -
 Lain – lain : -
 Penyakit darah : -
 Peny. Keganasan: -
 Kencing Manis : -
 Darah tinggi : -
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum
 Kesadaran : CM (M6V5E4)
 Keadaan sakit : Sakit sedang
 Posisi serta aktivitas : Berbaring, tidak ada letak
paksa

 Tanda-tanda Vital
 Tekanan Darah : 90/70 mmHg
 Nadi : 127 x/menit, regular, equal, isi cukup
 Suhu tubuh aksiler : 37,5OC
 Pernafasan : 24x/menit
 SpO2 : 99%
 Pengukuran
 Umur : 4 tahun 0 bulan
 Berat badan : 17 kg
 Tinggi badan : 110 cm
Pemeriksaan Sistemik
 Kulit : anemis (-), ikterik (-), petekie (+)
ekstremitas bawah, turgor kembali
cepat
 KGB : tidak teraba membesar
 Rambut : hitam, tidak mudah dicabut
 Kepala : bentuk dan ukuran simetris
 Mata : konjungtiva hiperemis -/-, sklera ikterik
-/-, reflek cahaya +/+.
 Hidung : PCH -/-, sekret (-).
 Telinga : sekret -/-, nyeri tekan -/-.
 Mulut : bibir sianosis (-), sariawan (-),
mukosa bibir dan mulut tidak kering
 Leher : retraksi suprasternal (-), trakea
sentral
 Thorax :
 Inspeksi : Bentuk dan pergerakan simetris kanan =
kiri, retraksi interkostalis (-)
 Palpasi : Pergerakan simetris kanan = kiri
 Perkusi: Sonor, kanan = kiri
 Auskultasi: VBS +/+ kanan = kiri, Rh -/-, Wh -/- ,
bunyi jantung S1 S2 reguler, murmur (-)
 Abdomen :
 Inspeksi : Datar, retraksi epigastrium (-)
 Auskultasi : Bising usus (+) normal
 Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
 Palpasi : Soepel, nyeri tekan epigastrium (+),
hepar teraba 3cm BAC, konsistensi kenyal,
permukaan rata, tepi tajam, nyeri tekan (-), lien tidak
teraba membesar
 Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis
(-), petekie (+) ekstremitas
Pemeriksaan Penunjang
 Usul Pemeriksaan Penunjang :
 Hematologi rutin (Hb, Ht, Leukosit,
Trombosit)
 IgM & IgG anti Dengue
28 September 2016
 Hb : 11,5 g/dl
 Ht : 36 %
 Leukosit : 6.000/mm3
 Tc : 141.000/mm3
 Eri : 4,8 juta/mm3
 MCV : 73,3 fl
 MCH : 23,7 pg/ml
 MCHC : 32,3 %
 
Resume
 Seorang An. perempuan usia 4 tahun 0 bulan, datang ke IGD
RSI dengan keluhan :
 Febris sejak 4 hari lalu, mendadak tinggi, terus menerus, siang
sama dengan malam, diaforesis (+)
 Manifestasi perdarahan : terdapat petekie (+) pada kedua
ekstremitas bawah. Menyangkal vomiting, gusi berdarah, dan
mimisan.
 Cephalgia, malaise, nausea, dan abdominal pain.
 Pasien belum BAB sudah 3 hari terakhir.

 Riwayat berobat : minum paracetamol dari hari pertama febris,


febris turun sebentar
 Riwayat lingkungan: -
 Riwayat penyakit dahulu : -
 Riwayat penyakit keluarga : -
Pemeriksaan Fisik
 Keadaan Umum
 Kesadaran : CM (M6V5E4)
 Keadaan sakit : Sakit sedang
 Posisi serta aktivitas : Berbaring, tidak ada letak paksa

 Tanda-tanda Vital
 Tekanan Darah : 90/70 mmHg
 Nadi : 127 x/menit, regular, equal, isi cukup
 Suhu tubuh aksiler : 37,5OC
 Pernafasan : 24x/menit
 SpO2 : 99%
 Pengukuran
 Umur : 4 tahun 0 bulan
 Berat badan : 17 kg
 Tinggi badan : 110 cm
Pemeriksaan Sistemik
 Kulit : anemis (-), ikterik (-), petekie (+)
ekstremitas bawah, turgor kembali
cepat
 KGB : dalam batas normal
 Rambut : dalam batas normal
 Kepala : dalam batas normal
 Mata : dalam batas normal
 Hidung : dalam batas normal
 Telinga : dalam batas normal
 Mulut : dalam batas normal
 Leher : dalam batas normal
 Thorax : dalam batas normal

 Abdomen :
 Inspeksi : Datar, retraksi epigastrium (-)
 Auskultasi : Bising usus (+) normal
 Perkusi : timpani, shifting dullness (-)
 Palpasi : Soepel, nyeri tekan epigastrium
(+), hepar teraba 3cm BAC, konsistensi
kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri
tekan (-), lien tidak teraba membesar

 Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis


(-), petekie (+) ekstremitas
 Hasil Lab (28/9/2016)
 Tc 141.000/mm3
 Hasil Lab (29/9/2016)
 Tc 91.000/mm3
 Hasil Lab (30/9/2016)
 Tc 88.000/mm3
 Hasil Lab (01/10/2016)
 Tc 81.000/mm3
 Hasil Lab (02/10/2016)
 Tc 146.000/mm3
Diagnosis
 Diagnosis Banding :
 Dengue Haemorrhagic Fever grade II
dengan Konstipasi
 Viral Infection

 DiagnosisKerja : Dengue Haemorrhagic


Fever grade II dengan Konstipasi
Pemeriksaan Penunjang
 Usul Pemeriksaan Penunjang :
 Hematologi rutin (Hb, Ht, Leukosit,
Trombosit) → cek Ht, Tc serial
 IgM & IgG anti Dengue
Penatalaksanaan
 Terapi non medikamentosa:
 Tirah baring
 Diet makanan lunak
 Cek Ht, Tc serial
 Observasi tanda-tanda syok dan
perdarahan
 Edukasi pasien untuk banyak minum
 Terapi medikamentosa:
 Parasetamol po 3x ¾ tab 500 mg (bila
demam)
 Microlac (per rectal)
Prognosis
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam: ad bonam
Pencegahan
 Edukasi
orangtua untuk melakukan
program 4M plus

 Menguras, Menutup, Mengubur,


Memantau
 Plus : Hindari gigitan nyamuk pada pagi
dan sore hari, gunakan repelen atau
memasang kelambu
Tangg KU, TTV, PF, PP Advis Dokter
al
Follow-up harian
29/9/ 2016 KU: demam belum stabil, belum BAB sudah 4hari
TTV: TD 90/70, N 112x/menit(equal, isi cukup), R
-rawat inap
-infus RL 1375cc/24jam
26x/menit, S 36,6 C
-PCT 3x1 ½ cth PO (jika demam)
-Microlac I supp (per rectal)
PF: nyeri tekan epigastrium (+), hepar teraba 3cm
-Monitor TTV & I/O, tanda2
BAC, konsistensi kenyal, permukaan rata, tepi tajam,
perdarahan
nyeri tekan (-), petekie(+)
-Beri minum cukup
-Cek Ht, Tc
Lab: Ht 36, Tc 91.000
-terapi lanjutkan
30/9/2016 KU: demam belum stabil, batuk (+) dahak bening,
belum BAB 5hari
-rawat inap
-infus RL 1375cc/24jam
-PCT 3x1 ½ cth PO (jika demam)
TTV: TD 100/60, N 110x/menit(equal, isi cukup), R
-Microlac I supp (per rectal)
24x/menit, S 37,9 C
-Ambroxol 3x1/2 cth PO
-Monitor TTV & I/O, tanda2
PF: nyeri tekan epigastrium (-), hepar teraba 3cm BAC,
perdarahan
konsistensi kenyal, permukaan rata, tepi tajam, nyeri
-Beri minum cukup
tekan (-), petekie(-)
-Cek Ht, Tc
-terapi lanjutkan
Lab: Ht 34, Tc 88.000
01/10/2 KU: demam belum stabil, batuk (+), sudah -rawat inap
016 dapat BAB -infus RL 1500cc/24jam
-PCT 3x170mg IV(jika
TTV: TD 100/60, N 112x/menit(equal, isi demam)
cukup), R 24x/menit, S 37,2 C -Ambroxol 3x1/2 cth PO
- Monitor TTV & I/O, tanda2
PF: nyeri tekan epigastrium (-), hepar teraba perdarahan
3cm BAC, konsistensi kenyal, permukaan -Beri minum cukup
rata, tepi tajam, nyeri tekan (-), petekie(-) -Cek Ht, Tc
- terapi lanjutkan
Lab: Ht 39, Tc 81.000

02/10/2 KU: demam sudah stabil, batuk (+) -rawat inap


016 -infus RL 1500cc/24jam
TTV: TD 100/60, N 100x/menit(equal, isi -PCT 3x170mg IV(jika
cukup), R 26x/menit, S 36,8 C demam)
-Ambroxol 3x1/2 cth PO
PF: nyeri tekan epigastrium (-), hepar teraba - Monitor TTV & I/O, tanda2
3cm BAC, konsistensi kenyal, permukaan perdarahan
rata, tepi tajam, nyeri tekan (-), petekie(-) -Beri minum cukup
-Cek Ht, Tc
Lab: Ht 37, Tc 146.000 - terapi lanjutkan
Pembahasan
• Definisi
Penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh
salah satu ari 4 jenis virus dengue (DEN-
1,2,3,4) dengan gejala klinik sangat
bervariasi, mulai dari asimptomatik, demam
non spesifik, demam berdarah dengue
primer yang ditandai oleh manifestasi
perdarahan hingga yang bertendensi
menimbulkan renjatan yaitu dengue shock
syndrome.
Epidemiologi
 Faktor penyebaran demam berdarah :
 pertumbuhan penduduk yang meningkat
 urbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkendali
 tidak adanya kontrol vektor nyamuk yang efektif di daerah endemis.
 Tingkat morbiditas dan mortalitasnya dipengaruhi oleh :
 status imunitas pejamu
 kepadatan vektor nyamuk
 transmisi virus dengue
 faktor virulensi virus
 kondisi geografis setempat.
 Prevalensi pada laki-laki dan perempuan sama, namun tingkat
kematian lebih tinggi pada anak perempuan dibandingkan anak laki-
laki. Paling banyak biasanya terjadi pada anak-anak kurang dari 15
tahun dan usia dewasa muda.
Etiologi
 DEN 1,2,3,4
Patogenesis
 Virus dengue bersirkulasi di darah perifer
dengan sel target monosit, makrofag, sel
kupffer → kompleks virus-antibodi →
aktivasi komplemen → anafilatoksin (c3a,
c5a) → permeabilitas kapiler meningkat
→ perembesan plasma → hipovolemi →
shock (anoksia, asidosis)
 perembesan plasma → ht ↑, Na ↓, cairan
dalam rongga serosa
diagnosis
Manifestasi klinik
 Onset demam yg akut 2 – 7 hari
 Manifestasi perdarahan: test tourniquet
+, petechiae, ekimosis atau purpura,
atau perdarahan dari mukosa , GIT, atau
tempat lainnya.
 Tc ≤ 100.000 cells/mm3
 Plasma leakage (↑ht ≥ 20%) → efusi
pleura, asites, hipoproteinemia
albuminemia.
Pemeriksaan penunjang
 Hematologi rutin
 Imunoserologis
 IgG IgM anti dengue
 NS-1 antigen
 Fx hepar (SGOT, SGPT)
penatalaksanaan
 Prinsip pemberian terapi cairan pada DHF :
 Isotonic crystalloid kecuali pada bayi < 6 bulan
diberikan 0,45% NaCl
 Hiperonkotik koloid (osmolaritasnya > 300mOsm/l)
contoh dextran 40 atau starch solution diberikan
pada pasien dengan kebocoran plasma massif yang
tidak responsif terhadap pemberian kristaloid.
Pemberian iso-onkotik koloid seperti plasma dan
hemaccel juga dianggap tidak efektif.
 Pemberian cairan maintenance +5% dehydration 
adekuat untuk volume intravaskular dan sirkulasi

 Pemberian obat-obatan simptomatik untuk mengurangi


gejala seperti antipiretik, antiemetik.
komplikasi
 DIC
 Multiorgan failure → hepar & renal
disfungsi
 Efusi pleura
 Heart failure
 Asites
 Syok (DSS)
pencegahan
TERIMAKASIH